GURUKU ISTRIKU

GURUKU ISTRIKU
44


__ADS_3

Arja sedang mengajari kakaknya memasak.


Karena Usman serius belajar, akhirnya dia bisa masak nasi goreng udang.


" nih yank... nasi goreng udang buatanku. ayo dicoba..." ujar Usman menyerahkan nasi gorengnya.


" humm... harum..." puji Siti saat mencium makanan didepannya itu.


" buat aku mana Ja..?" tanya Tiara pada Arja yang tidak membawakannya makanan.


" kamu kan nggak minta.! kamu cuma nyuruh aku buat ngajari kak Usman saja." kata Arja sambil menaikkan bahunya.


" huh... nggak peka banget sih.." omel Tiara sambil mencubit pipi putrinya.


" itu yang... Arsya lihatin kamu makan. kasih dong.." kata Usman yang kasihan melihat putranya hampir ngiler melihat mamanya.


" oh.. Arsya pengen ya..? sini aaa" ujar Siti menyuapi putranya itu.


" Ra... kita pulang yuk.." ajak Arja yang nggak mau disuruh ngajarin Usman lagi.


" kenapa buru-buru Ja.?" tanya Usman.


" aku capek kak. mumpung libur aku mau tidur dulu... baru siang nanti kekantor papa." jawab Arja sambil menggendong putrinya.


" kamu ini.. pagi-pagi tidur.! mendingan ajak Tiara sama anakmu liburan atau jalan-jalan kemana gitu.." ujar Usman.


" Minggu depan jalan-jalannya. mingu ini aku dirumah saja.!!" jawab Arja sambil menciumi hidung putrinya.


" ya sudah." kata Usman.


Arja dan Tiara pulang kerumahnya. sesampainya dirumah Arja tidur di sofa depan TV, sedangkan Tiara mengawasi Rara yang sudah mulai belajar merangkak.


**


Arja selesai beriap untuk pergi ke pesta ulang tahunnya Violin dan menunggu Tiara berdandan.


setelah Tiara selesai berdandan mereka bertiga langsung ke pesta ulang tahunnya di hotel bintang lima.


Sesampainya di hotel Arja memarkirkan mobilnya di parkiran VIP karena Arja juga berinvestasi di hotel tersebut.


Saat keluar mobil Arja langsung dikawal oleh barisan bodyguard layaknya raja yang dikawal para prajuritnya.


Arja yang menggendong Rara dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kiri menggandeng tangan Tiara yang membuat iri semua wanita yang melihatnya.


Karena Arja nggak suka diliput wartawan. Sebelum Arja keluar mobil tadi, para wartawan sudah disuruh minggir terlebih dahulu dan kalau melanggar bakal kena konsekuensinya.


" selamat datang tuan muda Arja, nyonya muda Tiara." sapa papanya Violin dengan ramah layaknya penjilat profesional.


" hum " angguk Arja dingin dan berjalan masuk tanpa mempedulikan papanya Violin itu.


" Vio.. nanti jaga sikap kamu didepan tuan muda Arja.!" bisik papanya ditelinga Violin yang masih fokus terpukau ketampanan Arja.


" Ja.. aku kasihin kado dulu ya..." ujar Tiara melepaskan gandengan Arja dan berjalan kearah Violin.


" Violin.. ini..kado dari ibu.." kata Tiara menyerahkan kadonya.

__ADS_1


" eh.. um.. makasih Bu..." balas Violin.


"terima kasih nyonya muda. udah mau ngasih kado buat Putri saya.." kata Papanya Violin.


" sama-sama om. lagian viol juga mantan murid saya kok...ya sudah. aku balik ke Arja dulu kalau gitu." kata Tiara Setelah Violin menerima kadonya dan pergi menemani Arja.


" udah ngasih kadonya.?" tanya Arja.


" sudah..." jawab Tiara.


" ya sudah. kita disini dulu saja." ujar Arja.


Saat di acara dansa Arja diundang Violin berdansa bersama dengan alasan teman sekelas.


Arja pun langsung menolaknya mentah-mentah dan membuat Violin maupun keluarganya malu.


Karena Arja merasa terganggu akhirnya dia memutuskan pulang bersama Tiara dan Putrinya yang sudah rewel karena mengantuk.


Para bodyguard langsung berbaris disampingnya lagi saat berjalan ke mobil.


" oukh... capek banget ngeladenin para penjilat tadi.." keluh Arja begitu duduk di dalam mobil.


" hush... kamu itu ya... jangan ngehina orang dibelakang mereka." kata Tiara menasehati suaminya.


" baiklah.." paham Arja dan berfikir untuk langsung ngomong didepan para penjilat itu langsung.


" kita langsung pulang saja Ja.." kata Tiara yang sedang menggendong putrinya yang sudah tertidur.


" iya... aku juga udah ngantuk.." setuju Arja langsung mengemudikan mobilnya kearah pulang.


-----


" awas kamu jaa... aku udah nggak peduli lagi cara aku jahat atau nggak. kalau aku sengsara kamu juga harus sengsara hahahaha" rawa jahat Violin membuka heandphonenya dan menghubungi seseorang.


" hallo aku butuh kamu buat nyulik seorang perempuan. nanti aku kirim datanya." kata Violin.


" baik nona.." balas orang tersebut.


" kita lihat saja nanti Ja..." kata Violin tersenyum licik menutup telponnya.


----


sesampainya dirumah Arja menggendong putrinya masuk kedalam rumah diikuti Tiara dari belakang.


" kok cepet banget Ja.?" tanya bunda lati heran.


" iya bun. ini Rara ngantuk tadi.." jawab Arja yang menggendong putrinya.


" oh.. " paham bunda lati.


" oh ya Ra... Masakin aku makanan dong. lapar nih.." pesan Arja sambil menggendong putrinya masuk kedalam kamar.


" baiklah.." malas Tiara karena dia sudah mengantuk.


Setelah berganti pakaian Tiara langsung memasak untuk arja. sedangkan Arja sendiri tengah mandi karena kena ompol dari putrinya saat menggendongnya tadi.

__ADS_1


Saat Arja turun kemeja makan, Tiara sudah selesai memasak bihun goreng.


" kamu nggak ikut makan Ra..?" tanya Arja melihat Tiara sedang menonton televisi bersama bundanya.


" nggak ah. aku udah ngantuk.. nggak napsu makan hoam.." balas Tiara sambil menguap bersandar disofa.


" kenapa nggak dikamar saja..?" tanya Arja.


" disini saja. aku mau nemenin bunda.." jawab Tiara yang terbiasa menonton televisi bareng bundanya.


" oh.. bapak udah tidur bun.?" tanya Arja sambil menyantap makanannya.


" sudah..." jawab bunda lati tanpa menoleh karena adegan drama yang ditonton lagi tegang.


Selesai makan Arja ikut menonton televisi.


" bunda kekamar dulu ya.. udah ngantuk." kata bunda lati.


" iya bun. kamu nggak mau kekamar Ra.?" tanya Arja yang sebenarnya sudah ngantuk berat Setelah makan.


" baiklah... gendong kekamar ya..!" pinta Tiara karena mager.


" huh... baiklah. dasar manja. kamu iri sama Rara tadi ya..?" ejek Arja.


" nggak lah... aku cuma males gerak saja." balas Tiara mengerucutkan bibirnya.


" mau gendong depan atau belakang.?" tanya Arja setelah mematikan televisi.


" umm... belakang deh..." jawab Tiara yang mengingat saat digendong dibelakang Arja dia bisa bersandar dipunggungnya yang nyaman.


" ayo..." kata Arja berjongkok didepan Tiara.


" ukh... kok kamu tambah berat sih.." keluh Arja yang keberatan menggendong Tiara.


" biarin..." jawab Tiara.


sesampainya dikamar Arja langsung berbaring diranjang.


" kamu jangan tidur dulu dong Ja.." kata Tiara menggoncang tubuh Arja.


" ada apa lagi sih...? aku kan udah capek.?" tanya Arja lembut.


" temanin aku main game dulu yuk... aku belum ngantuk nih.." pinta Tiara menyerahkan ponsel Arja.


" tapi aku udah ngantuk Ra..." balas Arja.


" pokoknya kamu harus nemanin aku main game sekarang. kalau nggak mau kamu tidur dibawah saja..!" ancam Tiara memukul-mukul Arja yang sudah masuk kedalam selimut.


" iya.. iya. rewel banget sih... jangan-jangan kamu hamil ya..?" curiga Arja mengendus-endus istrinya.


" gila ya... orang sore tadi aku datang bulan. dikatain hamil.." oceh Tiara tidak terima.


" oh... pantes." paham Arja.


" cepetan itu buka gamenya..!" perintah Tiara yang sudah membuka game di HPnya sendiri.

__ADS_1


Arja hanya bisa menuruti permintaan istrinya karena dia sendiri nggak mau tidur dilantai dan tidak bisa tidur sambil memeluk tubuh Tiara.


______________________________________________


__ADS_2