GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
24


__ADS_3

" tuh kan kita dapat yang paling belakang. kamu sih lambat banget.!" cemberut Tiara.


" maaf. kursi belakang juga oke kok." kata Arja membayangkan apa yang bisa dibayangkan dipikirkannya.


" kamu kenapa.?" tanya Tiara heran.


" nggak.. nggak papa kok.!" gugup Arja.


" kenapa gugup. pasti... lagi mikir jorok ya.?" selidik Tiara.


" eng... enggak kok.!" elak Arja.


" ngapain gugup orang lain kan bisa salah paham.!" heran Tiara melihat Arja gugup tanpa sebab.


Saat nonton film, Arja sering genit ke Tiara. seperti saat melihat adegan berciuman Arja juga mencium Tiara.


" kamu bisa nggak nonton film dengan tenang.!" bisik Tiara karena merasa risih dengan kelakuan Arja.


" Aku kan mempraktekkan langsung yang ada difilm.!" alasan Arja.


" pokoknya diem. nikmati filmnya. bisa.!!" bisik Tiara mencubit Arja.


" Aww.. ba.. baiklah. sakit lepasin ya.!" rintih Arja. Tiarapun melepaskan cubitannya.


Arja terpaksa menonton film dengan tenang cuma tangannya berpegangan dengan tangan Tiara.


Setelah filmnya selesai mereka keluar untuk makan malam di restoran mall tersebut.


Tiara memesan banyak aneka makanan.


Arja hanya bisa menelan ludah melihat Tiara memesan begitu banyak makanan.


" ini beneran. kamu bisa menghabiskannya.?" tanya Arja tidak percaya.


" kalau aku nggak bisa menghabiskannya kamu bantu aku dong.!" perintah Tiara.


" Hah... ini udah malam Lo Ra... atau yang nggak kamu pengenin kasih ke orang lain saja..?" bujuk Arja.


" tapi aku pengen nyoba Ja.. aku kan nggak pernah makan kayak gini.!" rengek Tiara.


"haizzz baiklah...!" kata Arja pasrah.


" terima kasih..!" ucap Tiara langsung mencicipi satu persatu hidangan dimeja.


Tiara hanya menghabiskan beberapa hidangan saja dan yang lainnya dia serahkan pada Arja untuk dihabiskan.


" Ra... aku udah nggak kuat makan lagi..! kita bungkus ya..! mungkin saat dijalan nanti nemu anak jalanan.!" bujuk Arja yang sudah sulit bernafas karena kekenyangan.


"um... baiklah.!" setuju Tiara.


Setelah selesai membayar makanan mereka pulang dan berhenti dijalan saat melihat anak jalanan yang sedang mengamen walaupun hari sudah larut.


Setelah memberikan makanan Arja mengemudi pulang dan Tiara sudah tertidur di mobil.


Sesampainya di rumah, Arja menggendong Tiara ke kamar.


Karena capek setelah menemani Tiara Arja langsung ikut tidur.


**

__ADS_1


Pagi hari yang santai.


Tiara bangun terlebih dahulu dan membuat sarapan.


Selang beberapa menit arja juga bangun karena alaram.


Arja langsung mandi karena dia sudah janji akan menemani Tiara bersepeda.


Saat turun Arja melihat Tiara yang baru selesai masak.


" lho kok belum siap. katanya mau bersepeda.?" tanya Arja.


" memangnya jadi ya.? aku kira nggak jadi karena kamu nggak punya sepeda!" balas Tiara.


" jadilah. itu sepadanya ada didepan rumah!" ujar Arja menujuk kearah luar.


" eh... kok aku nggak ngelihat tadi..?" bingung Tiara.


" udah cepet siap-siap. keburu siang.!" perintah Arja.


" baiklah. tungguin ya.!" ucap Tiara bergegas mandi dan ganti baju.


Sambil menunggu Tiara mandi Arja melihat sepedanya.


" lho kok sepeda gini sih.?" ngeluh Arja. dan menelpon sekertaris susan.


" sekertaris susan kok sepeda yang saya pesan beda.?" protes Arja.


" oh... itu saya disuruh tuan muda Usman milih sepeda itu.!" kata susan menjelaskan.


" ya sudah.!" ucap Arja menutup telpon. dan video call kakaknya.


" kamu kan cowok masak mengayuh sepeda minta dibantuin. kalau sepeda itu kan enak. istri kamu jadi nggak capek dan sepedanya bagus. pasti jadi pusat perhatian.!" canda kakaknya.


" iya.iyalah. sepeda kuno kayak gini pasti jadi pusat perhatian.!" kesal Arja melihat sepeda onta yang boncenganya sudah dikasih busa biar empuk.


" nggak usah ngeluh. nanti ketemu di alun-alun ya... kakak juga kesana sama kak siti,arsya dan Cindy yang ngotot ikutan.!" ujar Usman memperlihatkan Cindy yang sudah stay dirumahnya.


" haiz pasti nggak bisa tenang nanti.!" ngeluh Arja.


" ya sudah. kakak mau sarapan dulu.!" kata Usman menutup telpon.


Arja masuk karena ingin sarapan terlebih dahulu.


Selesai Arja makan Tiara baru turun.


" Ja.! kamu udah maka.? kok gak nungguin.?" tanya Tiara.


" kamu lama. jadi aku makan dulu deh. buru sarapan.!" ujar Arja.


" aku yang masak malah dia yang makan dulu.!" gumam Tiara kesal.


Selesai makan Tiara langsung menyusul Arja diluar.


"eh. Ja. ini beneran kamu mau pakai sepeda kuno begini.?" tanya Tiara heran.


" kenapa.? ini kan antik.!" ujar Arja yang sebenarnya malu.


" ya nggak papa. ayo cepetan.!" kata Tiara bersiap duduk di sepeda.

__ADS_1


Arja mengayuh sepedanya sampai ke alun-alun kota yang sudah ramai karena ada acara senam bersama.


Sesampainya disana Arja langsung menemui kakaknya yang sudah sampai terlebih dahulu.


" aduh.duh. romantisnya boncengan berdua pakai sepeda antik lagi.! mau jadi pusat perhatian?" goda kakaknya.


" apaan sih. inikan ide kamu.!" kesal Arja.


" eh kak Usman. Siti. Cindy juga disini.?" tanya Tiara turun dari sepeda.


" iya. kalian mau berkencan jadi aku ikutan. kalau Cindy biar jaga Arsya nanti.!" kata Usman.


" Kakak apaan sih. aku nggak mau jaga Arsya. memangnya aku pengasuhnya.?" protes Cindy.


" ayo kak Tiara kita senam saja.!" ajak Cindy menarik lengan Tiara.


" baiklah ayo kita bersenam.!" setuju Tiara.


" kalau kamu mau ikutan senam ikut saja sama Tiara dan Cindy.! biar aku yang jaga Arsya." tawar Usman pada istrinya.


" beneran.? jaga yang bener yaa. awas kalau kamu tinggalin.!" ancam Siti.


" iya.iya." kata Usman memegang kereta dorongnya Arsya.


Siti menyusul Tiara dan Cindy. sedangkan Usman bermain dengan Arsya bersama Arja.


" apakah Tiara sudah hamil.?" tanya usman penasaran.


" kakak gila ya...? baru nikah seminggu masak sudah hamil?" heran Arja dengan pertanyaan kakaknya.


" cuma nanya doang. buat apa marah-marah begitu.?" goda Usman.


Karena hari sudah panas Usman pulang bersama istrinya dan Cindy.


sedangkan Arja. dia diajak Tiara untuk pergi belanja di supermarket.


" Ra. kita kok ke supermarket kan kemarin udah belanja banyak.?" tanya Arja.


" aku mau beli eskrim bentar. haus habis senam tadi. kamu mau.?" kata Tiara.


" oke deh. aku rasa vanila ya..!" kata Arja.


" oke tunggu disini.!" ujar Tiara berjalan masuk dan memilih eskrim.


" kok beli satu.?" tanya Arja.


"ini yang gede soalnya yang kecil gak ada yang rasa vanila." jawab Tiara.


" ya sudah deh. kita duduk ditaman itu." ujara Arja menunjuk taman sebelah supermarket.


" baiklah." setuju Tiara berjalan ke taman dan duduk di kursi taman itu.


" sini duduk. aku suapi.!" kata Tiara.


" baiklah.!" semangat Arja.


Mereka menikmati eskrim dan sesekali Arja menggoda Tiara seperti menjilati tanganya saat menyuapi eskrim dan mendapatkan cubitan di pinggangnya oleh Tiara.


bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2