GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
61


__ADS_3

" Kak Tiara.!!" seru Cindy yang baru selesai berdandan untuk berangkat sekolah berlari dan memeluk Tiara.


" Cindy.... Udah cantik saja...." Ucap Tiara.


" Iya dong..." balas Cindy.


" Rara mana kak.?" tanya Cindy antusias.


" Diluar sama Mama...!" jawab Tiara.


" Baiklah. Cindy ke luar dulu untuk menemui Rara..." ujar Cindy.


" Hei... Sarapan dulu... Nanti Raranya juga bakal ke sini.." ujar Papa Landa.


" Baiklah Pa...." jawab Cindy tidak mau membantah perkataan Papanya.


Tiara buru-buru menyelesaikan sarapannya.


" Kalian berdua ini...... Makan pelan-pelan.!" ucap Papa Landa saat melihat Cindy dan Tiara makan terburu-buru.


" Um... Baiklah Pa.!" jawab Cindy dan Tiara bersamaan.


Saat fokus makan sarapan, Tiba-tiba Tiara terkejut karena Arja sudah ada di meja makan.


Tiara mengambilkan sarapan untuk Arja, Tapi Arja menolaknya dan berjalan keluar rumah dengan pakaian rapi.


Tiara tau kalau Arja marah sama dia.


" Rara... Um... Udah wangi...." ucap Arja menciumi putrinya yang digendong Mama Wulan.


" Istri kamu itu... didalam... kamu nggak ikut sarapan sama dia.?" ujar Mamanya.


" Biarin Ma... Arja mau berangkat kuliah saja..." balas Arja.

__ADS_1


" Kamu...ini.... Istri kamu baru sembuh.... Malah kamu cuekin begitu..." Kata Mama Wulan.


" Dia yang mulai.... Udah sembuh bukannya ngasih tau Arja..." kesal Arja.


" Huh... Kalian ini.... Padahal udah pada dewasa.... Tapi masih...saja ngambek'an. Nggak malu nih... sama anak.?" ucap Mama Wulan.


" Aaahh... Sakit Ra..." Teriak Arja karena wajahnya yang menciumi Rara tiba-tiba dicakar.


" Rara kok nakal sih...!" tanya Arja mencubit pipi putrinya itu.


" Pa..pa..." oceh Rara yang masih ingin memegangi wajah Arja.


" Ini Ja... kamu saja yang gendong.! Mama mau ikut sarapan didalam... Udah ditungguin Papa kamu sepertinya..." kata Mama Wulan.


" Baiklah...." Angguk Arja.


Selesai makan Tiara berjalan menghampiri Arja dan Putrinya diluar.


Arja diam mengacuhkan Tiara.


" Bung....bung...." oceh Rara yang ingin digendong bundanya.


Arja menyerahkan Rara ke Tiara.


" Nih... Aku mau berangkat kuliah dulu..." ucap Arja menyerahkan putrinya dengan muka masam.


" Kamu nggak boleh kuliah kalau belum jawab pertanyaan aku...! Kamu marah sama aku.?" tanya Tiara sekali lagi.


" Iya. Sudahkan. Aku berangkat..." ujar Arja berjalan menuju mobilnya yang sudah disiapkan Pak Tono tadi.


" Ja... Maafin aku ya..." Ujar Tiara mengejar Arja.


Arja masuk kedalam mobil mengacuhkan Tiara.

__ADS_1


" Minggir...!! Mending kamu pulang.!! pura-pura sakit saja sana.!!" ujar Arja.


" Maaf Ja... Aku cuma becanda..." balas Tiara.


" Minggir....!! Aku mau kuliah...!" ujar Arja mengusir Tiara untuk tidak mendekati mobilnya.


Setelah Tiara minggir, Arja langsung menancapkan gasnya untuk menuju ke Kampus.


Tiara berdiri terpaku melihat mobil Arja mulai menjauh.


Siang hari.


Saat masih mengikuti kelas, tiba-tiba handphone Arja berbunyi nyaring karena suasana kelas sedang sunyi fokus untuk mengerjakan kuis yang diberikan dosen.


" HP siapa yang berbunyi.?" tanya dosen.


" HP saya pak. Istri saya telpon.!" jawab Arja berdiri.


" Oh... Beneran istri kamu.?" tanya dosen itu meragukan jawaban Arja.


" Betul pak. Bapak lihat sendiri...!" ujar Arja menghampiri dosen itu dan memperlihatkan layar HPnya.


" Oh... Ya sudah. Kamu keluar sebentar... mungkin istri kamu ada sesuatu yang penting untuk diberitahukan ke kamu..." ujar Dosen itu.


" Baiklah pak. Terima kasih." balas Arja.


" Lain kali sebelum masuk kelas, HP harus di sipent biar nggak ganggu..." ujar Dosen itu pada Arja dan mahasiswa lainya.


" Baiklah pak." jawab semua orang mengerti.


BERSAMBUNG....!!!!


...........................................................................@$

__ADS_1


__ADS_2