Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"Pertemuan Jesllyn dan Semmy"


__ADS_3

Jesllyn terduduk di tepi trotoar dengan banyak orang yang berlalu lalang tanpa mempedulikan sekitar karena terlalu acuh khas orang-orang metropolitan, ia menangis tiada henti meskipun tanpa suara, meratapi kisah asmaranya yang kandas di tengah jalan. Ia tak habis pikir Andra akan memutuskan hubungan ini secara sepihak. Hatinya remuk berkeping-keping, ia terlalu cinta pada Andra. Sehingga ia sama sekali tak ingin berpisah dengan Andra meskipun hanya karena sudah tak sekelas. Semenjak perdebatan tadi Andra bahkan tak mengejarnya, tak menelphone bahkan tak mengirimkan pesan. Jesllyn tertawa hambar disela isakan, sungguh ia tak menyangka bahwa Andra benar-benar meninggalkannya sesuai dengan apa yang ia pikirkan setiap hari, bahwa ia takut kehilangan Andra dan pada hari ini sungguh benar-benar menjadi kenyataan.


Rasanya Jesllyn masih belum menerima, dan bahkan ia bertekad untuk menyambangi rumah Andra, mendobrak pintunya lalu memeluknya erat. Andra tak boleh pergi darinya begitu saja hanya karena masalah seperti ini. Dia tak boleh seenaknya datang dan langsung pergi tanpa memikirkan perasaannya yang telah porak poranda.


Jesllyn menghapus cepat air matanya yang membasahi pelupuk pipi, meskipun air matanya sudah tak berlinang lagi tapi ia tak bisa menahan suara dan pada akhirnya ia sesegukan.


"Perempuan cantik rugi kalau menangis hanya gara-gara patah hati!"


Tubuh Jesllyn seketika menegang, setelah mendengar suara itu tepat di sampingnya. Refleks ia menoleh dan mendapati sosok Semmy yang duduk disampingnya sembari menyodorkan sebungkus tisu, untuk sesaat Jesllyn terpaku, lalu ia pun mengambil selembar tisu itu. Saking larutnya dalam kesedihan, ia sama sekali tak menyadari keberadaan Semmy yang entah sejak kapan berada disampingnya. Semmy adalah teman sekelasnya dan ia terkenal pendiam tapi, meninggalkan kesan mengerikan dari sorot matanya yang tajam seperti burung elang.


Ini pertama kalinya Jesllyn bisa mengikis jarak seperti ini dengan Semmy, sebelumnya ia tak pernah berdekatan ataupun berbincang. Semmy tersenyum tipis dengan kepala yang tertutup kupluk hoodie, kemudian mengalihkan pandangan lurus kedepan.


"Sejak kapan kamu disini?"tanya Jesllyn dengan suara parau.


"Cukup lama."jawabnya sederhana sembari mengedikan bahu sebentar.


"Jadi sedari tadi kau melihatku menangis?"


"Iya."sahutnya singkat.


Jesllyn berusaha memulihkan keadaan untuk tidak larut lagi dengan kesedihan, ia menghapus sisa-sisa air mata disudut matanya dengan tisu itu.


"Cinta mati kau padanya?"tanya Semmy tiba-tiba yang membuat Jesllyn seketika menoleh.


"Kita sedang membahas siapa?"


"Andra."


"Memangnya apa yang kau ketahui?"tanya Jesllyn dengan mata menyipit.


"Kau putus dengannya 'kan?"


Seketika Jesllyn langsung terkesiap, dan tak menjawab pertanyaan dari Semmy yang terlontar. Seolah mengerti keadaan, Semmy hanya tertawa ringan seolah tersirat sesuatu dari tawa itu.


"Aku mendengar kau berdebat dengannya di perantara parkiran sekolah, kisah cinta yang berakhir menyedihkan."Semmy tersenyum miring.


"Kau meledekku?"sahut Jesllyn seketika.


"No, I'm not making fun of you, aku hanya kasihan padamu."ucap Semmy santai.

__ADS_1


"Jangan kasihani aku, aku tidak lemah!"sinis Jesllyn lalu menghela napas kasar.


"But, why cry?"


"Aku hanya kelilipan!"


Semmy langsung tertawa sumbang."Haha.. klise!"


"Jika hanya ingin mengolok-ngolok lebih baik kau pergi saja, dasar brengsek!!"usir Jesllyn terpancing emosi. Namun, Semmy malah tertawa ngakak yang membuat Jesllyn semakin naik darah karena situasinya tidak tepat ketika Semmy tertawa diatas penderitaannya, apalagi ia baru saja patah hati.


"Jangan galak-galak nanti kau tertarik padaku!"kata Semmy cool setelah menghentikan tawanya.


"Sebelumnya kita tidak pernah saling bicara dan kita tidak terlalu akrab sekalipun kau sekelas denganku, tapi mengapa tiba-tiba kau seperti seorang lelaki yang terlalu percaya diri mengucapkan kalimat seperti itu?"seloroh Jesllyn lalu memutar bola mata.


"Because I really liked you from the beginning, but Andra mendapatkanmu lebih dulu, tapi aku tidak menyerah, aku masih tetap menyukaimu."cetus Semmy yang membuat mata Jesllyn melotot seketika setelah mendengarnya.


"Kau sudah tidak waras?!"seru Jesllyn tak habis pikir, karena mereka berdua sama sekali tak pernah mengobrol bahkan dekat, mendengar ungkapan Semmy barusan tentu saja membuatnya merasa sangat aneh sekaligus mengejutkan.


"Tapi aku selalu memperhatikanmu. And maybe you never realized it. Apakah aku datang di waktu yang tepat, Jes?"


Jesllyn terkesiap sebelum akhirnya mengucapkan suara pelan, namun masih bisa didengar oleh Semmy."What?"


"You think moving on is easy?"Jesllyn langsung terperangah.


"Mudah saja,"sahut Semmy enteng yang membuat Jesllyn menggeleng-geleng kepala.


"Sorry, but i don't like you"tolak Jesllyn halus.


"Aku akan membuatmu menyukaiku, percayalah!"


Jesllyn berdecak."Jangan gila please, Sem."


"Aku tidak gila, I really-really will make you like me. it's easy for me."ucapnya dengan penuh percaya diri, yang membuat Jesllyn mengerutkan kening alisnya menatap wajah Semmy dengan tak percaya.


"Please don't be stupid, aku butuh waktu untuk menyembuhkan patah hatiku."Jesllyn menghela napas berat, memijat pelipisnya lembut entah mengapa ia mendadak jadi pening seperti ini. Sementara Semmy malah tertawa renyah yang membuat Jesllyn kembali menoleh kearahnya.


"Aku bisa membalaskan dendam mu pada Andra, setelah itu aku jamin kau akan merasakan kepuasan tersendiri. Patah hati itu sangat sakit, dan Andra harus membayarnya dengan setimpal, right?"ucapnya dengan seringai menyeramkan yang membuat bulu kuduk Jesllyn seketika merinding.


"Apa magsudmu?"Jesllyn mengerenyit.

__ADS_1


"Be my girlfriend, then you will see how Andra can feel what you feel. Jangan mau jadi perempuan lemah karena cinta!"ucapnya dengan kalimat penuh penekanan.


"T-tapi."


"Ikuti saja apa kataku, kau pasti sangat marah 'kan karena Andra memutuskan hubungan kalian secara sepihak? memangnya kau tidak sakit hati? sebagai perempuan kau pasti menyadari bahwa kau sedang di rendahkan olehnya. aku sebagai seorang lelaki yang bisa menghargai perempuan, tentu saja aku akan lebih bijak dan takan memakimu di tempat terbuka seperti apa yang dilakukan Andra tadi. terlihat sepi memang, tapi mungkin saja ada beberapa orang yang dengar, termasuk aku."ujarnya panjang lebar yang membuat Jesllyn terdiam.


~"Jes, aku pikir kamu mengerti apa kata-kataku barusan! tapi, nyatanya keegoisan kamu ini sudah mendarah daging dan sulit untuk dirubah, ya?! bisa tidak Jes? bisa tidak agar kamu tidak terlalu cemas dengan masa depan?! kamu selalu bilang kamu takut kehilangan aku, sehingga kita harus menjalani hari bersama. Jes, aku juga punya hak. prioritasku bukan hanya tentang kamu dan kamu, aku punya impian, meskipun mungkin kita sudah tak sekelas seharusnya kamu jangan terus-terusan memikirkan ketidak mungkinan, aku cinta sama kamu dan aku takan berpaling darimu, aku selalu menekankan kalimat seperti itu. Tapi, kenapa kamu selalu tidak mempercayai aku?!"


"Ya, tapi kamu akan pergi. Lalu, aku? aku bagaimana?"


"Kenapa kamu terus memikirkan dirimu sendiri, sih Jes? kalau caranya terus seperti ini, kamu cuma bakal kehilangan kebahagiaan kamu di hari ini dan jika kamu terus bersi keras, kamu hanya bisa membuatku prustasi!"


"Kenapa terus-terusan menyalahkan aku sih, dra?! kamu pengecut!"


"Sesuai apa yang aku bilang tadi, aku akan kabulkan permintaan kamu, aku akan menolak kesempatan loncat kelas. Tapi, maaf. Lebih baik kita putus!"~


Jesllyn termenung sesaat, dan teringat perkataan Andra yang terus terngiang-ngiang di kepalanya dan tentu saja menusuk ulu atinya. setelah mengingat itu tiba-tiba saja rahang Jesllyn mengeras, kedua tangannya mengepal kuat di pangkuan, sorot matanya tajam namun tak bisa menyembunyikan buliran air mata yang meremang di bola matanya. sampai akhirnya pikirannya berubah kalut dan ia pun melirik kearah Semmy yang tersenyum misterius.


"I think I'm interested in your offer."ucap Jesllyn kembali membuka suara.


"Really? are you serious?"


Jesllyn mengangguk dengan mantap."Aku rasa patah hati ini harus segera di sembuhkan dan rasa sakit hati ini harus di bayar setimpal."tambahnya seraya tersenyum getir.


"Kau milikku, aku dan kau akan membuat Andra mendapatkan akibatnya."seringai licik Semmy terpatri, menunjukan kemenangannya dengan rasa bangga. dan Jesllyn hanya tersenyum miring dengan mata memerah.


Setelah itu, Jesllyn menyepakati apa yang Semmy perintahkan. Ia memutuskan untuk pura-pura pindah sekolah, dan memilih menjadi pacar Semmy sekaligus bergabung dengannya.


Tentu saja Semmy adalah dalang di balik perkara ini, menggunakan dalih menyembuhkan patah hati dan sakit hati. Memanfaatkan situasi Jesllyn yang sedang di ambang pilu, dan akhirnya berhasil merayu. Hingga Jesllyn menjadi tangan kanannya dan menuruti semua perintah Semmy termasuk membunuh murid rengking satu.


Jesllyn melakukan semua itu karena ia telah jatuh cinta pada Semmy dan menikmati semua kejahatan yang telah dilakukan, kekalutan telah membutakan mata hatinya. Murid rengking satu adalah musuh utama Semmy. Semmy adalah psikopat dan ia tak pernah membutuhkan cinta dalam hidupnya. Maka, berpura-pura menyukai Jesllyn adalah jalannya agar bisa memanfaatkannya membunuh Andra.


Andra adalah musuh yang paling di benci olehnya karena menurutnya Andra harus segera di habisi selain karena Andra genius, alasan utama yang membuatnya murka adalah karena Andra adalah murid kesayangan Papanya pemilik yayasan sekolah ini yaitu Pak Jerremy. Yang selalu di jadikan bahan perbandingan dengannya, dan Semmy muak dengan hal itu.



****Note : Tidak suka komenan yang men-judge, karena Author lebih suka kritik dan saran yang membangun tapi tetap sopan :)


Cerita hanya fiktif belaka, mohon bijak!

__ADS_1


Thanks You 😍***


__ADS_2