GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
54


__ADS_3

Saat sampai di depan rumah sakit Arja langsung berlari menuju ruang ICU.


Saat sampai disana Arja tidak melihat mertuanya karena mereka sedang masuk ke ruangan.


Didepan ruangan ICU ada papa,mamanya Arja yang menggendong Rara, Cindy, Bayu yang sejak dari tadi yang disusul istrinya beserta anaknya yang baru tiga bulan, dan ada Usman,siti bersama arsya yang baru datang karena Arsya rewel.


" Gimana Tiara pa.?" tanya Arja.


" Umm... Belum tau papa Ja. Soalnya baru orang tuannya yang masuk, dan belum keluar." jawab Landa.


" Ummm Arja boleh masuk nggak pa..?" tanya Arja yang sangat pengen banget berbicara dengan Tiara.


" Gantian Ja.. kata dokternya.." jawab papanya.


" Oh ya Ja. gimana pelakunya sudah tertangkap.?" Tanya Landa penasaran.


" Umm.... Kabur pa..." balas Arja sambil mengisyaratkan pada papanya.


" Ohhh.... Ya sudah, nanti biar papa suruh semua anak buah papa untuk mencarinya." Paham Landa saat Arja memberikan isyarat.


Karena pak li melihat Arja sudah datang dia mengajak istrinya keluar agar Arja bisa menemani Tiara


" Gimana keadaan Tiara pak.?" tanya Arja begitu melihat pak li dan bunda lati keluar.


" Dia..... Kamu masuk saja Ja...." jawab pak li yang tidak sanggup bicara.


Arja langsung masuk setelah memakai pakaian steril.


Landa mencoba menenangkan besannya.


" Sayang....Sayang... Syukurlah kamu sudah siuman..." Kata Arja meneteskan air mata bahagianya saat melihat Tiara membuka satu matanya, Karena yang satu lagi harus diperban bersama bagian wajahnya yang terbakar.


" Sayang... Ra... Kamu kok diam saja..?" tanya Arja lembut sambil memeluk Tiara.


Tiara tidak meresponnya dan hanya menatap langit-langit dengan tatapan kosong.


" Ra...sayang... Kamu kenapa.? Kamu.. marah sama aku karena gagal menjaga kamu ya.....?" tangis Arja yang merasa bersalah.


Tiara masih saja tidak meresponnya dan malah berbalik memalingkan Arja.


" Sayang... Kamu jangan begini dong...." mohon Arja.


Karena tidak mendapatkan respon Arja keluar dari ruangan ICU agar Tiara bisa istirahat dengan tenang.

__ADS_1


" Tiara kenapa pa...pak... Dia marah sama aku ya....? Kenapa dia mengabaikanku..." tangis Arja begitu menutup pintunya dipelukannya papanya.


" Umm... Tiara begitu bukan cuma kekamu saja kok Ja... Tadi saat bapak berbicara dengannya juga begitu...." Jelas pak li yangengalami hal yang sama dengan Arja saat berbicara dengan Tiara.


" Papa sudah memanggil dokter." imbuh Landa menenangkan Arja.


" Istri saya kenapa dok.? Kenapa dia mengabaikan semua orang..?" Tanya Arja begitu dokter datang.


" Mohon tunggu sebentar tuan muda. Biar saya cek sebentar." jawab dokter itu lanjut masuk ke dalam ruangan ICU.


" Huhuhu..." Arja mengambil putrinya yang digendong mamanya karena menangis dari tadi.


" Kenapa sayang.? Lapar ya..?" tanya Arja pada putrinya.


" Bun.bun.." oceh Rara menginginkan bundanya.


" Bunda lagi sakit sayang... Nanti ya... sama bundanya setelah bunda baikan." kata Arja.


" huawaaaa bun..bun.." tangis Rara.


Dokter keluar dari ruangan ICU.


" Gimana dok.?" tanya arja sambil mencoba menenangkan Rara.


" Intinya dokter. Saya masih tidak paham.?' tanya lagi Arja dengan nada tinggi.


" Mentalnya nyonya muda.... Mentalnya nyonya muda tidak stabil tuan. Menurut pengalaman saya dia akan seperti ini hingga tersadar sendirinya. Tapi mungkin membutuhkan waktu yang lama.... Saya juga tidak terlalu paham, Kita harus memanggilkan psikolog untuk memastikan keadaan mental nyonya muda..." jawab Dokter itu takut.


" Jadi mentalnya Menantu saya terganggu dok.?" tanya Landa memastikan.


" be..benar tuan...." jawab dokter itu terbata-bata.


Bruk.


" Bunda.!!" Teriak Arja saat melihat bunda lati pingsan.


" Bawa keruang rawat..!" perintah dokter itu.


Pak li langsung menggendong istrinya dibantu Bayu. Arja sangat takut kalau bunda lati kenapa-napa. Arja sangat merasa bersalah karena semua masalah yang datang semuanya gara-gara dia.


Arja pergi ke depan ruangan ICU untuk menemani Tiara Setelah menyuruh mamanya menemani bunda lati.


Arja masuk ke ruang ICU agar Rara dapat melihat bundanya.

__ADS_1


" Bunda...huhuh." tangis Arja menirukan suara Rara.


" Sayang... Rara nangis terus pengen lihat kamu..." Kata Arja saat disamping bangsal Tiara.


Tiara meresponnya dan mengambil Rara untuk tidur disampingnya.


Arja senang karena Tiara merespon dia segera meninggalkan Tiara dan Putrinya dan pergi memanggil dokter.


Saat Arja membawa dokter didepan pintu ruang ICU dokter langsung menyimpulkan bahwa Tiara mungkin hanya merespon ke putrinya karena rasa tanggung jawabnya sebagai ibu dan putrinya adalah orang paling penting dipikirnya.


" apa saya tidak penting dokter.?" tanya Arja.


" Saya juga tidak tahu tuan. Untuk memastikannya kita harus menunggu hingga dokter psikolognya sudah disini." jawab dikter itu takut.


Arja meninggalkan dokter itu dan masuk kembali keruang ICU untuk bertanya pada Tiara sendiri.


" Ra.. Sayangng... Apa aku bukan orang penting di hatimu...? Apa kamu jangan-jangan marah ya...karena melibatkanmu... Mohon jawab aku Ra.... Kamu...kamu bisa menamparku atau memukulku, Tapi mohon jangan abaikan aku seperti ini... Aku nggak sanggup kalau menerima hukuman seperti ini Ra...!" Tangis Arja memeluk perut Tiara.


Arja menangis diperut Tiara sangat lama.


Karena melihat Arja diperut Tiara, Rara memukul Arja seperti biasanya karena Rara mengira Arja menggangu bundanya.


Arja berhenti menangis dan tersenyum dengan tingkah putrinya karena membuat arja mengingat saat dirinya dirumah dan menggoda Tiara terus Rara datang untuk membantu Tiara mengusir Arja.


" Putri papa..." kata Arja menggelitik kaki Rara.


----


Seminggu kemudian.


Tiara masih mengabaikan semua orang kecuali Rara. Dia kini sudah ada dirumah karena dokter sudah memperbolehkannya pulang.


Arja sebenarnya pengen Tiara di operasi plastik agar bisa mengembalikan muka Tiara.


Karena saat Arja melihat muka Tiara yang terluka itu dua tidak kuat menahan tangisnya. Arja benar-benar merasa gagal dalam menjaga Tiara.


BERSAMBUNG.!!!


**OH YA, TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA UNTUK MAMPIR DI KARYA AKU YANG BERJUDUL " MENIKAH TANPA CINTA " (AS) Kisahnya bercerita tentang action dan romantis gitu... Pokoknya dijamin seru deh. Ceritanya Cocok buat cowok dan cewek.


*****JANGAN LUPA MAMPIR YA*.....!!


______+ DAN JANGAN LUPA UNTUK STAY DIRUMAH SAJA. KELUARLAH DARI RUMAH HANYA UNTUK BEROLAHRAGA DAN HARUS MEMAKAI MASKER. INGAT ATURAN PEMERINTAH AGAR NEGARA TIDAK SEMAKIN MERUGI AKIBAT WABAH YANG MENIMPA NEGARA KITA SEKARANG. +______

__ADS_1


SAYANGI NYAWA ANDA**** !


__ADS_2