Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"Misi ke tiga"


__ADS_3

"A-Andra apa ini kau?"lirih Jesllyn menatap wajah Andres lamat-lamat dengan tatapan mata meremang oleh buliran air mata.


Mata Andres mengerejap beberapa kali, setelah mendengar Jesllyn memanggil dirinya dengan sebutan Andra.


"Berhenti untuk tidak bernostalgia Jesllyn!"Semmy berseru keras dari belakang.


Seketika Andres dan Jesllyn membalikan badan dan melihat Semmy tertatih-tatih sembari memegang kepalanya yang terus mengucurkan darah. Andres langsung mendorong tubuh Jesllyn sampai tersentak kepelukan Semmy. Dan Andres langsung menghampiri Lia yang lemah lalu membantunya bangkit dan memeluknya erat, karena Lia terlihat begitu syok.


Setelah bangkit untuk berdiri, Andres dan Lia terkejut tak kepalang ketika melihat Jesllyn berteriak kesakitan karena Semmy menarik rambut Jesllyn dengan kasar, lalu mendaratkan tamparan dipipinya dengan sekali hentakan.


Plak!


Refleks Jesllyn memegang pipinya yang berdenyut nyeri itu dengan air mata yang berlinang, bahkan sudut bibirnya pun ikut berdarah karena tamparan Semmy yang menyakitkan. Dan pada detik itu pula, tanpa memandang status sebagai pacar Semmy malah menjambak rambut Jesllyn dengan begitu kuat sampai Jesllyn hampir terjengkang ke belakang.


"Aw, Sem. Sakit,"rengek Jesllyn berteriak kesakitan karena perlakuan Semmy padanya.


Tanpa belas kasihan Semmy langsung merangkum kasar pipi Jesllyn dengan satu tangannya, serta gigi yang bergemeletuk dan sorot mata tajam tanda kemurkaan.


"Kau bilang kau mencintaiku, tapi mengapa kau malah bernostalgia dengan menyebut nama Andra?! apa kau sudah gila?!"Semmy melepaskan tangannya dari pipi Jesllyn dengan muak, sampai Jesllyn hampir kehilangan keseimbangan.


"A-aku tidak bermagsud,"tangis Jesllyn pecah juga namun Semmy malah langsung menendang tubuh Jesllyn sampai tersungkur, lalu Semmy tak peduli lagi. Sementara Jesllyn hanya bisa sesegukan menahan denyutan nyeri yang menjalar pada sekujur tubuhnya.


Semmy menoleh kehadapan Andres dan Lia. Dan mendapati Andres sedang mengotak-ngatik pistol digenggaman tangannya yang ia dapatkan dari Lia.


Tangan Andres menggenggam grip pistol dengan weapon hand secara penuh dan konsisten serta dengan genggaman erat, genggaman erat di butuhkan karena genggaman tersebut akan memberikan resistensi ke arah weapon hand saat pistol meletus.


finger off, telunjuknya mengarah ke depan sejajar dengan laras. Andres berusaha menimbang-nimbang jika ia sudah siap menembak maka jari telunjuk weapon hand siap menekan trigger.


Tidak lupa Andres memperhatikan bidang pistol yang akan digenggam reaction hand. Area tersebut adalah area prioritas yang harus di cover menggunakan reaction hand.


Andres menempelkan telapak tangan bagian weapon hand dengan jempol mengarah ke depan, sejajar dengan laras. Jari-jari mengambil sudut 45 derajat. Lalu mengenggamnya dengan erat. Dan ia meletakan jemarinya di bawah trigger guard.


Andres mencoba memastikan tidak ada gap/jarak antara beaver tail dan selaput tangan (selaput antara jempol dan telunjuk) Hal tersebut berguna untuk memberikan tahanan saat ia recoil kebelakang. Prinsip ini berguna untuk mengarahkan recoil agar muzzle atau moncong tetap stabil menghadap ke depan.


"Kau sudah gila Andres? kita bisa di penjara!"Lia berucap panik sehingga konsentrasi yang Andres bangun seketika buyar.


"Tidak ada jalan keluar, Li. Dari pada kita mati, apa kau mau mati sekarang?!"sungut Andres terpancing emosi, dengan tangan masih memegang pistol sementara wajahnya menoleh kearah Lia.

__ADS_1


Bugh!


Seketika Semmy yang tak tinggal diam langsung menerjang tubuh Andres sampai terhuyung dan menindih Lia yang ikut terhantam oleh tubuh Andres yang tumbang.


Brukk!


Dengan satu hentakan kaki Semmy menginjak pergelangan tangan Andres sehingga pistol itu terlepas dari genggamannya. Andres berteriak melengking apalagi tulang pergelangan tangannya terdengar berbunyi 'Kreek", begitu juga Lia yang ikut meringis kesakitan dengan beban tubuh Andres yang menghimpitnya. Lia menangis sejadi-jadinya ketakutan bercampur dengan kepanikan yang tiada henti mengguncang jiwanya sedari tadi. Semmy hanya tertawa bengis menyaksikan apa yang Andres dan Lia derita saat ini, begitu memilukan dan menyedihkan tapi pantas di tertawakan, bagi Semmy semua yang ia lihat adalah pertunjukan yang menyenangkan.


"Jangan main-main denganku! kau pikir kau merasa paling hebat? rupanya kau sama dungunya dengan saudara kembarmu si Andra, hahahaha.."sindirinya dengan tawa terbahak-bahak memenuhi ruangan yang sunyi dan lembab.


Tak berhenti sampai disitu Semmy langsung menginjak dada Andres dengan hentakan kaki kasar, hingga Andres terbatuk-batuk.


"Jangan lakukan apapun pada Andres!"bentak Lia dengan suara gemetar.


Semmy terkikik dan melepaskan kakinya di dada Andres, lalu berjongkok menatap wajah Lia lamat-lamat dengan tatapan misterius.


Sementara Andres berusaha menggapai pistol yang tergeletak dari jarak yang hanya beberapa centi meter dengan sangat hati-hati. Meskipun pergelangan tanggannya terasa sakit tapi ia rela melakukan itu demi keselamatan Lia dan mencoba menahan rasa sakit yang ia rasakan.


Ekor mata Semmy ternyata berfungsi dengan sangat baik, ketika melihat Andres yang sedang berusaha keras mengambil pistol. Maka dengan mulus Semmy langsung mengambil pistol itu, yang membuat Andres terkejut. Semmy menunjukan sikap congkaknya dengan mengangkat pistol tepat di wajahnya, berlagak meniup pistol lalu tertawa sinis.


Lia tiada henti menangis dan sesegukan, bahkan pita suaranya terasa sangat sakit dan perih karena ia terus-terusan menangis tiada henti. Menggeleng-gelengkan kepala dan berdo'a dalam hati mencoba memohon pada tuhan agar ia dan Andres di selamatkan.


"Andres,"Lia hanya bisa memanggil Andres dengan lemah disela isakannya.


Jesllyn yang masih tersungkur melihat Andres yang seperti pasrah dengan keadaan, apalagi terlihat Semmy yang mulai meletakan jemarinya di bawah trigger guard. Pandangan mata Jesllyn beralih lagi untuk melihat wajah Andres, debaran jantungnya semakin terguncang. Seketika bayang-bayang Andra menghantui. Mengingat bagaimana Andra dahulu saat masih bersamanya, di taman yang asri sepulang sekolah Jesllyn terduduk di bangku, sementara Andra berlutut dengan satu kaki serta satu tangan menggenggam setangkai bunga mawar putih yang indah dan wangi yang disodorkan pada gadis didepannya itu, Jesllyn pujaan hatinya. Andra tersenyum teramat manis, dengan mata berkilat senang. Sementara Jesllyn tersipu.


"Kau cantik,"pujinya saat itu yang membuat Jesllyn salah tingkah, serta pipi yang merah merona.


"Apa yang kau inginkan, sehingga berani menggombal?"tanya Jesllyn mengulum senyum.


"Terima bunga ini dan kiss me, Jes!"pintanya dengan bola mata yang menggemaskan.


Jesllyn mengangkat satu alisnya lalu tertawa renyah."Ada maunya ternyata,"


"Boleh 'kan?"tanyanya manja.


Jesllyn menganggukan kepala tanpa ragu, kemudian menerima bunga itu lalu mencium pipi kanan Andra dengan mesra.

__ADS_1


Cup!


Kemudian mereka berdua pun tertawa bersama dan saling tersipu. Melihat wajah Andres malah mengingatkannya pada Andra, membuat hatinya berdesir kuat.


Mengingat hal itu Jesllyn mengurai air mata yang membasahi pipi memarnya, terasa perih namun sekuat tenaga yang masih ia punya ia berusaha untuk kuat.


"Aku sadar tidak seharusnya aku kalut dalam emosi, sehingga emosi ini malah membuatku terjerumus dalam lembah kelam."batin Jesllyn menyesali keadaan dengan terus-terusan menangis tanpa suara.


Hatinya sesak, penyesalan sungguh tak berarti apapun. Bahkan trauma itu menghampirinya, Semmy yang kasar dan sangat mengerikan. Bahkan, disituasi terdesak seperti ini kesadarannya mengenai seluruh kesalahannya datang secara terlambat, membuat Jesllyn muak dengan dirinya sendiri dan tak bisa memaafkan dirinya. Rasanya ia sudah tak pantas hidup lagi dan ia menyadari bahwa bergabung dengan Semmy hanyalah emosi sesaat.


"Kau payah sekali Jes, aku pikir kau gadis cerdas yang bisa aku andalkan. nyatanya aku salah, kau begitu bodoh! melakukan ini saja kau tak becus, kau hanya tinggal memotong kepalanya menggunakan gergaji, setelah kepala itu terpisah dengan tubuhnya maka selesai sudah!"bentak Semmy pada Jesllyn lalu menoyor kepala Jesllyn dengan kasar, Jesllyn terlihat berusaha keras untuk tidak menangis karena ia ketakutan jika Semmy akan semakin menyiksanya.


"Jangan kasar-kasar padaku, Sem."pinta Jesllyn memohon.


"Makanya jadilah gadis cerdas jangan dungu!"lagi-lagi Semmy menoyor kepala Jesllyn berulang-ulang dengan kasar.


"Maaf,"lirih Jesllyn mulai terisak.


"Selain dungu kau juga cengeng!!"bentak Semmy lagi lalu mendorong tubuh Jesllyn sampai tersentak mengenai teralis besi yang membuat punggungnya kesakitan, sementara Semmy malah pergi begitu saja.


Mengingat penyiksaan itu membuat Jesllyn semakin bersedih, penyiksaan yang ia alami lebih dari itu serta lebih menyakitkan dari pada itu. Ia bertahan karena terpaksa cinta yang membutakan, namun setelah tersadar cinta yang ia rasakan adalah cinta yang membawanya pada malapetakan dan kebodohan. Dan rupanya itu bukan cinta tapi bisikan setan. Sorot mata Jesllyn menajam, gigi bergemeletuk, kedua tangan mengepal kuat lalu berancang-ancang.


"Hiyatttt......"


Sedetik Jesllyn tak melakukan aksi pasti peluru itu sudah menembus kepala Andres. Seketika Jesllyn bangkit lalu berlari dan menerjang Semmy dengan kekuatan penuh dari rasa murka. Semmy tersungkur pada ubin dengan sekali hentakan, maka dengan cepat ia mengambil alih pistol itu dan jemarinya menekan trigger guard.


"MATILAH KAU IBLIS!!!"Jesllyn berseru lantang.


DOOOR!!


Suara tembakan meletus dengan nyaring. Jesllyn berhasil menembakan peluru itu tepat di dada Semmy, darah tersembur dari mulut dan merembes dari dadanya seketika.


"Jes...Ah."lirih Semmy sebelum akhirnya meregang nyawa.



*Hua... susah banget nulis beginian! like ya biar aku makin semangat nulisnya!😭

__ADS_1


__ADS_2