
Tiara dan Arja beserta putrinya kini sudah ada didalam sebuah Mall.
" Kenapa mesti ke Mall sih Yang.?" tanya Arja.
" Kan di Mall ini lengkap... Nanti kita gantian ke salonnya.... Kamu ajak Rara bermain terlebih dahulu mandi bola disana....!" kata Tiara sambil menunjuk ke arah tempat yang ramai akan anak-anak.
" Hah.! Serius.?" tanya Arja tidak percaya karena tempat bermain itu hanya dikunjungi ibu-ibu dan anak-anak.
" Serius dong.... Rara main sama papi dulu ya.... Bunda mau ke salon sebentar..." Kata Tiara menciumi wajah putrinya.
Rara meronta-ronta saat melihat anak-anak yang bermain dengan gembira. Arja pun mengajaknya untuk ikut bermain.
" Pa..pa..." oceh Rara senang.
" Istrinya mana pak.?" tanya Ibu-ibu.
" Hehehe.... Lagi ke salon... Ini saya gantian ngejagain Putri saya..." jawab Arja tersenyum canggung.
" Wah.... Kalau suami saya mah nggak bakal mau...!!" ujar Ibu-ibu lainya memuji Arja.
" Hehehe." canggung Arja malu karena dirinya saat ini ikut bermain bersama anak-anak lainya. Arja takut kalau Rara terdorong dengan anak-anak lainya, soalnya Rara yang terkecil dari anak-anak yang bermain di sana.
Setelah menunggu selama beberapa Jam. Akhirnya Tiara selesai melakukan perawatan.
" Lama banget sih... Rara sampai bosan nih..." Kesal Arja.
" Iya.Iya Maaf.!" kata Tiara mencium wajah Arja.
__ADS_1
" Ya sudah.... Buruan gih... Potong rambut..!!" perintah Tiara.
" Hehehe.... Baiklah.!!" senang Arja karena dicium Tiara.
Arja segera masuk kedalam salon untuk mencukur rambut dan kumisnya yang lebat.
" Itu tadi suami ibu ya...? Hebat banget... mau jagain anak sampai ikutan main didalam situ..." puji ibu-ibu.
" Hehehe.... Ma kasih Bu." senang Tiara.
" Gimana sih Bu, Biar suami nurut sama istri.?" tanya Ibu-ibu itu pada Tiara.
" Hehehe.... Suami saya emang sudah bertanggung jawab Bu... Saya juga nggak tau... Tapi kalau ibu-ibu mau suaminya nurut..... Paksa saja...kalau nggak mau, Nggak usah kasih jatah malam..." ujar Tiara.
" Wah. Kalau itu mah, saya nggak berani Bu... Takut kalau suami saya malah mencari perempuan lain untuk melampiaskan hasratnya..." balas Ibu-ibu itu.
" Jadi suami ibu, ngikut ibu.?" kaget Ibu-ibu itu.
" Eh. Bukan begitu. Maksud saya.... Semua uang punya suami saya.... bakal dikasih ke saya... Makanya saya bilang dia miskin..." kata Tiara membenarkan kata-katanya.
" Oh..." paham Ibu-ibu itu.
Tiara mengobrol dengan ibu-ibu itu cukup lama hingga Arja selesai.
" Sudah yang.!" kata Arja.
" Begini kan Tampan... Yuk kita belanja..!!" puji Tiara saat melihat Arja.
__ADS_1
" Nggak makan siang dulu..? Aku udah lapar soalnya...!" balas Arja.
" Baiklah.!" jawab Tiara menyetujui.
Arja dan Tiara bergandengan tangan sambil menggendong putrinya pergi ke restoran yang ada didalam Mall untuk makan siang.
" Mau makan apa.?" tanya Arja.
" Um.. terserah kamu saja..." jawab Tiara.
Sore hari.
" Kok baru pulang Ra.? Ini hampir malam loo..." ujar Bunda Lati.
" Maaf Bun. Tadi disalonya ya lama soalnya..." jawab Tiara.
" Salon apa.!! Belanjanya yang lama...." kesal Arja keluar dari mobil sambil membawa sebagian barang belanjaan.
" Banyak banget Ja. Emangnya beli apa saja.?" tanya Bunda Lati kaget.
" Didalam masih ada Bun. Arja juga nggak mengerti ini apa.!" jawab Arja.
" Kamu ini Ra.... Suak banget nyusahin suami kamu..." kata Bunda Lati menasehati Putrinya.
" Hehehe... Biarin Bun." balas Tiara.
bersambung....!!!!!!!!!
__ADS_1
@$