
" Umm... Berani-beraninya ngejek suami...!!" kesal Arja mencubit pipi Tiara.
" Ah... Sudah ah. Aku mau tidur dulu yumm.." ujar Tiara pergi meninggalkan Arja sambil mengunyah makanan.
Arja membiarkannya dan kembali makan sambil menonton televisi.
Selesai makan Arja tidak kembali ke kamar tapi kembali menonton televisi karena ada acara bola.
Dia menyeduh kopi sendiri dan mengambil cemilan yang ada di kulkas.
" Ayo..!! Maju dikit...ahh..!" teriak Arja menyoraki tim favoritnya.
Pak Li yang mendengar sorakan Arja langsung keluar kamar.
" Tim mana lawan tim mana Ja.?" tanya Pak Li.
" Ini.... G sama F" jawab Arja
" Wah.... Bapak dukung F pokoknya...!!" semangat Pak Li ikut dukung di samping Arja.
" Wah... Kalau gitu kita sama dong pak.!" ujar Arja.
" Wah.. Bagus..." ujar Pak Li.
" Mau kopi pak.? biar Arja bikinin...." tawar Arja.
" Boleh...!" angguk Pak Li.
Arja ke dapur menyeduh kopi dan membawanya ke depan televisi untuk diberikan ke Pak Li.
Tiara yang didalam kamar merasa risih karena teriakan dari bapak dan suaminya. Sedangkan Bunda Lati sudah terbiasa dengan sifat suaminya yang gemar nonton bola.
" Mereka ini... berisik banget sih...!" kesal Tiara karena tidak bisa tidur.
__ADS_1
" Ja..!! Cepet tidur..!!" teriak Tiara dari lantai dua.
" Apaan sih... Lagi asik nonton Bola juga...." balas Arja.
" Berisik tau... Teriak-teriak... Dan Bapak juga... Udah tua malah ikut-ikutan teriak sangat kencang...!" marah Tiara.
" Kok Malah marah sama bapak.? Bunda kamu saja nggak masalah...!" ujar Pak Li tidak terima.
" Cepet tidur Ja... Biarin Bapak sendirian nonton Bola... Kamu belum mandi kan.? Airnya udah aku siapin.... Cepetan.. keburu dingin...!" ujar Tiara.
" Kamu tidur dulu saja.... nanti aku nyiapin air sendiri lagi aja....!" balas Arja.
Tiara mulai kehabisan kesabaran dan turun kebawah untuk menyeret Arja.
" Cepetan naik...!!" ujar Tiara menjewer kuping Arja.
" Ah.. Awww.. Iya...!" kata Arja nurut dan ikut naik ke atas sambil kupingnya dijewer.
Arja pun mandi terlebih dahulu sebelum ikut tidur bersama Putri dan Istrinya.
" Um.." jawab Tiara yang belum tidur karena menunggu Arja takut kembali lagi ikut bapaknya nonton bola.
" Umm... Lusa aku harus ke luar kota....!" ujar Arja.
" Um... Terus.?" tanya Tiara.
" Boleh nggak.?" tanya Arja minta izin.
" Boleh. Acara apa.?" tanya Tiara.
" Kerjaan..!" balas Arja.
" Kerja apa.? Dan aku mulai curiga.... Sebenernya Asisten Yuno itu asisten kamu yang bekerja dimana.?" selidik Tiara yang tadi siang di tanyai Mamanya Arja soal asisten Yuno.
__ADS_1
" Uh...Umm... Asisten Yuno itu... mengurus keamanan perusahaan.!" jawab Arja.
" Oh... Keamanan kok nempel ke kamu terus.? Dan... Papa kamu sepertinya nggak kenal dengan asisten Yuno...!" balas Tiara.
" Kamu ini nggak nyadar ya.... Kan sebelumnya kamu kecelakaan.. terus ada masalah di di karyawan... Dan... buat apa Papaku kenal dengannya.?" kata Arja menjelaskan.
" Umm... jadi lusa itu... urusan pekerjaan dari Papa kamu yang nyuruh.?" tanya Tiara.
"En...enggak.. kan bisnis aku banyak..." jawab Arja.
" Bisnis apa aja.?" tanya Tiara lebih lanjut.
" Ya banyak lah. sampai nggak inget... Ada hotel,bar,bodyguard,. pokoknya banyak lah..." ujar Arja yang malas menyebutkan.
" Lagian tumben kamu nanya pekerjaan aku.?" tanya Arja.
" Nggak ada apa-apa... cuman penasaran aja.!" balas Tiara membalikkan tubuhnya membelakangi Arja.
" Lusa mau ikut nggak.?" tanya Arja memeluk Tiara dari belakang.
" Boleh.? Emangnya nggak ganggu kamu.? dan siapa yang jaga Rara.?" tanya Tiara.
" nggak akan ganggu... dan kita juga ajak Rara sekalian aja." balas Arja.
" Emang ngurus kerjaan dimana.?" tanya Tiara.
" Um... Sebenarnya nggak diluar kota sih... tapi diluar negeri...!" balas Arja.
" Hah.?! Terus Kenapa tadi bilangnya diluar kota.? Mau bohongin aku.?" kata Tiara kesal mengahadap kembali ke Arja dengan muka marah.
" Um... Hehehe... kan sekarang udah jujur...!" jawab Arja yang tidak berani menatap ke Tiara.
" Kamu lama-lama suka bohong ya Ja...! Siapa sih yang ngajarin.?" kata Tiara mengingat dulu Arja penurut dan selalu jujur.
__ADS_1
"