
7 bulan kemudian.
Arja merawat anaknya dengan penuh kasih sayang bersama Tiara.
Tiara kini sudah tidak mengajar selama 1 tahun.
Arja membagi waktunya dari kuliah,ngurus kantor, dan menemani keluarganya.
Diusia yang masih muda dia sudah bisa mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan oleh pria umur 30 an keatas.
" ayo Ra.... merangkak kepapa sini.!" kata Arja menggoda anaknya saat sampai dirumah sehabis kuliah.
" um... anak papa udah pinter." ucap Arja menciumi pipi anaknya.
" mana giginya sayang." ucap Arja menyuruh Rara mebuka mulutnya.
" wah... sudah ada dua giginya. Aww kok digigit.?" kata Arja merasa gemes pada anaknya sendiri.
" udah pulang Ja.?" tanya Tiara bersalaman dengan Arja setelah memasak makan malam.
" iya. baru saja. mana bunda sama bapak.?" tanya Arja yang tidak melihat mertuanya.
" biasa lah. lagi jalan sore mencari bakso ditaman katanya.!" jawab Tiara yang mengerti sejak orang tuanya tinggal bersamanya.
" oh.... ya sudah. aku mau mandi dulu.!" ucap Arja menyerahkan Rara yang dari tadi menggigit jari Arja pada Tiara.
" eh.. Rara kok gigit tangan papa.? lapar ya.?" tanya Tiara saat menggendong anaknya.
" us..us.." oceh Rara memegang dada Tiara.
" iya.iya. kita ke kamar buat nyiapin baju papa." ucap Tiara berjalan ke kamar sambil menyusui anaknya.
Setelah menyiapkan pakaian Arja Tiara duduk di ranjang sambil menyusui anaknya untuk menunggu Arja.
**
Di bandara
" Ja aku kembali.!" ucap violin yang baru tiba dari luar negeri karena kuliahnya sedang libur.
**
Saat makan malam
" Kamu sudah mulai liburan Ja.?" tanya pakli disela makannya.
" iya pak. hari ini terakhir masuknya." senang Arja karena dia bisa meluangkan waktu untuk bersama keluarganya.
" gak ada rencana untuk berjalan-jalan.?" tanya pak li lagi.
" kalau jalan-jalan terserah Tiara pak." jawab Arja menatap Tiara.
" mungkin Minggu depan pak. Tiara mau ajak jalan-jalan ke pantai. untuk Minggu ini biar Arja beristirahat dirumah." sahut Tiara.
" baiklah kalau begitu." setuju pak li.
" bapak mau ikut jalan-jalan ke pantai.?" tanya Arja.
" tentu dong. bapak kan juga bosan yang tiap hari cuma diem dirumah." jawab pak li.
" baiklah pak." paham Arja.
Selesai makan malam seperti biasa Tiara memijat Arja dikamar dan Rara duduk dipunggung Arja sambil memukul-mukul punggung Arja.
__ADS_1
" ukh... naik Ra..!" perintah Arja keenakan dipijit.
" Rara turun dulu ya... punggung papa mau dipijit bunda.!" kata Tiara mengangkat Tubuh putrinya.
" uwahh.... uwah.... huhu." tangis Rara karena diangkat.
" jangan nangis ya sudah kamu disitu saja." pasrah Tiara tidak jadi memindahkan putrinya itu.
" kamu ni. sudah bisa ganggu papa ya..?" tanya Arja membalikkan badan dan mengangkat tubuh putrinya.
" hehe.... tesss.." air liur berjatuhan dari mulut Rara.
" ih.... " gemes Arja menciumi wajah Rara.
Tiara yang melihatnya dalam hatinya sangat bahagia. karena mendapatkan Arja sebagai suaminya.
" Sudah. sudah. ayo Ra tidur." kata Tiara mengambil alih tubuh Rara.
Tapi Rara malah menangis karena dia masih ingin bermain dengan papanya.
" jahat banget sih. masa nggak mau digendong bunda." ujar Tiara cemburu kepada Arja.
" hehe... kan udah sama kamu seharian." balas Arja.
Arja mengongkang-ngongkang tubuh Rara menggunakan kakinya.
Rara tertawa bahagia karena badanya diangkat turunkan.
" uwahh uwah.. huhu. uwwaa" tangis Rara.
" eh kenapa Ra.?" tanya Arja pada putrinya.
" kecapekan tertawa mungkin Ja.!" jawab Tiara mengambil alih untuk diberi ASI agar cepat tidur.
" Ja besok kita ke mall yuk.!" ajak Tiara yang tidak pernah ke mall selama dua bulan.
" baiklah..." setuju Arja yang fokus bermain game dihpnya.
Karena Rara sudah tidur Tiara membaringkannya diranjang.
" aku tidur dulu yaa Ja.!" kata Tiara yang sudah mengantuk ikut berbaring di samping putrinya.
" baiklah. kamu duluan saja." balas Arja yang masih asik bermain game.
Sebelum ikut tidur Arja mengambil minum terlebih dahulu untuk jaga-jaga Tiara atau dirinya haus dimalam hari.
" ngapain Ja.?" tanya bunda lati saat melihat Arja didapur.
" ini bun ambil minum, haus soalnya." jawab Arja.
" oh... Tiara sudah tidur.?" tanya bunda lati yang juga mengambil air minum untuk pak li.
" sudah bun. bareng Rara tadi. aku balik kekamar ya Bun." ujar Arja berjalan meninggalkan bunda lati.
" baiklah." balas bunda lati.
Saat sampai di kamar Arja melihat putrinya tengah menampar-nampar wajah Tiara.
" eh.. putra papa kok bangun?" tanya Arja begitu melihat putrinya.
" kok namparin wajah bunda sih.? " tanya Arja lagi.
" nggak bisa tidur lagi ya nak.?" tanya arja mengangkat tubuh putrinya keatas perutnya.
__ADS_1
Rara sebenarnya masih ingin bermain dengan Arja. karena beberapa hati ini Arja jarang bermain dengannya.
Arja menemani putrinya bermain hingga tengah malam dan dia tertidur di karpet bersama putrinya yang dikelilingi mainan.
**
pagi hari.
Saat bangun Tiara tidak merasakan adanya putrinya dan suaminya. Setelah melihat kesana kemari dia akhirnya menemukan suaminya yang tertidur diatas karpet bersama putrinya diatasnya.
" dasar. kalau tidur disini kan bisa masuk angin.!" oceh Tiara.
" Bangun Ja..." kata Tiara mengangkat Tubuh putrinya yang masih tertidur.
" kenapa tidur disini Ja.?" tanya Tiara sedikit marah.
" hah.? oh... tadi malam Rara ngajak main terus sambil melihat bulan. tapi sepertinya aku malah ketiduran." jawab Arja sambil menggosok matanya.
" cepat siap-siap kamu udah janji ngajak aku ke Mall." tagih Tiara pada Arja.
" baiklah.baiklah. kamu siap-siap duluan saja. aku mau tidur sebentar.!" ujar Arja melanjutkan tidurnya.
" ish. kok malah tidur lagi.!" jengkel Tiara dengan Arja.
Tiara pergi meninggalkan Arja untuk mandi bersama putrinya yang sudah bangun.
"Ja... tolong ambilin handuknya Rara Ja.!" teriak Tiara dari kamar mandi.
" uhk.... iya. ganggu tidur saja.hoam.." ngeluh Arja yang masih mengantuk karena semalaman diajak bermain putrinya.
" nih...!" celoteh Arja menyerahkan handuknya dan hendak kembali lanjut tidur.
" sini. mandi sekalian.!" ajak Tiara.
" nggak. aku mau tidur bentar mumpung masih pagi.!" tolak Arja tetep kekeh ingin lanjut tidur.
" dasar.! kebo.!" teriak Tiara.
Selesai memandikan putrinya Tiara membaringkannya diranjang untuk dikasih minyak kayu putih,bedak dan minyak rambut.
" hum.. Putri bunda sudah bersih dan harum. ayo main dulu disini ya..!" kata Tiara menaruh putrinya dilantai sambil menyerahkan mainannya.
" Ja. jagain Rara bentar ya.. aku mau mandi dulu.!" perintah Tiara menggoncang tubuh Arja.
" ukh... baiklah." jawab Arja dengan malas dan mata masih terpejam.
" Rara.... kamu...nggak...ngantuk.?" tanya Arja mencubit pipi putrinya yang gemesin.
Karena Arja terlalu mengantuk dia lanjut tidur disamping putrinya.
Selesai mandi Tiara melihat Arja yang tertidur disamping putrinya.
" huh... dasar. kebo.!" jengkel Tiara melihat Arja yang lagi-lagi tidur. Tiara melanjutkan mengenakan pakaian dan berdandan.
Selesai berdandan dia membangunkan Arja.
" bangun Ja.. usah siang nih...!" kata Tiara menggoncang tubuh Arja.
" hoam... iya.iya." balas Arja mencium bibir istrinya karena kesel salalu dibangunkan.
" apaan sih. cepet mandi sana. dasar bau.!" kata Tiara kaget dicium Arja.
" Ayo Ra. kita turun saja.!" ujar Tiara mengajak putrinya yang dari tadi menggigit mainan.
__ADS_1
......