Hanya Wanita Pengganti

Hanya Wanita Pengganti
Haris' s wedding


__ADS_3

Time flies so fast, istilah ini memang bukan hanya kata-kata saja. Waktu memang berputar begitu cepat. Tidak terasa 2 bulan sudah waktu berlalu.


Haris bangun dengan hati yang begitu bahagia, membalas senyuman mentari yang menyapa paginya. Bagaimana tidak, hari ini adalah hari yang sangat dia nanti-nantikan, dimana dia dan pujaan hatinya Vika akan melangsungkan pernikahan setelah mereka melakukan lamaran satu bulan yang lalu.


Haris benar-benar sudah tidak bisa menunggu lagi untuk segera memiliki Vika dengan seutuhnya, bahkan tidak mengindahkan permintaan Arjuna kakaknya yang menginginkan agar dia menikah setelah Anyelir dua bulan melahirkan.


Bukan hanya Haris, Dewi sang mama pun sudah meminta Haris untuk meresmikan hubungan putra keduanya itu dengan Vika ke jenjang pernikahan.


Pukul 9 pagi, akhirnya acara sakral yang membuat Haris dan Vika sah menjadi suami istri terlaksana dengan lancar tanpa adanya halangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Langit sudah mulai berganti warna menjadi jingga, pertanda hari sudah mulai senja dan matahari sudah hendak kembali ke peraduannya. Lampu-lampu sudah mulai dinyalakan, sebagai pengganti cahaya matahari untuk menerangi kota Jakarta.


Haris melirik ke arah jam di dinding yang hampir menunjukkan pukul 7 malam, pertanda acara resepsi akan segera dimulai.


Vika kini sudah tampil cantik dengan balutan gaun yang terlihat sederhana tapi tidak mengurangi aura kemewahannya.


Demikian juga dengan Haris yang tampak gagak dengan tuxedo hitamnya.


"Ladies and gentlemen please welcome, the king and the queen for tonight! mari berikan tepuk tangan yang meriah untuk mereka berdua! " semua tamu berdiri dan bertepuk tangan menyambut kedua mempelai yang dari tadi tidak pernah berhenti untuk tersenyum. Lagu 'beautiful ini white' mengiringi kedua mempelai saat berjalan di tengah para tamu menuju pelaminan.

__ADS_1


Di antara para tamu tampak Anyelir dengan perut yang benar membuncit, seperti ingin meledak. Karena memang usia kandungan Istrinya Arjuna itu, sudah mendekati hari prediksi lahir yaitu sekitar satu minggu lagi.


Selain sepasang suami istri, calon ayah dan ibu itu, tampak juga Shakila dan Radit yang duduk satu meja dengan Arjuna dan Anyelir. Di meja yang sama juga, tampak pasangan suami istri baru stok lama, yang tidak lain adalah Nania dan Bayu. Ya, keduanya sudah resmi menikah lagi dua minggu yang lalu.


"Kalian berdua kapan menyusul, Dit?" tanya Arjuna sembari menyuapkan sepotong buah ke dalam mulut Anyelir, hingga membuat pipi wanita hamil yang sudah tembem itu semakin tembem.


"Sabar. Kalian tunggu saja undangannya. Yang jelas tidak akan lewat dari tahun ini," sahut Radit penuh teka-teki.


Arjuna menarik sudah bibirnya ke atas, berdecih dengan seringaian sinis.


"Jangan sok bermain teka-teki deh. Kamu kira seru?" ucap Arjuna.


"Nggak bakal terkejut, Dit. Biasa saja. Yang jadi kejutan itu kalau tiba-tiba kamu bagi undangan, tapi pengantin wanitanya bukan Shakila," ucap Arjuna asal.


"Ihh, amit-amit! kamu ya kalau bicara jangan suka asal kenapa sih? kan kamu tahu sendiri kalau wanita yang aku cintai dari dulu itu Shakila. Jadi tidak mungkin akan berubah," sahut Radit, tegas dan mantap.


"Nah, justru itu. Kami sudah tahu kalau pengantin wanitanya Shakila, jadi ketika kamu sebar undangan, untuk apa kami kaget lagi. Paling ekspresi kami datar aja," Arjuna tidak mau kalah.


"Kamu ya ...."


"Sayang, benar kata Arjuna. Buat apa buat kejut-kejutan segala? kalau kita sebelum tidak punya hubungan dan tiba-tiba akan menikah, baru kejutan. Lah ini mereka sudah tahu kalau kita memiliki hubungan, buat apa lagi coba? kasih tahu aja kalau kita akan menikah bulan depan," Shakila yang dari tadi hanya mendengar perdebatan dua sahabat itu, akhirnya buka suara menimpali ucapan Arjuna.

__ADS_1


Radit akhirnya mengembuskan napasnya dan melanjutkan makannya yang sempat tertunda.


"Oh, jadi bulan depan kalian akan menikah? apa tidak bisa ditunda dulu?" Anyelir buka suara.


Semua mata sontak menatap wanita itu dengan tatapan bingung penuh tanya.


"Kenapa harus ditunda? apa kamu tidak suka aku menikah dengan Shakila," nada suara Radit terdengar tidak suka.


"Bu-bukan seperti itu!" ucap Anyelir dengan gugup. "Aku justru sangat ingin kalian berdua cepat menikah. Tapi, kalian tahu sendiri kan dalam seminggu ini aku diprediksikan akan melahirkan. Jadi, ketika kalian berdua menikah, masa nifasku belum selesai. Padahal aku benar-benar sangat ingin ikut menghadiri pesta kalian berdua," Anyelir mengungkapkan alasan sebenarnya.


"Tenang saja, bulan depan juga setelah masa nifasmu selesai kok. Aku sudah memprediksikan semuanya dan juga sudah membicarakan dengan Radit, iya kan, Sayang?" Radit mengangguk, mengiyakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Acara demi acara berjalan dengan lancar seperti yang diinginkan oleh Haris.


Acara resepsi pernikahan sudah selesai dengan lancar. Kini Haris dan Vika sudah berada di dalam kamar pengantin yang dihias dengan begitu indahnya. Aroma wangi bunga mawar, menyeruak ke hidung keduanya hingga menambah sensasi romantis di antara keduanya.


Entah kenapa, walaupun selama ini mereka sudah sering bertemu dan bahkan menjalin hubungan, situasi malam ini terasa canggung buat mereka berdua, karena ini baru pertama kalinya mereka akan tidur di dalam kamar yang sama dan bahkan di atas ranjang yang sama.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2