
Minggu ini adalah hari tepat Lia sekeluarga pindah, setelah mengemasi barang-barang mereka memasukannya kedalam bagasi mobil satu persatu.
Sementara dengan suasana Andres ia terlihat begitu tergesa-gesa, setelah mandi kemudian berpakaian lalu bergegas pergi.
Andres menepikan sepeda motornya di tepi jalan, tepat di area lingkungan rumah Lia. Andres turun dari sepeda motornya, kemudian berjalan beberapa meter lalu merogoh ponsel di saku jaketnya. Mencoba menghubungi Lia lewat panggilan telephone berulang-ulang namun tak ada jawaban, Andres menghela napas panjang karena tampaknya Lia masih marah padanya setelah kejadian ciuman semalam. Detik itu sebuah mobil muncul dari lingkungan rumah Lia kemudian melaju, membuat Andres spontan berteriak memanggil nama Lia berkali-kali lalu mengejar mobil itu tanpa menggunakan sepeda motor yang terparkir beberapa meter dari tempat ia berdiri tadi, sehingga tak berpikir panjang ia langsung berlari mengejar mobil itu dengan langkah kaki panjangnya.
"LIA......LI, LIA..."teriak Andres berulang kali, namun tak terdengar oleh Lia.
Andres terengah-engah, setelah ia berhenti berlari. Mobil melaju terlalu cepat, sehingga ia tak sanggup mengejar. Bahkan hujan di pagi hari mulai mengguyur kota, membuat tubuh Andres kebasahan. Dan bahkan Andres hanya bisa meratapi kesedihan, melihat mobil itu yang mulai menjauh dan menghilang.
Di suasana dalam mobil terlihat Lia memandang keluar jendela kaca, dengan rintikan air hujan yang mengguyur, persis dengan air matanya yang kini ikut tumpah membasahi pelupuk pipi. Dengan cepat ia menghapus air mata itu sembunyi-sembunyi, agar keluarganya tidak melihat kesedihan yang tengah dirasakannya saat ini.
Cuaca mendung terlihat remang-remang meskipun waktu baru saja menunjukan setengah tujuh pagi.
Geliat kehidupan kota metropolitan mulai terasa dengan aktivitas kendaraan yang padat, meskipun cuaca diluar hujan tak menjadikan aktivitas melonggar, apalagi hari ini adalah hari weekend. Banyak penduduk Ibukota yang mengisi hari libur dengan pergi ke mall, pergi ke wahana permainan, ataupun bahkan pergi berwisata.
Tak terasa mata pun seperti terasa sangat berat, maka Lia memutuskan untuk tidur. Tak terasa hujan pun sudah berhenti, dengan digantikan cuaca panas dengan matahari yang terik. Lia tidur untuk beberapa menit, kemudian ia terbangun dari tidurnya setelah mendengar kelakson yang tak sabaran berbunyi nyaring, tampaknya kondisi jalanan tol terlihat macet. Lia menguap sambil menggeliat, cukup membuatnya lebih baik, meskipun ia ikut tak sabaran juga karena seluruh kendaraan merayap lambat.
"Sarapan, Li. kau belum sarapan tadi."itu suara Bayu tepat disampingnya setelah Lia terbangun dari tidur lelapnya.
Lia menoleh dan melihat Bayu menyerahkan sekotak roti sandwich ham telur serta susu kotak kemasan.
"Aku belum lapar, makan saja kak."tolak Lia lembut seraya tersenyum.
__ADS_1
"Wah, biasanya kau gembul sekali mirip kerbau sawah. tapi, mengapa kau mendadak tak bernafsu sama sekali sekarang? apa kau memikirkan sesuatu, Li?"goda Bayu menatap Lia dengan kedua mata yang menyipit.
"Jangan sok tahu, atau aku akan memakan roti sandwich milik mu ini!"sungut Lia cepat sembari merebut roti sandwich itu dari tangan Bayu lalu melahapnya bagai orang kesurupan.
Bayu tertawa ngakak."Come on, sisakan aku sedikit."ledek Bayu, maka dengan perasaan dongkol Lia langsung menyumpal mulut Bayu dengan sepotong roti sandwich itu.
"Dasar payah,"Lia mencabik kearah Bayu lalu memutar bola mata.
"Kwnawpa kaw jwahat swakali pwadaku, Li? apa kaw pwnya dwndwam padaku?"Bayu berkata sembari mengunyah roti sandwich itu dengan berutal.
"Jangan mengganggu, atau aku akan memusuhi mu!"Lia berkata sembari menancapkan sedotan pada kotak susu itu lalu menyedot susu itu sampai tandas.
"Waw, mendadak kau seperti kelaparan campur kesurupan karena marah-marah padaku,"ledek Bayu lagi sambil terkekeh.
"Hiyaa.. Jangan mengganggu!"teriak Lia gemas.
"Ya, ampun ada apa kalian?"tanya sang ibu menghela napas sembari menoleh ke belakang, karena posisi sang ibu duduk di depan sopir yang tiada lain adalah suaminya.
"Bayu..."Ibu Lia langsung menatap Bayu dengan pelototan, sementara Bayu hanya cengengesan.
"Bayu, jangan begitu sama adiknya, kasihan kalau terus di ledek seperti itu."sang ayah ikut berkomentar.
"Bayu lihat tadi Lia sedang melamun, makanya aku berusaha untuk mencairkan suasana. Well, aku tak ingin punya adik yang selalu melamun."seloroh Bayu, membuat Lia langsung mendelik.
"Aish, kau ini selalu ikut campur. Lebih baik segera menikahlah dirimu, biar kau bisa menggoda istrimu, bukan aku lagi!"kata Lia menghela napas kasar.
"Ya ampun, Li. kenapa kau selalu tahu cara mengakhiri pembicaraan denganku?"Bayu tersenyum kecut."Kau selalu saja menyuruhku menikah, dan bahkan aku bingung harus menikah dengan peremuan mana, pacar saja tidak punya."dumel nya yang mengundang tawa seisi mobil.
"Kenapa tidak ikut take me out saja? selain pulang membawa seorang perempuan, kau akan pulang dengan membawa uang kencan, jadi kau tak perlu banyak modal 'kan?"sang Ayah ikut nimbrung sambil menahan senyum.
__ADS_1
"Ya, seharusnya aku harus ikutan audisi."sahut Bayu dengan wajah masam, membuat Lia tertawa geli.
"Apa perlu ibu jodohkan kau dengan Andin?"timpal sang ibu kegelian.
"Andin milik Aldebaran, aku tak ingin merebut istri orang,"kata Bayu sinis, dan lagi-lagi seisi mobil tertawa ngakak di buatnya.
"Bersabarlah, jodoh takan kemana,"Lia menepuk-nepuk bahu Bayu sambil tertawa.
Tawa ini setidaknya bisa membuat Lia melupakan sejenak tentang kesedihannya, dan berubah tersenyum setelah menyaksikan keluarganya yang terlihat sangat begitu ceria, meskipun dengan cara menggoda sang kakak yang tak kunjung menikah. Itulah momen berharga bersama keluarga yang sangat menyenangkan.
Jalanan terlihat ramai lancar kembali, membuat Lia merasa nyaman.
Namun sedetik itu bumi terasa seakan runtuh, ketika sebuah mobil tronton melaju kencang dari arah berlawanan membuat beberapa pasang mata seisi mobil di buat terkejut seketika.
"Ayah......"teriak Lia terkesiap.
"Aaaaaaaaaaaaaa....."jerit seisi mobil ketika terjadi tabrakan antara mobil keluarga Lia dengan mobil tronton itu.
Seketika terjadilah adu tubruk banteng satu sama lain, sehingga mobil Lia mengalami keringsekan yang parah, posisi kepala sang ayah yang menelungkup karena terbentur setir mobil sehingga menimbulka kepala bersimbah darah, sementara sang ibu kepalanya terkena serpihan kaca yang pecah dari depan, serta Bayu dan Lia terpental jauh keluar karena mereka berdua tak mengenakan sabuk pengaman.
Truk Fuso jenis tronton melindas Toyota Avanza milik keluarga Lia di Tol Jagorawi di KM 36, Penyebab kecelakaan itu diduga rem truk blong. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.
Saat di TKP (sopir truk) kurang hati-hati dan tidak bisa menguasai laju kendaraannya. Diperkirakan mengalami rem blong sehingga menabrak kendaraan milik keluarga Lia.
Kendaraan Toyota Avanza terdorong oleh truk sampai terseret jarak beberapa meter.
Akibat kecelakaan ini, kemacetan tidak dihindarkan karena lokasi kejadian menutup dua lajur.
Lia yang bersimbah darah tergeletak di aspal, tangannya masih bisa bergelak secara perlahan, dan suara yang ia dengar terakhir kali adalah suara tawa keluarganya saat di dalam mobil tadi, sebelum pada akhirnya dunianya berubah gelap, sangat gelap dan begitu pekat.
__ADS_1