GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
37


__ADS_3

" kamu kok buru-buru sih.?" tanya arja.


" udah. cepetan.!" perintah Tiara.


"baiklah.!" kata Arja masih bingung.


Begitu Arja masuk mobil dia langsung menancapkan gas menuju mall dipusat kota.


" kamu kenapa buru-buru Ra.?" tanya Arja saat di mobil.


" gak usah banyak tanya.! nanti juga bakal tahu." kata Tiara.


Tak perlu waktu lama akhirnya mereka sampai di mall yang di tuju.


begitu sampai Tiara langsung mengajak Arja untuk segera keluar mobil dan masuk ke dalam mall besar itu.


Arja yang bingung ditarik Tiara hanya bisa menurut hingga sampai didepan sebuah studio yang didepannya tertulis bioskop pasangan.


Arja kaget dan bertanya-tanya.


" Ra. Kenapa kita kesini.? bukannya mau belanja.?" tanya arja.


" belanjanya nanti. aku pengen nonton film Korea yang baru dirilis." ujar Tiara dengan girang.


" hizz kamu ini. kalau soal film Korea pasti girang banget.! emangnya cakep banget ya.. artisnya.?" kesal Arja cemburu.


" Pasti dong. Artis Korea itu cantik-cantik dari pria hingga wanitanya.!" girang Tiara menjelaskan.


" Terserah kamu saja.!" kata Arja dengan kesal membelakangi Tiara.


Tiara tidak mempedulikannya karena dia fokus membeli tiket dan cemilan.


" terima kasih mas.!" ucap Tiara menerima tiket.


" Ja. bawa cemilannya.!" perintah Tiara pada Arja yang tengah melihat sekeliling karena marah sama Tiara.


" Ja.!" teriak Tiara karena tidak dihiraukan Arja.


" hah.? ada apa.?" tanya arja.


" itu. ambil cemilan bawa kedalam.!" perintah Tiara menunjuk cemilan yang masih diatas meja kasir.


" hah.? ini semua.? kenapa nggak bawa keranjang saja.?" kaget Arja melihat begitu banyak cemilan yang menumpuk didepannya.


" ide bagus sih.! tapi.. nggak ada keranjang disini jadi pakai kantong plastik saja.!" kata Tiara dengan wajah polosnya.


" haihhh ya sudah.! anggap saja kamu sedang ngidam.!!" desah Arja pasrah.


" hehehe ayo cepetan. aku masuk.!" kata Tiara berjalan masuk dan menyerahkan tiket pada petugas.


" dasar.! nggak puas kalau nggak nyusahin suami.!!" keluh Arja.


Sudah puas nonton film dan makan cemilan yang banyak, Tiara mengajak Arja untuk membeli kaos couple untuk dipakai besok berjalan santai.


" Kenapa kita kesini Ra.?" tanya Arja.


" Ya beli kaos lah.!" jawab Tiara.


" oooh. ini bukanya tempat sablon ya.?" tanya Arja saat melihat poster dikaca depan toko.


" disini itu tempat jual kaos costum.! aku mau bikin kaos buat kita jalan santai besok.!" jelas Tiara.

__ADS_1


" oh... kok nggak ngasih tau aku dulu.? kalau besok aku ada kerjaan bagaimana.?" tanya Arja.


" jadi kamu nggak bisa nemanin aku besok.?" tanya Tiara dengan nada patah semangat.


" eh.. nggak kok. bisa.bisa. jangan sedih gitu.!" kata Arja saat melihat Tiara sedih.


" benarkah. bagus. besok kalau kamu ada kerjaan, batalin saja.! besok kita harus buat iri semua orang.!!" kata Tiara dengan semangat dan menarik Arja masuk.


" maaf mbak.mas. ada yang bisa saya bantu.?" tanya pegawai toko.


" saya sama suami saya mau bikin kaos couple desainnya dari saya. bisa nggak mbak.?" tanya Tiara.


" bisa mbak. ayo mbak saya bawa ke ruang desain." ajak pegawai tersebut.


" baiklah." jawab Tiara mengikuti pegawai tersebut.


" kamu mau bikin kaos couple.?" bisik Arja.


" iya. besok kan seluruh keluarga kita bakal jalan santai bareng.!" jawab Tiara.


" hah. kok aku gak tau.?!" kata Arja sedikit kaget.


" eh.? tadi pagi belum dikasih tahu ya..?" tanya Tiara.


" belum." jawab Arja.


" ya sudah. yang penting sekarang sudah tau." kata Tiara berjalan masuk keruangan.


Arja yang baru dengar kabar itu langsung menghubungi kakaknya dan tidak ikut masuk bersama Tiara.


" halo kak. besok pada mau jalan santai ya.?" tanya Arja.


" iya. emangnya Tiara nggak ngasih tahu kamu.?" tanya balik Usman.


" hah.tut.tut..." Usman langsung menutup telponnya dan bergegas mencari istrinya.


Arja yang bingung kenapa kakaknya menutup telponpun segera masuk menyusul tiara.


"yang. yang.!" panggil Usman.


" ada apa sih.?" kesal Siti yang baru menidurkan Arsya.


" itu.. Tiara tadi ngajak Arja bikin kaos couple untuk jalan santai besok.!" lapor Usman pada istrinya.


" terus..?" heran Siti.


" kita.. nggak ikut bikin.?" tanya usman ragu.


" buat apa bikin. kita kan udah punya.!" balas Siti.


" eh... kita udah punya.? kok aku nggak pernah pakai.?" tanya usman bingung.


" siapa suruh nggak pernah pakai.!" kata Siti kesal.


" kamu baru ngasih tau sekarang.!" kata Usman membela dirinya.


" oh nyalahin aku sekarang.? lain kali buka lemari.!" kata Siti mengingat setelah menikah suaminya tidak pernah membuka lemari pakaian, karena dirinya lah yang selalu menyiapkannya.


" oh.. baiklah.!" kata Usman bergegas untuk membuka lemari pakaian dan mencari kaos couple yang dimaksud Siti.


" eh. jadi ini. kirain cuma bikin buat Arsya saja, rupanya juga bikin buat aku.!" kata Usman terharu karena selama ini dia salah sangka dengan istrinya.

__ADS_1


Drr..drr...


" ada apa.?" tanya usman mengangkat telponya.


" itu man. disini ada masalah. butuh kamu untuk mengurusnya.!" jawab sepupunya Boby yang bekerja sebagai asistennya di luar negeri.


" memangnya kamu nggak bisa ngurus.?" tanya Usman.


" nggak sanggup aku man.!" kata boby.


" ya sudah. lusa aku baru berangkat kesana. kamu handel dulu.!" ujar Usman sambil memijit diantara alisnya.


" baiklah kalau begitu.!" setuju Boby.


Usman menutup telponnya dan pergi mencari istrinya untuk memberitahukan.


" yang. lusa aku mau ke Paris buat ngurus perusahaan. karena Boby udah nggak bisa nyelese'in masalah disana.!" ucap Usman.


" jadi... kamu bakal ninggalin aku.?" tanya Siti sedih dan menundukkan kepala.


" em.. gimana kalau kamu ikut saja.?" saran Usman.


" tapi... Arsya gimana.?" tanya Siti mengingat anaknya masih terlalu kecil untuk diajak berpergian jauh.


" um... kita titipkan ke orang tuaku atau orangtuamu saja.!" jawab Usman.


" mereka kan sudah tua. apa nggak ngerepotin kalau disuruh ngurus Arsya yang masih kecil.?" tanya Siti lagi mengingat dia sendiri kuwalahan saat mengurus Arsya yang nakal nggak mau diam.


" iya juga sih." paham Usman.


" gimana kalau minta Arja saja. itung-itung buat dia latihan.!" saran Usman.


" um... kalau dia mau. boleh juga.!" setuju Siti.


" ya sudah. besok kita bicara' in dengannya. lagian Tiara nggak bakal nolak.!" kata Usman dengan tenang mengingat Tiara begitu menyukai Arsya.


" iya. besok saja. kita bicarakan dengan mereka." kata Siti ikut tenang.


Arja dan Tiara selesai memberikan desain kaosnya pergi untuk berbelanja keperluan dapur. Karena Arja lupa bawa bodyguard dia terpaksa harus membawa bahan makanannya sendiri.


" Wah.. lihat ada cowok ganteng lagi bawa kantong belanjaan.!" ucap salah satu pengunjung mall.


" iya benar. tapi.. dia udah punya pasangan.!" jawab temannya dengan kecewa.


" haleh. lihat. nggak mungkin itu ceweknya. dilihat saja sudah tahu kalau cewek itu kakaknya atau majikannya.!" tebak pengunjung mall itu pada temannya.


" iya juga sih. kita deketin yuk.!" ajak temannya.


" baiklah.!" setuju cewek itu.


" hai ganteng.! boleh kenalan.?" sapa cewek asing itu.


" maaf mbak. ada urusan apa dengan suami saya.?" sahut Tiara saat melihat Arja didekati cewek asing itu.


" Hah. mbak istrinya. nggak usah bohong deh mbak. saya tau kok pasti mbaknya mau ngelarang adik mbak buat kenal cewek kan.?" kata cewek asing tersebut membuat Tiara marah.


" terserah mbak saja. kalau nggak ada urusan dengan suami saya, mendingan jangan ganggu.!" kata Tiara sambil menarik tangan Arja yang sedang tersenyum entah memikirkan apa.


" kamu kenapa senyum-senyum begitu.?" tanya Tiara melihat Arja.


" eh.? nggak ada apa-apa kok.!" kata Arja dengan wajah malu.

__ADS_1


" jujur. jangan-jangan kamu suka sama mereka ya.?" selidik Tiara.


" hah.? mana ada. aku senyum karena kamu mengakui aku sebagai suamimu di depan cewek tadi.!" kata Arja dengan gembira.


__ADS_2