
Flashback On:
Di sekolah sedang mengadakan acara konser musik dari salah satu band indie yang sedang hitz akhir-akhir ini. Maka SMA Bumi Pertiwi ikut serta untuk mengundang band tersebut. Acaranya malam hari tepat hari jadi yayasan sekolah ini, maka akan terbayang bagaimana indahnya malam dalam sebuah nyanyian.
Andra baru saja menepikan sepeda motornya di lahan parkiran sekolah, suasana sudah mulai ramai, halaman di penuhi murid yang bergoyang mengikuti dentuman musik, dengan sorot lampu laser warna-warni yang semakin memeriahkan suasana. Andra langsung menuju gazebo tempat berkumpulnya teman satu kelasnya.
"Hai, Andra?"sambut Aldi teman sekelas sekaligus teman club basketnya. Serta teman yang lainpun ikut menyambut.
"Hai, juga bro."Andra membalas sambutan teman-teman, kemudian memilih duduk seorang diri ketika yang lainnya tengah berbincang dengan pacar ataupun gebetan mereka masing-masing.
"Kau pria tampan, tapi mengapa kau tak punya pacar?"Dito bertanya dengan tatapan bingungnya, melihat Andra yang sama sekali tak pernah bergandengan dengan perempuan manapun.
"Untuk saat ini belum,"sahut Andra santai.
"Apa kami perlu menjodohkan dirimu dengan seseorang?"perempuan yang dirangkul Dito ikut-ikutan menggoda, sementara mata Andra terlihat menyipit.
"Ah, tidak perlu. Lagi pula aku menyukai seseorang."tolak Andra lembut seraya terkekeh, yang membuat Aldi takjub.
"Wah, perempuan yang mana yang kau sukai? kau bisa tunjukan pada kami?"tanya Aldi dengan rasa penasarannya.
Andra hanya mengedikan bahu singkat, tak urung menjawab. Baginya perkara hati ia rasa tak perlu di umbar, cukup hatinya saja yang tahu. Dan untungnya saja Aldi tak mempermasalahkan ketika ia sama sekali tak ingin menjawabnya.
Ketika yang lain sibuk dengan obrolan masing-masing, Andra memilih untuk diam, dan menikmati musik indie yang samar terdengar.
Akhirnya Andra memutuskan untuk pergi keluar saja, ingin menikmati musik dan semilir angin. Namun langkahnya sontak terhenti saat sepasang mata miliknya menangkap sosok gadis mungil dan modis yang tengah berjalan dengan menunduk menatapi layar ponsel dari arah berlawanan. Seketika Andra mencoba mengusap kedua matanya, mencoba meyakinkan diri apakah apa yang ia lihat sekarang nyata ataukah hanya khayalan?
Lalu perlahan gadis itu mengangkat kepalanya dan sepasang mata mereka berduapun bertemu. Matanya membulat menggemaskan saat melihat Andra, sementara jantung Andra serasa disambar listrik 5 watt, berdebar teramat kencang.
Ternyata apa yang Andra lihat bukanlah khayalan ataupun halusinasi. Rupanya gadis itu memang berada disini, dia Jesllyn gadis yang sangat Andra kagumi. Berjalan seorang diri dengan mata mereka berdua yang saling bertatapan, dengan diiringi musik indie dari band Mocca yang berjudul "I Remember" yang terdengar nyaring, karena Andra sudah keluar dari area gazebo.
...I remember...
...The way you glanced at me, yes I remember...
...I remember...
...When we caught a shooting star, yes I remember...
...I remember...
...All the things that we shared, and the promise we made, just you and I...
...I remember...
...All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn...
...Do you remember?...
__ADS_1
...When we were dancing in the rain in that December...
...I remember...
...When my father thought you were a burglar...
...I remember...
...All the things that we shared, and the promise we made, just you and I...
...I remember...
...All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn...
...Yes I remember...
...All the things that we shared, and the promise we made, just you and I...
...I remember...
...All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn...
...I remember...
...The way you read your books...
...Yes I remember...
...Yes I remember...
...The cake you loved the most...
...Yes I remember...
...The way you drank you coffee...
...I remember...
...The way you glanced at me...
...Yes I remember...
...When we caught a shooting star...
...Yes I remember...
...When we were dancing in the rain in that December...
__ADS_1
...And the way you smile at me...
...Yes I remember...
Perlahan Andra melangkah mendekat, hingga berdiri tepat dihadapan Jesllyn. Andra tersenyum dan Jesllyn tentu saja membalas senyuman itu.
Bisa menemukan Jesllyn diantara banyaknya murid yang berlalu lalang, serta murid yang berhamburan saling berdesakan untuk mendapatkan tempat untuk menonton konser musik adalah keajaiban.
Maka menurut Andra rasanya seperti mimpi bisa melihatnya berdiri disana seorang diri, bahkan ia juga sempat berpikir bahwa Jesllyn tak akan hadir di acara konser ini, untuk memeriahkan acara jadi sekolah. Apakah tidak akan menjadi aneh jika Andra seperti ingin bersorak kegirangan ketika mendapati sosok Jesllyn?
Mata Andra berbinar cemerlang, bahkan Jesllyn menampakan senyuman termanisnya saat ini. Lelaki mana yang takan terpukau dengan bunga yang paling harum kecantikannya, seperti sosok Jasllyn saat ini.
Rasanya Andra ingin merhambur memeluknya, namun terlalu riskan untuk dilakukan dalam keramaian. Apalagi semua orang tahu bahwa Andra dan Jesllyn menyandang status singgle. Tentu saja itu bisa memancing suasana jika pelukan antara mereka berdua terjadi.
Andra berharap senyuman yang tersungging ini takan memberikan pengaruh buruk atau di cap sebagai pria gila oleh Jasllyn.
"Aku pikir kau takan datang,"Andra menatap Jesllyn takjub, seolah ia masih tak percaya melihat keberadaan Jesllyn saat ini.
"Tentu saja aku akan datang, karena aku sangat menyukai band Mocca. Jadi, tak ada alasan jika aku takan datang. Aku tak ingin melewatkannya."ucapnya sambil nyengir.
"Sendirian datang kesini?"tanya Andra seraya tersenyum.
"Di antar supir,"jawab Jesllyn ikut tersenyum.
"Pulangnya biar aku yang antar!"sambung Andra cepat.
"Apa?"Jesllyn mengangkat satu kening alisnya, mencoba meminta penjelasan apa magsud Andra berbicara seperti itu barusan.
"Boleh aku antar pulang nanti?"Andra mencoba menawarkan diri dengan penuh percaya diri.
"Apakah aku harus membayarnya?"tanya Jesllyn mengulum senyum.
"Tidak ada yang gratis, Nona!"Jawab Andra yang membuat bibir Jesllyn spontan mengerucut.
"Ah, kalau begitu aku tidak mau."decaknya.
"Jangan merajuk, aku hanya bercanda."kekeh Andra setelah melihat perubahan ekspresi Jesllyn yang menggemaskan.
"Hahaha.. aku tertawa!"Jesllyn memutar bola mata lalu melenggang pergi.
"Jes, tunggu!"seketika Andra langsung memanggil dengan menarik pelan pergelangan tangan Jesllyn. Sehingga langkahnya pun terhenti seketika.
"Ada apa?"tanya Jesllyn mengangkat satu alisnya.
"Aku ingin bicara padamu, empat mata dan dalam situasi tidak berisik."tegas Andra dengan binar mata serius.
__ADS_1
Jesllyn menatap Andra lamat-lamat sebelum ia menganggukan kepalanya untuk menyetujui permintaan Andra. Setelah berpikir dalam seperkian detik, akhirnya Jesllyn setuju. Andra mengembangkan senyuman, kemudian ia pun membawa Jesllyn ke suatu tempat.