
"Excuse me, can I go inside? My best friend is having a birthday party, I want to give gifts and congratulations. Am I allowed? [Permisi, bisakah saya masuk ke dalam? Sahabatku sedang mengadakan pesta ulang tahun, saya ingin memberikan hadiah dan ucapan selamat. Apakah saya diizinkan?]"seorang pria dengan badan tegap terlihat sedang berbincang dengan penjaga pintu masuk di area gedung.
"Of course you can enter, if you bring a party invitation as access.[Tentu saja Anda bisa masuk, jika Anda membawa undangan pesta sebagai akses]"sambut penjaga seraya tersenyum.
"Oh, so just using the invite as access? how about using this access?[Oh, jadi hanya menggunakan undangan sebagai akses? bagaimana dengan menggunakan akses ini?]"sosok pria berwajah bule itu pun langsung meletuskan tembakan tepat di kepala sang penjaga sampai terkapar dengan darah yang langsung merembes di ubin.
Melihat satu temannya tewas di tempat maka satu penjaga yang lainnya langsung menyerang bule itu, maka terjadilah adegan pertarungan.
Sementara di dalam ruangan setelah menyelesaikan sesi tiup lilin, semua para tamu undangan yang hadir langsung bersorak serta bertepuk tanggan sehingga suasananya tampak lebih meriah lagi. Apalagi melihat ekspresi Nabila yang terlihat begitu bahagia, aura cerah teraptri dari wajah anggunnya.
Nabila menyuapi cake untuk kedua orangtua nya satu persatu, lalu saling mencium tanda kasih sayang antara satu sama lain. Nabila tersenyum kearah Lia lalu bergerak menghampiri Lia dengan memberikan sepotong cake di atas piring kecil bundar berwarna emas.
"Congratulations, Li. I already think of you as my new friend. You know, meeting you I'm so happy. Accept me too as your friend.[Selamat, Li. Aku sudah menganggapmu sebagai teman baruku. Kau tahu, bertemu denganmu aku sangat senang. Terima aku juga sebagai temanmu]"
Lia tersenyum lebar, lalu menerima cake itu dengan senang hati."Just met you I also already consider you more than a friend, you are very beautiful and also kind. Nice to meet you, and of course I welcome you.[Baru bertemu denganmu aku juga sudah menganggapmu lebih dari seorang teman, kau sangat cantik dan juga baik. Senang bertemu denganmu, dan tentu saja aku menyambutmu]"kemudian mereka berduapun langsung berpelukan dengan begitu hangat.
Setelah itu Nabila memberikan cake itu satu persatu pada orang terdekatnya, kepada Andres dan papi Andres yang berdiri bersampingan dengan Lia.
"Andres, kau memilih calon yang tepat. Lia cocok menjadi seorang ibu untuk anak-anakmu kelak,"bisik Nabila pada Andres di sela pemberian cake, membuat Andres tertawa mendengar celetukan Nabila yang menggelitik.
"Wah, apa besok kau juga akan menjadi bagaian dalam keluargaku, setelah aku menikah dengan Lia dan kau menikah dengan Bayu?"Andres membalas celetukan Nabila, membuat Nabila mengerang dan Andres langsung tergelak setelah melihat ekspresi Nabila yang terlihat salah tingkah dan memilih untuk meninggalakan Andres.
"Hallo om, senang bertemu dengan om setelah sekian lama, bagaiamana kabar om?"sambut Nabila pada papi Andres sambil cium pipi kanan dan kiri.
"Kabar om baik, sangat baik."kata Papi Andres setelah menerima cake dari tangan Nabila.
"Apalagi di sebelah om ada calon menantu ya, om?"goda Nabila sambil melirik sekilas kearah Lia, namun Lia hanya tersenyum saat melihat lirikan Nabila, meskipun sebenarnya mungkin Lia tak mendengar jelas perkataan Nabila barusan.
Papi Andres langsung tertawa geli setelah mendengar celetukan yang terlontar dari bibir Nabila."Wah, mungkin karena hal itu juga."sahut papi Andres disela tawanya.
__ADS_1
"Suatu saat pasti Lia akan memberikan cucu yang lucu-lucu buat om, setelah Andres menikahi Lia. Wah, aku juga jadi tidak sabar."bisik Nabila sambil terkikik.
"Ya, om harap begitu. Apalagi kalau cucu nya kembar. Omong-omong memangnya Andres dan Lia pacaran?"Papi Andres berubah penasaran seketika, bukannya membahas yang lain tapi rupanya mereka berdua malah saling gibah membahas calon menantu.
"Coba tanya pada Andres om, tapi sepertinya iya."Nabila tertawa antusias, dan papi Andres hanya manggut-manggut disela tawanya.
Setelah itu, Nabila juga tidak lupa untuk memberikan satu cake lagi yang langsung diberikan untuk Bayu.
"Hai,"Nabila tersenyum.
"Oh, hai?"Bayu terlihat salah tingkah setelah melihat Nabila tiba-tiba saja ada di hadapannya.
Nabila menyodorkan cake itu kehadapan Bayu."Untukmu."
Bayu terdiam untuk sesaat, lalu menerima cake itu dengan senyuman terkembang di bibir."Terimakasih,"
Para tamu yang hadir terlihat begitu sibuk menikmati berbagai hidangan yang berlimpah di meja perasmanan. Begitupun dengan keluarga Andres dan keluarga Lia yang menyatu menjadi satu di meja bundar.
Ketika para tamu terlihat begitu khidmat menikmati berbagai hidangan yang ada, tiba-tiba saja bagai bom yang meledak yang mengagetkan sejuta umat, terdengar bunyi yang mengguncang seisi ruangan. Suara pistol meletus keatas, membuat para tamu seketika riuh serta ketakutan tiada terperi sambil berlarian kepojok ruangan, dengan di penuhi rasa was-was yang berkecamuk dalam dada. Sekitar tiga orang muncul dengan membawa senjata tajam, dua orang di antarannya berwajah pribumi dan satunya lagi adalah orang berwajah bule yang tadi menghabisi para penjaga.
"Stop moving and don't fight back, or I'll kill you all![Berhenti bergerak dan jangan melawan, atau aku akan membunuh kalian semua!]"ancam pria asing itu setelah mengunci pintu ruangan, agar tidak ada satupun orang yang akan kabur.
Keluarga Lia dan keluarga Andres langsung bersembunyi di balik meja bundar, satu sama lain terlihat saling menguatkan ketika mereka di landa ketakutan yang luar biasa. Para tamu memang tidak terlalu banyak, mengingat undangan di sebar hanya pada orang tertentu saja, sehingga mereka kesulitan untuk melawan terlebih tiga orang tadi membawa senjata api dan benda tajam yang berbahaya, dan tentu saja itu semua akan mengancam kesalamatan mereka.
"Andres, lebih baik kau coba hubungi polisi."saran itu terlontar dari Bayu dengan rasa was-was yang sama sekali tak bisa di sembunyikan.
Andres mengangguk mantap, maka ia pun mengambil ponsel di balik saku celana."Oh, bodoh sepertinya mereka menggunakan alat pengacau signal."Andres mengumpat karena poselnya sama sekali tak berfungsi dengan baik, ketika ia akan menelphone polisi saat itu.
Sepertinya penjahat itu memilik akal yang cerdik, mereka menggunakan jammer ponsel yang mengacaukan signal. Jammer memiliki tiga hingga enam antena, masing-masing untuk mengacak sinyal GSM, 3G, 4G wifi dan DCS. Jammer pada umumnya bekerja dengan menyiarkan sinyal white noise atau gelembung gelombang. Pengangu komunikasi pada frekuensi tertentu yang sesuai dengan jalur komunikasi. cara kerja jammer pengacak dan penghilang sinyal handphone ini cukup ekstreem, untuk daya acak bervariasi mulai 5 -10 meter hingga jarak 3km radius.
__ADS_1
"Nabila, Where are you, I will kill you with my own hands. I don't care about your pretty face, Don't hide from me![Nabila, dimana kau, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Aku tidak peduli dengan wajah cantikmu, Jangan bersembunyi dariku!]"teriaknya mengancam, membuat Nabila yang bersembunyi di bawah meja bergetar ketakutan dan rasanya ia ingin menangis sekarang.
"Sayang, apa kau mengenal mereka?"tanya ibu nya berbisik sembari menatap Nabila penuh was-was.
"Siapa orang yang berteriak itu?"sambung ayah nya bertanya dengan penuh antisipasi.
"Nabila tidak mengenali dua orang itu, tapi Nabila mengenali salah satu darinya. Dan yang berwajah bule itu adalah Stefan."jawab Nabila gemetar.
"Stefan? Stefan siapa?"tanya sang ibu penuh selidik.
"Dia teman bisnisku, bu. Sebelum akhirnya hubungan kami memburuk karena Nabila menolak cintanya. Tapi, Nabila tidak tahu. Kenapa dia tahu aku pulang ke Indonesia."jawab Nabila menelan ludah.
"Hubungi polisi sekarang juga ayah!"desak sang ibu tak sabaran, setelah mendengar penjelasan dari Nabila.
Maka sang ayah pun langsung mengeluarkan ponsel dibalik baju jasnya dan hanya helaan napas panjang yang terdengar.
"Kenapa Ayah?"tanya Nabila resah.
"Mereka menggunakan alat pengacau signal!"jawab sang ayah gelisah. Membuat Nabila seketika menangis tanpa suara lalu memeluk kedua orangtua nya.
"Will my life end now?"racau Nabila nada putus asa, ia tak menyangka bahwa di hari ulang tahun nya malah membawa malapetaka.
"Tenangkan dirimu sayang,"kedua orangtua nya langsung mendekap Nabila dengan kuat serta kesedihan yang cukup membuat mereka tertekan.
"Nabila, Looks like you're hiding out here, learn to do proper hide and seek baby.[Nabila, sepertinya kau bersembunyi di sini, belajarlah untuk melakukan petak umpet yang tepat sayang.]"tiba-tiba sosok yang disebut Stefan itu muncul dengan menyondongkan kepalanya ke bawah meja, lalu terkikik menampilkan seringai jahatnya.
"Aww... Stefan, get your hands off my hair."jerit Nabila karena dengan gerak cepat Stefan menjambak rambut Nabila hingga tubuhnya terjengkang.
"One more time I will tell you, I will kill you."ancamnya melengking dengan mata melotot, sambil tersenyum miring.
__ADS_1