
Tiara asik berlari kesana-kemari membeli pakaian dan bermain berbagai macam permainan di Mall. sedangkan Arja mendorong kereta bayi putrinya.
" lihat tuh bunda kamu kayak bocah kecil." adu Arja pada putrinya yang tengah menyedot susu dibotol.
" hump. dasar. seperti nggak pernah ke Mall saja.?" ujar Arja melihat Tiara begitu norak.
" cepetan sini Ja.. kamu bisa nggak main mesin capit ini.?" tanya Tiara sedikit mengejek Arja.
" permainan anak-anak seperti ini mah gampang buat aku. kalau aku yang main kasihan pemilik mesin capit ini." sombong arja karena merasa diremehkan Tiara.
" oh.. yang bener.?" tanya Tiara memanas-manasi.
" tentu saja. kalau aku bisa kamu kasih hadiah apa.?" ujar Arja begitu percaya diri.
" kalau kamu berhasil aku akan kasih diriku malam ini." bisik Tiara menggoda Arja.
" wah... baiklah. harus tepat janji ya. !" balas Arja dengan penuh semangat memasukkan koin.
Hanya sekali percobaan Arja berhasil mendapatkan dua boneka sekaligus.
Tiara yang melihatnya pun kaget, tidak menyangka kalau suaminya yang sudah bersikap dewasa sejak kecil bisa bermain mesin capit.
" tepati janji kamu..ya.!" bisik Arja membuat wajah Tiara memerah dan menyerahkan dua boneka padanya.
" Ayo kita lanjut..." ajak Arja penuh semangat mendorong kereta anaknya karena sudah satu bulan belum dapat jatah dari Tiara.
Mereka bersenang-senang sampai sore.
Karena sudah lelah dan Putrinya sudah tertidur, Arja memutuskan untuk pulang.
Tiara yang kecapekan ikut tertidur saat di mobil. Sesampainya dirumah Arja membangunkan Tiara dan menggendong putrinya masuk kedalam rumah.
Setelah membaringkan putrinya diranjang, Arja pergi mandi. sedangkan Tiara membantu bundanya memasak didapur.
" Kok sampai sore Ra.?" tanya bundanya heran. karena biasanya saat pergi ke Mall Tiara pulangnya siang.
" iya... tadi Arja mainnya sampai lupa diri." jawab Tiara mengingat Arja mainya begitu bersemangat tadi.
" mungkin karena sibuk mengurusi kuliah sama kantor Ra. jadi butuh banyak hiburan.!" ujar bundanya.
" iya kali bun." setuju Tiara.
" sebulan lamanya aku tidak bercinta..." Arja yang tengah asik bernyanyi dikamar mandi.
Dan Tiara yang tidak sengaja mendengarnya pun merasa jengkel dan jijik atas tingkah arja seperti anak kecil itu.
"dasar mesum." oceh Tiara menyiapkan pakaian ganti buat Arja.
" Cepetan Ja.. aku mau mandiin Rara nih.." teriak Tiara dari luar kamar mandi.
Arja kaget saat mendengar teriakan Tiara. dia malu karena habis menyanyikan lagu kotor ciptaannya sendiri itu.
" iya.. sa-yang.." balas Arja terbata-bata.
__ADS_1
Sambil menunggu Arja Tiara menyusui putrinya yang dari tadi pagi belum dapat ASI.
" humm.. habis mandi seger banget." ucap Arja mencium dirinya sendiri.
" dasar. mesum." gumam Tiara.
" Pakaian yang tadi kita beli masukin ke lemari pakaian semua Ja..! aku mau mandiin Rara dulu." perintah Tiara berjalan masuk ke kamar mandi menggendong Rara yang masih menyedot ASI.
" baiklah." jawab Arja dengan semangat.
Selesai memandikan putrinya Tiara melihat Arja yang berbaring diranjang.
" sudah dirapiin Ja pakaiannya tadi.?" tanya Tiara tapi tidak mendapatkan jawaban dari Arja.
" huh... dasar. tadi masih semangat banget. sekarang malah tidur." kesal Tiara.
Tiara melanjutkan mengurusi anaknya yang habis dimandikan.
Setelah itu Tiara menggendongnya ke bawah untuk makan malam.
" Arja mana Ra.?" tanya bunda lati karena tidak melihat Arja bareng Tiara.
" ketiduran ma..." jawab Tiara sedikit kesal melihat semua belanjaannya belum di bawa ke kamar.
" oh... ya sudah... biarin saja kalau begitu. nanti malam kalau dia bangun dan lapar kamu Masakin lagi saja.!" ujar bunda lati sambil mengambilkan nasi buat pak li.
" iya bun." setuju Tiara.
Selesai makan Tiara menitipkan putrinya pada pak li yang sedang nonton TV. sedangkan dia membawa barang belanjaannya ke kamar.
Saat sedang asik menemani bermain cucunya pak li terkejut saat Arsya yang tiba-tiba masuk sendirian kedalam rumah.
" loh. arsya kamu sendirian kesini.?" tanya pak li kaget.
" um." angguk arsya ikut bermain dengan Rara yang masih tekurap.
" Mama sama papa kamu mana.?" tanya pak li lagi.
" Kamal." celoteh Arsya.
" Oh.... dasar. ya sudah kamu sembunyi disini saja sampai papa,mama mu mencarimu." ujar pak li mengelus kepala Arsya.
" um." angguk Arsya sambil fokus menggoda Rara.
" eh ada Arsya.!" seru Tiara turun dari tangga.
" iya. dia sendirian kesini." balas pak li.
" hah..? papa mamanya kemana.?" tanya Tiara heran.
" katanya lagi dikamar. jadi dia kesini mungkin karena kesepian." jawab pak li.
" huh. dasar. anak sendiri sampai nggak dipeduli'in." oceh Tiara heran dengan sahabat dan kakak iparnya itu.
__ADS_1
" Arsya disini saja. jangan pulang. biar papa Mama pusing cari kamu." perintah Tiara mengelus kepala Arsya. dan di angguk i arsya.
Arsya bermain sama pak li hingga larut, karena Rara sudah tidur sama Tiara.
" loh. Arsya kok disini pak.?" tanya Arja yang baru bangun tidur.
" eh. udah bangun Ja.! iya. Arsya tadi kesini sendiri saat masih sorean." jawab pak li.
" loh. kak Usman sama kak Siti dimana.? kok nggak nyariin anaknya sampai jam segini.?" tanya Arja heran.
" nggak tau Ja. katanya Arsya sih dikamar." jawab pak li ikut bingung.
" oh... bapak kalau mengantuk tidur dulu saja. biar Arja yang jagain Arsya." kata Arja melihat pak li yang sudah menguap beberapa kali.
" baiklah Ja. bapak memang sudah ngantuk." balas pak li dan meninggalkan Arja untuk menyusul istrinya tidur dikamar.
" Arsya lapar nggak.?" tanya Arja pada arsya yang adik main pistol dan mobil-mobilannya.
" iya." angguk arsya.
" ya sudah. om ajak makan diluar mau nggak.?" ajak Arja.
" um.". angguk Arsya semangat.
" ya sudah. Om ayo.!" kata Arja menggendong Arsya untuk dibawa makan diluar.
Arja mengajak Arsya untuk makan bakso di taman deket rumah yang kebetulan masih rame walaupun sudah larut.
" pak bakso dua mangkok yang satu nggak pedes." kata Arja memesan ke tukang baksonya.
" mas Usmannya kemana Ja.?" tanya tukang bakso itu yang kenal akrab dengan Usman dan Arja.
" nggak tau pak. tadi saya baru bangun tidur. eh.. anaknya sedang bermain sama mertua saya dari sore." jawab Arja.
" HAH.? " bingung tukang baksonya.
" Ja..Ja..!" teriak Seseorang memanggil Arja dan menghampirinya.
" huh.huh. mana Arsya.?" tanya usman sambil ngos-ngosan.
" baru ingat anak.?" tanya Arja jengkel menyerahkan Arsya pada Usman.
" tadi aku udah nyariin kerumah kamu. tapi kamu nggak ada dirumah." ucap Usman kesal.
" huh. siapa suruh nggak jaga anak baik-baik. Untung nggak diculik orang tadi." kata Arja.
" iya. aku tadi sama Siti ketiduran." kata Usman merasa bersalah.
" ya sudah lain kali jagain yang bener.!" ujar Arja menasehati kakaknya.
" iya.iya. pak bakso anak saya bungkus ya.! sama pesan dua bungkus lagi.!" ujar Usman kepada tukang baksonya.
" baik mas Usman." jawab tukang bakso sambil menyerahkan satu mangkok ke Arja.
__ADS_1