GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
35


__ADS_3

" silahkan bawa masuk pak.!" ucap resepsionis itu membukakan pintu.


kepala HRD kaget serta badannya gemetar.


" nah.... nona itu pacar Anda kan.? saat rapat tadi. dia ingin memotong tangan koruptor di perusahan ini.! apakah nona bangga.?" tanya Arja tersenyum licik.


" um.. beneran yank...!" kata wanita itu berakting.


" um. iya. aku ingin balas dendam. gara-gara koruptor itu, uang yang aku kasih buat kamu jadi kura.!" kata HRD itu masih tidak mengakuinya.


" baiklah. selesaikan sandiwara ini.! kamu potong tangan kanannya.!" perintah Arja pada karyawan yang maju pertama untuk memotong tangan kepala HRD.


karyawan itu kaget dan begitu juga para karyawan lainya.


" kenapa bisa saya tuan muda.?" tanya kepala HRD itu.


" oh... segera potong.!" kata Arja mengisyaratkan satpam yang membawa gergaji mesin untuk memberikan pada karyawan pertama.


Satpam itu menyerahkan gergaji itu setelah menyalakannya.


" apakah masih mengelak. maksud tuan muda itu kamu yang korupsi. ********, gara-gara kamu istri saya pulang kerumah orang tuanya. saya nggak bakal berbelas kasih lagi.!" kata karyawan itu merasa geram.


" Akh..!! ampun.!! ampuni saya tuan muda. Akh.!!" teriak kepala HRD itu.


para karyawan lainya ada yang takut dan ada yang tersenyum puas melihat tangan kanan kepala HRD itu terpotong. dan pacarnya itu menangis histeris.


" nah tangan kanannya sudah terpotong. apakah pak kepala HRD ingin memotongnya sendiri agar pacar Anda bangga.?" tanya Arja.


" ampuni saya tuan muda. saya bakal mengembalikan uang korupsi itu dan keluar dari perusahaan ini!" kata kepala HRD itu memohon.


" oh.... saya bakal nggak motong tangan yang satunya lagi. namun... kalau soal keluar dari perusahaan ini saya menyarankan kamu mendekap dipenjara saja ya..! dan soal hutang perusahaan pacar kamu bisa mencari uangnya dan saya bakal mengeluarkan kamu setelah hutangnya lunas.!" kata Arja.


" aku nggak setuju. saya cuma pacarnya nggak istrinya.!" tolak spontan wanita itu.


" ha-ha-ha lihatlah. pria cacat ditinggalkan wanitanya. karena nona tidak mau membayar hutangnya, apakah ada saran dari karyawan lain.?" tanya Arja pada semua karyawannya.


" KURUNG SISA HIDUPNYA!! POTONG KEDUA TANGANYA!!" seru semua karyawan.


" baiklah. potong tanganya lagi.! dan saya nggak bakal mengurung kamu. cuma kamu harus menyerahkan seluruh aset yang kamu punya sebagai bayar hutang dan ganti rugi.! kamu paham.!!" kata Arja dengan tatapan tajam.


"baik tuan muda terima kasih. saya bakal menyerahkan seluruh aset yang saya punya.!"


kata kepala HRD itu.


" dan untuk nona pasti Anda juga ikut menikmati uangnya kan.?" tanya arja.


" ng...nggak.!" kata wanita itu menggelengkan kepala.


" iya tuan muda dan yang menghasut saya adalah dia.!" adu kepala HRD itu.


" tunggu dulu. bersihkan darahnya dan bawa keluar kepala HRD untuk dibersihkan tubuhnya karena melihatnya bikin saya mual.!" perintah Arja.

__ADS_1


" baik tuan muda.!" kata para karyawan menawarkan diri atas perintah Arja.


"nah sekarang lantainya sudah bersih. bawa masuk kembali kepala HRD.!" perintah Arja.


" nah tadi kita membahas tentang sangkut pautnya wanita ini. karena Anda ikut menikmati uang perusahaan dan saya sudah membawa buktinya. saya mohon Anda mengembalikan uangnya secara utuh.! jika tidak maka Anda akan dikurung sampai hutang Anda lunas.!" kaya Arja.


" oke. baiklah.!" kata wanita itu dengan arogan.


" karena wanita ini sudah setuju. untuk kepala HRD. seluruh asetnya akan disita.! dan kepala HRD sesuai kontrak Anda akan dimasukan ke penjara.!" kata Arja.


" baiklah tuan muda.!" kata kepala HRD dengan pasrah.


" saya mengaskan pada para karyawan untuk tidak melanggar peraturan lagi. walaupun Anda karyawan terkecil saya. saya akan tetap memperhatikan Anda.!" tegas Arja.


" BAIK TUAN MUDA!!" seru semua karyawan serempak.


" nah. karena permasalahan sudah selesai, saya undur diri.!" kata arja berjalan keluar.


Selesai rapat Arja pergi menemui papanya terlebih dahulu.


" pa. masalahnya sudah selesai.! untuk wanita itu arja serahkan ke papa.!" kata Arja begitu masuk keruangan.


" kenapa nggak sekalian saja.?!" tanya Papanya.


"karena Arja tidak bisa lama-lama disini. soalnya Tiara sudah menunggu dirumah hehehe.!" kata Arja tertawa.


" kamu.. ini. ya sudah! nanti papa suruh Usman untuk menyelesaikannya. kamu cepetan pulang sana.!" kata Landa merasa kesal.


" baiklah kalau begitu. Arja pamit pulang dulu. papa nggak pulang bareng.?" tanya Arja.


" ya sudah. aku pulang.!" kata Arja keluar ruangan.


Arja berjalan keluar dan para karyawan ada yang pulang dan ada yang lembur.


" sudah mau pulang tuan muda.?" tanya satpam membukakan pintu.


" iya. sudah ditunggu istri dirumah soalnya.!" kata Arja.


" ha-ha-ha. tuan muda bisa saja. kalau begitu hati-hati dijalan tuan muda.!" kata satpam tersebut.


" baiklah.!" kata Arja berjalan menuju mobilnya.


Arja langsung menuju pulang ke rumah dengan semangat.


Sesampainya dirumah Arja langsung berlari kedalam rumah.


karena sudah kemalaman Arja melihat Tiara yang tertidur disofa depan tv dan dijaga oleh bunda lati.


" Tiara kok tidur Disini bun?" tanya Arja merasa senang karena ditungguin Tiara dan merasa kecewa karena Tiara sudah tidur.


" iya.. tadi nonton acara drama di televisi sampai ketiduran.!" kata bunda lati.

__ADS_1


" oh.." kecewa Arja.


" ya sudah. buruan gendong kekamar bunda mau ke kamar dulu, sudah ngantuk soalnya.!" kata bunda lati berjalan kekamar.


" baiklah bun!" kata Arja mengangkat Tubuh Tiara yang sudah mulai berat.


Arja menggendongnya dengan hati-hati supaya Tiara tidak terbangun.


" saat sampai diluar pintu kamar Tiara terbangun dan kaget saat digendong Arja.


" aaah.. maniak mesum!!" jerit Tiara memukul wajah arja.


" kamu bodoh ya.. suami sendiri kamu teriak i maniak mesum.!" kata Arja menurunkan Tiara.


" kamu juga. malah sembarangan menggendong orang. kan bisa dibangunin saja.!" ucap Tiara.


" ya sudah. cepetan lanjut tidur sana Aku mau mandi dulu.!" kata Arja masuk duluan ke kamar.


" kamu... nggak nagih janji aku.?" tanya Tiara ragu.


" kamu kan ngantuk. mendingan tidur saja. aku juga sudah ngantuk. tapi.... kalau kamu maksa ya nggak papa aku kuat-kuatin.!" goda Arja.


" siapa yang maksa.?! hump. aku tidur dulu kalau gitu.!" kata Tiara kesal dan langsung berbaring diranjang menyelimuti seluruh badannya.


" ya sudah. selamat malam.!" ucap Arja mengecup kening Tiara.


" oh... selamat malam juga!" balas Tiara.


Arja pergi mandi dan Tiara tidak bisa tidur lagi, dia memilih bermain game dismartphonenya.


" yah.. kalah lagi.!" kesal Tiara.


" kok belum tidur.?" tanya Arja sambil menggosok rambutnya dengan handuk.


" udah nggak ngantuk.!" jawab Tiara masih fokus dengan gamenya.


" kamu ngapain.?" tanya Arja.


" ini main game.!" ujar Tiara tanpa menengok.


" eh.? kamu main game ini juga.? kok aku gak pernah lihat kamu main.?" tanya arja.


" kan aku mainya saat kamu tidur.!" jujur Tiara.


" hah.? berarti selama ini kamu begadang.?" tanya Arja kaget.


" iya... cuma satu jam doang. setelah itu baru bisa tidur lagi.!" jujur Tiara.


" hizz lain kali jangan begadang lagi. kamu kan perempuan, dan lagi kamu sedang hamil. gimana kalau janinnya kenapa-napa.?" kata Arja menasehati istrinya.


" bawel. kayak kamu sendiri nggak main game saja.! aku pernah ngelihat kamu main Samapi pagi malah.!" kata Tiara.

__ADS_1


" hehehe. tapi kamu kan perempuan. kalau kamu nggak bisa tidur. mendingan nepatin janji kamu tadi pagi saja.!" kata Arja membuat Tiara kaget dan langsung mematikan ponselnya.


.................


__ADS_2