GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
75


__ADS_3

Pagi hari.


Arja sudah bersiap rapi karena harus berangkat ke kantor Papanya karena hari ini kampusnya libur karena hari Sabtu.


" Hoam... Kamu mau kemana pagi-pagi udah pakai jas.?" tanya Tiara yang baru bangun tidur karena semalam dia tidak tidur gara-gara diajak Arja ngobrol cukup lama.


" Mau ke kantor Papa lah... Kan hari Sabtu.!" ujar Arja.


" Kok nggak bangunin aku tadi.?" tanya Tiara.


" Umm... Nggak tega. Soalnya kamu tidur pulas banget...!" kata Arja.


" Umm.. Sini aku bantuin pakein dasi.!" kata Tiara yang masih terduduk di ranjang.


Arja menyerahkan dasinya dan mendekat ke Tiara.


" Sudah.! Rara kemana.?" tanya Tiara yang inget kalau tadi malam di tidur bersama putrinya.


" Lagi main sama bunda dan bapak di bawah.!" balas Arja sambil berjalan ke meja rias mengambil minyak rambut dan parfum.


"Kamu cepet cuci muka... aku tungguin di bawah untuk sarapan...!" kata Arja yang selesai berdandan.


" Um...!" angguk Tiara yang matanya terpejam.


Setelah Tiara mencuci muka, dia langsung ke meja makan untuk ikut sarapan bareng.

__ADS_1


" Kamu ini perempuan... kok malah bangun siang.??" ujar Bunda Lati.


" Maaf Bun. Tadi malam nggak bisa tidur soalnya.!" jawab Tiara.


" Suami kamu yang pulang tengah malam saja nggak kesiangan tuh...!!" balas Bunda Lati membandingkan Tiara dengan Arja.


" Hehehe... Sudah Bun... Jangan marahi Tiara lagi... Tadi malam salah Arja kok... Gara-gara Arja Tiara jadi nggak bisa tidur nyenyak...!" sahut Arja.


" Kamu sih Ja... Terlalu manjaain Tiara... Harusnya kamu itu sebagai suami membangunkan istri kamu lebih awal... Agar bisa melayani kamu, dan menyiapkan kebutuhan kamu saat pagi....!" kata Bunda Lati menasehati Arja yang terlalu memanjakan Tiara.


" Sudah Bun... Terserah mereka... Mereka kan udah dewasa juga... Dan Tiara kan baru pertama kali bangun terlambat..." kata Pak Li menenangkan Istrinya.


" Tapi tetep harus di ingatin dong pak... Kalau Tiara terbiasa bangun siang terus gimana... Masa' suaminya harus yang menyiapkan kebutuhan Tiara terus....! Itu kan kewajiban Tiara sebagai Istri..." kata Bunda Lati.


" Iya... Tapi sudah dong marahnya...!" kata Pak Li.


" Baik Bun.!" angguk Tiara.


Setelah mendapatkan omelan dari Bundanya, Tiara lanjut mengambilkan nasi untuk Arja dan menyuapi Rara sebelum dirinya sendiri sarapan.


" Papa kamu dirumah hari ini Ja.?" tanya Pak Li.


" Iya pak. seperti biasa... Arja yang ganti'in karena Arja libur kuliah.!" jawab Arja santai sambil menelan sarapan.


" Pagi ini dia nganggur nggak.?" tanya Pak Li.

__ADS_1


" Nggak. katanya setelah sarapan, Papa dan Mama akan senam bareng di taman kota." kata Arja.


" Oh... Kita ikutan yuk Bun.!" ajak Pak Li.


" Boleh...!" angguk Bunda Lati menyetujuinya.


" Tiara juga ikut.! Nanti Tiara akan ajak Siti sekalian biar ada temennya...!!" seru Tiara.


" Emang si Siti dibolehin sama suaminya.? Dia kan lagi hamil....!" ujar Bunda Lati.


" Umm. Benar juga sih...!" paham Tiara dengan sifat kakak iparnya itu.


" Kalau gitu, Tiara nemenin Siti dirumah saja deh.!" ujar Tiara.


" hmm." balas Bunda Lati.


Setelah sarapan, Arja segera berangkat karena Usman sudah menghampirinya untuk nebeng.


" Nanti Kakak pinjam mobil kamu untuk ke proyek yang ada di perbatasan kota ya.!" ujar Usman saat didalam mobil.


" Kenapa nggak bawa mobil kakak sendiri.?" tanya Arja.


" Kakak udah nggak punya mobil... Kakak habis kalah taruhan..." ujar Usman sedih.


" Hah.!! Kakak Judi.? Apa kak Siti tahu.? Apa nggak dimarahi kak Siti.? Kok kakak jadi penjudi sih...?" kaget Arja.

__ADS_1


" Mulut kamu ini ketularan sama Cindy ya.? berisik banget.!" ujar Usman.


_@$


__ADS_2