GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
22


__ADS_3

"Ra.... pijitin aku dong..!" pinta Arja sebelum tidur.


" gantian ya..!" kata Tiara.


" baiklah.!" setuju Arja menengkurapkan tubuhnya bersiap untuk dipijit.


Tiara memijit dengan lembut membuat Arja teransang.


Karena Tiara sudah lelah dia ingin bergantian.


"Gantian Ja.!" ucap Tiara turun dari tubuh Arja.


" baiklah." ucap Arja berdiri.


Saat memijit Tiara, Arja sengaja menyentuh dada dan pinggulnya Tiara yang seksi.


" yang bener dong Ja.." kata Tiara kesal atas tingkah Arja.


" iya.iya. nanti main..ya.!" pinta Arja yang sudah teransang dari tadi tapi ditahan.


" oh. pijit lebih lama kalau begitu.!" ujar Tiara bermaksud mengerjai Arja.


" baiklah nyonya muda.!" semangat Arja memijit Tiara.


Karena setiap dipijit Arja, Tiara merasa nyaman diapun tertidur.


" sudah ya Ra..?" pinta Arja yang sudah tidak sabar.


"Ra.?" panggil Arja.


"eh.? tidur lagi..." kecewa Arja melihat Tiara yang sudah tertidur pulas.


" ya sudah deh. aku minta besok saja.!" Ucap Arja mengingat besok hari libur.


Arja membalikan Tiara supaya tidak ngiler di bantalnya. Sebelum ikut tidur Arja ke kamar mandi untuk menyelesaikan hasrat terlebih dahulu. setelah puas Arja ikut tidur memeluk Tiara.


**


Pagi yang hangat.


Ketika bangun tidur Tiara merasa seperti ada yang menindih nya.


" um. hoam... bocah ini pasti kesal tadi malam hehe.!" ucap Tiara senang karena berhasil mengerjai Arja.


" mandi dulu deh.!" ucap Tiara beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.


Tiara mandi sambil nyanyi sehingga tidak sadar ada yang masuk bersamanya.


" ehm.." ucap Arja menganggarkan Tiara.


" kyaa ada orang mesum.!" teriak Tiara melempar shower ke arah Arja.


" iya.. aku memang mesum. jadi layani aku sekarang.!" kata Arja memeluk Tiara.


" tapi aku mau mandi Ja. aku belum bikin sarapan Lo...!" ujar Tiara beralasan.


" tapi kamu kan udah janji. jadi nggak papa dong aku tagih. soal sarapan inikan hari libur. jadi sarapan kamu dulu saja.!" ucap Arja mengecup dada Tiara.


"akh...um... !"

__ADS_1


persetubuhan pun tidak ter-elakan, Tiara hanya bisa pasrah karena untuk memenuhi kewajibannya sebagai istri dan menepati janjinya.


Setelah keduanya puas Arja memandikan Tiara yang sudah tidak punya tenaga untuk bergerak.


" Ja. kamu yang buat sarapan ya... aku udah gak kuat bergerak.!" ujar Tiara saat dibaringkan diranjang.


" baiklah nyonya muda.!" kata Arja menurutinya.


"mau makan apa Ra.?" tanya arja.


" dikulkas kan ada ikan. bakar saja. kamu bisa kan bakar ikan.?" ucap Tiara bermaksud balas dendam pada Arja.


"eh.?.. baiklah. apapun untuk nyonya muda.!" ucap Arja terpaksa.


" hehe pakai arang ya Ja.. bakarnya.!" imbuh Tiara.


"tapi disini tidak ada arang.!" ucap Arja bingung mendengar permintaan Tiara.


" kamu kan bisa beli ditoko arang. deket kok dari sini.!" perintah Tiara.


" um baiklah.!" kata Arja pasrah menuruti kemauan istrinya.


" jangan lama ya... aku udah lapar banget nih.!" kata Tiara mengingatkan.


" baik nyonyaku...!" kata Arja menahan tangis.


Arja bergegas membeli arang dan setelah itu menyiapkan tempat untuk membakar ikannya.


karena ikanya hanya satu Arja membakar roti tawar untuk dia makan yang sudah dikasih selai.


Setelah menunggu seperempat jam akhirnya ikan bakarnya sudah siap dan diantarkan kepada Tiara.


" suapi ya.!" pinta Tiara yang ingin mengerjai Arja sampai puas.


" baik nyonyaku.!" ucap Arja mulai membuat raut muka kesal.


" kamu sudah sarapan.?" tanya Tiara disela makannya.


" sudah tadi.!" jawab Arja.


" Ooo ya sudah. karena kamu sudah makan jadi ikan ini buat aku semua ya..? enak soalnya." ujar Tiara.


" ikan ini kan memang untuk dimakan kamu.!" ucap Arja.


" Ja. kamu hari ini nggak ada rencana.?" tanya Tiara.


" em... nggak ada. aku mau dirumah saja sih. memangnya kenapa.? kamu mau jalan-jalan.?" tanya arja.


" kamu mau nggak nemenin aku sepeda'an kepusat kota.?" tanya Tiara ragu.


" kelihatanya enak sih. tapi besok saja ya...! hari ini aku mau istirahat saja. lagian aku nggak punya sepeda.!" ujar Arja.


" baiklah besok saja.! humph.." kesal Tiara.


" sini aku kupasin jeruk buat kamu.! sambil nonton tv." tawar Arja.


" baiklah.!" cemberut Tiara.


"ni.. makan.! nggak usah cemberut terus... besok aku boncengin deh..!" bujuk Arja agar Tiara tidak cemberut lagi.

__ADS_1


" beneran ya..!" balas Tiara menerima jeruk yang sudah dikupas Arja.


" beneran lah... kamu kan langsing. pasti nggak berat.!" puji Arja.


" nggak usah bermulut manis. nggak cocok buat muka kamu yang seperti es begitu.!" ejek Tiara.


" ya sudah deh.! aku pijitin ya..!" tawar arja.


" boleh deh.!" setuju Tiara.


" enak nggak.?" tanya Arja disela pijatnya.


"enak. nyaman. bawaannya pengen tidur.!" jujur Tiara.


" kamu ini. setiap aku pijat malah tidur. kamu tahu nggak kamu kayak siap.? kayak Cindy. Cindy juga gitu setiap aku pijitin malah tidur di kamarku. ujung-ujungnya aku ngegendong dia ke kamarnya.!" kesal Arja mengingat setiap memijat Tiara ditinggal tidur sama seperti adiknya.


" Ra.. kamu kok nggak bicara.?" bingung Arja.


" Yah... malah tidur... benar-benar deh.!" keluh Arja.


Arja menunggu Tiara sampai tidurnya pulas. setelah itu dia baru menggendongnya ke kamar.


" anak ini... padahal makannya banyak. tapi kok ringan banget ya..?" heran Arja.


setelah membaringkan Tiara diranjang, Arja menghubungi sekertaris papanya.


" halo sekertaris susan. minta tolong beli'in saya sepeda yang bisa dikayuh berdua. apakah bisa?" yltanya Arja lewat telepon.


" bisa tuan muda. mau digunakan kapan ya..?" tanya susan balik.


" saya mau menggunakan besok pagi. jam 5 harus sudah ada didepan pintu rumah saya.!" perintah Arja.


"baiklah tuan muda.!" jawab susan.


" memangnya kamu sudah tahu saya tinggal dimana.?" tanya Arja.


" tahu tuan muda. Anda tinggal dengan istri Anda kan.?" tebak sekertaris susan.


" benar. ya sudah itu saja.!" ucap Arja menutup telpon.


" Bai...."


"ah... tuan muda kedua kok bisa dingin begitu ya... padahal tuan muda ketiga dan adiknya begitu ceria.?" heran sekertaris susan.


Karena sudah siang Arja ingin tidur siang menemani Tiara.


"haizzz kamu ini wanita atau bocah sih. tidur terlentang kayak gitu.?" heran Arja yang mulai melihat sifat asli Tiara.


Arja membenarkan posisi tidur Tiara dan ikut tidur memeluknya.


karena Tiara merasa kurang nyaman dia menendang arja yang tengah memeluknya.


'BRUAAKK.!"


"aduh... ni wanita kok kuat banget ya... aduh..." keluh Arja karena ditendang dari ranjang.


Karena Arja sudah tidak bisa tidur, dia memilih bermain game ps4nya yang belum pernah dimainkan sejak pindah dirumah Tiara.


Karena sibuk bermain game Arja tidak tahu bahwa hari sudah sore dan Tiara tidak ada di ranjangnya.

__ADS_1


maaf ya. ceritanya kebanyakan dirumah. maklumlah tokohnya pengantin baru.. jadi dirumah terus.. hehe😋


__ADS_2