Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"Andres?"


__ADS_3

Andra berdiri tepat di jenazah mendiang Maminya, menatap begitu lama dan pilu ketika melihat sang Mami sudah tertutup kain putih. serta melihat penampakan sosok sang Papinya yang berlinangan air mata serta isakan tangis pilu yang menyayat hati, pedih dan perih. sang Papi pun kemudian bergrgas pergi yang dipapah oleh Omnya.


Andra hancur dan berantakan, sampai ia berjalan mundur dan bersandar di tembok. tubuhnya terkulai lemas sampai ia terduduk di ubin, lalu terdengarlah suara isak tangis pecah yang terasa sangat perih. ia juga mengacak-ngacak rambutnya sampai berantakan, kemudian berteriak yang ia bisa meskipun semua orang takan pernah bisa mendengar teriakannya itu.


bahkan cuplikan saat masa kecil, keluarganya yang utuh dan bahagia bermain ditaman yang di penuhi canda tawa. sangat menyakitkan jika mengingat masa lalu yang indah itu. sebuah nostalgia yang akan menjadi kenangan tak terlupakan sepanjang sejarah, meskipun ia sudah tak memiliki jiwa seutuhnya lagi.


esoknya adalah hari pemakaman sang Mami, setelah selesai di kebumi kan, satu persatu kerabat meninggalkan lokasi, begitupun dengan para sanak keluarga yang bergegas pergi dengan hati pilu mereka masing-masing. dengan kepingan luka yang tersisa.


di pemakaman hanya menyisakan sang Papi dan juga kakak kandung Andra yang baru saja pulang dari Australia. mereka saling berpelukan dalam tangisan yang teramat dalam. rasa tak percaya dan rasa ketidak adilan kini bersarang dalam benak mereka masing-masing. istri dan anak dan sekaligus adik bagi sang kakak telah pergi, membuat hati mereka begitu teriris teramat parah.







Andres Mahesa Dirlangga, kakak kandung Andra Mahesa Dirlangga alias kakak kembar Andra. Yang memutuskan bersekolah diluar negeri, Australia. sebenaranya Andres tidak ingin berpisah dengan Andra, begitupun sebaliknya. hanya saja Andres yang begitu terobsesi untuk hidup mandiri, memutuskan untuk bersekolah diluar. bersekolah dan juga bekerja disana sebagai barista kopi. Andres dan Andra memang kembar, namun dari segi sikap Andres cenderung mandiri dan juga memiliki obsesi, sedangkan Andra memiliki sikap manja tapi penyayang. keduanya berpisah sejak tiga tahu lalu, ketika memasuki sekolah menengah atas. agak sulit untuk berpisah karena mereka berdua memang saling ketergantungan, namun karena Andres yang memiliki jiwa petualang berusaha pelan-pelan untuk berjalan seorang diri. sampai akhirnya mereka berdua benar-benar di pisahkan, Andra harus pergi lebih dulu karena meninggal dunia. dan kini pun Maminya telah pergi untuk selama-lamanya.


jangan tanyakan betapa hancur hati, dan hilang gairah kehidupan. namun, meskipun kehidupan buruk semuanya harus tetap berlanjut dan jangan kalah oleh keadaan.



tangisan Andres pecah di pemakaman, matanya memerah dan pipinya basah oleh air mata yang berlinang. berkali-kali ia mencoba tegar dengan menghapus cepat titik-titik air mata itu, namun ia tak bisa menyembunyikan kesedihan dengan pura-pura tegar.


__ADS_1


perbedaan Andres dan Andra bisa dilihat dari gaya rambutnya. Andres cenderung memiliki rambut agak gondorong sementara Andra memiliki potongan rambut pendek dan juga rapih. Andres memiliki jiwa rock n roll sedangkan Andra memiliki jiwa cool dan calm.



meskipun kembar, mereka berdua memang memiliki perbedaan meski begitu mereka berdua memang saling menyayangi.


*****


Pagi yang cerah dengan sinar matahari yang masuk lewat celah jendela kaca. Lia membuka matanya berat, dan mulai mengintip waktu di jam ponsel. pukul 8 pagi, kenapa ia bisa bangun kesiangan seperti ini? apa ini karena efek ia sakit?


dan tentang mimpi semalam, kenapa ia bisa mimpi aneh dan sangat tak masuk akal? bahkan alur dalam mimpi itupun sebagian sudah terlupakan dan tak bisa mengingatnya lagi.


Lia mulai mengumpulkan kesadaran, memiringkan tubuh dan melihat bahwa disebelahnya tak ada sosok Andra lagi. Lia menghela napas panjang. Andra di mana dia?


"Andra,"Lia memanggil lirih dan hampir menangis.


melirik sekitar, dan mulai ketakutan. jadi Andra benar-benar pergi dan takan kembali lagi?


Apa itu benar-benar nyata bahwa mereka berdua telah bertengkar?


rasanya kenapa dadanya begitu sesak setelah mengingat pertengkaran itu? Lia benar-benar menyesali apa yang ia katakan pada Andra, dan bodoh ia tak mendengarkan penjelasannya lebih dulu. jika ia mendengarkan, mungkin kisah cinta mereka berdua takan berakhir teragis seperti ini.


Dimana hantu tampan itu? lambat laun entah sejak kapan, air mata yang menggantung mulai turun membasahi pipi. menguatkan kebenaran bahwa Andra memang benar telah meninggalkannya dan Lia kembali sendirian.


Lia beringsut dan berjalan kearah jedela yang sudah ia buka tirainya. menampakan cahaya masuk memenuhi ruangan, sangat cerah. mengingatkan bagaimana kedatangan Andra dengan cahayanya.


dulu ia tak pernah merasakan apa itu cinta, namun seiring watu berubah setelah mendapati kehadiran Andra dalam hidupnya. Lia mulai merasa kehilangan dan merindukan warna-warni itu, emosi, umpatan, canda tawa, bahkan saling mengungkapakan cinta. dan semuanya terasa hambar setelah ucapannya yang menyakiti hati Andra.


"Li, apa kau memikirkan sesuatu?"

__ADS_1


Lia melirik ketika Bayu bertanya yang kini tepat disampingnya entah sejak kapan. Bayu mengamati ekspresi wajah adiknya itu dengan lama dengan tatapan khawatir, mata adiknya itu terkihat bengkak seperti sudah menangis semalaman.


Lia menjawab dengan seulas senyuman terpaksa."Dia sudah pergi,"


"Pacarmu?"


Lia hanya mengangguk dengan tatapan lurus, dan pikirannya yang hanya di penuhi sosok Andra.


"Memangnya dia pergi kemana?"tanya Bayu sembari mengelus rambut panjang adiknya itu dengan sorot mata khawatir.


"Tidak tahu,"jawab Lia seraya menggeleng lemah.


"Pasti dia akan kembali,"sang kakak berusaha menyemangati seraya senyuman tersungging.


"Sepertinya tidak,"gumam Lia pelan seraya tersenyum pilu.


"Apa, Li? aku tidak dengar, suaramu pelan sekali. seperti gumaman, aku tidak mendengar dengan jelas,"Bayu mencondongkan kepalanya pada Lia, kemudian ia pun meraih kedua bahu Lia agar mereka saling berhadapan.


"Aku tidak tahu dia kapan kembali,"sahut Lia memperjelas kalimatnya, kemudian ia langsung menundukan kepalanya berusaha untuk menyembunyikan suaranya yang terdengar bergemetar.


bahkan Lia bisa merasakan ketika Bayu langsung memeluknya dengan rasa sayang, dan mengusap punggungnya untuk menenangkan sekalipun kini tubuh Lia bergemetar dan mulai menangis lagi.


"Ceritakan padaku, apa yang terjadi."bisik Bayu seperti ikut merasakan duka sang adik yang sedang dialami.


"Aku tidak bisa menceritakan ini padamu,"sahut Lia dengan suara serak.


"Tapi kenapa?"tanya Bayu setelah melepaskan pelukannya dan menatap sepasang mata Lia yang sudah memerah.


Lia tak menjawab, ia hanya menggeleng seraya menghapus air matanya cepat, lalu tersenyum tipis.

__ADS_1


"Aku ingin jalan-jalan keluar, apa kau ingin menemani ku?"kata Lia berusaha untuk menghalau segala kesedihannya.


"Hm. tentu."Bayu mengangguk seraya tersenyum lalu memeluk sang adik kembali.


__ADS_2