GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
56


__ADS_3

Arja yang mengerjakan tugas kuliahnya dikejutkan oleh teriakan Cindy.


" KAKAK.!! Kak Usman dan Kak Siti titip Arsya karena mereka ingin jalan-jalan keluar.!" seru Cindy yang menghampiri Arja sambil menggandeng tangan Arsya.


" Kakak lagi ngerjain tugas... Kamu ajak main dibawah saja....!" perintah Arja.


" Kakak kenapa nggak ngerjain tugas didalam kamar saja.? Kak Tiara masih marah sama kakak ya...?" tanya Cindy polos yang sebelumnya dibohongi sama papa,mamanya.


" Cerewet.... Sana.! Sana.! hushh.." perintah Arja mengibaskan tangannya mengusir Cindy.


" Yeee... Rara mana kak.? lagi tidur.?" tanya Cindy yang ingin mengajak Rara main bersama.


" Ada didalam. Lagi disusui kak Tiara.!" jawab Arja yang matanya fokus pada laptop.


" Oh.. Aku dan Arsya masuk ke dalam ya..?" tanya Cindy berjalan membuka pintu kamar Arja.


" Ehh.. Jangan.!" larang Arja tapi tidak sempat karena Cindy sudah masuk bersama Arsya.


" Kak Tiara... Cindy dan Arsya mau main dengan Rara...." seru Cindy begitu masuk ke dalam kamar dan melihat Tiara yang sedang memangku Rara.


" Cindy.... Jangan ganggu kak Tiara.!" kata Arja yang ikutan masuk.


" Kak Tiara masih diam dan ngelamun kak.! Kenapa kak Tiara sekarang selalu melamun kak.? Apa karena wajahnya diperban.?" tanya Angela polos dan sedih karena melihat kakak iparnya yang biasanya ceria dan cerewet membalas ocehan Cindy.


Arja yang mendengar pertanyaan adiknya itu langsung meneteskan air mata karena tidak kuat melihat istrinya.


" Kamu sama Arsya main dibawah saja ya... biar kak Tiara menenangkan diri dulu..." kata Arja sambil mengusap air matanya.


" Baiklah kak." setuju Cindy dengan nada sedih.

__ADS_1


Arja tidak keluar kamar dan berjalan mendekati Tiara.


" Sayang... Kamu mau sampai kapan terus begini...?" ucap Arja menangis disamping Tiara.


" Bentar lagi ulang tahunnya Rara loo.. Kamu nggak mau ngucapin selamat ulang tahun buat Rara.?" tanya Arja bersandar di bahu Tiara sambil mengelus kepala putrinya.


" Ra... hiks..huhuhu... Besok lusa aku ajak operasi plastik ya..? Kemarin aku udah menyuruh kak Usman buat nyariin dokter terbaik..." kata Arja yang masih menangis.


Tiara hanya diam saja dengan tatapan kosong dimatanya.


Arja yang melihat wajah Tiara yang tertutup separuh itu dihatinya terasa perih dan membuatnya merasa bersalah.


Karena Arja terlalu capek dia tertidur di bahu Tiara. Arja seminggu ini hanya tidur dua sampa empat jam saja. Selebih waktunya dia gunakan buat mengurus Tiara,Rara, Kuliah, Dan kantor. Pak li dan bunda lati yang melihat Arja seperti itu ikut sedih. Mereka seperti merasa kehilangan dua anaknya yang biasa bertengkar dan membuat mereka iri karena keromantisan. Papa dan mamanya Arja yang selalu menjenguknya juga ikut sedih yang mendalam karena melihat Tiara yang belum sembuh dan Arja yang tidak ter-urus.


Tiara pergi ke kamar sebelah karena Arja tidur. Dia membaringkan Rara bersama Arja.


***


Tiara kini sudah selesai di operasi. Dia kini sedang ada di rumah sakit untuk menunggu hasilnya.


Wajah Tiara yang membengkak akibat Operasi plastik membuat Arja semakin sedih.


" Kok wajah istri saya jadi bengkak dok.?" tanya Arja sedikit marah.


" Itu sudah biasa tuan muda. Saat kita copot perbanyak kita akan tau hasilnya." balas Dokter itu dengan ketakutan.


" Ahhhkk" teriak Arja membuat semua orang ketakutan.


" Sudah Ja... kita tunggu hasilnya saja. Dokter sudah bilang kalau itu... biasa.." kata mamanya menenangkan.

__ADS_1


" Tapi.. ma... kenapa nggak aku saja...? Kenapa harus Tiara...." tangis Arja dipelukan mamanya.


" Sudahlah nak Arja. Kamu juga sudah cukup menderita... Kalau kamu yang diposisi Tiara gimana nasib Tiara.?" kata Bunda lati menyemangati Arja.


" Iya. Bun... Arja paham. Maaf... Gara-gara Arja Tiara harus menderita..." kata Arja memeluk bunda lati.


" Sudah. Bunda maafin kamu. Lagian kamu juga sudah menjaga Tiara dengan baik kok..." kata Bunda lati yang tidak pernah menyalahkan Arja, Karena Arja sudah banyak berkorban untuk Tiara.


" Huhuhu..." tangis Arja.


Tiba-tiba Arja pingsan dipelukan bunda lati.


" Nak Arja...! Tolong pak.!" kata Bunda lati yang keberatan menopang badan Arja.


" Eh.. Kenapa bun.?" tanya pak li.


" Pingsan kayaknya pak." jawab bunda lati.


" Ayo bawa ke ruang perawatan.!" ajak mama Wulan yang khawatir.


Pak membawa Arja bersama dokter keruang perawatan.


" Gimana dok.?" tanya Mama Wulan pada dokter yang mengecek Arja setelah dibaringkan di kasur.


" Cuma kecapekan dan kurang makan saja..." jawab dokter itu menghela nafas lega.


" Huhuhu... Kamu kenapa sih Ja... kok nggak sampai makan.?" tangis Mama Wulan.


" Nak Arja sering begitu Bu.. semenjak Tiara kecelakaan dia sering lupa makan dan beristirahat. Dia mau makan kalau saya suruh, itupun makannya sedikit. Dan dia juga jarang tidur karena harus mengurus Rara dan tugasnya." kata Bunda lati memberi tahu.

__ADS_1


______________________@$_____________________


__ADS_2