
Malam ini pesta ulang tahun Nabila yang ke 25 terlihat begitu mewah dan meriah. Ruangan itu sendiri di hias dengan hiasan yang super cantik dan mengesankan. Meja dan kursi ditata serapi mungkin lengkap dengan hiasan yang mewah dan mengagumkan. Lampu-lampu di ruangan juga ditata sekeren dan semenakjubkan mungkin. Ribuan tangkai bunga mawar digunakan untuk menghias aula. Tak hanya itu saja, suasana pesta dan ruangan menjadi semakin mengagumkan karena ada beberapa patung burung merak yang dibuat sebagai hiasan di sana. Para pelayan hilir mudik silih berganti membawa makanan dan minuman di atas nampan tiada henti.
Lia tak menyangka bahwa ia akan datang ke pesta semewah ini, dan semuanya terasa lengkap karena adanya Andres yang merangkulnya dengan status baru sebagai pacar, menambah kesan yang begitu sempurna. Bahkan, Andres begitu mengerti dress yang ia belikan untuknya, sangat begitu cantik dan elegan seolah-olah ia lah yang sedang berulang tahun.
Lia tersenyum kearah Andres dengan sumringah, begitupun sebaliknya. Lalu, melirik kearah sang kakak yang berada di sampingnya juga. Lia merasa sangat bahagia, kini ada dua orang pria yang begitu tulus menyanyangi dan menjaganya.
Sementara Nabila sendiri terlihat di depan sana tengah menyapa para kerabatnya dengan ramah tamah. Dan Nabila sendiri terlihat sangat dewasa, dengan gaun mewahnya yang berwarna pink lembut dengan make up dan tatanan rambut yang terlihat sempurna menunjang penampilannya yang memukau.
Tamu-tamu yang hadir terlihat dari kalangan elite. Andres bercerita saat malam kemarin bahwa Nabila adalah sahabatnya sejak kecil namun jarang menghabisakan waktu bersama, dan jarang bertemu. Meskipun mereka sama-sama hijarah ke negara yang sama Australia. Nabila adalah pembisnis muda dalam bidang desainer, ia adalah wanita karir yang sangat sibuk.
Setelah menceritakan hal itu, tentu saja Lia merasa malu pada Andres karena ia sempat marah pada Andres saat itu. Jika di pikir-pikir saat ia masih dalam bawah sadar, mungkin kemarahannya itu terbilang hal yang aneh. Dan orang-orang akan menyebutnya dengan kata cemburu, namun dalam konteks seperti cemburu karena waktu komunikasinya dengan seorang teman dicuri perempuan lain, tapi mungkin itu adalah hal yang sangat wajar.
Melihat tamu undangan yang hadir, sepertinya undangan pesta ini sudah di seleksi ketat dan pada akhirnya mengerucut menjadi kelompok para pembisnis yang super hebat. Dari sekelebat obrolan-obrolan yang dipenuhi dengan topik berat yang tertangkap oleh telinga Lia, membuat ia menyimpulkan bahwa semua yang hadir disini adalah orang-orang pemilik wawasan yang luas.
Sebenarnya saat untuk pertama kali Lia menapaki kaki nya di gedung semewah ini, ia sedikit merasa minder. Tapi, setelah melihat senyuman Andres yang seperti tersanjung padanya membuat Lia merasa jauh lebih percaya diri dari sebelumnya. Dan kehadiran Andres disampingnya membuat kekuatan besar yang berpengaruh besar untuknya.
Sosok Nabila tiba-tiba menghampiri mereka bertiga dengan sambutan hangat dan ramah. Mula-mula memeluk Andres kemudian cium pipi kanan dan kiri, sambil tertawa renyah. Kelihatan kalau mereka berdua sangat begitu akrab.
__ADS_1
Melihat Nabila dari jarak sedekat ini membuat Lia berdecak kagum, karena Nabila jauh lebih cantik di banding dari apa yang ia lihat dari photo. Tubuhnya tinggi, langsing, putih, dan mulus. Detik itu, seakan Nabila menyadari ada sosok Lia maka ia pun langsung menyambut Lia dengan sangat ramah dan sopan, dengan say hai dan memeluk Lia sambil cium pipi kanan dan kiri.
"Hai, aku Nabila."ia mengulurkan tangannya ramah setelah pelukan itu terlepas.
"Hai, juga kak Nabila. Aku Lia."Lia memperkenalkan diri menyambut tangan itu dengan senyuman mengembang.
"Wow, according to what Andres said that you are a beautiful girl, and it turns out to be true. You are very beautiful tonight, nice to meet you, Li."puji Nabila setelah tautan tangan mereka terlepas, pujian itu tentu saja membuat pipi Lia seketika merah merona.
Lia tersenyum kecil."Terimakasih sebelumnya kak Nabila, aku rasa Andres bersikap berlebihan, jelas kak Nabila jauh lebih cantik."Lia membalas pujian.
"No, itu bukan berlebihan Li. Kau memang cantik,"sambung Andres membuat Lia berdecak malu sambil menyikut lengan Andres.
Nabila tertawa melihat tingkah lucu Lia saat ini yang begitu menggemaskan."Li, apa yang Andres katakan itu benar."lanjut Nabila, membuat Lia lagi-lagi tersipu.
"Ekhm,"tiba-tiba saja Bayu berdehem, ia merasa diabaikan karena mereka berbincang-bincang tanpa melibatkan dirinya. Membuat Nabila seketika terperangah malu karena menyadari makhluk satu ini yang belum ia sapa. Tentu saja hal itu membuat Andres dan Lia menertawakan Bayu.
"Bayu Argantara Wijaya kakak nya Lia, senang bertemu denganmu. Happy Birthday,"Bayu memperkenalkan diri dengan tegas seraya menatap dalam mata Nabila yang mengisyaratkan rasa kagum dan mungkin rasa naksir juga.
Tangan Bayu sama sekali tak terlepas dan pandangan matanya pun sama sekali tak beralih, melihat hal itu Lia berkali-kali memberi kode namun sepertinya Bayu tak menyadari. Bahkan Nabila hanya tersenyum canggung karenanya.
"Permisi,"Nabila berusaha mengalihkan agar Bayu tersadar dari lamunannya, dan pada akhirnya Bayu langsung mengerejap sambil tersenyum malu lalu melepaskan tautan tangannya itu pelan.
"Ah, maaf."kata Bayu sungkan.
"Tidak masalah,"sahut Nabila memaklumi.
__ADS_1
"Waw, sepertinya kalian cocok."celetuk Andres yang membuat keduanya tersipu.
"Sepertinya matamu minta untuk di colok jari telujukku, Andres."canda Bayu yang membuat Lia dan Nabila terkekeh mendengarnya.
"Memangnya kenapa mataku harus di colok?"tanya Andres terheran-heran.
"Nabila adalah wanita yang cantik, lalu apa cocoknya aku dengannya. Sementara aku sendiri tidak setampan itu. Jika aku menjadi kekasihnya aku pasti akan mempermalukannya."kata Bayu seraya tersenyum kecik kearah Nabila, terlihat bibir Nabila tampak berkedut lalu membentuk sebuah senyuman dengan kepala sambil geleng-geleng.
"Kenapa kau terlihat tidak percaya diri?"kali ini Nabila mengajukan pertanyaan dengan satu alis terangkat, dengan menatap wajah Bayu kegelian karena tingkah konyolnya itu.
Bayu mengedikan bahu sebentar sambil menatap Nabila dengan binar cemerlang."Memang kenyataannya seperti itu, nona."
"Although I admit you are very handsome, but why don't you admit it yourself?"Nabila terkekeh.
"Wah, rupanya aku membutuhkan pengakuan dari seseorang agar aku terlihat bisa berubah menjadi percaya diri, meskipun dengan kepala tanpa rambut."Lia, Nabila serta Andres langsung tergelak setelah mendengar kalimat yang mengandung lelucon itu terlontar dari bibir Bayu.
"Percaya padaku, rambutmu akan tumbuh dengan lebat esok hari,"canda Andres tak kuasa menahan rasa geli di perutnya akibat ia ingin tertawa, menyadari bahwa kepala Bayu yang masih pelontos.
Bayu mengedikan bahu."Aku harap begitu,"
"Kenapa kau lucu sekali?"Nabila geleng-geleng kepala yang tiada henti tertawa.
"Sekedar untuk mencairkan suasana,"sahut Bayu tertawa ringan.
"Omong-omong kak Bayu dan Nabila sepantaran, jika kalian mengobrol pasti akan terlihat nyambung. Nabila, pria seperti ini 'kan yang kau cari? pria yang humoris."goda Andres menaik turunkan alisnya membuat pipi Nabila serasa terbakar.
__ADS_1
"Andres,"desis Nabila malu-malu, membuat Bayu sedikit deg-degan karenanya.
"Jangan di dengar apa yang Andres katakan, dia masih bocah ingusan."sambung Bayu yang membuat mereka akhirnya tertawa bersama.