Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"Si Dia."


__ADS_3

"Apa sekarang kau merasa deg-degan?"mendengar pertanyaan itu kedua mata Lia pun langsung membola. Apalagi saat Andres mengangkat tangan milik Lia, kemudian mencium punggung tangannya itu dengan mesra.


"Andres?"


"Kenapa?"


"Apa ini terlalu berlebihan?"tanya Lia dengan tatapan serius.


"No!"geleng Andres lalu tertawa renyah.


"T-tapi "


"Kau tidak suka?"Andres tergelak, sementara Lia hanya bisa menggigit bibir bawahnya.


"A-aku hanya--"


"Li, apa kau mau menjadi pacarku?"sambung Andres cepat.


Deg !!!


Lia seketika tercenung mendengar pernyataan Andres yang baru saja terlontar dari bibirnya, perahan pandangannya turun ketika Andres berlutut dan mencium kembali punggung tangan miliknya. Pandangan Lia kembali menuju mata pekat itu, tatapannya penuh rasa ketidak percayaan dan dirasa mustahil dengan apa yang dilakukan Andres saat ini.


"Andres,"Lia memanggil pelan dan hampir tak terdengar.


"Li, apa kau mau mencoba untuk menyukaiku?"pandangan itu semakin menatap Lia lurus dengan penuh pengharapan yang serius.


"Jangan ngaco, Andres."Lia menggeleng samar disela ia tertawa sumbang, seolah belum meyakini ucapan Andres barusan.


"Aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini tumbuh, dan bahkan aku tidak pernah berpikir tentang cinta dalam hidupku. Cinta yang ku magsud adalah cinta pada masa-masa dewasa seperti ini bersama dengan seorang gadis. Dulu aku tidak pernah merasakan apa itu first love, tapi kali ini aku merasakannya. Dan gadis itu adalah dirimu, Li. Li, apakah aku pantas mendapatkanmu dan menggantikan posisi Andra?"Andres berucap setelah ia terbangun dari posisinya, dengan mengikis jarak dan merapatkan diri tepat di depan Lia.


Dan tak bisa di pungkiri rupanya apa yang Andres lakukan menimbulkan reaksi guncangan yang begitu dahsyat yang menerpanya secara berulang-ulang dan tak pernah sempat berhenti.


"Andres, aku merasa tidak percaya diri. Tapi, bagaimanapun mendengar pengakuan itu darimu membuat aku merasakan sesuatu yang aneh."ungkap Lia sedikit ragu.


Satu alis Andres terangkat."Sesuatu yang aneh?"

__ADS_1


"Apakah ini yang dinamakan deg-degan?"tanya Lia menatap wajah Andres yang terlihat berseri.


Andres tertawa renyah."Aku pikir aku saja yang merasakan itu. Jadi rupanya kau juga merasakan? merasakan detakan jantung yang bertalu menyakitkan, seperti menginginginkan sesuatu untuk di kabulkan. Li, kau tahu aku hanya ingin mendengar jawaban itu meluncur darimu saat ini juga, apa kau mau mencoba untuk menyukaiku seperti kau menyukai Andra? Mungkin melupakan Andra adalah suatu hal yang tak mudah untukmu, tapi apa kau tak mau mencoba untuk membuka hatimu kembali? Li, aku mohon jawab Iya untuk permintaanku yang ingin mengikat hati ini hanya padamu."pinta Andres penuh pengharapan yang serius serta tulus, dengan cepat pula ia langsung memeluk erat Lia seolah ia tak ingin melepaskan gadis di hadapannya itu, meskipun Lia tak membalas pelukannya.


Hening.




"*I say ye*s!"jawab Lia setelah beberapa menit terdiam larut dalam pikirannya sendiri.


"What?"Andres mengerejap seketika setelah ia melepaskan pelukannya itu.


"Aku terima kau menjadi pacarku, Andres aku harap kau tidak tuli."kata Lia berucap lugas dengan senyuman terkembang dari bibirnya.


"Mau? apakah aku bermimpi, Li?"Andres menampar pipinya dan terasa berdenyut nyeri, oh **** rupanya ini bukan mimpi di siang bolong.


"Mau bukti?"goda Lia mengulum senyum.


Cup!


Tanpa basa-basi Lia mengecup bibir milik Andres seketika.


🐒🐒🐒🐒🐒



"Andres? Andres apa kau tuli? Hello ...Are you okay?"Lia melambai-lambaikan telapak tangannya di depan mata Andres berulang kali.


Plak!


Oh sial, seketika Andres terkesiap setelah tersadar dari segala khayalan yang memenuhi segala isi otaknya. Saking kesalnya karena Andres sama sekali tak menyahut ketika Lia berkali-kali memanggil Andres, maka akibat kehilangan kesabarannya Lia langsung memukul lengan milik Andres dengan gemas. Bahkan Lia merasa heran dengan sikap Andres yang tiba-tiba melamun sambil cengar-cengir, mungkinkah penunggu taman ini marah? karena ia dan Andres terlalu berisik saat sesi melihat-lihat photo di kamera, lalu mengganggu Andres? tapi, rasanya itu tidak mungkin.


Andres tersenyum kikuk kearah Lia. Hayalan yang sangat payah, bahkan rasanya Andres tak mungkin harus melakukan sesi menancapkan panah asmara secepat itu terhadap Lia. Bahkan ia sadar bahwa ia masih ragu dengan perasaannya sendiri.

__ADS_1


Andres sempat berpikir, apakah perasaan aneh yang selalu berdesir ketika berdekatan dengan Lia ataupun melakukan kontak fisik dengan Lia itu adalah perasaan yang lumrah, atau itu semua karena alam bawah sadarnya terpengaruh oleh permintaan Andra saat itu, yang memintanya untuk mendekati Lia?


Namun, yang pasti Andres belum bisa menerka perasaannya sendiri. Tapi, jika ia belum bisa menerka apa yang ia rasakan terhadap Lia, mengapa ia bisa menghayal tentang Lia dalam sesi mengungkapkan cinta? ataukah ini hanyalah omong kosong yang tiada artinya? memikirkan tentang cinta memang begitu rumit dan memberikan efek pening di kepala, membuat Andres menggelengkan kepala mencoba membuyarkan segala pikiran bimbangnya itu.


Lia berdecak gemas."Andres apa kau masih waras?"


"Em...maaf, Li. a-ku.. aku hanya memikirkan sesuatu."ucap Andres terbata-bata.


"Memikirkan apa? sampai-sampai kau tersenyum seperti orang gila seperti itu?"sungut Lia memutar bola mata lalu menghela napas kasar.


"Ah, aku juga tidak tahu. akibat memikirkan si dia, aku seperti orang yang sudah kehilangan akal."kata Andres seraya tertawa sembari menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal.


"Wah.. gadis itu pasti sangat mengerikan, bahkan dia sampai membuatmu kehilangan akal seperti itu. Aish, pantas saja berkali-kali aku memanggilmu kau sama sekali tak menyahut. Aku pikir kau diganggu makhluk halus penunggu taman ini, jadi rupanya pikiran kau ini terganggu oleh si dia? payah sekali dirimu,"sindir Lia dongkol, yang tentu saja membuat Andres tergelak.


"Li, jika kau tahu si dia yang ku magsud, mungkin kau akan menarik kata-katamu."kata Andres tertawa terpingkal-pingkal sampai ia memegangi perutnya yang terasa sangat sakit, akibat ia tertawa.


"Wah, apa peduliku. Bahkan aku tidak kenal dengan gadis yang kau magsud itu, kau tahu 'kan? kalau aku tidak pernah mengetahui gadis mana saja yang dekat denganmu. Lalu, mengapa aku harus menarik kata-kataku? aku yakin sekali gadis itu pasti sangat mengerikan."sahut Lia acuh membuat tangan Andres refleks mencubit pelan hidung bangir milik Lia, maka dengan cepat pula Lia menepis tangan Andres di hidungnya seraya memutar bola mata malas.


"Ya, kau benar gadis itu memang sangat mengerikan, sangat mengerikan, Li."setuju Andres sambil terkekeh.


"Tebakan ku rupanya benar, bahkan kau setuju ketika aku mengatakan si dia sangat mengerikan. Well, jangan bahas si dia lagi saat bersamaku, ataupun berhayal tentang wajahnya. Aku malas jika harus terus memanggil-manggil namamu sementara kau sama sekali tak menyahut,"Lia mendengus sebal, dengan kedua tangan bersidekap di dada, serta bibir yang mengerucut, sangat menggemaskan.


"Baiklah, aku paham itu."angguk Andres sepakat, seraya mengulum tawa agar tawanya tak pecah lagi karena tingkah Lia yang begitu natural.


"Oke,"sahutnya mengedikan bahu acuh, kemudian memunggungi Andres dan melanjutkan sesi memotret pemandangan yang berada didepannya, menggunakan kamera yang masih berada di tangannya.


"Li, seandainya kau tahu si dia yang kau sebut gadis mengerikan itu adalah dirimu, kau pasti akan marah dan memukulku atau bahkan mungkin kau akan mencekik leherku? hahaha.. kenapa kau begitu sangat menggemaskan, Li? tingkahmu natural sekali, membuatku tertawa lepas seperti tak ada beban. Aku rasa aku mulai mengerti kebimbangan yang sedang ku alami sekarang. Dan apa kau tahu Li, ini pertama kalinya aku mulai berpetualang dengan cinta."batin Andres berkata seraya tersenyum lebar kearah Lia yang masih memunggunginya.





__ADS_1


__ADS_2