
" Hallo.? Ada apa sih. Aku kan lagi ada kelas...!" tanya Arja Marah.
" Kamu tega bebar Ja.? Dulu kamu nggak pernah bentak aku sebelumnya?" jawab Tiara.
" Huh... Ada apa.?" ucap Arja sekali lagi dengan lembut.
" Itu... kamu makan siang dirumah.? Aku udah masak kesukaan kamu...?" tanya Tiara.
" Nggak. Aku makan dikampus saja. Kamu makan sendiri saja...." kata Arja langsung menutup telponnya.
Tiara menangis karena tidak kuat di cuekin Arja kayak begini.
---
Selesai kuliah Arja tidak pulang ke kediaman Lasmana karena tidak enak dengan kedua orang tuanya Tiara.
" Kamu pulang kesini Ja.?" tanya pak Li yang sedang menikmati kopinya di teras.
" Iya pak. Soalanya kangen tidur sama Rara.!" ujar Arja.
" Oh... Humm..." paham Pak Li.
Arja masuk kerumah dan bertabrakan dengan Tiara saat membuka pintu.
" Ah.. Arja. Kamu pulang kesini.?" kata Tiara langsung memeluk Arja.
" Iya. Kangen tidur sama Rara.!" jawab Arja dengan wajah dinginnya yang biasannya hanya ditujukan ke orang lain selain keluarganya.
" Kamu kok gini Ja..? Maafin aku dong...! Aku kan hanya bercanda...." ujar Tiara memohon maaf.
__ADS_1
" Bercanda kamu kelewatan. Aku nggak suka.!" jawab Arja langsung melepaskan pelukan Tiara dan berjalan menuju kamarnya dilantai atas.
Tiara mengikutinya terus dan menyuruh Bundanya untuk menjaga Rara sebentar.
Tiara mau membantu Arja melepas pakaiannya dan menyiapkan air untuk Arja mandi.
" Kamu jangan marah lagi ya Ja.!" ujar Tiara saat menggosok punggung Arja di bak mandi.
Arja hanya diam saja tidak membalas omongan Tiara.
" Ja...." panggil Tiara mencubit punggung Arja.
" Aww... Apaan sih. Kalau nggak mau gosok bilang saja. Nggak nyubit-nyubit segala. Sakit tau..." kata Arja membentak Tiara.
" Kamu.... Kamu jahat banget sih Ja.? Aku cuma mau minta maaf...!" kata Tiara meneteskan air mata.
Arja tidak mempedulikannya dan beranjak untuk membilas tubuhnya di bawah sower.
Setelah itu Tiara membantu mengeringkan rambut Arja dengan handuk.
Saat mengganti mengambil baju Tiara sengaja memakai lingerie yang dibelikan Arja dulu.
Tiara menindih Arja yang sedang berbaring di atas ranjang yang sedang bermain HPnya.
" Biarkan Istrimu melayanimu sayang...." Ucap Tiara menggoda Arja.
" Humm.." Balas Arja dengan senyuman dan meletakan ponselnya di meja disampingnya.
Tiara melanjutkan melepaskan pakaian Arja satu persatu dengan perlahan sambil menjilati tubuh Arja sesekali dan mulai percintaan.
__ADS_1
Percintaan mereka terhenti karena panggilan dari Bunda Lati.
Arja membukakan pintu setelah memakai celananya.
" Kenapa Bun.?" tanya Arja.
" Ini. Rara nangis nyariin Tiara." jawab Bunda Lati.
" Ohh... Rara nyariin bunda ya...?" ucap Arja mengambil putrinya dari gendongan mertuanya.
Setelah menyerahkan Rara, Bunda Lati langsung pergi ke bawah agar tidak menggangu Aja dan Tiara baikan.
" Rara.... Lapar yaa.?" tanya Tiara yang sudah membersihkan diri dan berganti pakaian.
" Kamu jangan marah sama aku lagi ya Ja... Aku nggak kuat soalanya kalau kamu cuekin.!!" ujar Tiara.
" Terus... Kamu kira aku kuat kamu cuekin.!" tanya balik Arja.
" Ya... maaf. Lagian kamu maksa aku saat aku belum sembuh..." balas Tiara mengingat Arja pernah menyetubuhinya bulan lalu saat masih belum sembuh.
" Itu kan juga buat terapi kamu.... dan... setelah itu kamu juga ada perkembangan kan.?" kata Arja memberikan alasan.
" Pokonya kamu nggak boleh marah sama aku lagi....!" kata Tiara dengan nada tinggi.
" Iya. Iya... Asal kamu melanjutkan adegan tadi nati malam..." balas Arja.
" Nggak. Nggak ada nanti malam. Aku nanyi malam mau tidur awal..." tolak Tiara.
" Ya sudah. Kalau begitu aku nggak bakal maafin kamu.....!!"
__ADS_1
BERSAMBUNG........!!!!!
___________________________________________@$