Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"I Love You, Anyway."


__ADS_3


Jesllyn mengikuti langkah kaki Andra dengan debaran di dada dengan penuh antisipasi. tiba-tiba dalam beberapa langkah, Andra langsung berhenti, sehingga tanpa sengaja Jesllyn menabrak dada milik Andra. Kemudian Jesllyn mendongak menatap wajah Andra yang kini menunduk menatap Jesllyn dengan tatapan seteduh awan. Lalu, ia melirik ke area konser seolah ia teringat sesuatu dengan memangpangkan ekspresi bersalah.


"Ah, apa kau ingin menikmati konsernya dulu? setelah itu baru kita bicara?"tanya Andra pelan.


Kening Jesllyn berkerut, sedetik kemudian langsung tertawa. Membuat Andra menggaruk pelan tungkaknya yang sama sekali tak gatal.


"Aku serius, lebih baik pembicaraan ini di tunda. Kau tak ingin melewatkan konser Mocca 'kan?"Andra memperjelas semuanya, membuat Jesllyn menggeleng-geleng kepala seraya tertawa renyah.


"Tidak menonton Mocca aku tidak masalah, lagi pula aku masih bisa mendengar dan menikmati mereka bernyayi disini. Jadi, bicaralah."ucap Jesllyn mengembangkan senyuman.


Seulas senyuman lega mengembang dari bibir Andra saat ini. Tanpa mengucapkan sesuatu, ia langsung menarik tangan Jesllyn lagi dan melanjutkan langkah yang sempat terhenti. Entah, ia akan membawa Jesllyn kemana. Namun, tak bisa dipungkiri untuk saat ini Jesllyn tak bisa menyembunyikan jantungnya yang bertalu-talu.


Akhirnya mereka berdua terhenti di lapangan basket yang sepi, malam yang dipenuhi taburan bintang serta rembulan malam yang memberikan pencahayaan romantis. Suara musik terdengar samar sehingga mereka bisa berbicara leluasa tanpa saling berteriak ataupun telinga yang mendadak tak berfungsi.


Ada satu bola basket yang tergeletak di lapangan, Andra mendribble bola itu menuju garis free throw kemudian menshoot bola itu, lalu masuk dengan mulus kedalam keranjang basket. Setelah itu Andra melirik kearah Jesllyn yang tampak terpukau melihat bagaimana Andra menunjukan kepiawaiannya dalam bermain basket.



Jesllyn memberikan nilai dengan tepuk tangan dan sorakan, seraya tersenyum. Kemudian Andra berdiri tepat di depan Jesllyn dengan desiran yang sangat mengasikan. Tiba-tiba tangan Jesllyn terulur, menghapus titik-titik keringat di kening Andra, membuat sang empunya merasa canggung. Keringat itu pasti bukan karena ia habis menshoot bola basket, keringat itu pasti akibat ia terlalu gelisah karena ia harus di hadapkan dengan Jesllyn.


"Jes, apakah kau singgle?"Andra meluncurkan pertanyaan yang sekian lama ia pendam, Andra tahu jika Jesllyn memang singgle bahkan ia belum pernah melihat Jesllyn di jemput atau di antar oleh seseorang, kecuali Pak kumis supir pribadinya.


"Campuran ganda!"jawabnya dengan lelucon sambil tertawa ngakak, sementara Andra langsung salah tingkah.


"Pertanyaanku bukan mengenai bulu tangkis, tapi mengenai hal ini. Ini mengenai hati!"Andra menunjuk dadanya dengan tatapan serius yang membuat tawa Jesllyn terhenti seketika.


"Well, aku singgle tapi.."Jesllyn terdiam, sepasang matanya menatap Andra lekat hingga membuat debaran Andra semakin cepat.


"Tapi?"sepasang mata milik Andra membulat penuh antisipasi.


"Tapi untuk apa kepo?"sahut Jesllyn cepat dengan kedua tangan bersidekap di dada lalu tertawa renyah.


"Hanya ingin memastikan."Andra mengedikan bahu singkat.


Jesllyn mengerutkan kening alisnya."Memastikan apa?"tanya Jesllyn penasaran.


Andra tersenyum kecil, kemudian tangannya terulur menyelipkan helaian rambut milik Jesllyn yang terkena hembusan angin kebalik telinga, sementara ujung mata Jesllyn mengikuti pergerakan tangan Andra.


"Kau tahu, sering kali aku berpikir. apakah aku pantas? apakah aku pantas menyukai seorang gadis yang membuatku selalu merasa tersipu?"


"Hem, menurutku sangat pantas. hati dan pikiran seringkali terpusat pada seseorang yang kita taksir, right? Jadi, dimana letak ke tidak pantasaannya?"sahut Jesllyn tenang.


"Aku sedang menyukai teman sekelasku!"ucap Andra lembut, yang membuat sepasang mata milik Jesllyn mengerejap beberapa kali, menelan ludah pelan kemudian manggut-manggut.


"Oh."pipi milik Jesllyn tiba-tiba mendadak panas, bahkan debaran di dadanya juga berdetak jauh lebih cepat.


"Apakah aku pantas menyukainya?"tanya Andra dengan mata lurus menatap Jesllyn.


"Ah, tentu."jawab Jesllyn gelisah seraya mengangguk pelan.


"First love, apa kau percaya?"


"First love, first kiss aku percaya."jawab Jesllyn apa adanya.


Andra terkekeh, namun sesaat kemudian tawa itu menghilang digantikan dengan tatapan menjurus kearahnya, yang membuat perut Jesllyn serasa menclos di singgahi jutaan kupu-kupu yang berterbangan. Rasanya aneh tapi menyenangkan.


Sial, bagaimana bisa Jesllyn merasa ia terlalu cepat ge-er, Jesllyn mengalihkan pandangan agar ia bisa mengendalikan diri dengan sangat aman.


Namun, tangan miliknya meraih dagu Jesllyn dengan sangat lembut. Sedetik itu rasanya jantung milik Jesllyn serasa terhenti mendadak. Apakah ia akan mati? dengan ragu ia menatap mata dan wajah itu. Mata yang menunjukan kilau yang belum pernah Jesllyn lihat, dan wajah yang begitu berseri sangat indah dalam pekat malam yang menyelimuti. Bertatapan dalam diam, tanpa kata, tanpa rayuan ataupun gombalan hingga saatnya tiba.


...It's 10 pm...


...And you're late again...

__ADS_1


...And I can't understand...


...What kept you so long...


...Now look at you...


...Wearing that shirt again...


...Don't you realize...


...How ugly that thing is...


...But even so...


...I love you anyway...


...No matter how things have gone...


...You'll always have me...


...But even so...


...I love you anyway...


...No matter how things have gone...


...You'll always have me...


...Now here it comes...


...You complain again...


...Complain about everything...


...Now look at you...


...Wearing that shirt again...


...Don't you realize...


...How ugly that thing is...


...But even so...


...I love you anyway...


...No matter how things have gone...


...You'll always have me...


...But even so...


...I love you anyway...


...No matter how things have gone...


...You'll always have me...


...But even so...


...I love you anyway...


...No matter how things have gone...


...You'll always have me...

__ADS_1


...But even so...


...I love you anyway...


...No matter how things have gone...


...You'll always have me...


...You'll always have me...


...You'll always have me...


...You'll always have me...


...And you'll always have me...


Lagu mocca berjudul 'I Love You Anyway' mengalun dengan syahdu. Mengiringi kisah antara Andra dan Jesllyn dalam malam yang bersambut dengan kisah romantis.


Perlahan mata milik Jesllyn terpejam, merasa terhanyut dan ikut menikmati irama yang mengalun dari nyanyian yang samar tapi berhasil hinggap di pendengaran miliknya, rupanya jika mengidolakan sesuatu pasti hal yang menyangkut paut dengan tokoh idola tersebut akan terasa oleh sang penggemar.


"Jesllyn, aku menyukaimu. apakah aku pantas untukmu?"bisik Andra dengan lirih, yang membuat mata milik Jesllyn terbuka secara perlahan.


Jesllyn menatap wajah Andra dengan rasa tak percaya, namun senyumannya yang mengembang menunjukan bahwa tak ada keraguan di dalamnya. Jadi, apakah ini serius?


"Berikan aku jawaban, apakah aku pantas untukmu? dan apakah kau akan mengizinkan aku untuk mematahkan hati para pria di muka bumi ini yang menyukaimu?"


"Andra, A-aku.."


"Pilihannya Yes or Not?"


"Andra?"


"Apakah aku tidak pantas?"


Jesllyn langsung menggeleng kuat."Bukan itu magsudku."


"Lalu?"Andra mengangkat satu alisnya.


Jesllyn tertawa pelan, ia merasa bahwa ia belum meyakini apa yang terjadi saat ini. Berusaha meyakinkan diri dan menatap mata milik Andra lamat-lamat untuk menemukan sesuatu. Dan akhirnya ia menemukan apa yang ia cari. Secerca harapan yang kini sudah tumbuh dari binar matanya yang menatap cemerlang.


"Ini serius? Kau menembak ku?"tanya Jesllyn sekedar memastikan.


"Aku tidak ingin membuatmu mati, Jes!"Andra malah bercanda yang membuat Jesllyn mengulum senyuman.


Jesllyn berdecak."Bukan itu magsudku."


"Lalu apa?"godanya dengan seringai jahilnya.


"Apakah ini hanya rayuan?"


"Aku serius Jes, teman sekelas yang aku sukai itu adalah kau. Dan apakah aku pantas? dan apakah kau mau menerima pria dihadapanmu ini sebagai pacar?"


Sedetik, dua detik, Jesllyn mengerejapkan matanya. Menatap kesungguhan yang nyata darinya. Tanpa ragu, dan anggukan kepala mantap itu ditunjukan Jesllyn pada Andra.


"Yes!"Andra berteriak dengan gerakan tangan tersentak, lalu menggendong Jesllyn dari depan dengan spontan. Tanda bahwa ia bahagia, melihat anggukan setuju dari Jesllyn barusan.


"Aw..Andra, lepasin!"jerit Jesllyn sambil tertawa bersama dengan Andra.


"Kau milikku Jes.. Kau milikku!!"teriak Andra dengan lantang, tanpa melepaskan pelukan dengan gerakan memutar. Tak bisa memungkiri betapa bahagianya Andra dan Jesllyn saat itu.



*Note: Cerita hanya Fiktif belaka, dan ini hanya Fiksi mohon bijak!


Instagram Author: @inaraina15

__ADS_1


__ADS_2