
" Huffss...!! Capek juga.!!" ujar Arja yang telah menyelesaikan pertama.
" Gimana.? Ada yang ingin menantang lagi.?" tanya Arja tersenyum.
Para anak buahnya hanya diam saja dan tidak ada yang berani menjawab maupun bergerak.
" UM.. Baiklah. Karena tidak ada penantang yang maju.! Maka Perburuan dihutan akan segera dimulai. Dimohon untuk semuanya segera memasuki hutan bersama tuan muda.!!" Kata Asisten Yuno setelah melihat isyarat dari Arja.
Para anak buahnya Arja hanya diam tidak bergerak. Mereka kaget sekaligus ketakutan setelah melihat Arja mengalahkan dua ratus orang tadi.
" Eh. Tidak ada yang mau pergi ya...?? Kalian kan yang menantang saya.!! Kenapa sekarang tidak ada yang berani untuk bergerak sekarang.? Atau.... Kalian sedang mempermainkan saya..." kata Arja mulai marah.
" Hehehe.. siapa suruh meragukan tuan muda" pikir asisten Yuno
" Ayo pergi.... Mana sikap arogan kalian tadi...? Sikap yang meremehkan saya...!" Kata Arja.
Para anak buahnya hanya diam saja.
" Heh. Badan kalian kan besar-besar... Masa' Nggak berani dengan saya yang kurus begini..." kata Arja.
" Mau lanjut nggak.?" tanya Arja.
Anak buahnya masih tidak menjawab.
" Sekali lagi saya tanya.... MAU LANJUT NGGAK...!!" bentak Arja.
" Ti..Tidak Tuan Muda.!!" jawab Semua orang.
" Kenapa.?" tanya Arja.
" Kami.. Kami sudah percaya dengan tuan muda sekarang.... Dan kami sudah tidak berani.." jawab para anak buahnya.
" Oh.... Kenapa tidak berani.? Bukannya kalian kesini untuk menantang saya... Kalian seharusnya sudah mengumpulkan keberanian sejak dari kemarin kan.!" kata Arja.
" Asisten Yuno.... Menurut peraturan... Apa hukuman untuk yang meragukan saya.?" tanya Arja.
" Ha. Um.... Potong potong kaki dan tangan masing-masing satu tuan muda.! dan akan dipecat...." jawab Asisten Yuno kaget.
__ADS_1
" Oh... Kalian harusnya sudah membaca kontrak kerja kan.?! Tunggu apa lagi.?" kata Arja.
" Ampun..!! Ampuni kami tuan muda... Kami tidak akan meragukan kemampuan Tuan muda lagi...." kata para anak buahnya berlutut.
Para anak buahnya berlutut sambil memohon ampun.
" Baiklah. Saya akan mengampuni kalian tapi hukuman akan diganti. Selama tiga bulan ini... Kalian wajib membersihkan kota di tempat masing-masing bekerja setelah selesai dengan pekerjaan kalian. Saya ingin kota tempat kalian bekerja bersih... Dan.... kalian tidak akan mendapatkan bonus tahunan.!" ujar Arja.
" Apa.?!!" kaget semua orang karena bonus tahunan dari Arja lebih besar dari jumlah gaji setahun mereka.
" Apa kalian tidak terima.?!!" tanya Arja.
" Aa... Kami terima tuan muda. Terima kasih karena sudah memaafkan kami..." jawab para anak buahnya ketakutan.
" Humph... Baiklah. Saya pulang duluan.!!" ujar Arja berjalan menuju mobilnya.
" Humph.... Siapa suruh meragukan tuan muda....!!" ejek Asisten Yuno.
Arja kembali pulang ke rumah karena takut Tiara khawatir.
" Tadi... Ngurus kerjaan bentar.!" jawab Arja.
" Kok cepet banget.?" tanya Bunda Lati lagi.
" Emang bentar kok Bun.!" jawab Arja.
" Ohh..." ucap bunda lati.
" Tiara mana Bun.?" tanya Arja yang tidak melihat Tiara.
" Main ke rumah Mama kamu.!" jawab Bunda Lati.
" Ya sudah. Arja nyusul Tiara ke rumah Mama ya Bun." pamit Arja.
" Baiklah..." Angguk Bunda Lati.
Arja jalan kaki menuju kediaman Lasmana.
__ADS_1
" Pagi tuan muda..." sapa Satpam yang menjaga gerbang.
" Um." angguk Arja melanjutkan jalannya.
" Rara...." seru Arja pada putrinya yang sedang bermain di teras bersama Mamanya.
" Pa..pa.." balas Rara merangkak menghampiri Arja.
" Lagi main sama Oma ya..." kata Arja menggendong putrinya itu.
" Uwuu... gemes banget.."kata Arja.
" Kamu habis dari mana Ja.?" tanya Mamanya.
" Habis ngurus kerjaan Ma.." jawab Arja.
" Tiara mana.?" tanya Arja.
" Didalam.... Lagi bikin rujak sama Siti." jawab Mamanya.
" Eh. Kak Usman juga disini.?" tanya Arja.
" Nggak. Kakak kamu bekerja lah..." ujar Mamanya.
" Kamu kok nggak kuliah.?" tanya Mamanya balik.
" Ijin tadi Ma... Ada pekerjaan mendadak tadi..." jawab Arja.
" Ya sudah Ma. Arja masuk kedalam dulu ya... Rara main sama Oma lagi..." Ujar Arja menurunkan Rara.
" Umm... Pa..pa.." tolak Rara masih ingin digendong Arja.
" Eh.. Kok nggak mau turun.?" bingung Arja.
" Gendong saja Ja..." kata Mamanya.
____@$
__ADS_1