
**
pagi hari
Seperti biasa Tiara bangun terlebih dahulu untuk membuat sarapan.
Selesai membuat sarapan Tiara mendengar ada yang mengetuk pintu.
" eh.? kamu..! cari siapa.?" tanya Tiara kaget karena dia mengira siti yang datang.
" eh. Bu Tiara. ibu kok bisa dirumah Arja.?" tanya balik Vio bingung.
" oh. sayakan istrinya.! masak gak tinggal sama suami.?" balas Tiara.
DUARR. bagaikan ada petir yang menyambar ditelinga Violin.
" hah... jadi bu tiara menikah dengan arja.?" kaget Vio dan bertanya dengan nada tinggi.
" iya... buat apa kaget gitu.? kenapa kamu kesini.?" tanya Tiara lembut.
" um.. itu Bu. saya mau nanya.! kenapa Arja nggak masuk kuliah.?" tanya Vio penasaran.
" oh. jadi kamu sekampus sama Arja.? dia ngejagain saya.! soalnya saya lagi hamil.!" jawab Tiara malu.
Vio semakin kaget. wajahnya serasa ditampar berkali-kali.
" oh... ya sudah Bu.. karena saya ibu sudah memberi tahu, saya pamit kuliah dulu.!" pamit Vio yang merasa malu.
" oh. baiklah.!" kata Tiara mempersilahkan.
" Sial. Arja malah menikah dengan Buguru SMA yang sudah tua.!" umpat Vio saat mengemudi.
" Aku nggak boleh nyerah. aku cantik dan muda. pasti bisa menyingkirkan buguru itu dari hati Arja.!" percaya diri Vio tersenyum licik.
" Ja.. bangun.. udah pagi nih..!" ucap Tiara lembut.
" ehmm.. sudah pagi ya...ukh..!" ucap Arja yang baru membuka matanya.
" iya.! cepet cuci muka sana!" perintah Tiara yang melihat taik mata di mata Arja.
" emm.. baiklah.!" ujar Arja bangun dan pergi ke kamar mandi.
" humm harum sekali. masak apa nih.?" tanya Arja saat dimeja makan.
" nggak usah banyak tanya.! cepet makan.! setel ini antar aku ke pasar.!" ujar Tiara.
" hah.. buat apa kepasar Ra.? biasanya kan kalau belanja di supermarket!" tanya Arja bingung.
" aku pengen buah mangga. kalau nyari disupermarket, buahnya pasti sudah diawetkan. sedangkan di pasarkan kita bisa langsung tahu buah itu diawetkan atau tidak.!" ujar Tiara yang sering diajak ibunya untuk membeli buah saat dikampung.
" oh... bener juga ya.. nggak nyangka kamu pinter dalam hal begini.!" puji Arja.
" memangnya aku sebodoh apa dimata kamu..?" tanya Tiara dengan tatapan tajam.
" aku kan gak bilang kamu bodoh. aku nggak nyangka aja selain pinter ngajar kamu juga pinter milih buah.!" alasan Arja agar istrinya tidak marah.
" oh... ya sudah.!" kata Tiara tersenyum karena dipuji.
__ADS_1
"fyuihh selamat.!" syukur Arja dalam hati.
Arja segera menghabiskan makanannya dan pergi mandi untuk menemani Tiara kepasar.
" Ayo Ja. cepetan.! nanti keburu siang. kalau siang pasarnya jadi rame dan panas.!" ujar Tiara dari luar rumah.
" iya.iya. ini udah selesai. ayo jalan.!" kata Arja keluar dari rumah dan mengunci pintunya.
" nanti jangan lama-lama di pasarnya ya.! baunya nggak baik buat janin diperut kamu.!" pesan Arja.
" iya. bawel. cepet jalan.!" kesal Tiara yang selalu dinasehatin.
" buat apa mukamu ditekuk kayak gitu.. gemess tahu nggak.!" kata Arja mencubit pipi Tiara.
" hiss cepet jalan.!" kata Tiara yang sudah tidak sabar.
" iya.iya Haha" tawa arja.
Di pasar Arja menggandeng tangan Tiara. supaya dia mudah mengawasi Tiara.
" lepas dong Ja.. malu tuh, dilihat banyak orang.!" bisik Tiara yang wajahnya sudah merah.
" nggak. nanti kamu keluyuran seperti biasanya.!" ujar Arja.
" huh... baiklah. ayo jalannya cepetan.!" pasrah Tiara.
" baiklah nyonya muda.!!" senang Arja berteriak dan mengundang banyak pembeli maupun penjual di pasar itu.
" kamu apa-apaan sih.." malu Tiara.
" awwwa.. maaf nyonya muda..!" rintih Arja yang pinggangnya dicubit Tiara tanpa dilepas.
Arja segera mencari mangga di pasar itu. karena beruntung arja saat menengok Arja melihat penjual mangga segar dan dia langsung menghampirinya.
" mbak. mangganya sepuluh biji ya.!" kata Arja mengeluarkan pada penjual buahnya.
" oh.. buat istrinya ya mas..?" tebak penjual tersebut yang melihat saat Arja berteriak.
" hehe iya mbak.!" malu Arja.
" oh... ini mas.!" kata mbaknya menyerahkan mangganya.
" terima kasih mbak.!" kata Arja menyerahkan uangnya.
"sama-sama" ucap penjual buah itu.
Arja kembali ke mobil dan melihat Tiara yang tengah mengobrol dengan orang asing.
" Ini Ra, mangganya.!" kata Arja menyerahkan bingkisan.
" oh... ya sudah bawa ke mobil dulu.!" perintah Tiara.
" baiklah." turut Arja.
" siapa Ra.?" tanya cewek asing itu.
" oh.. suamiku.!" jawab Tiara.
__ADS_1
" Hahh.!! beneran itu suami Lo.? kok masih muda.? gua kira murid elo, yang Lo ajak ke pasar." kata teman kuliahnya Tiara kaget dan nggak percaya.
" beneran lah. aku dan dia dijodohkan oleh orang tua. aku hanya bisa memurut, lagian dia juga orangnya tanggung jawab kok.!" jelas Tiara.
" wah... pinter banget orang tua Lo. bisa dapat mantu kayak gitu.!" puji temannya.
" yah... aku juga nggak tahu.! padahal Suamiku nggak pernah ketemu orang tuaku.?" kata Tiara yang masih bingung.
" hah... kok bisa gitu.?" tanya temannya ikut bingung.
" yah.. sudah lah. aku duluan ya...kasihan dia menunggu lama!" pamit Tiara.
" cih pengantin baru.!" decih temannya merasa diabaikan.
" Hahaha.. kamu cepet nyusul ya..!" kata Tiara masuk ke mobil.
" siapa Ra.?" tanya Arja.
" teman kuliahku.!" jawab Tiara.
" oh. ya sudah. kita kemana lagi..?" tanya Arja.
" pulanglah... aku pengen cepet maka mangganya." kata Tiara membayangkan rasanya Asem manis buah mangga itu.
" baiklah nyonya muda." semangat Arja, karena dia juga sudah capek.
Sesampainya dirumah Tiara menyuruh Arja untuk mengupaskan buahnya. sedangkan dirinya sedang menonton televisi.
" ini Ra buahnya." kata Arja menyerahkan mangkok.
" suapi sekalian dong.!" perintah Tiara yang fokus menonton Drakor di televisi.
" baiklah... nyonya muda." kata Arja lemes.
Arja yang tengah menyuapi Tiara tiba-tiba pingsan dilantai.
Brukk.
" Ja... Ja.. kamu kenapa.? bangun Ja.!" ucap Tiara khawatir. namun Arja tetep nggak bangun.
Tiara berlari keluar rumah dan meminta bantuan Siti yang tinggal didepan rumahnya.
" SITI..! TOLONG SIT.!!" teriak Tiara sambil menggedor pintu rumah siti.
" apaan sih. teriak siang-siang begini.?" tanya Siti yang selesai memasak.
" Sit cepat panggil kak Usman. Arja pingsan dirumah.!" kata Tiara dengan nada sedikit teriak.
" Apa.. kok bisa. ya sudah. mendingan kamu temani suami kamu.! aku panggil suamiku, kebetulan dia asa dirumah." kata Siti dan bergegas masuk kedalam untuk memanggil usman.
" mas.. Arja pingsan mas. cepet tolong dia.!!" teriak Siti sesampainya di meja makan.
" HAH.. kok bisa.? yang hamil kan Tiara.! kok dia yang pingsan.?" kaget,bingung, serta nggak percaya. itulah yang dirasakan Usman.
" beneran. cepetan tolong dia. Aku tadi udah suruh Tiara buat nemenin.!" kata Siti.
" oh.. ya sudah kita ke sana sekarang.!" kata Usman segera menghabiskan makanannya.
__ADS_1
....