GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
31


__ADS_3

Atas saran Arja, Bayu ingin mencoba ngomong ke orang tuanya.


" pa... aku setuju pa. kalau harus nikah.!" kata Bayu saat makan malam.


" HAH.? beneran.? nikah bukan buat main-main Lo..!" ragu papanya.


" iya pa. Bayu yakin.!" tegas Bayu.


" ya sudah. besok kita omongin dengan orang tuanya Amel. kamu istirahat dan persiapkan diri saja.!" ujar papanya.


" baik pa.!" nurut Bayu.


Bayu menelpon Amel untuk memberitahukan soal dia setuju di balkon kamarnya.


" halo Mel. aku udah setuju buat nikah sama kamu.!" kata Bayu langsung ke intinya.


" beneran.? kalau karena desakan orang tua kamu, mendingan jangan dulu.!" kata Amel tidak percaya.


" aku sungguhan Mel, dan ini juga dari aku sendiri kok. bukan karena desakan orang tuaku.!" jelas Bayu.


" baiklah.! nanti aku akan ngomong sama ayah aku.!" kata Amel gembira.


" ya." balas Bayu menutup telpon.


**


" Gimana Ra. enak nggak.?" tanya Arja yang tengah memijat Tiara didepan TV.


" um.. enak Ja..! leher Ja.. akh..!" ujar Tiara menikmati saat dipijat Arja.


Tok..tok..!


" eh. ada yang ngetuk pintu Ra.. aku bukain dulu ya..!" ucap Arja.


" oh. baiklah." jawab Tiara.


" siapa ya...?" tanya Arja membuka pintu.


" Eh.. pak li. bunda.!" kata Arja kaget dan langsung bersalaman dengan kedua mertuanya.


" iya nak Arja.!" kata pak li.


" kok nggak bilang mau kesini.? kan Arja bisa jemput.!" tanya Arja.


" nggak papa nak Arja. kan nak Arja harus melayani Tiara.!" ujar pak li.


" hehehe.. iya pak li. ayo masuk.!" kata Arja mempersilahkan masuk kedua mertuanya.


" Tiara.!! selamat nak kamu sudah hamil.. bentar lagi bunda bakal punya cucu.!" ujar bunda lati memeluk Tiara.


" Eh. bunda kok kesini gak bilang-bilang.?" tanya Tiara kaget.


" kan kejutan.!" jawab bundanya.


" bapak juga kesini.!" kata Tiara melihat bapaknya.


" iya dong.! kan bapak satu paket dengan bunda kamu.!" canda pak li.


" berarti aku udah gak sepaket lagi..?" tanya Tiara.


" kamu kan udah sepaket dengan arja sekarang.!" balas pak li membuat wajah Tiara memerah.


" apaan sih. bapak sana bunda udah makan.? tadi Arja masak banyak, kalau bapak dan bunda lapar makan saja. masakan Arja enak Lo..!" kata Tiara mengalihkan topik.


" wah.. kebetulan sekali bapak sudah lapar.!" kata pak li pergi kemeja makan.


" wah.. pantesan kamu makin gemuk. pasti dimanja Arja terus.!" tebak bunda lati.


" bunda!! mendingan bunda ikut makan sama bapak saja !!" kata Tiara dengan wajah malu.


Arja sangat senang karena usahanya memanjangkan Tiara dipuji oleh mertuanya.


" apaan sih.? malah senyum-senyum sendiri. kerasukan ya.?" tanya Tiara pada Arja.


" hah..? siapa yang kesurupan.? mau aku pijitin lagi.?" tanya Arja.


" nggak. kan ada bapak sama bundaku." jawab Tiara.

__ADS_1


" terus Kenapa.?" bingung Arja.


" nggak kenapa-napa. nanti saja dikamar.!" kata Tiara.


" kalau dikamar pijitnya beda Lo..!" goda arja Menaik-turunkan alisnya.


" nggak ada yang beda.! kamu nanti tetap lanjut pijit leherku.!" balas kesal Tiara.


" iya-iya.!" kecewa Arja yang tidak mau memaksa Tiara.


" pak,bunda, saya dan Tiara mau ke kamar duluan ya.! tiara sepertinya sudah ngantuk.!" ucap Arja.


" oh... baiklah.! emang saat hamil pasti butuh banyak istirahat.!" balas bunda lati.


" terima kasih bun!" kata arja beranjak ke kamar menggandeng tiara.


saat sudah masuk kamar Tiara langsung tengkurap diranjang untuk lanjut dipijit Arja.


" cepetan Ja..!" kata Tiara menepuk lehernya.


" baiklah.!" jawab Arja dengan nada malas.


" ukh... enak Ja. uhhuu..." desah Tiara.


Setelah Arja memijit Tiara langsung menutup mata dan tertidur.


" hiz... dasar.!" desah Arja membalikkan tubuh Tiara.


" selamat malam.!" kata Arja menyelimuti dan mencium bibir Tiara.


Karena haus Arja turun untuk mengambil air.


" eh. Tiara sudah tidur Ja.?" tanya bunda lati.


" sudah bun.!" jawab Arja mengambil botol dikulkas.


" ya sudah.! kamu juga cepetan tidur ! pasti capek karena mengurus Tiara.!" ujar pak li.


" iya pak, ini cuma ambil minum saja.!" jawab Arja.


Arja balik ke kamar dan melihat Tiara yang tidur hanya menggunakan bra dan celana pendek.


" hah.?!" kaget Arja saat masuk ke kamar.


" apa nggak kedinginan.? dan cepet banget ganti bajunya.? padahal tadi sudah tidur.!" kata Arja bertanya-tanya.


"Ra.Ra. kamu nggak kedinginan.?" tanya Arja lembut.


" ehm... nggak. aku malah gerah.!" jawab Tiara dengan mata terpejam.


" emm.. kalau kamu tidur begini aku... bagaimana aku tidur.?" tanya Arja yang sudah tidak bisa menahan nafsunya.


" kan tinggal berbaring dan menutup mata saja.! kok masih bertanya.!" balas Tiara.


" huh... baiklah.!" ucap Arja ikut berbaring di samping Tiara dan memejamkan mata.


" ukh. Ra..!" desah Arja kaget saat tiba-tiba dipeluk Tiara.


" diam.!" ucap Tiara mengelus badan Arja yang keras.


" um... Ra. kamu ngapain sih. kalau terus begini aku nggak bisa nahan loh..!" ucap Arja sambil menahan agar tidak teransang.


" untuk apa ditahan.?" kata Tiara merogoh celana Arja.


" ha...?" bingung Arja dan terus memejamkan mata.


" kamu yakin Ra.? ukh.." tanya Arja yang sudah mulai tidak bisa menahan.


" tentu saja yakin.! aku ingin makan kamu.!" bisik Tiara menggoda ditelinga Arja.


" baiklah.!" aku serahin tubuhku padamu saja.!" kata Arja pasrah.


"oh... baiklah.!" ucap Tiara meraba badan dada Arja dan menggigitnya.


" ukh.!" desah Arja.


" um.. sudah.!" kata Tiara dan tidur di samping Arja.

__ADS_1


" hah.? kok sudah.?" tanya Arja.


" aku udah ngantuk.!" jawab Tiara sambil tersenyum puas.


" kamu ngerjain aku. ya...?" tanya Arja kesal.


" hehehe.!" senyum Tiara.


" ya sudah.! kamu tidur saja.! aku ke kamar mandi dulu!" kata Arja dengan nada marah.


" buat apa kekamar mandi ?" tanya Tiara dengan nada mengejek.


" ingin buang air.!" jawab Arja beralasan.


" jangan menghabiskan sabunya.! hahaha" ejek Tiara puas mengerjai Arja.


" huh.!" kesal Arja.


Saat sudah puas Arja keluar dari kamar mandi dan berbaring membelakangi Tiara.


" sudah puas Ja.?" tanya Tiara.


tapi tidak dijawab Arja yang marah karena dikerjai oleh Tiara.


" Ja...!" panggil Tiara karena tidak dijawab Arja.


" kamu marah.?" tanya Tiara. dan masih belum mendapat jawaban.


" Ja.!" panggil Tiara membalikkan badan Arja.


Arja yang ditarik Tiara pura-pura tidur.


" huh. sudah tidur rupanya.!" kesal Tiara yang takut kalau Arja marah padanya.


"selamat malam.!" kata Tiara dengan nada kesal dan ikut memejamkan mata.


**


pagi hari.


Arja bangun terlebih dahulu dan memasak makanan untuk sarapan dibantu bunda lati yang terbangun saat mendengar Arja memasak.


Selesai memasak Arja langsung mandi untuk bersiap kuliah dikampus.


Tiara bangun saat mendengar suara gemericik air dari kamar mandi.


" Ja. kamu didalam.?" tanya Tiara dari luar kamar mandi.


"......"


" Ja.!" panggil Tiara lagi.


Arja keluar kamar mandi tanpa menghiraukan Tiara didepannya.


karena sudah kebelet, Tiara tidak menghiraukan sikap Arja.


saat Tiara keluar dari kamar mandi Arja sudah selesai berpakaian dan beranjak ke bawah untuk sarapan.


" hum. kenapa sikap Arja aneh.? biasanya di semangat untuk mengeringkan rambutku.?" bingung Tiara yang mulai menyadari sikap Arja.


saat Tiara turun Arja sudah selesai sarapan.


" pak li. Tolong antar Tiara ke sekolah ya.! saya buru-buru karena harus kerumah teman saya untuk mengambil surat izinya.!" pinta Arja pada pak li.


" teman kamu kenapa Ja.?" tanya pak li penasaran.


" oh. dua Minggu lagi dia menikah pak.!" jawab Arja.


" oh. ya sudah. biar Tiara bapak yang antar.!". kata pak li mengizinkan.


" terima kasih pak.! kalau begitu saya berangkat dulu.!" pamit Arja bersalaman dengan kedua mertuanya.


" eh. sudah mau berangkat ja.?" tanya Tiara sat melihat Arja bersalaman dengan orang tuanya.


" iya. nanti kamu diantar sama bapak.!" jawab Arja memberikan tangannya.


" oh. baiklah.!" balas Tiara mengecup tangan Arja.

__ADS_1


__ADS_2