Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"Magic Hour"


__ADS_3



Hari-hari berlalu, sudah lima hari Lia dan Andres tidak bertemu karena Andres sibuk dengan aktivitasnya di Jakarta. Dan Andres memutuskan untuk menghubungi Lia dan meminta untuk bertemu. Dan kini Andres dan Lia sedang berada disuatu tempat yang sangat indah, mereka berdua duduk di ayunan kayu mereka masing-masing seraya menikmati ice cream dengan danau berada didepannya, memberikan kesan romantis tersendiri. Lia terlihat begitu sangat senang dan bahagia ekspresi itu terpatri diwajahnya, memainkan ayunan dengan tawa serta sesekali menikmati ice cream yang hampir tandas di tangannya. Sementara sedari tadi Andres hanya memainkan ayunan dengan ritme pelan, bahkan ice cream di cup itu hampir mencair. Andres seperti sedang memikirkan sesuatu dan tenggelam dalam lamunannya sendiri. Lia terus mengoceh bercerita sesuatu, kemudian melirik kearah Andres setelah Lia sadar bahwa Andres tidak menyahut sama sekali ketika ia memanggil namanya.


Lia menghentikan ayunannya yang bergerak sedari tadi, mencondongkan kepala dengan kening alis bertaut bingung setelah melihat ekspresi Andres. Semenjak di dalam mobil Andres cenderung pendiam tak biasanya. Lia pikir Andres akan lebih baik setelah sampai disini, tapi nyatanya Andres masih saja diam. Bahkan kali ini sambil melamun.


"Andres,"panggil Lia sekali lagi. Namun, lagi-lagi Andres tak menyahut. Lia menghela napas dan mencoba memanggil Andres kembali. "Andres?!"panggil Lia lagi kali ini lebih lantang dari sebelumnya.


Andres tersadar dari lamunannya kemudian menengok kerah Lia dengan sedikit terkejut."Ah, iya Li. Ada apa?"tanyanya seraya tersenyum, atau terpaksa tersenyum.


"Kau kenapa Andres?"tanya Lia mulai bete, bertanya setelah ice cream miliknya tandas.


Andres tertawa kecil lalu menggeleng."Aku tidak kenapa-kenapa, Li."jawabnya berbohong.


"Lalu kenapa kau melamun terus, apa yang kau pikirkan?"tanya Lia mengedikan dagu kesal.


"Aku tidak memikirkan apapun,"lagi-lagi Andres berbohong.


Lia berdecak sambil memutar bola mata malas. "Aku melihatmu sedari tadi hanya diam dan melamun, mana mungkin kau tidak sedang memikirkan apapun. Jangan bohong padaku, ceritakan apa masalahmu sehingga kau seperti itu? ayo ceritakan padaku! Aku ini pacarmu, aku berhak tahu masalahmu. Jangan di paksakan memendam semuanya sendirian, ayo kau kenapa?"desak Lia tak sabaran.


Andres menghela napas panjangnya."Aku hanya memikirkan mimpiku semalam,"jawabnya dengan jujur kali ini.


"Mimpi apa?"tanya Lia mengerutkan kening alisnya.


Andres menggeleng samar."Aku tak mengerti apa yang Andra bilang."cicit Andres seraya memakan ice cream nya sedikit-sedikit.


"Andra? Andra siapa?"tanya Lia bingung setelah Andres menyebut nama yang asing di telinganya.


Refleks Andres tersedak setelah Lia berkata seperti itu, Andres mencoba menepuk-nepuk dadanya sambil terbatuk-batuk. Kemudian menatap Lia keheranan.


"Ya, ampun sampai tersedak segala."Lia berdecak.


"Li,"panggil Andres sedikit dengan penekanan.


"Hm,"sahut Lia malas.


"Jangan bercanda."tegur Andres tak habis pikir. Karena biasanya Lia lah yang paling semangat dan paling penasaran jika membahas tentang Andra.


"Bercanda apanya sayang?"Lia mengangkat satu alisnya bingung.


"Aku bermimpi tentang Andra,"ucap Andres sekali lagi untuk meyakinkan sesuatu bahwa pertanyaan Lia yang tidak mengenali Andra adalah suatu kesalahan.


"Iya, aku bertanya padamu Andra itu siapa? aku tidak kenal siapa Andra, apa itu temanmu sayang?"

__ADS_1


Deg!


Andres mengerejapkan matanya berkali-kali, sambil menatap lekat mata Lia yang terlihat sedang tidak bercanda. Andres menggeleng samar, dan tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Apakah mimpinya semalam saling berkaitan dengan keanehan Lia sekarang?


"Li, sungguh kau tidak mengenali Andra?"tanya Andres sekali lagi untuk benar-benar meyakinkan dirinya tentang keanehan Lia yang diluar nalarnya.


Lia menggeleng kuat."Ya, aku sama sekali tidak mengenali Andra. Apakah aku pernah bertemu dengannya? ah, aku rasa tidak pernah 'kan? ah, aku bingung sekali mengapa kau berekspresi seperti itu. Dan aku rasa, aku tidak pernah mendengar kau bercerita tentang teman-temanmu padaku. Termasuk Andra yang kau sebutkan tadi,"ucap Lia seraya mengedikan bahu sebentar dan bertingkah seolah Andra benar-benar asing di kehidupannya.


Andres langsung loncat dari ayunan, menghampiri Lia dengan berlutut di depannya, kemudian menggengam tangan Lia yang berada dipangkuan. Menatap manik mata Lia dalam dan berusaha menelusuri apa yang terjadi. Tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipi Andres, menangis tanpa suara. Dan berkata dengan bibir bergetar. "Li, ada apa denganmu?"tanya Andres tegas dan beralasan seraya air mata yang terus saja berlinang.


Lia langsung menangkup kedua pipi Andres dan membiarkan tangannya ikut basah oleh air mata milik Andres yang terus jatuh berlinang. Lia menatap Andres dengan penuh khawatir. "Andres kau kenapa? mengapa menangis? apa aku menyakitimu, karena aku sama sekali tak mengenali Andra? tapi, sungguh aku tak mengenali siapa Andra. Dia pria asing bagiku, aku tak mengenalinya."


Mendengar apa yang Lia katakan barusan membuat dada Andres begitu sangat sesak, sampai kepalanya tenggelam dipangkuan Lia dan tangisannya pun ikut pecah diiringi isak tangis yang begitu menyayat hati. Lia langsung panik sambil mengelus-elus kepala Andres.


"Andres, Andres kau tidak pernah menangis seperti ini. Apa yang terjadi?"tanya Lia cemas.


Kepala Andres terangkat, satu tangannya meraih pipi Lia dengan tangan bergetar hebat. Matanya melihat Lia dengan nanar. Sementara air mata itu tak henti-hentinya berlinang. Dadanya begitu sakit, mengapa Lia berubah tak mengenali Andra sosok lelaki yang ia cintai sebelumnya. Apa yang terjadi? Andres sungguh tak mengerti.


"Lia,"Andres hanya bisa memanggil nama Lia dengan lirih sambil sesegukan.


"Andres katakan sesuatu, aku tak mengerti mengapa kau seperti ini?"tanya Lia sendu seraya menghapus air mata yang berjatuhan dari sepasang mata Andres.


Andres tak menjawab apapun, dan lebih memilih untuk memeluk Lia dengan begitu kuat sementara bibirnya terus mengeluarkan isak tangis. Berusaha menepis apa yang terjadi dengan gelengan kepala samar. Tolong, Andres hanya bisa berdo'a semoga ini hanyalah mimpi. Namun, setelah merasakan tangan Lia yang membalas pelukan itu dengan kuat, membuat Andres menyadari bahwa ini bukanlah mimpi seperti apa yang ia harapkan, ini adalah kisah nyata.


Sementara di ujung sana, sesosok Andra tengah berdiri tegak. Senyuman sendu terukir dari bibirnya, menyaksikan dua insan yang berhasil ia satukan. Tanpa sadar air mata miliknya pun terjatuh, dan dengan cepat ia menghapusnya dengan jempol miliknya. Berusaha tegar dan kuat, meskipun rasanya sesak. Ia sadar bahwa tak selamanya cinta harus memiliki.


Andra berjalan ke arah mereka berdua dengan melayang, bahkan kini Andres pun sudah tak bisa melihat sosok Andra lagi. Dan sekarang Andres tidak menyadari kehadiran Andra yang berada di tengah-tengahnya. Andra hanya bisa menyaksikan mereka berdua yang tengah berpelukan dan melihat Andres yang sedang menangis. Sebuah nyanyian meluncur dari bibir Andra seraya mengelilingi mereka berdua dengan perjalanan sepelan mungkin.


`~Ditengah senja terhampar ku gengam cinta yang luar biasa...


Angin pun pasti mendengar janji kita tuk selalu bersama...


Mengapa kini kau pergi meninggalkan aku hancurlah aku...


Andra memejamkan mata sebentar, menghela napas dan mencoba menetralkan ulu atinya yang berdenyut nyeri.


Separuh hatiku pergi meninggalkan cinta ini...


Ini terlalu perih, ingatkah kita disini berjanji menggenggam hati...


Here at the magic hour...


Andra memejamkan mata sekali lagi, dan saat matanya terbuka air matanya pun jatuh berlinang membasahi pipi. Sangat menyakitkan, meskipun berusaha tegar tapi ia menyadari bahwa ia sangat rapuh.


Mencoba merelakan semua yang terjadi, ia menyadari jika ia tak mati dengan cara di bunuh belum tentu ia akan bertemu dengan Lia, maka ia harus mensyukuri anugrah ini meskipun sulit.

__ADS_1


Ragamu tak lagi ada, tapi tidak dengan cerita kita...


Atas nama janji kita ku lanjutkan meskipun kita terpisah...


Mengapa kini kau pergi meninggalkan aku hancurlah aku...


Separuh hatiku pergi meninggalkan cinta ini...


Ini terlalu perih...


Ingatkah kita disini berjanji menggenggam hati...


Here at the magic hour...


Here at the magic hour...


Song: Randi Matari_Magic Hour🎧


Andra mengangkat kepala setelah tertunduk, dan melihat Andres mengecup kening Lia dengan teramat begitu tulus. Melihat hal itu Andra ikut tersenyum.


"Andres aku tak ingin menyakiti hatimu, kau adalah kakak ku dan kau berhak untuk bahagia dengan Lia. Lia, inilah caraku mencintaimu, semakin aku mencintaimu semakin aku harus pergi jauh darimu. Aku bahagia sekali, dan sekali lagi aku katakan aku sangat bahagia, Terimakasih untuk segalanya, aku do'akan semoga kalian takan pernah terpisahkan."Andra berkata dalam batinya dengan lirih dan tulus, seraya tersenyum pilu dan kemudian ia pun menghilang sekejap.













__ADS_1


__ADS_2