Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"Egois!"


__ADS_3

"ANDRA?!"Jesllyn berteriak sekencang mungkin, sembari berlari mengejarnya di perantara parkiran sekolah.


Langkah Andra terhenti, berbalik badan dengan tas yang disandang di satu bahu.


"Kenapa sih tidak bilang padaku, jika kamu mendapatkan kesempatan loncat kelas?!"todong Jesllyn disela napasnya yang masih terengah-engah.


Andra terlihat menghela napas kasar, sebelum akhirnya ia membuka suara."Jes, aku sudah menjelaskan semuanya malam tadi 'kan lewat telephone?"ucapnya jengah, karena Jesllyn yang terus-terusan mengungkit, dan bahkan Jesllyn langsung memusuhi Andra dengan secara tiba-tiba sejak pagi tadi.


"Tapi, aku pengin dengar langsung secara tatap muka dari kamu Andra! dan kamu terlambat memberi tahu aku, yang ternyata sudah sebulan yang lalu kamu di tawari loncat kelas oleh Pak kepala sekolah. Tapi, kamu baru bilang semalam! kamu anggap aku ini apa sih, dra? Pacar atau apa?!"sungut Jesllyn berapi-api.


"Aku hanya sedang memikirkannya dan__"


"Dan kamu pengecut! bahkan, aku jadi ragu padamu. sebenarnya kamu ini anggap aku apa, hah?!"emosi Jesllyn yang langsung memotong pembicaraan Andra yang masih menggantung.


"Kenapa hanya gara-gara masalah kecil seperti ini kamu jadi bertingkah kekanak-kanakan begini sih, Jes? Jadi selama ini, kamu merasa tak yakin dengan hubungan kita?"Andra tersulut lalu tersenyum kecut."Aku pikir selama ini, kamu yakin sama aku, aku pikir selama ini kamu tak pernah meragukan aku, tapi nyatanya aku keliru."Andra hendak pergi karena ia sedang tak ingin berdebat. namun, dengan cepat Jesllyn menarik pergelangan tangan Andra sehingga langkahnya pun ikut terhenti.


"Kenapa kamu sama sekali tak pernah menghargai aku sih, dra? aku selalu mengusahakan bahwa aku akan selalu bersamamu, tapi nyatanya apa? kamu seperti terlihat siap jika kita harus berpisah, apa kamu siap kehilangan aku, ha?!"netra Jesllyn terus menyoroti wajah Andra dengan geram, dan gigi yang bergemeletuk. Namun, wajah Andra terlihat datar sebelum akhirnya ia berbicara.


"Jes, terus terang aku merasa terkekang!"Andra berbicara dengan tenang, lalu secara perlahan menepis tangan Jesllyn yang sebelumnya berada di pergelangan tangannya."Jes, kenapa kamu tidak menghitung bagaimana pengorbanan aku selama ini padamu, kenapa? aku selalu menuruti semua apa yang kamu ingin. bahkan, aku sampai mundur dari lomba pertandingan basket se-provinsi demi menghadiri pesta ulang tahunmu. Lalu, saat aku menginginkan sesuatu, kamu tak pernah mengizinkan apa yang aku inginkan. aku ingin mengejar mimpiku, Jes. ketika kesempatan itu datang, kenapa kamu harus mematahkannya, Jes?"Andra mengeluarkan uneg-unegnya setenang mungkin, namun Jesllyn masih bersikeras hal itu di tunjukan dengan cara kedua tangan bersidekap di dada lalu tersenyum kecut.


"Jadi, kamu ingin segera lulus dari sekolah ini terus kamu sudah merasa siap meninggalkan aku, hah?! kenapa kamu egois sekali, sih?!"bentak Jesllyn yang membuat kesabaran Andra mendadak hilang seketika.


"Stop, Jes! kamu keterlaluan. kenapa sih, hanya perkara aku ingin menyetujui kesempatan loncat kelas kamu jadi sengotot ini?!"Andra berseru keras.

__ADS_1


"Cuma? kamu bilang cuma?!"ulang Jesllyn dengan nada sinis.


"Yes, aku bilang cuma perkara seperti ini, tapi kamu malah membesar-besarkan!"


Plak!


Jesllyn langsung menampar pipi milik Andra dengan kasar, sehingga dengan spontan Andra menyentuh pipinya yang berdenyut nyeri itu. Rahangnya mengeras, satu tangannya mengepal disisi tubuhnya. Ia merasa bahwa Jesllyn sudah overprotektif, dan membuat kesabarannya habis.


"Tamparan itu special buat mu!"ucap Jesllyn sarkas sambil melotot.


"Kita buang-buang waktu, Jes. setiap kali, aku menginginkan sesuatu, kamu selalu melarang. mungkin ini yang terakhir kalinya aku akan menuruti keinginan kamu. aku memutuskan untuk tidak akan menerima tawaran loncat kelas, dari pada dibahas terus, lebih baik kita menyudahi hubungan kita yang sudah tak sehat ini, Jes. itu yang terbaik, agar kita sama-sama nyaman, right?"kata Andra murka.


Jesllyn berdecih."Kamu yakin, hah? kamu yakin ingin menyudahi hubungan kita? cuma gara-gara aku melarang kamu, untuk menolak kesempatan loncat kelas?"cibir Jesllyn berkacak pinggang.


Bibir Jesllyn yang semula terbuka, kembali menutup. Tatapan milik Andra sangat begitu tajam seakan menusuk bola matanya.


"Padahal, sejak pertama kali kamu bilang kalau kamu punya perasaan yang sama terhadapku, kita sudah sama-sama yakin bahwa hubungan kita akan berlangsung dalam waktu yang panjang. sedetikpun, aku tak pernah berpikiran bahwa hubungan kita akan berakhir, meskipun itu bisa saja terjadi, aku sama sekali tak pernah mau membayangkannya!"tutur Andra lalu menghela napas panjang, kemudian memijat pelipisnya sesaat dan menatap mata Jesllyn dengan tajam.


Jesllyn tak mampu berkata-kata lagi, seluruh ucapan Andra begitu menusuk sampai ke ulu atinya. Jesllyn merasa tertampar, dan tersadar bahwa ia terlalu mengekang serta egois. Tapi, entah mengapa ia tak ingin mengalah dalam situasi seperti ini.


"Tapi, apa susahnya sih untuk kamu menolak tawaran loncat kelas? setelah itu hubungan kita masih tetap baik-baik saja, gampang 'kan, dra?"lagi-lagi Jesllyn berusaha untuk membujuk dan merayu, membuat Andra semakin berada dalam situasi panas, dengan rahang yang kembali mengeras.


Emosi Andra semakin memuncak lalu memaki."Jes, aku pikir kamu mengerti apa kata-kataku barusan! tapi, nyatanya keegoisan kamu ini sudah mendarah daging dan sulit untuk dirubah, ya?! bisa tidak Jes? bisa tidak agar kamu tidak terlalu cemas dengan masa depan?! kamu selalu bilang kamu takut kehilangan aku, sehingga kita harus menjalani hari bersama. Jes, aku juga punya hak. prioritasku bukan hanya tentang kamu dan kamu, aku punya impian, meskipun mungkin kita sudah tak sekelas seharusnya kamu jangan terus-terusan memikirkan ketidak mungkinan, aku cinta sama kamu dan aku takan berpaling darimu, aku selalu menekankan kalimat seperti itu. Tapi, kenapa kamu selalu tidak mempercayai aku?!"Andra menghela napas kasar.

__ADS_1


"Ya, tapi kamu akan pergi. Lalu, aku? aku bagaimana?"sambung Jesllyn cepat, membuat Andra berteriak sembari mengacak rambutnya prustasi.


"Kenapa kamu terus memikirkan dirimu sendiri, sih Jes? kalau caranya terus seperti ini, kamu cuma bakal kehilangan kebahagiaan kamu di hari ini dan jika kamu terus bersi keras, kamu hanya bisa membuatku prustasi!"


"Kenapa terus-terusan menyalahkan aku sih, dra?! kamu pengecut!"Jesllyn tak terima dengan kemarahan Andra, karena Jesllyn merasa bahwa ia tak sepantasnya dimaki oleh Andra yang menurutnya lelaki yang sebelumnya selalu bersikap manis.


"Sesuai apa yang aku bilang tadi, aku akan kabulkan permintaan kamu, aku akan menolak kesempatan loncat kelas. Tapi, maaf. Lebih baik kita putus!"ucap Andra sarkas membuat Jesllyn tersentak.


"KAMU JAHAT!!!"


Plak.


Untuk yang kedua kalinya, Jesllyn mendaratkan tamparan di pipi Andra dengan keras, serta dengan sepasang mata yang berlinangan oleh buliran air mata yang sudah tak dapat di bendung lagi.


Andra menatap Jesllyn dengan muak, sementara itu Jesllyn menghentakan kaki dan langsung pergi dengan isak tangis yang menyayat hati. Andra hanya bisa mengumpat tiada henti lalu berteriak jengah.


"Brengsek!"umpatnya berteriak prustasi di pelantara parkiran sekolah yang sudah sepi.


Akhirnya, asmara yang mereka berdua rajut selama sebelas bulan, ternyata harus berakhir secara menyedihkan seperti ini. Bukan tanpa alasan Andra memutuskan Jesllyn, itu semua karena ia sudah tak tahan dengan sikap Jesllyn yang kekanak-kanakan dan selalu menguji kesabrannya. Mungkin hari ini, kesabaran itu telah berakhir.



__ADS_1


__ADS_2