GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
64


__ADS_3

Tiara dan Arja turun dari kamar untuk sarapan.


" Udah baikan Ra.?" tanya Siti yang kebetulan ikut sarapan.


" Eh. Siti. Kapan pulang.?" tanya balik Tiara.


" pagi tadi...." sahut Usman.


" Katanya kalian berantem.?" tanya Usman.


" Udah baikan.!" ujar Tiara.


" Oh.... Lain kali kalau bercanda jangan kelewatan...." kata Siti menasehati.


" Bener tuh Ra... Suami udah ngarep banyak. Eh. Malah di bohongi...." Imbuh Usman.


" Baik...." ujar Tiara menunduk.


" Sudah..... Ayo sarapan." kata Arja.


" Um.. Baiklah." kata Tiara.


" Mam...mam..." oceh Rara ingin makan.


" Iya...." balas Tiara.


" Arsya dimana Kak.?" tanya Arja.


" Di depan lagi ikut menyiram bunga dengan Bunda Lati." balas Usman.


" Ohh." Angguk Arja setelah melihat keponakannya asyik bermain air di depan.


Setelah selesai sarapan, Arja mengajak Rara keluar untuk bermain bersama Arsya didepan.


" Arsya.... Adek Raranya boleh ikut main nggak.?" kata Arja.


" Boleh Om...." jawab Arsya semangat.

__ADS_1


" Nggak jadi ah... Nanti kotor. Adek Rara kan udah cantik...." ujar Arja menggoda keponakannya itu.


" Ya sudah.... Arsya main sama Nenek saja..." kata Arsya.


" Arsya... Udah mainnya. Ayo kita pulang, mandi...." seru Siti.


" Tapi Arsya masih ingin main ma...." tolak Arsya.


" Kalau nggak nurut Mama hukum looo.." ancam Siti.


" Pa... Arsya mau main.... Papa bujuk Mama ya...." pinta Arsya mengadu pada papanya.


" Nurut sama Mama.... Nanti Papa juga dihukum...." kata Usman.


" Papa pengecut..." seru Arsya marah pada Usman.


" Ye... Ni... Anak... malah ngejek orang tuanya...." ujar Usman kesal karena dihina oleh anaknya sendiri.


" Pufss... Hahaha.... Papanya siapa yang pengecut Arsya...?" tanya Arja ikut mengejek kakaknya.


" Itu Bukan papaku sekarang..." jawab Arsya kesal.


" Kalau gitu.... Arsya minta uang jajan ke Mama saja...." ujar Arsya menjulurkan lidahnya ke Usman.


" Awas kamu... Bocah kurang ajar..." seru Usman berlari menghampiri Arsya dan menggendongnya sambil digelitik.


" Masih mengejek Papa hah.! Dasar bocah...." ujar Usman.


" Papa sialan.... Beraninya haha sama anak kecil.. Hahaha." tawa Arsya karena digelitik Papanya.


Usman menggendong dan menggelitik Arsya sambil berjalan masuk kerumahnya.


" Dasar.... Bocah sama bapak sama saja ya kan. Ra.." kata Arja pada Rara.


" Ja.... Kamu hari ini libur kan. Kita jalan-jalan yuk.!" ajak Tiara.


" Jala kemana.?" tanya balik Arja.

__ADS_1


" Ya... Kemana kek.!" balas Tiara.


" Ya udah. Kita ke taman bermain saja....!" saran Arja yang tau kalau Rara suka banget di taman bermain.


" Kita ke Waterboom saja Ja. Panas,panas. Enak kalau main air..." ujar Tiara.


" Nanti demam gimana...?" kata Arja menolak Tiara.


" Um... Kita ke pantai saja ya....!" pinta Tiara.


" Pantai mana.? Pantai kan jauh....." ujar Arja.


" Terus kita kemana.?" kesal Tiara.


" Di rumah saja.... Aku pengen istirahat dirumah..." ujar Arja.


" Ukhh... Tapi aku bosen... Ja..." ujar Tiara.


" Main sama Rara nih... Biar nggak bosen..." kata Arja menyerahkan Rara ke Tiara.


" Sialan. Orang pengen keluar juga...." keluh Tiara.


" Nanti malam saja...." ujar Arja yang bener-bener males untuk keluar.


Tiara menuruti Arja dan menemani putrinya bermain dirumah.


Dan Arja asyik bermain PS dikamar.


" Ja... Ada temen kamu nih...." kata Tiara.


" Siapa.?" tanya Arja tanpa memalingkan wajahnya.


" Nggak tau. Asisten kamu katanya..." kata Tiara.


" Oh.... Suruh masuk ke sini saja.!" perintah Arja yang tidak mau meninggalkan PSnya.


" Huh..... Dasar.!" Kesal Tiara karena Arja sudah bermain PS cukup lama.

__ADS_1


______________________________@$


__ADS_2