Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"Berada di dimensi lain,"


__ADS_3


Perlahan Lia membuka mata, ia merasakan tubuhnya terdampar di rerumputan hijau yang luas. Seketika ia melihat sosok itu, sosok tampan yang begitu ia rindukan, tengah menatap wajahnya dari atas kepalanya, membuat Lia menengadah.


Sosok itu tersenyum lebar, senyuman khas yang tak dimiliki orang lain, dan tentu saja Lia membalas senyuman itu.


"Kenapa kau di sini?"tanyanya dengan suara teramat merdu.


Lia beringsut duduk, menatapnya rindu kemudian satu tangannya terulur menyentuh pipi miliknya, Lia tersenyum haru.


"Kau terlihat bersinar."puji Lia membuat sosok itu tersipu.


"Aku betah disini, Li."ucapnya sembari ikut membalas membelai pipi Lia dengan begitu lembut.


"Ini tempat apa? disini terasa sangat begitu sejuk dan juga sangat indah,"komentar Lia setelah melihat sekeliling dengan perasaan kagum yang tiada bertepi.


"Ini tempat keabadian,"jawab Andra memberitahu.


"Aku rasa aku juga akan betah disini, Aku ingin bersamamu, Andra."pinta Lia menatap mata Andra penuh permohonan yang kuat.


Andra menggeleng samar."Belum waktunya, Li."kata Andra membuat Lia menundukan kepalanya layu, tanda ia mulai merapuh dengan apa yang Andra katakan.


"Tapi, aku tak bisa melupakanmu."cicit Lia mulai meneteskan air mata.


Andra langsung mengangkat dagu Lia perlahan, menatap wajah polos Lia dengan binar mata cemerlang serta senyuman yang ikut mengembang di bibirnya.


"Apa kau mencintaiku?"tanya Andra yang membuat sepasang mata Lia menatap Andra dengan seksama.


"Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku tak mencintaimu 'kan?"


Andra mengangguk."Tapi, ada satu hal yang harus kau tahu, bahwa ada seseorang yang begitu mencintaimu."


"Orang tua ku?"


"Orang tua mu tentu saja termasuk, tapi ada satu orang lagi yang tak pernah kau sebut."


Satu alis Lia terangakat bingung."Jika aku tak pernah menyebut namanya, berarti aku tidak mengenalnya,"


"Kau tentu sangat mengenalnya, Li."kata Andra yang membuat Lia semakin dibuat bingung.

__ADS_1


"Siapa?"tanya Lia penasaran.


"LIA.."seseorang memanggil namanya dengan nyaring, membuat Lia seketika menoleh kebelakang. Didapatinya sosok Andres yang berdiri disana, membuat Lia seketika terkejut dengan kehadiran Andres secara tiba-tiba.


"Dia orangnya,"bisik Andra seraya tersenyum bahagia. Belum sempat berbicara dengan Andra lagi, tiba-tiba saja Andra sudah menghilang bak kilat, tanpa pamit. Membuat Lia seketika mencari-cari, dan tanpa sadar Andres sudah ada di depannya dalam posisi berjongkok sambil tersenyum lebar menatap Lia.


"K-kau?"Lia terbata-bata.


"Kau disini sedang apa, Li? ayo pulanglah, tempat mu bukan disini,"ucap Andra yang membuat Lia semakin kebingungan.


"Lalu kau mengapa disini?"tanya Lia heran.


"Aku sedang mencarimu, untuk menjemputmu, dan pada akhirnya kau ditemukan, jadi pulanglah."jawab Andres sembari memegang lembut pergelangan tangan Lia, untuk segera bergegas.


"Tapi aku ingin disini,"rengek Lia tak kuasa menahan kesedihannya lagi, karena ia belum benar-benar siap setelah ditinggal pergi Andra tanpa pamit.


"Belum saatnya, Li. Maka kembalilah, ayo?!"ajak Andres lagi setelah berdiri ia langsung mengulurkan tangan kehadapan Lia.


"Tapi,"


"Apa aku perlu menggendongmu?"tawar Andres dengan tatapan menggoda.


Mereka berdua berjalan di padang rerumputan, baru beberapa meter berjalan tiba-tiba saja kepala Lia mendadak pening dan berdenyut nyeri yang begitu tak tertahankan, serta dari dalam hidungnya keluar tetesan darah yang membuatnya sedikit panik, apa yang terjadi?


"LI, KAU MAU KEMANA?!"teriak seseorang dari belakangnya, membuat Lia seketika menoleh.


"Andres?"Lia terkesiap, lalu melihat lagi kesampingnya dengan tatapan bingung, kenapa bisa Andres berubah menjadi ada dua?


"Kau Andres?"tanya Lia keheranan menatap lamat-lamat Andres yang masih saja berada di sampingnya.


sosok yang disebut Andres itu langsung mengangguk cepat,"Tentu saja aku Andres, Li."jawabnya.


"Li, kau dengan siapa? ayo kemarilah!"teriaknya lagi sambil melambai-lambaikan tangan, agar Lia mendekat.


Otak Lia mendadak dipenuhi jutaan tanda tanya besar, dan rasanya ia sangat begitu pusing yang teramat menyiksa, sehingga ia sama sekali tak bisa berpikir yang mana Andres sebenarnya. Apakah ini jebakan?


"Li, jangan terkecoh kita sedang berada di dimensi lain. Salah melangkah kau akan mati mengenaskan, Li."bisik sosok Andra disebalahnya mewanti-wanti, sementara debaran jantung Lia begitu cepat bereaksi, antara takut serta bingung bercampur menjadi satu.


"T-tapi, aku benar-benar bingung, aku tak bisa membedakan Andres yang asli."panik Lia sambil menekan kening yang terasa begitu pusing tujuh keliling, dunia seakan berputar semakin cepat dari hal normal.

__ADS_1


"Ikuti kata hatimu,"bisiknya lagi.


"LIA, KEMARILAH! AKU TAK BISA MENDEKAT KEARAH SANA, MAKA LARI LAH KEARAH KU, LI!!"teriak sosok disebarang sana dengan urat-urat leher yang terlihat kuat bagai pohon yang mengakar.


Seakan masih bisa berpikir jernih, Lia melirik kearah sosok yang disebut Andres itu dengan rasa takut, maka dengan gerak cepat Lia langsung berlari kearah Andres yang berteriak disebrang sana.


"LIA, KAU MAU KEMANA?!"sosok Andres yang tadi berada di samping Lia langsung memanggil histeris Lia dengan begitu ketakutan.


Lia langsung berlari sekencang mungkin mendekati Andres disebrang sana, kemudian tangan mereka berdua saling bertautan lalu berlari sekencang mungkin.


Lia kini memasuki padang rerumputan yang lebih luas lagi, namun entah mengapa dadanya terasa sangat sesak dan rasanya ia ingin muntah. Aura suram menyeruak begitu saja menghantam indra penciuman Lia. Bau busuk ikut sembriwing terbawa hembusan angin di hadapan.


"Andres, kenapa baunya tidak enak?"tanya Lia menahan muntah sambil menutup hidung, lalu menengok ke arah Andres dan tanpa di sadarinya Andres sudah menghilang dari pandangannya.


"Andres? Andres kau di mana?"teriak Lia memanggil-manggil, sambil menengok depan-bepakang, kanan-kiri.


"Mau kemana?"suara seseorang bertanya dari atas pohon akasia, membuat Lia langsung menengadah.


Lia langsung berteriak histeris setelah apa yang ia lihat dari atas pohon, sosok mengerikan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


Tampaknya Lia keliru, rupanya Andres yang nyata adalah Andres yang pertama, ternyata ini adalah Andres jelmaan iblis, dengan kedua matanya yang terlihat seperti telur busuk, serta terkihat beberapa ulat kecil-kecil berwarna hitam berjatuhan dari tubuhnya, sehingga tentu saja membuat Lia berigidig geli campur ngeri melihatnya.


"Bisa aku antar?! hihihihi...."serunya yang tiada henti terkikik, serta merta bau busuk ikut menguar dari mulutnya saat bicara. Sehingga siapapun yang mencium bau busuk itu pasti akan muntah.



"Aaa...."teriak Lia yang langsung berlari secepat mungkin yang ia bisa, dan jelmaan itu hanya terkikik mengerikan menyaksikan Lia yang sedang kocar-kacir.


Napas Lia terengah-engah, berharap siapapun akan menolongnya saat ini. Lia memutuskan untuk tidak pernah berhenti untuk berlari, agar ia bisa selamat. Melewati pohon-pohon akasia, dengan langit yang sudah benar-,benar begitu gelap dengan awan yang mulai menghitam begitu pekat.


"Apakah aku akan mati sekarang?"gumam Lia putus asa dengan keadaannya.





__ADS_1


__ADS_2