Hanya Wanita Pengganti

Hanya Wanita Pengganti
Ending


__ADS_3

Semuanya kini sudah berkumpul di ruangan perawatan Anyelir termasuk dua pengantin baru Haris dan Vika. Arjuna juga sudah menjelaskan kenapa bisa anaknya menjebakku kembar seperti yang dijelaskan oleh dokter.


Semua raut wajah di ruangan itu tampak bahagia. Bahkan berlomba-lomba ingin menggendongnya bayi kembar Arjuna dan Anyelir yang sudah diberi nama Abimanyu Ario Pertama untuk sang putra dan Anaya Anshika untuk sang putri. Yang jelas nama yang diberikan Arjuna memiliki makna yang sangat Bagus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari berlalu begitu lama. Kini hari yang ditunggu oleh Radit dan Shakila sudah tiba. Di mana keduanya akan melangsungkan pernikahan, hal yang sudah sangat lama diidam-idamkan oleh Radit.


Shakila tampil sangat cantik dan anggun dengan gaun pengantinnya demikian juga dengan Radit yang tampil gagah dengan tuxedo putih yang membalut tubuhnya.


Keduanya kini sudah sah terikat perkawinan sebagai suami istri tiga jam yang lalu,dan saat ini adalah acara resepsi pernikahan yang tentu saja sesuai dengan pernikahan impian Shakila.


"Kamu cantik sekali, Sayang!" puji Radit menatap kagum wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


"Kamu bisa aja, Sayang! kamu juga sangat tampan!" Shakila balik memuji.


"Tahu tidak, aku merasa kalau aku adalah pria yang paling berbahagia malam ini, karena akhirnya kamu bisa menjadi istriku," ucap Radit tulus dan disambut dengan senyuman manis dari Shakila.


Setelah mereka berdua dipanggil untuk masuk dan berjalan ke arah pelaminan, semua tamu yang hadir kompak berdiri dan bertepuk tangan. Dari atas pelaminan tampak dua orang wanita yang tidak lain adalah Mirna selaku ibu kandung Shakila dan Maya wanita yang membesarkannya dari bayi sampai dewasa. Kedua wanita yang berperan penting dalam hidup Shakila itu tidak bisa untuk tidak menangis saat menatap Shakila berjalan menuju pelaminan. Terlebih Maya yang tidak menyangka kalau Tuhan masih memberikan kesempatan pada putrinya itu untuk bisa tetap hidup.


Bukan hanya dua wanita paruh baya itu yang terharu ada seorang wanita yang baru saja menjadi seorang ibu, turut bahagia menyaksikan kebagian Shakila. Siapa lagi wanita itu kalau bukan Anyelir.


Acara berjalan dengan begitu lancar sesuai dengan yang diharapkan oleh Radit dan Shakila.


Para tamu kini sudah mulai keluar dari ballroom setelah mengucapkan selamat pada kedua mempelai. Kini di ruangan itu tinggal keluarga inti saja, kecuali Nania dan Bayu.


"Selamat ya! semoga keluarga yang baru saja kalian bangun ini menjadi keluarga yang bahagia," ucap Arjuna sembari menepuk pundak Radit sahabatnya.


"Terima kasih,Jun!" sahut Radit membalas senyuman Arjuna.

__ADS_1


Kemudian Arjuna menoleh ke arah Shakila, wanita yang dulu pernah sangat dia cintai itu.


"Selamat ya, Kila. Radit begitu mencintaimu bahkan cintanya mungkin lebih besar dari rasa cintaku dulu. Aku berharap kamu juga begitu. Jodoh itu ternyata misteri, orang yang berhubungan lama denganmu belum tentu akan berakhir di pelaminan," Arjuna menyelipkan seulas senyuman manis di bibirnya.


"Kamu tenang saja, Jun! tanpa kau katakan pun, aku juga sudah sangat mencintai Radit," sahut Shakila mantap.


Setelah Arjuna selesai mengucapkan selamat, kini gantian Anyelir disusul oleh Haris dan Vika serta Nania dan Bayu.


"Kenapa wajahmu terlihat pucat, Nia?" tanya Anyelir dengan mata yang terpicing menatap Nania.


Pertanyaan Anyelir sontak membuat Bayu menatap wajah sang istri. Pria itu benar-benar kaget melihat wajah sang istri yang benar- benar pucat.


"Sayang kamu kenapa? kamu sakit ya?" Bayu tiba-tiba panik.


"Aku tidak apa-apa kok sayang. Kata dokter hal ini sudah menjadi hal biasa pada wanita hamil di semester pertama," sahut Nania santai.


"Oh, seperti itu?" Bayu mengangguk-anggukan kepalanya, gagal paham untuk sepersekian detik. Detik berikut,pria itu membesar matanya dan menatap ke arah Nania.


"Hamil? siapa bilang aku hamil?"Nania mengrenyitkan keningnya, bingung.


Bayu yang tadinya terlihat bahagia, kini terlihat kembali lesu. Merasa kalau Istrinya tadi hanya asal bicara.


"Nania, kamu sendiri tadi yang mengatakan kalau wajah kamu yang pucat itu, karena kamu sedang hamil. Bagaimana bisa kamu melupakan apa yang baru saja kamu ucapkan?" Anyelir buka suara.


"Astaga,apa aku tadi mengatakannya?" Nania terkesiap kaget.


"iya, kamu jelas-jelas mengatakannya tadi," Anyelir membenarkan.


"Aduh, aku benar-benar keceplosan. Padahal tadinya aku mau memberikan kejutan besok di saat ulang tahunmu. Mulut ini benar-benar tidak bisa diajak kompromi," Nania memukul mulutnya sendiri.

__ADS_1


"Jadi kamu benar-benar hamil?" Bayu kembali antusias. senyum di bibir pria itu kembali berkembang melihat anggukan kepala Nania.


"Jadi, aku akan menjadi seorang ayah?" lagi-lagi Nania menganggukkan kepala, mengiyakan.


"Tadi pagi, aku sudah periksa ke dokter dan dokter sudah memastikan kalau aku benar-benar hamil. Rencananya aku mau memberikan kamu kejutan di hari Ulang tahunmu, tapi mulutku sudah keburu membongkarnya. Benar-benar menyebalkan!" Nania mengerucutkan bibirnya, kesal.


"Tidak masalah, Sayang. Anggap saja kamu memberikan kado ulang tahun di awal. Dan jujur aku juga benar-benar kaget dan sangat bahagia," ucap Bayu sembari memeluk Nania.


Semua yang berada di tempat itu akhirnya bergantian memberikan selamat pada pasangan calon orang tua itu.


"Kalau Haris pasti tunggu Shakila hamil dulu baru dia akan hamil. Benar kan?" Radit buka suara.


"Enak saja! asal kamu tahu, aku juga sudah hamil dan usia kandunganku sudah tiga minggu," cetus Vika yang tidak terima dengan ucapan Radit.


"A-apa? kamu juga sudah hamil?" ulang Haris memastikan.


"Haish, ini gara-gara kamu, Dit. Padahal aku juga hampir sama dengan Nania ingin memberikan kejutan pada mas Haris. Jadi gagal kan?" Vika menghentakkan kakinya, kesal.


"Jadi kamu benar-benar hamil, Sayang?" ulang Haris yang belum mendapat kepastian dari Vika.


Haris sontak bersorak yes dan mengangkat tubuh Vika di saat istrinya itu menganggukkan kepalanya.


Malam itu benar-benar menjadi malam yang membahagiakan. Ada tiga kebahagiaan yang terjadi. Radit dan Shakila yang sudah sah menjadi pasangan suami istri, Bayu dan Haris yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.


Dalam hati Shakila, dia juga berharap kalau dia dan Radit akan cepat mendapatkan momongan yang pastinya akan menambah kebahagiaan rumah tangganya kelak. Walaupun Radit pernah mengatakan kalau dia menikahi Shakila bukan karena ingin mendapatkan keturunan. Kalaupun nanti mereka tidak diberikan kesempatan untuk memiliki anak, cintanya pada Shakila tidak akan pernah berubah.


Arjuna dan Anyelir saling silang pandang. Mereka berdua saling menatap dengan tatapan penuh makna.


Arjuna benar-benar bersyukur sudah diberikan Anyelir yang membuat hari-harinya semakin berwarna apalagi ditambah dengan kehadiran anak kembarnya. Sementara Anyelir juga bersyukur sudah diberikan seorang suami yang sangat mencintainya. Wanita itu tidak pernah menyangka, pernikahan yang awalnya hanya berdasarkan kesepakatan berubah menjadi nyata. Hanya satu doanya semoga dirinya bisa hidup bersama dengan Arjuna sampai ajal menjemput.

__ADS_1


Tamat


__ADS_2