Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)

Handsome Ghost (Sedang Di Revisi)
"Ada apa dengan Andres?"


__ADS_3

"Lepaskan aku, aku mohon."pinta Sifa dengan suara serak, karena pita suaranya terganggu akibat ia terlalu kuat menangis sedari tadi.


"Kau pikir aku akan mengabulkannya? jangan mimpi!"seru Semmy sarkas, kemudian melepaskan belenggu tali itu dari tubuh Sifa.


Semmy langsung menjambak rambut Sifa, kemudian menggusurnya ke sudut ruangan yang terdapat blankar. lalu, Semmy pun membaringkan secara paksa Sifa di blankar dan tidak lupa juga mengikatnya kuat-kuat.


"Aku rasa ini akan berakhir menyenangkan,"kata Semmy tersenyum picik.


"Aku mohon lepasakan aku!"pinta Sifa mencoba brontak dengan bercucuran air mata.


Semmy tak menghiraukan, malah ia langsung menancapkan pisau lipat itu tepat di perut Sifa yang kemudian merobek bagian perut Sifa dan mengoyaknya, sampai darah segar itu pun mengalir deras bahkan wajah Semmy pun terkena cipratan darah itu. perlahan, pisau yang telah di hunuskan itu mendekati bagian leher milik Sifa. dan secara perlahan Semmy pun menggesekan pisau itu di leher Sifa, namun tak sampai putus.


Srak...


"Aaaaa.."jerit Sifa sebelum pada akhirnya meregang nyawa.


setelah puas melihat Sifa yang telah di eksekusi, Semmy langsung mengambil sejuntai rantai dan membelitkannya di leher Sifa dengan kuat, kemudian menggantungnya di atas langit-langit ruangan.


"Hahahaha... kau sudah mati, lalu aku harus apa lagi? hahahaha..."gelak tawa menggema diruangan yang kedap suara itu.


Flashback Off.


Lia hanya bisa terisak meratapi segala kenangan indah bersama Sifa, penyesalan yang tak berguna sama sekali. bahkan Lia sudah tak sanggup untuk melihat mayat Sifa yang perlahan membusuk dan belatung satu persatu berjatuhan.


setelah ia mencoba mengintip takut-takut di balik pelukan Andres. mereka berdua hanya bisa saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lain, tanpa tahu harus berbuat apa. sedangkan dua orang di hadapan mereka hanya terkekeh sinis.

__ADS_1


Andres menuntun Lia untuk berdiri, tidak mungkin mereka berdua hanya diam saja untuk menunggu ajal mereka datang. Andres menelan ludahnya kasar, dan Lia langsung memeluk kuat sembari bersembunyi dibalik tubuh Andres.


"Aish, aku tak habis pikir rupanya Andra memiliki kembaran. pasti kau juga tak kalah genius darinya."Semmy memulai pembicaraan seraya tersenyum misterius.


"Kenapa kau bisa tahu?"tanya Andres tinggi.


Semmy tertawa meremehkan, kemudian berlagak berdehem."Ekhm..memangnya kau pikir aku bodoh? dan tentu kau juga tak bisa menebak siapa perempuan di sebelahku 'kan?"Semmy melirik kearah perempuan disampingnya, yang masih tersembunyi dibalik masker dan kupluk jaket.


"MEMANGNYA DIA SIAPA?!"tanya Andres sarkas.


"Well, aku tak ingin mengatakannya lewat mulutku. biarkan si cantik ini yang mengambil alih untuk berbicara."kata Semmy lalu memeluk erat tubuh perempuan itu dengan mesra dari belakang. menunjukan sisi romantis di situasi mencekam, apakah sudah gila?


Apakah perempuan itu kekasih Semmy? yang sama sudah tak waras? tapi mengapa perempuan itu mengenal Andres? padahal semasa remaja ia hanya menghabiskan waktu diluar, dan bahkan ia tak bisa mengingat teman perempuan mana yang ia kenali, bahkan dari dulu ia belum pernah berpacaran dengan seseorang, lalu apakah Andra saling berkaitan dengan perempuan itu?


"KAU?!"mata milik Andres terbelalak dan rasanya tak habis pikir setelah melihat kenyataannya ketika perempuan itu telah membuka masker serta kupluk yang dikenakannya. sepertinya Andres mengenali perempuan itu, tapi siapa?


Semmy dan perempuan itu hanya tertawa ngakak, seolah mereka berdua tengah menyaksikan seorang pelawak yang mengundang gelak tawa, karena wajah polos Andres dan Lia yang tampak menggemasakan bagi mereka. apalagi ketika melihat ekspresi Lia, sungguh perut mereka berdua serasa di gelitik habis-habisan.


"Hai, Li. kau pasti tidak mengenali aku, right?"kali ini perempuan itu berbicara, suara yang ia kenali saat pertama kali ia masuk kedalam gudang ini.


"Kau yang memukul ku saat itu?"tanya Lia dengan nada bergetar karena ia ketakutan luar biasa.


perempuan itu langsung tertawa semaunya, mendengar Lia yang terlihat begitu ketakutan perempuan itu memangpangkan ekspresi jumawa, baginya ditakuti oleh korban adalah sebuah kemenangan yang patut di perhitungkan.


"Hahaha...kau adalah murid genius di kelasmu, jadi kami akan membunuhmu. mungkin kau tahu, Semmy tak menyukai murid pintar yang ingin menyainginya, maka sebagai kekasih aku setuju atas tindakannya, dan itu adalah point utamanya. tapi, saat kau bersama Andres saat ini, aku malah berpikiran yang lain. apa kau juga ada hubungannya dengan Andra? apa kau ingin menjadi seorang detektif gadungan? untuk mengungkapkan kasus ini? sialnya, kau bodoh sekali. sebentar lagi kau akan mati, lalu berharap apa lagi, ha?"ucapnya panjang lebar namun tetap santai.

__ADS_1


namun, hal itu berhasil menghancurkan pertahanan Lia. yang terus terang saja tak bisa dipungkiri bahwa nyali Lia sudah hilang, dan bahkan dalam benaknya ia tak ingin mati sia-sia ditangan dua jagal psikopat itu. ia belum menikah bahkan belum melahirkan anak.


"KENAPA KAU MELAKUKAN INI, JESLLYN?!"tiba-tiba terdengar suara Andres yang menggelegar, membuat Lia langsung tersentak.


Jadi, perempuan itu Jesllyn? mantan pacar Andra? tapi, kenapa ia bisa bersama Semmy? Lia tak habis pikir, bahkan ia belum bisa mencerna dengan fakta yang saat ini yang perlahan terungkap. sungguh, di photo dan aslinya ternyata Jesllyn jauh lebih cantik, bahkan Lia sendiri sampai tak mengenalinya.


"Kenapa kau bertanya padaku? kenapa kau tidak bertanya pada kembaranmu saja, oh aku lupa Andra sudah tewas, ya?"perempuan bernama Jesllyn itu hanya berucap santai lalu tersenyum sinis.


"Jangan bilang kalau kau melakukan semua ini karena kau dendam!!"Andres berseru nada amarah dengan gigi yang bergemeletuk dan melotot, sementara Lia masih memeluk Andres kuat-kuat sungguh ia benar-benar ketakutan dan entah harus melakukan apa.


"Andres, aku mengenalmu saat aku dikenalkan oleh Andra dua tahun yang lalu, saat Andra mengajakku kerumahnya di hari libur tengah semester. sungguh, kau memang serupa dengannya, seketika membuatku serasa ikut muak melihat wajahmu saat ini. kau tahu, betapa hancurnya aku saat Andra pergi dari kehidupanku? aku hilang arah, bahkan aku hampir ingin bunuh diri. tapi, rupanya malaikat itu nyata, aku berkenalan dengan Semmy dan ternyata kami cocok dari segi aspek. Well, apa kau cukup paham dengan penjelasanku?"paparnya kemudian tertawa sumbang, seolah ada kesedihan dari raut wajahnya ketika berekspresi dalam berbicara.


Andres langsung tersenyum kecut setelah mendengarnya."Aku rasa keputusan Andra untuk mengambil langkah mengakhiri hubungan itu denganmu adalah ide cemerlang, aku tahu kau memang gadis bodoh dan payah!"sindir Andres dengan amarah yang menggebu.


Brak...


Semmy langsung menerjang dada Andres dengan kuat sampai Andres tersungkur, sementara Lia dengan refleks berhasil menghindar dan berlari ke sudut ruangan.


tampaknya Semmy marah besar karena Andres telah menyindir Jesllyn sang kekasih, rupanya Semmy juga bucin? ataukah Jesllyn juga akan berakhir sama seperti korban yang lainnya? dengan fakta yang dimiliki Semmy bahwa ia psikopat, mungkinkah ia hanya memanfaatkan kebodohan Jesllyn yang memiliki pikiran dangkal, yang hanya mengikuti hawa napsu akibat karena sakit hati oleh Andra?entahlah.


Tiba-tiba terdengar pukulan keras, yang membuat debaran jantung Lia seperti terkena bom nuklir. dan tentu saja membuat Lia kehilangan kekokohannya untuk tetap berdiri. sehingga ia terduduk lemas di lantai, dengan kepanikan bercampur dengan air mata yang tak bisa ditahan.


"Andres!!"jerit Lia dengan prustasi memanggil Andres disertai tangisan menyayat.


__ADS_1



__ADS_2