
**
pagi harinya.
Kali ini Tiara bangun terlebih dahulu karena dia ingin membuatkan sarapan buat Arja.
" eh Ra. tumben pagi begini sudah bangun bikin sarapan.?" heran bundanya.
" iya bun, masak harus Arja terus yang buatin sarapannya.?" jawab Tiara.
" um.. benar juga sih. tapi kemarin kayaknya Arja marah sama kamu ya..?" tanya bunda lati yang masih penasaran.
" nggak kok bun,!" jawab Tiara.
" tapi kok Arja kayak ngediem'in kamu gitu.?" tanya bunda lati.
" oh.. kalau itu sih. katanya dia sariawan bun. makanya Tiara mau buat bubur.!" balas Tiara.
" oh.... ya sudah biar bunda bantu.!" tawar bundanya.
" mendingan bunda buat sarapan buat bapak saja.!" saran Tiara.
" oh.. baiklah.!" kata bundanya tenang karena melihat anak dan menantunya tidak bertengkar.
Arja terbangun karena tidak mendapati Tiara disampingnya.
Arja bergegas cuci muka dan turun untuk membuat sarapan seperti biasa, tapi saat keluar kamar Arja melihat Tiara dan bunda lati tengah membuat sarapan didapur. Arjapun balik masuk kedalam kamar dan mandi untuk bersiap kuliah, dia juga menyiapkan pakaian untuk Tiara.
Saat arja mandi Tiara masuk ke kamar karena sudah selesai memasak.
" eh.? umm" kaget Tiara melihat seragamnya yang sudah disiapkan Arja diatas ranjang.
Tiara menyusul Arja masuk ke kamar mandi.
Arja kaget saat melihat Tiara tiba-tiba masuk ke kamar mandi.
" lagi berendam Ja.? ikutan ya.!" pinta Tiara yang sudah telanjang.
" um.. baiklah.!" jawab arja dengan wajah memerah melihat tubuh Tiara.
" aku gosokin punggungmu ya Ja..!" tawar Tiara.
" um.. baiklah.!" jawab Arja bingung dengan sikap Tiara.
Arja memejamkan mata karena keenakan saat punggungnya digosok Tiara sambil dipijit.
" kamu kenapa tiba-tiba baik hari ini.?" tanya Arja bingung.
"kan ini tugas aku sebagai istri.!" jawab Tiara.
" nah. gantian sekarang kamu gosokin punggung aku!" perintah Tiara.
"oh baiklah.!" jawab Arja membalikkan badan.
Arja menggosok punggung Tiara yang halus dan kenyal.
karena tidak bisa menahan Arja mencium leher Tiara.
" um..." Tiara hanya mendesah.
__ADS_1
karena Tiara tidak menolak Arja melanjutkan aksinya mulai memegang dada Tiara.
" ukhh.!!" kaget Tiara.
" um.. Ja. nanti malam saja ya.!" kata Tiara disela desahannya.
" baiklah. janji ya..!" ucap Arja senang.
" iya..!" balas Tiara.
Arja melepaskan dada Tiara dan lanjut menggosok punggung Tiara.
sesudah itu, Arja mengangkat Tiara dan memandikannya dibawah sower.
selesai mandi Arja mengeringkan rambut Tiara menggunakan handuk dan sebaliknya.
selesai berpakaian dan berdandan mereka turun untuk sarapan.
pak li dan bunda lati yang tengah menyantap sarapan merasa bahagia melihat Arja dan Tiara bergandengan keluar kamar.
" tuh bun, orang romantis kayak gitu masak dibilang bertengkar.?" bisik pak li.
" iya pak. bunda juga heran.!" setuju bunda lati.
" pagi pak,bun" sapa Arja.
" pagi Ja. tumben nih pagi-pagi udah lengket.!" sindir bunda lati pada Tiara.
" eh.? biarin saja. bunda kalau pengen gandeng tangen bapak saja.!" ujar Tiara.
" sudah. ayo duduk dan makan.!" ujar pak li malu.
" um kok aku sarapan bubur.?" tanya Arja.
" kan kamu tenggorokanmu lagi sariawan." jawab Tiara.
" eh.? iya. kamu perhatian banget sih.!" balas Arja mengelus kepala Tiara.
Arja hanya pasrah memakan bubur yang dicampur air gula hangat.
" um. enak Ra.!" puji Arja.
" tentu dong. siapa dulu yang buat.!" sombong Tiara.
" wah. terima kasih bunda.!" ucap Arja pada bunda lati membuat Tiara malu.
" kok manggil aku bunda sih. kan belum lahir anaknya.!" GR Tiara.
" siapa yang manggil kamu bunda orang aku ngomong sama bunda kamu.!" jujur Arja.
" eh.. kok kamu terima kasih ke bunda.? aku kan jadi salah paham.!" kesal Tiara memukul tangan Arja.
" bukannya yang buat airnya yang manis ini bunda ya..!?" tanya Arja.
" umm.. memang sih. tapi kalau nggak ada buburnya memangnya kamu mau makan airnya saja.! " jawab Tiara malu.
" ya.iya. bubur istriku paling enak.!" puji Arja tanpa ragu.
" sudah-sudah. kalian nanti telat loh... cepetan sarapannya.!" kata pak li bahagia melihat sikap Arja yang begitu baik terhadap anaknya.
__ADS_1
Arja berangkat bersama Tiara. begitu sampai sekolah Tiara langsung mencium tangan Arja dan berlari menuju kantor guru karena malu.
" hei.. kamu hamil. jangan Lari-larian.!" teriak Arja dari dalam mobil.
" Wah... Bu Tiara sedang hamil.?" tanya salah satu guru yang menjaga digerbang.
" iya Bu.. itu suami saya.!" jawab Tiara tambah malu.
" wah... itukan Arja. jadi bu Tiara menikah dengan Arja. sudah hamil pula.!" kata guru tersebut kagum.
" hehe iya Bu. saya dijodohkan dengan orang tua saya.!" jujur Tiara.
" beruntung banget dijodohkan sama anak muda, pinter, dan sudah bekerja lagi." puji guru tersebut.
" saya juga bersyukur kok Bu.. ya sudah saya masuk dulu ya..!" pamit Tiara karena tidak enak kalau menarik terlalu banyak perhatian.
Saat melihat Tiara masuk kantor, Arjapun menjalankan mobilnya ke kampusnya.
Sesampainya dikampus seperti biasa Arja sudah ditunggu oleh wanita yang nggak mau menyerah mengejar Arja.
" pagi Ja.!" sapa Violin.
kali ini Arja membalasnya.
" Kamu bisa nggak sih jangan nunggu aku terus. aku itu sudah punya istri. sebaiknya kamu jangan ngedeketin aku lagi.!" ujar arja dengan nada tinggi.
" .um...." Violin kaget karena baru pertama kali melihat Arja marah.
" tapi Ja..!" kata Violin.
" jangan sampai aku melihat kamu nungguin aku lagi.! kalau nggak, jangan salahkan aku kalau kamu melihat seluruh keluargamu menjadi tikus jalanan.!" ancam Arja pada Violin.
Violin yang diancam Arja hanya bisa diam karena takut.
Arja berjalan ke kelas setelah memperingatkan Violin.
Violin yang masih terpaku meneteskan air mata. karena merasa tidak ada gunanya dia kuliah dikampus itu. dia memutuskan untuk keluar dan pindah ke kampus diluar negeri saran orang tuanya.
" awas Ja. suatu saat nanti aku bakal kembali dan membalas penghinaan ini.!" ucap violin.
Setelah selesai kampus arja langsung menjemput Tiara tanpa memberitahunya.
Sesampainya digerbang sekolah Arja melihat bahwa sekolahnya sudah sepi.
diapun bertanya pada mbak li yang rumahnya didepan sekolahan.
" mbak li. apa kabar.?" tanya Arja sopan.
" seperti biasa Ja, baik. lagian kamu kan sudah melihat mbak li tiap pagi. masih nanyain kabar.!" gurau mbak li.
" hehe. itu mbak saya mau nanya, kok sekolahan sudah sepi.?" tanya Arja.
" oh... tadi ada sosialisasi dari kepolisian, jadi sekolahnya tutup lebih awal.! kamu mau jemput istri kamu.?" tanya mbak li balik.
" iya mbak.!" jawab arja.
" oh. tadi dia sudah pulang dijemput sama bapaknya.!" kata mbak li yang tadi sempat berbincang dengan pak li.
" oh. ya sudah kalau begitu, saya pamit mbak.!" kata arja.
__ADS_1
" baiklah." balas mbak li.