
Tiara dan Arja turun dari kamar untuk sarapan.
" Udah baikan Ra.?" tanya Siti yang kebetulan ikut sarapan.
" Eh. Siti. Kapan pulang.?" tanya balik Tiara.
" pagi tadi...." sahut Usman.
" Katanya kalian berantem.?" tanya Usman.
" Udah baikan.!" ujar Tiara.
" Oh.... Lain kali kalau bercanda jangan kelewatan...." kata Siti menasehati.
" Bener tuh Ra... Suami udah ngarep banyak. Eh. Malah di bohongi...." Imbuh Usman.
" Baik...." ujar Tiara menunduk.
" Sudah..... Ayo sarapan." kata Arja.
" Um.. Baiklah." kata Tiara.
" Mam...mam..." oceh Rara ingin makan.
" Iya...." balas Tiara.
" Arsya dimana Kak.?" tanya Arja.
" Di depan lagi ikut menyiram bunga dengan Bunda Lati." balas Usman.
" Ohh." Angguk Arja setelah melihat keponakannya asyik bermain air di depan.
Setelah selesai sarapan, Arja mengajak Rara keluar untuk bermain bersama Arsya didepan.
" Arsya.... Adek Raranya boleh ikut main nggak.?" kata Arja.
" Boleh Om...." jawab Arsya semangat.
__ADS_1
" Nggak jadi ah... Nanti kotor. Adek Rara kan udah cantik...." ujar Arja menggoda keponakannya itu.
" Ya sudah.... Arsya main sama Nenek saja..." kata Arsya.
" Arsya... Udah mainnya. Ayo kita pulang, mandi...." seru Siti.
" Tapi Arsya masih ingin main ma...." tolak Arsya.
" Kalau nggak nurut Mama hukum looo.." ancam Siti.
" Pa... Arsya mau main.... Papa bujuk Mama ya...." pinta Arsya mengadu pada papanya.
" Nurut sama Mama.... Nanti Papa juga dihukum...." kata Usman.
" Papa pengecut..." seru Arsya marah pada Usman.
" Ye... Ni... Anak... malah ngejek orang tuanya...." ujar Usman kesal karena dihina oleh anaknya sendiri.
" Pufss... Hahaha.... Papanya siapa yang pengecut Arsya...?" tanya Arja ikut mengejek kakaknya.
" Itu Bukan papaku sekarang..." jawab Arsya kesal.
" Kalau gitu.... Arsya minta uang jajan ke Mama saja...." ujar Arsya menjulurkan lidahnya ke Usman.
" Awas kamu... Bocah kurang ajar..." seru Usman berlari menghampiri Arsya dan menggendongnya sambil digelitik.
" Masih mengejek Papa hah.! Dasar bocah...." ujar Usman.
" Papa sialan.... Beraninya haha sama anak kecil.. Hahaha." tawa Arsya karena digelitik Papanya.
Usman menggendong dan menggelitik Arsya sambil berjalan masuk kerumahnya.
" Dasar.... Bocah sama bapak sama saja ya kan. Ra.." kata Arja pada Rara.
" Ja.... Kamu hari ini libur kan. Kita jalan-jalan yuk.!" ajak Tiara.
" Jala kemana.?" tanya balik Arja.
__ADS_1
" Ya... Kemana kek.!" balas Tiara.
" Ya udah. Kita ke taman bermain saja....!" saran Arja yang tau kalau Rara suka banget di taman bermain.
" Kita ke Waterboom saja Ja. Panas,panas. Enak kalau main air..." ujar Tiara.
" Nanti demam gimana...?" kata Arja menolak Tiara.
" Um... Kita ke pantai saja ya....!" pinta Tiara.
" Pantai mana.? Pantai kan jauh....." ujar Arja.
" Terus kita kemana.?" kesal Tiara.
" Di rumah saja.... Aku pengen istirahat dirumah..." ujar Arja.
" Ukhh... Tapi aku bosen... Ja..." ujar Tiara.
" Main sama Rara nih... Biar nggak bosen..." kata Arja menyerahkan Rara ke Tiara.
" Sialan. Orang pengen keluar juga...." keluh Tiara.
" Nanti malam saja...." ujar Arja yang bener-bener males untuk keluar.
Tiara menuruti Arja dan menemani putrinya bermain dirumah.
Dan Arja asyik bermain PS dikamar.
" Ja... Ada temen kamu nih...." kata Tiara.
" Siapa.?" tanya Arja tanpa memalingkan wajahnya.
" Nggak tau. Asisten kamu katanya..." kata Tiara.
" Oh.... Suruh masuk ke sini saja.!" perintah Arja yang tidak mau meninggalkan PSnya.
" Huh..... Dasar.!" Kesal Tiara karena Arja sudah bermain PS cukup lama.
__ADS_1
______________________________@$