Hanya Wanita Pengganti

Hanya Wanita Pengganti
Shakila


__ADS_3

Sementara itu, di suatu tempat, tepatnya di sebuah negara di Asia, dan merupakan negara tetangga yaitu Singapura, tampak seorang wanita cantik sedang menangis menatap layar kaca di depannya.


Bukan karena yang sedang dia tonton adalah film romance yang sedih, atau film sedih lainnya, melainkan berita mengenai pernikahan Arjuna dan Anyelir yang baru saja selesai digelar dengan meriah. Siapa lagi wanita itu kalau bukan Shakila, wanita yang dicintai dan mencintai Arjuna.


Tubuh wanita itu terlihat kurus, matanya mulai cekung. Dia benar-benar terlihat lemah sekarang.


"Kila, kamu kenapa menangis, Nak?" tiba-tiba seorang wanita setengah baya datang menghampiri Shakila.


"Dia sudah menikah, Ma!" sahut Shakila dengan suara lirih


Wanita itu sontak menoleh ke arah layar kaca dan melihat apa yang dilihat oleh putrinya itu.


"Sudahlah! jangan terlalu kamu pikirkan, Nak! bukannya ini yang kamu inginkan? dia bisa hidup bahagia, iya kan?" ucap Wanita setengah baya yang ternyata adalah ibu Shakila.


"Tapi, hatiku rasanya sakit, Ma. Benar-benar terasa sakit. Juna bahkan menikah dengan wanita yang mirip denganku. Kenapa, bisa seperti itu, Ma?" Shakila menangis sesunggukan.


"Itu berarti, rasa cinta Arjuna padamu masih besar. Tapi, walaupun seperti itu, kamu harus bisa ikhlas, Kila. Kamu dari dulu ingin melihat dia bahagia kan? kamu sendiri yang mengatakan tidak akan pernah bisa tenang kalau kamu belum melihat Arjuna bahagia. Sekarang, dia sudah menikah, jadi kamu seharusnya mendoakan dia agar bisa bahagia," tutur mamanya Shakila sembari mengelus puncak kepala putri semata wayangnya itu.


"Tapi, Ma! aku takut Arjuna menikahinya hanya karena mirip denganku, dan wanita itu memanfaatkan kemiripannya denganku," ucap Shakila.

__ADS_1


Wanita setengah baya itu tersenyum dan membelai punggung Shakila dengan lembut.


"Kamu tidak boleh memiliki pemikiran negatif seperti itu! Ingat untuk selalu memandang sesuatu hal itu secara positif lebih dulu! sekarang tugas kamu hanya mendoakan Arjuna bahagia dengan pernikahannya. Sekarang kamu fokus untuk kesembuhanmu ya, Nak!"


"Tapi, hatiku benar-benar sakit, Ma. Aku benar tidak bisa membohongi perasaanku. Kenapa sih penyakit ini harus ada di tubuhku? apa dosa yang aku buat, Ma? aku sudah berusaha menjaga manusia yang baik selama ini, tapi kenapa Tuhan memberikan aku penyakit ini?" pekik Shakila menangis sesenggukan sembari memukul dadanya sendiri.


"Shakila tenang, Nak! jangan siksa dirimu sendiri!" mamanya Shakila memeluk erat tubuh ringkih Shakila.


"Harusnya aku yang ada di samping Juna. Harusnya aku yang tersenyum bahagia di pesta pernikahan itu. Tapi penyakit ini merenggut semua kebahagiaan yang aku impikan. Kenapa di saat aku ingin meraih kebahagiaanku, penyakit ini muncul,Ma? harusnya dari awal sebelum aku mencintai Arjuna," Shakila kini benar-benar sudah tidak terkontrol. Wanita itu menangis sejadi-jadinya, hingga membuat mamanya tidak bisa menahan air matanya untuk tidak ikut menangis.


"Kila, tenangkan dirimu,Nak! inilah yang namanya takdir. Sebagai manusia kita hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan takdir kita . Jadi,kamu harus bisa menerima takdir yang datang padamu," mamanya Shakila kembali berusaha menenangkan putrinya itu.


Ya, inilah alasan Shakila pergi dari hidup Arjuna. Wanita itu mengidap penyakit yang banyak ditakuti oleh manusia. Penyakitnya juga merupakan penyakit yang banyak merenggut nyawa. Apalagi penyakit itu kalau bukan Kanker. Shakila tepatnya mengidap penyakit kanker hati yaitu kanker yang bermula dari organ hati dan bisa menyebar ke organ lain.


Shakila begitu bahagia ketika mendengar Arjuna menyampaikan niatnya untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


Wanita itu begitu bahagia saat pria pujaan hatinya itu memberikan dirinya kejutan yang berupa sebuah lamaran romantis. Saat ditanya, apakah dirinya bersedia menikah dengan Arjuna, tentu saja dia jawab 'yes'.


Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan untuk beberapa saat, karena dua hari setelah lamaran romantis itu, Shakila tiba-tiba demam tinggi, mual yang berkepanjangan dan tidak nafsu makan. Awalnya Shakila berpikir kalau dirinya hanya demam biasa dan masuk angin, jadi dia tidak memberitahukan pada Arjuna mengenai keadaannya, karena pria itu sedang berada di luar negeri untuk urusan bisnis. Namun, setelah seminggu, demam, mual dan tidak nafsu makan itu masih terusan berkelanjutan, bahkan berat badan Shakila menurun drastis. Akhirnya mamanya memutuskan untuk membantu ke dokter untuk melakukan pemeriksaan

__ADS_1


"Bagaimana keadaan anakku, Dok?" tanya mamanya Shakila dengan tidak sabar.


Dokter yang menangani Shakila, tidak langsung menjawab. Dokter pria itu mengembuskan napasnya dengan cukup berat. Melihat ekspresi dokter itu, membuat Shakila dan mamanya, tidak tenang. Mereka merasa kalau yang dia alami bukan penyakit biasa.


"Dok, kenapa diam saja? tolong jangan buat kami takut dan penasaran!" Shakila buka suara.


"Maaf sebelumnya. Sebenarnya aku sangat berat untuk memberitahukan ini, tapi mau tidak mau harus aku kasih tahu juga. Sebenarnya Nona Shakila terkena penyakit kanker hati, dan sudah memasuki stadium dua," jelas dokter itu.


Shakila sontak menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya. " I-ini bohong kan


Dok? aku tidak mungkin mendapat penyakit itu," ucap Shakila dan masih tetap menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Maaf, Nona Shakila! tapi ini memang kenyataannya. Jadi Anda harus melakukan pengobatan intensif seperti kemoterapi, radiasi terapi, kalau memungkinkan, melakukan pembedahan dan tranplantasi hati. Tapi, kita harus mencari pendonor yang sehat dan tentunya cocok. Tenang saja,anda bersyukur bisa terdeteksi sekarang. Biasanya kanker hati kebanyakan terdeteksi di stadium lanjut. Jadi, sekarang anda masih punya kesempatan untuk melakukan pengobatan, dan punya harapan untuk sembuh," jelas dokter itu.


"Kenapa penyakit ini datang di saat aku mau menikah, Ma?" pekik Shakila, menangis sesunggukan.


"Nak, sudah jangan menangis. Sekarang kamu harus semangat untuk sembuh. Mama yakin, kalau Arjuna pasti akan menerima kondisimu," mama Shakila berusaha untuk menghibur.


"Tidak, Ma! jangan kasih tahu dia tentang ini. Aku ingin manjadi seorang istri lainnya yang bisa melayani suaminya dengan baik. Aku tidak mau, baru saja menikah, Arjuna yang justru lelah merawat orang sakit sepertiku. Aku juga tidak bisa menjamin kalau penyakitku ini bisa sembuh. Jadi, aku mohon Ma, jangan kasih tahu dia. Bawa aku pergi dari negara ini!"mohon Shakila dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.

__ADS_1


Melihat kondisi putrinya yang lemah, membuat mamanya Shakila ikut menangis. Wanita setengah baya itu sontak memeluk Shakila dengan erat guna memberikan kenyamanan pada putrinya itu.


Tbc


__ADS_2