Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"Kado terindah dari Andres."


__ADS_3





Happy brithday to you....


Happy brithday to you...


Happy brithday... Happy brithday...


Happy brithday Lia...


Suara nyanyian merdu itu terdengar, tangan Andres yang sebelumnya menutup mata Lia langsung enyah secara perlahan. Membuat mata Lia yang kini telah terbuka kini tatapannya begitu terkejut disertai binar antusias, sementara bibirnya terbuka dan perasaan bahagia bercampur dengan rasa haru menyeruak mengisi ruang hatinya yang tiada bertepi setelah melihat sekeliling. Malam ini adalah malam yang sempurna dan indah, dimana hari ini adalah hari ulang tahun Lia. Rumahnya di dekorasi dengan sangat cantik hingga memberikan kesan meriah, dengan renda yang menjuntai serta balon warna-warni yang menghiasi setiap sudut ruangan. Dan suasana terasa sangat begitu hangat dengan kehadiran orang-orang yang paling ia sayangi semuanya berada ditengah-tengahnya saat ini. Ada Andres, dan Papi nya, ada Nabila juga, serta kakaknya tercinta.


Lia tak pernah berpikir dengan kejutan yang istimewa seperti ini akan dirayakan oleh mereka semua. Kejutan yang sama sekali tak pernah terduga. Sebelumnya Andres mengalihkan perhatian agar Lia tidak menghabiskan waktu untuk berdiam diri dirumah, rupanya ternyata rumahnya sudah direncanakan untuk dijadikan tempat perayaan ulang tahunnya sekarang. Semuanya benar-benar membuat Lia terkejut dan sebuah senyuman pun kini merekah di bibirnya saat ini.


Semenjak kepergian orang tuanya, Lia sama sekali tidak pernah merayakan ulang tahunnya lagi. Tapi, sekarang semuanya berbeda, kini ia bisa merasakan apa yang namanya ulang tahun lagi setelah sekian lama. Ternyata rasanya sebahagia ini, dan semua ini sungguh meninggalkan kesan yang begitu berarti yang takan pernah bisa terlupakan sampai kapanpun.


Setelah lagu happy brithday berakhir, Bayu berkata. "Tiup lilinnya, Li."ujar Bayu yang berdiri tepat di depan meja kue ulang tahun.


Lia mengangguk pelan, seraya mengulas senyuman pada sekeliling lalu berjalan kedepan dan berdiri berdampingan dengan sang kakak.


Lia meniup lilin berbentuk angka dua puluh diatas kue tart berwarna putih hingga nyala apinya padam, ternyata tidak terasa ia sudah dewasa sekarang. Semua orang bertepuk tangan, semua orang tertawa, dan terlihat senang. Tapi, dalam sekejap perasaan Lia berubah menjadi sedih. Karena tanpa kehadiran orang tuanya semuanya belum terasa lengkap, ketika kedua bola matanya meremang oleh buliran air mata Lia merasa melihat sosok kedua orang tuanya yang hadir di hari ulang tahunnya hari ini, senyuman lebar yang terlihat begitu bahagia terpatri dari wajah keduanya seolah mereka juga ikut merayakan hari istimewa anaknya itu. Sekejap saja hal itu membuat Lia tersenyum sendu seiring dengan air mata yang menggantung lalu menetes di pipi saat itu juga, dan disela itu pula bayangan sosok kedua orang tuanya menghilang dengan sekejap. Hanya helaan napas yang bisa Lia lakukan, ia berusaha menguatkan hati meskipun kerinduan itu semakin berat dan sering kali berkecamuk dalam dada ketika mengingat senyuman dan tawa kedua orang tuanya semasa hidup. Sungguh itu adalah kenangan yang takan pernah bisa pudar dari ingatan dikepalanya.


Dengan cepat Lia menghapus air matanya, ia tak ingin semuanya merasakan kesedihan apa yang ia alami sekarang. Ia harus menunjukan rasa bahagia agar semua orang yang melihatnya pun ikut merasakan kebahagiaannya.


"Selamat ulang tahun, Li."ucap Andres seraya mengukir senyuman yang paling manis terpatri diwajahnya. Lia langsung menyampingkan tubuhnya dan mereka berdua kini saling berhadapan dengan mata mereka yang saling bertatapan.


"Terimakasih sayang,"balas Lia seraya mengembangkan senyuman tulus nya.


"Jangan hanya sekedar ucapan, mana kadonya Andres?!"goda Bayu berucap lantang sehingga menimbulkan gelak tawa di sekitar yang berhasil mencairkan suasana.

__ADS_1


Wajah Andres memanas, sungguh ia tak bisa menyembunyikan kegugupannya saat ini. Sementara Lia hanya mengerutkan kening alisnya seraya mengulum senyum, rupanya Andres terlihat sangat begitu menggemaskan ketika ia gugup seperti itu.


"Li,"Andres memanggil Lia dengan suara parau dan hampir tak terdengar, mungkin semua itu karena rasa gugupnya yang semakin terguncang, apalagi kini ia tengah berhadapan dengan perempuan cantik yang ia impikan untuk dimiliki seutuhnya.


"Hm?"sahut Lia dengan debaran yang begitu kencang yang kini tengah merayap dalam dadanya. Entah mengapa ia begitu sangat penasaran dengan apa yang ingin Andres katakan sekarang.


Andres menundukan kepala dan terlihat menghembusakan napas panjanganya seperti sedang menenangkan diri. Kepala Andres terangkat, sepasang matanya menatap mata Lia dengan lekat. Kini suasana berubah sangat begitu canggung dan hening. Lia tak bisa menebak dengan apa yang akan terjadi saat ini. Tapi, yang pasti ia sangat ingin tahu apa yang akan Andres lakukan.


Andres seperti sedang meyakinkan diri, membuat jantung Lia bertalu-talu menyakitkan dan ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya pelan. Rasa tegang seketika menyelimutinya saat Andres tiba-tiba langsung berlutut dengan satu kaki, sementara satu tangannya mengeluarkan sesuatu dari balik saku jas nya. Pada detik itu Andres menyodorkan sesuatu dengan kedua tangannya kehadapan Lia. Sebuah kotak kecil berbentuk love berwarna merah yang telah terbuka, memangpangkan satu cincin berlian yang berkilau indah membuat jantung Lia serasa tersambar listrik yang membuatnya terperangah tak mempercayai apa yang ia lihat sekarang.


"Andres,"desis Lia lalu menutup mulutnya tak menyangka.


Andres tersenyum sendu, dan terlihat seperti ingin menangis dengan rasa haru yang kini menyeruak dalam hatinya. "Li, maukah kau menikah denganku?"


Deg!


Kalimat itu berhasil membuat Lia benar-benar sangat terkejut, Lia mencoba memastikan bahwa semua ini bukan mimpi disiang bolong. Perlahan Lia mengedarkan pandangan ke sekeliling, dan mendapati ekspresi mereka yang menonton momen terindah dirinya dengan Andres terlihat ikut bahagia dengan senyuman haru yang terkembang dari bibir masing-masing.


Tatapan Lia kembali tertuju pada Andres yang masih saja tetap tersenyum kearahnya dengan disertai binar mata yang mengisaratkan permintaan kepastian dari jawaban Lia saat itu juga.


"Li, aku butuh jawaban darimu. Apapun jawabannya akan aku terima."ucap Andres dengan lirih dan berusaha untuk tetap tenang.


"Aku harap kau akan menjawab iya, Li."


"Jika kau tahu jawabannya kenapa kau bertanya lagi padaku."


Senyuman Andres seketika mengembang lebih lebar dari sebelumnya dengan ekspresi wajah berseri-seri yang sebelumnya terlihat begitu sangat tegang. "Apakah kau serius?"ulang Andres belum meyakini apa yang ia dengar barusan.


"Apakah aku terlihat berbohong?"


Dengan cepat Andres bangkit dan langsung berhambur memeluk Lia dengan pelukan yang sangat kuat. Rasa haru benar-benar tak bisa dibendung lagi, ia teramat sangat begitu bahagia luar biasa. Akhirnya apa yang ia impikan benar-benar terkabul juga. Menikahi Lia adalah suatu keberhasilan yang sangat luar biasa, dan tentu saja Lia membalas pelukan Andres dengan sama eratnya, memejamkan mata seraya tersenyum haru.


"Aku mencintaimu, sangat."bisik Andres dengan penekanan dan terdengar sangat tulus seraya membelai rambut Lia dengan rasa sayang yang telah membuncah.


"Terimakasih Andres,"sahut Lia setelah pelukan itu terlepas. Lia menatap wajah Andres lalu jempolnya menghapus air mata Andres dengan sentuhan lembut. Air mata yang baru saja menetes dari sudut mata Andres. Sungguh hal itu adalah pertama kalinya ia melihat Andres menangis dihadapannya saat ini. Bukan karena kesedihan melainkan karena kebahagiaannya.

__ADS_1


"Maaf, apakah aku terlalu berlebihan?"Andres berusaha mengalihkan perhatian seraya mengusap wajahnya cepat, berharap air mata tak jatuh lagi.


Lia menggeleng seraya tertawa renyah."Tidak sama sekali,"sahut Lia, dan Andres tersenyum kecik.


"Ekhm... Andres jangan macam-macam dirimu. Kau mau melangkahi aku untuk menikah, tapi kau sama sekali tak izin dulu padaku, sopankah begitu?"goda Bayu so galak, yang membuat seisi rumah tergelak sementara Andres langsung merasa malu dibuatnya.


"Baiklah aku minta maaf,"Andres menggaruk pelan tengkuknya salah tingkah. Lalu berdehem dan berniat berucap dengan setenang mungkin untuk meminta izin pada kakaknya Lia dengan sungguh-sungguh. "Kak Bayu, bolehkah aku menikahi adikmu ini? sungguh aku sangat mencintainya, aku takan pernah meninggalkannya ataupun menyakitinya. Perempuan setulus Lia sungguh membuatku takut untuk melakukan kesalahan. Jika aku melangkahimu, apakah aku akan diberi izin?"


"Tidak!"jawab Bayu cepat dan lantang. Membuat seisi rumah langsung terkejut seketika dengan apa yang baru saja Bayu katakan.


"Apa?"kejut Andres terbelelak.


"Baiklah, apakah jawabanku terdengar sangat serius?"Bayu langsung tergelak sambil memegang perut kegelian karena melihat tampang sekeliling begitu tegang.


Lia hanya bisa memutar bola mata malas sambil berdecak, sementara yang lainnya langsung bernapas lega. Rupanya Bayu sangat begitu usil dengan tingkahnya yang hampir saja membuat jantung semuanya copot akibat lelucon menyebalkannya itu.


"Nabila, seharusnya kita juga menyusul kepelaminan sayang."lanjut Bayu kali ini malah menggoda Nabila.


"Tunggu besok kalau tidak hujan dan tidak ada angin ribut,"sahut Nabila ketus, membuat tawa itu kembali hadir lagi. Sementara Bayu hanya merengut mendengar respon Nabila yang diluar ekspektasi, meskipun ia tahu bahwa itu hanyalah bercanda.


Andres menghela napas dan bersiap untuk mengungkapkan apa isi hatinya saat ini. "Baiklah, kalian adalah saksi atas apa yang sedang aku lakukan dan apa yang aku katakan. Aku sangat mencintai Lia, dia gadis yang aku impikan, dia sama seperti mami. Jika ia masih ada pasti ia sangat bahagia mengetahui calon menantunya yang cantik dan baik hati seperti peri."puji Andres seraya tersenyum kearah Lia, dan wajah Lia pun seketika memanas. "Papi dan kak Bayu terimakasih telah merestuiku."ucap Andres seraya menatap wajah mereka yang disebutkan dengan perasaan bangga. Dan kemudian melanjutkan ucapannya lagi. "Li, terimakasih sudah mempercayai aku untuk segala hal, dan jawabanmu sungguh membuatku sangat bahagia sekaligus merasa lega. Terimalah cincin ini sebagai bukti cintaku padamu, Li."Andres mengambil cincin berlian itu dari kotak merah, kemudian menyematkannya di jari manis Lia dengan begitu lembut. Cincin yang sangat pas membingkai jari manis Lia saat ini, Lia tersenyum bahagia dan Andres langsung mencium punggung tangan Lia dengan sangat mesra dan romantis membuat sorakan pendukung suasana terdengar.


"Ciyee..... so sweet. Selamat ya, Andres dan Lia... yuhu...."goda yang lain disertai canda tawa yang membuat Lia begitu sangat tersipu, lalu semuanya pun tertawa bahagia. Dan semua ini adalah kado terindah untuk Lia dari Andres di hari ulang tahunnya, sangat berharga dan penuh makna.







__ADS_1




__ADS_2