Hanya Wanita Pengganti

Hanya Wanita Pengganti
Menemui Mirna


__ADS_3

Mobil yang dikemudikan oleh Radit, berhenti di depan sebuah rumah sederhana,yang tidak lain adalah kediaman Mirna.


Radit datang tidak sendiri. Dia datang bersama Shakila dan tentu saja dengan Maya.


"Nak Radit kamu turun sendiri dulu bersama dengan Shakila. Mama akan menunggu di dalam mobil," ucap Maya yang masih belum bisa menata hatinya.


"Kenapa, Ma? apa mama belum siap bertey dengan Mama Mirna?" tanya Shakila dengan kening berkerut.


"Mama hanya kurang siap. Mama sekarang hanya ingin mempersiapkan diri saja. Mama janji, kalau nanti mama akan turun," ucap Maya dengan raut wajah pasti.


"Baiklah!" akhirnya Radit turun dari dalam tubuh lebih dulu dan mengitari mobil untuk membukakan pintu untuk Shakila.


Di saat bersamaan, pintu rumah sederhana itu terbuka. Seorang wanita paruh baya tampak keluar dari dalam,dan sepertinya sedang bersiap-siap untuk pergi.


Mata wanita paruh baya itu menyipit saat menatap ke arah Radit,tapi kemudian membesar saat melihat ke arah sosok wanita yang berdiri di samping Radit.


Mirna seketika menghambur ke arah Shakila dan membolak-balikkan tubuh wanita itu.


"Anyelir, kenapa kamu bisa berada di sini,Nak? dan apa yang terjadi pada perutmu? kenapa perutmu bisa rata seperti ini? bukannya hari ini perayaan tujuh bulananmu? ini mama baru mau berangkat ke sana," cecar Mirna dengan pertanyaan yang beruntun.


Sementara itu, Shakila tidak menjawab sama sekali. Wanita itu hanya bisa meneteskan air mata saat melihat wajah wanita yang melahirkannya, untuk pertama kali.


"Anyelir,kamu kenapa menangis, Nak? jangan diam saja? jangan buat Mama pusing dan bertanya-tanya. Jangan bilang kalau kamu melahirkan prematur, dan Radit disuruh mengembalikanmu ke sini?" desak Mirna yang semakin berpikir yang tidak-tidak.


"Ma, aku ...." Shakila berhenti bicara, karena tidak sanggup sama sekali.


"Iya,Nak,kamu kenapa? tolong bicara yang jelas!" desak Mirna tidak sabaran sembari menatap wajah Shakila lekat-lekat.

__ADS_1


"Tunggu dulu! ka-kamu buka Anyelir! Anyelir punya tahi lalat kecil di ujung bibirnya sedangkan kamu tidak punya sama sekali. Ka-kamu siapa?" Mirna seketika tersadar dan mundur.


Shakila sama sekali tidak menjawab. Wanita itu, semakin menangis sesunggukan.


Mirna akhirnya mengalihkan tatapannya ke arah Radit, meminta penjelasan pada pria itu.


"Nak, Radit bisa kamu jelaskan siapa dia?" tanya Mirna.


Radit yang dari tadi hanya diam saja, menarik napas dalam-dalam dan mengembuskan kembali ke udara. "Dia putrimu juga Tante! Tante tentu saja tidak lupa kan kalau dulu Tante melahirkan anak kembar,"


Serasa disambar petir,Mirna tersentak kaget, hingga sampai tersungkur ke belakang dan dibarengi dengan tangan yang menutup mulutnya.


"Ka-kamu,kakaknya Anyelir?" ucap Mirna dengan suara yang bergetar.


Lagi-lagi Shakila tidak sanggup berbicara. Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya, dan semakin sesunggukan.


"Ba-bagaimana mungkin? da-dari mana kamu tahu kalau kamu punya saudara kembar?" suara Mirna masih bergetar.


"M-Mbak Maya!" desis Mirna, sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak percaya.


"Iya, ini aku, Mirna. Aku membawa anak kita. Aku memberi dia nama Shakila," sahut Maya, sembari berjalan mendekati Mirna.


"Ma,ini aku. Apa Mama tidak mau memelukku? apa Mama selama ini tidak pernah merindukanku sama sekali?" kali ini Shaka sudah sanggup untuk bicara.


Mirna menatap wajah Shakila dengan mata yang berkaca-kaca. Wanita itu berjalan dengan perlahan-lahan menghampiri putrinya itu. Begitu jarak mereka sudah dekat, tangan Mirna terulur, untuk menyentuh wajah Shakila.


"Ka-kamu putriku? kamu benar-benar putriku? bagaimana bisa kamu mengatakan aku melupakanmu? kamu berada di dalam perut ini berbagi dengan Anyelir selama sembilan bulan. Kamu juga aku lahirkan ke dunia ini dengan penuh perjuangan. Bahkan tangisan yang pertama kali aku dengar ada suara tangisamu. Bagaimana mungkin aku tidak merindukanmu, Nak? aku sangat merindukanmu. Setengah mati aku selalu menahan kerinduanku," ucap Mirna dengan air mata yang membasahi pipinya.

__ADS_1


"A-apa aku boleh memelukmu?" tanya Mirna dengan suara bergetar dan sangat hati-hati.


Shakila sama sekali tidak menjawab. Namun wanita itu dengan cepat menghambur memeluk Mirna.


Mendapat pelukan dari putri yabg yang selama ini dia rindukan, membuat tangis Mirna semakin kencang. Wanita itu, berkali-kali mencium pipi Shakila dan kembali memeluk dengan erat.


"Mirna,maafkan aku! aku sudah sangat egois memisahkanmu dengan Shakila!" Maya kembali buka suara. Air mata wanita itu juga kini sudah menetes.


Mirna melerai pelukannya dari Shakila dan berjalan menghampiri wanita itu.


"Mbak, ini murni bukan kesalahanmu! kamu melakukannya karena terpaksa. Aku sama sekali tidak pernah membencimu. Karena alasan tidak ingin mengganggumu lah,aku memutuskan untuk tidak mendatangi kediamanmu, walaupun aku harus memendam rindu yang amat berat pada Shakila. Nama yang kamu berikan sangat bagus, Mbak. Terima kasih sudah membesarkannya dengan penuh kasih sayang," ucap Mirna seraya menyelipkan senyum tulusnya.


Maya membalas senyuman Mirna dan memeluk manta madunya itu.


"Terima kasih sudah memaafkanku! aku tenang sekarang. Sekarang aku mempunyai dua anak,Satu Shakila dan satu lagi Anyelir. Kamu masih mau berbagi denganku kan?" tanya Maya, menyelipkan sebuah candaan.


"Justru aku yang harus bertanya. Kamu mau berbagi Shakila denganku?" balas Mirna yang ditanggapi dengan tawa dari Maya.


"Tunggu dulu! tadi kalian menyebut nama Anyelir, dengan sangat fasih seakan kalian sudah mengenal lama Anyelir. Apa kalian benar-benar sudah mengenalnya?" tanya Mirna dengan tatapan curiga.


Maya dan Shakila saling pandang dan tersenyum satu sama lain. Kemudian mereka menceritakan apa yang sudah terjadi, mengenai Shakila yang sebenarnya mantan kekasih Anyelir sampai apa yang dialami Shakila dan keikhlasannya melihat Arjuna dan Anyelir bersatu.


"Ja-jadi kamu mantan kekasih Arjuna? ternyata dunia begitu sempit. Kamu menjaga jodoh adikmu sendiri. Dan selama ini kamu ternyata sakit parah, Nak? bagaimana mungkin Anyelir tidak memberitahukanku tentang ini?"


Kami yang memintanya untuk merahasiakan darimu, Karena aku ingin datang sendiri padmu, setelah aku benar-benar sembuh,Ma!" jawab Shakila.


"Oh ya, Ma. Ini Radit calon menantu mama!"

__ADS_1


Tbc


"


__ADS_2