GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
39


__ADS_3

Sore harinya Tiara langsung dibawa pulang kerumah karena sudah diperbolehkan bidannya.


Sesampainya dirumah Tiara langsung berbaring diranjang ditemani Arja dan orang tuanya Arja mengurus bayinya bersama Siti.


Bayu yang baru dengar kabar langsung mengajak istrinya Amel untuk menjenguk Tiara.


" Mel. Tiara sudah lahiran. kita jenguk yuk.!" ajak Bayu.


" wah... yang bener. cewek apa cowok.?" tanya Amel girang.


" cewek katanya" jawab Bayu.


" semoga saja bayi kita cowok. jadi bisa dijodohkan sama anaknya Arja." girang Amel yang tengah hamil empat bulan.


" ya... terserah kamu saja." balas Bayu.


" ya udah. ayo kita jenguk mereka. pasti anaknya cantik persis Bu Tiara." ujar Amel bersiap kerumah Arja.


" iya. Iya." kata Bayu senang melihat istrinya gembira.


Bayu dan Amel tiba dirumah Arja barengan dengan orang tuanya Tiara.


Mereka masuk bersama, pakli dan bunda lati menjenguk Tiara terlebih dahulu. sedangkan Bayu dan Amel melihat bayinya yang ditemani Cindy.


" wah.. beneran cantik persis ibunya. Cindy punya temen buat diajak bermain dong sekarang.!" ujar Amel.


" hehe iya kak Cindy sekarang punya teman cewek." balas Cindy girang.


" Aku nengokin Arja dulu ya.!" kata Bayu pada amel.


" barengan saja." kata Amel menggandeng tangan Bayu.


" Selamat Ja sudah jadi bapak.!" kata Bayu begitu masuk kamar dan bersalaman dengan Arja.


" makasih. kamu juga bakal nyusul. lihat perut Amel sudah besar." balas Arja.


" Iya. katanya pengen anak cowok biar bisa dijodohkan sama anak kamu.! haha" kata Bayu.


" semoga saja cowok. biar bisa jagain anak gue nanti.hahaha." balas Arja ikut tertawa.


" Bu Tiara kecapekan.?" tanya Amel melihat Tiara tidur.


" iya. baru saja sebelum pqk li dan bunda datang.!" kata Arja.


" oh... pasti kecapekan setelah melahirkan." kata Bayu paham.


Mereka berbincang hingga makan malam.


" yuk makan malam dulu. pasti Amel sudah lapar.!" ajak Arja.


" um.. baiklah." setuju Bayu.


mereka turun kemeja makan. dimeja makan pak li,bunda lati Landa dan Mama Wulan srta Cindy tengah menikmati makan malam.


" ayo bay. makan bareng sini." ajak Landa.


" baik Om. " jawab Bayu duduk di kursi.


" gimana kandungan amel. sehat.?" tanya Landa.


" sehat Om." jawab Bayu.


" syukurlah. semoga sehat selalu." ucap Landa mendoakan.


" ma kasih Om." jawab Amel.


Mereka menikmati makan malam bersama kecuali Arja.


Arja membawa makan malamnya keatas Untu makan bersama istrinya.

__ADS_1


" ini Ra. makan dulu." kata Arja menyuapi Tiara.


" kamu udah makan.?" tanya Tiara melihat Arja cuma membawa satu piring saja.


" aku belum lapar." jawab arja.


" kamu dari tadi pagi terus ngurusin aku, emang nggak lapar apa.?" tanya Tiara sedikit marah.


" iya. setelah ini aku makan." ucap Arja.


" baiklah." kata Tiara tenang.


" kamu belum kasih nama buat bayi kita Lo Ja.!" kata Tiara mengingatkan.


" eh iya.. aku hampir lupa." ujar Arja.


" gimana kalau... Rara Putri Lasmana.?" saran Arja.


" um... lasmananya diganti ya. masak cewek namanya cowok." kata Tiara tidak setuju.


" um. benar juga. kamu ada saran.?" tanya Arja mulai bingung.


" gimana kalau nanya papa kamu sama bapak aku untuk nama belakangnya.!" saran dari Tiara.


" baiklah. nanti aku bicarakan sama mereka." setuju Arja terus menyuapi Tiara.


Selesai menyuapi Tiara Arja turun kebawah untuk makan malam dan membicarakan tentang nama anaknya dengan keempat orang tuanya.


" pas Ja. gua pulang dulu ya... kasihan Amel kalau pulang kemalaman malah masuk angin." kata Bayu berpamitan.


" oh... baiklah. jagain istri kamu" balas Arja.


" pasti. Om.tant. kita pamit dulu ya.!" kata Bayu bersalaman dengan orang tuanya Arja dan Tiara.


" hati-hati dijalan. jagain istri kamu." nasihat Landa dan pakli.


Bayu keluar rumah dan masuk ke mobil bersama Amel yang sudah mengantuk.


" pa.pakli. Arja mau nanya. tadi kan tiara nanya soal nama bayi. tapi Tiara nggak setuju kalau namanya ada nama cowok. apakah papa. sama pak li ada saran.?" tanya Arja ragu-ragu.


" jadi kamu baru mikirin nama Ja.?" tanya Landa.


" iya. Arja kira anaknya bakal laki-laki." jujur Arja mengingat saat di cek dokter saat dikandungan sebelumnya anaknya laki-laki.


" kamu tadi ngasih nama siapa Ja.?" tanya pak li.


" Rara Putri Lasmana pak.!" jawab Arja.


" puffs Haha. pantesan istri kamu nggak setuju." tawa Landa mengingat dulu saat ingin menamakan Cindy dengan nama Lasmana juga dimarahin istrinya.


" dulu papa kamu juga gitu Ja. mau namain Cindy Lasmana tapi mama larang." sahut Mama Wulan.


" oh..." gumam Arja.


" gimana kalau nama belakangnya ganti Karina saja Ja." saran pak li.


" Jadi Rara Putri Karina.? bagus juga. aku setuju Ja. ikut nama ibunya." ujar Landa.


" baiklah kalau begitu. Arja keatas dulu untuk memberi tahukan Tiara dulu.!" kata Arja membawa piring dan air minum ke atas.


"Lihat Arja.! nggak mau ninggalin istrinya sama sekali." cemburu Mama wulan yang sering ditinggal Landa saat hamil.


" cemburu kok sama anak!" jengkel Landa karena disindir.


" Haha. sama kayak aku Lan." kata bunda lati ikut menyindir suaminya.


" eeits.. aku nggak ikutan.!" gurau pak li meninggalkan mereka berjalan kekamar.


"Haha. itu malu-malu gitu.!" tawa bunda lati.

__ADS_1


" aku juga mau nyusul." pamit bunda lati tidak mau obat nyamuk.


" kita.. nggak kekamar ma.?" goda Landa.


" hump... aku mau nemenin cindy.!" kata Wulan.


" huhu... Cindy nggak ngantuk?." tanya papa Landa pada Cindy yang fokus menonton kartun di televisi.


" nggak. papa tidur saja dulu kalau ngantuk." balas Cindy.


" humph.. ya sudah. papa tidur dulu saja.!" kesal Landa.


Arja dikamar sudah memberi tahukan Tiara soal nama anaknya dan Tiara setuju.


"Aku kembalikan piring ke dapur dulu ya." ujar Arja selesai makan.


" oh.baiklah. sekalian bawa Rara kesini ya... aku udah kangen." pesan Tiara yang dari tadi siang tidak bertemu anaknya.


" iya... sekalian nanti aku pindahin box bayinya kesini." balas Arja bahagia.


" um." angguk Tiara.


Arja membawa bayinya ke Tiara dan memindahkan box bayinya ke kamarnya.


" unyu. unyu. Rara.rara." oceh Tiara menimang anaknya.


" lihat ja. Rara gemesin." ujar Tiara sambil mencium pipi bayinya.


" nanti kalau Rara kehabisan nafas gimana. mendingan cium aku saja. aku juga gemesin." goda Arja yang tiga bulan nggak dapat jatah dari Tiara.


" uwek.... muka datar gitu gemesin dari mananya.?" ejek Tiara yang kesel melihat muka Arja selalu datar tidak bisa dibedakan sedih maupun bahagianya.


" uwek.uwek. tiap bangun tidur kamu mencium aku terus kan." ejek balik pada Tiara.


" Ge'r." acuh Tiara.


" anak bunda sayang..um.." gumam Tiara mencium bayinya terus.


" sudah... udah ngantuk Raranya." kata Arja nggak mau bayinya sesak nafas gara-gara dicium terus Tiara ( sekaligus cemburu hehe).


" nggak. aku masih pengen gendong." tolak Tiara.


" tapi Raranya udah ngantuk sayang." ucap Arja melihat mata bayinya terpejam.


" tapi..." rengek Tiara.


" besok kan masih bisa gendong. sini biar aku tidurin diboxnya. kata kak Usman tiap malam bayinya bakal nangis. jadi kamu cepetan tidur. biar nggak begadang terus.!" ujar Arja menaruh bayinya dibox.


" yang bener.? ya sudah kamu juga cepetan tidur sini." ucap Tiara tidak mau Arja kecapekan karena seharian mengurusnya dan bayinya.


" baiklah. Hua.." kata Arja mulai ngantuk.


Dan bener saja saat tengah malam bayinya menangis keras karena ngompol.


" Ja.. Rara nangis Ja." ucap Tiara menggoncang tubuh Arja.


" um.. eh.?" Arja langsung turun dari tempat tidur dan mengikuti Tiara.


" laaa ngompol rupanya. aku ganti popoknya ya sayang." ucap Arja pada anaknya.


" kamu nggak jijik Ja.?" tanya Tiara.


" buat apa jijik. orang anak aku sendiri.!" balas Arja sambil fokus mengganti popok anaknya.


" um.. baguslah." senang Tiara.


.......


...

__ADS_1


__ADS_2