Hanya Wanita Pengganti

Hanya Wanita Pengganti
Kembali bersama


__ADS_3

"Nania kamu kenapa?" tanya Anyelir dengan raut wajah panik


Nania tidak menjawab sama sekali. Wanita itu justru semakin terisak-isak.


"Apa Bayu mengatakan sesuatu yang menyakitkan padamu?" tanya Anyelir lagi dan Nania menggelengkan kepalanya.


"Jadi kamu kenapa?" Anyelir semakin kebingungan.


"A-aku sudah menolak Mas Bayu, Anyelir! hatiku sakit sekali melihat dia pergi," suara tangisan Nania semakin keras.


"Kamu menolaknya? tapi kenapa? bukannya kamu mencintainya?" tanya Anyelir beruntun tidak habis pikir.


"Rasanya sakit!" bukannya menjawab pertanyaan Anyelir, Nania justru memukul-mukul dadanya.


"Kamu tahu rasanya sakit tapi kenapa kamu menolaknya? apa karena kamu merasa mamanya tidak menyukaimu?" Nania kembali menggelengkan kepalanya.


"Jadi gara-gara apa?" Anyelir semakin bingung.


"Karena aku tahu kalau aku kembali lagi padanya, orang tuaku akan kembali datang menuntutku untuk memberikan mereka uang terus. Aku tidak mau seperti itu lagi Anyelir. Aku tidak mau kedua orangtuaku terus-menerus meminta hal-hal mewah. Dan kalau sudah begitu, rumah tangga kami akan tetap sama seperti dulu. Selalu di dalam pertengkaran. Mas Bayu pasti akan menuduhku kembali kalau aku sukanya berfoya-foya," jelas Nania dengan suara yang tersendat-sendat.


"Bayu tidak akan berpikir seperti itu. Kamu saja yang sudah dibayang-bayangi rasa takut. yang tidak beralasan itu,"Arjuna buka suara dan Anyelir menganggukkan kepala, mengiyakan.


Tangisan Nania berhenti tiba-tiba dan menatap Arjuna dengan tatap bingung.


"Kamu tidak tahu yang sebenarnya. Kalau kamu tahu kamu pasti akan menarik kata-katamu lagi," ucap Nania.


"Justru karena aku sudah tahulah makanya aku berani yakin dengan ucapanku!" sahut Arjuna tegas. "Oh ya, sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih, karena sudah menolong Anyelir. Dan aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu walaupun kesalahan yang kamu lakukan dulu masih terekam jelas di kepalaku. Tapi, lambat lain aku akan berusaha melupakannya," sambung Arjuna lagi.


"Tidak masalah! aku tahu kalau yang aku lakukan dulu,memang sangat tidak pantas. Terima kasih juga sudah membawaku ke rumah sakit," ujar Nania. "Tapi, aku masih bingung dengan ucapanmu di awal. Apa yang benar-benar kamu tahu, sehingga kamu sangat yakin kalau Bayu tidak akan berpikir yang buruk lagi tentangku?" lanjut Nania lagi.


"Oh, itu karena Bayu sudah tahu kelicikan orang tuamu dan dia juga sudah tahu kalau mereka bukan orang tua kandungmu,"


Nania tersentak kaget mendengar ucapan Arjuna. "Me-mereka bukan orang tua kandungku? kamu jangan bercanda!" Nania menggelar kepala tidak percaya.

__ADS_1


Arjuna tersenyum tipis dan merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya.


"Aku tidak bercanda! kalau kamu tidak percaya kamu coba dengarkan ini!" Arjuna memperdengarkan suara rekaman pembicaraannya dengan kedua orang tua angkat Nania.


Air mata Nania kembali menetes mendengar suara kedua orang tuanya yang benar-benar sudah sangat dia kenal.


"Jadi,aku hanyalah anak angkat? jadi di mana kedua orang tuaku yang sebenarnya?" gumam Nania di sela-sela Isak tangisnya.


"Aku sudah melakukan penyelidikan. Kamu diambil dari sebuah panti asuhan. Kedua orang tuamu ... maaf, mereka berdua suara meninggal dan pihak keluarga tidak ada yang mau merawatmu, makanya kamu diserahkan ke panti asuhan," jelas Arjuna panjang lebar tanpa jeda sehingga membuat air mata Nania semakin deras keluar.


"Kamu sudah mendengar semuanya, Nia. Dan Bayu juga sudah tahu tentang itu


Jadi, bagaimana sekarang? apa kamu masih Keukeh untuk menolaknya?"Anyelir kembali buka suara.


"Buat apa lagi bertanya seperti itu? sudah terlanjurkan? dia sudah pergi, Nye! dan aku yakin kalau Mas Bayu juga tidak akan kembali lagi ke sini karena penolakanku,"


"Siapa bilang aku tidak akan kembali datang lagi?" tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan sosok Bayu. Ya pria yang tadinya berniat untuk pergi tiba-tiba kembali lagi, dan ketika dia hendak masuk, dia mendengar alasan Nania menolaknya.


"Bagaimana bisa kamu berpikir kalau aku tidak akan kembali? hatiku sudah kamu genggam erat dan kamu tidak mau mengembalikannya. Demikian juga hatimu sudah aku genggam erat juga," ucap Bayu sembari melangkah menghampiri Nania.


"Mas Bayu, aku__"


"Sttt! jangan bicara lagi! yang jelas aku sudah tahu bagaimana perasaanmu dan bagaimana perasaanku. Aku minta jangan berpikir yang tidak-tidak lagi!" Bayu menarik kepala Nania ke dadanya.


"Tapi, apa benar mamamu benar-benar sudah bisa menerimaku? aku tidak mau karena kehadiranku, hubunganmu dengan mamamu, kembali tidak baik," ucap Nania memastikan.


"Apa bukti rekaman yabg aku tak tunjukkan tadi belum bisa memberikan bukti? kalau belum, apa aku perlukan menghubungi mama sekarang," Bayu mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya.


"Ti-tidak perlu! aku percaya kamu!" cegah Nania dengan cepat.


"Kalau begitu kamu cepat sembuh ya! setelah kamu sembuh kita kembali menikah. Semua surat-surat yang diperlukan masih ada padaku, jadi tidak ada yang perlu dipersiapkan lagi," Bayu menyelipkan sebuah senyuman manis dan mengecup puncak kepala Nania dengan lembut.


Pemandangan yang terpampang jelas di depan Anyelir membuat Anyelir ikut bahagia.

__ADS_1


"Ehem,ehem!" Anyelir dengan sengaja berdeham. "Apa kalian menganggap aku dan suamiku ini makhluk tak kasat mata?" celetuk Anyelir pura-pura memasang wajah kecut.


Nania menundukkan wajahnya dengan wajah memerah, sementara Bayu bersikap biasa saja.


"Semoga rencana kalian ke depannya lancar ya!" sambung Anyelir kembali.


"Oh iya, Vika kemana sih? tadi dia mengatakan kalau dia akan menyusul ke sini, dengan Haris. Tapi kenapa belum datang juga?" celetuk Anyelir kembali sembari menoleh ke arah pintu.


Nania kembali mengangkat kepalanya mendengar Anyelir menyebut nama Vika.


"Vi-Vika mau datang ke sini , Nye?" tanya Nania dengan suara gugup


"Iya! tadi dia menghubungiku dan bilang kalau dia akan ke sini. Emangnya kenapa?" Anyelir mengrenyitkan keningnya, bingung melihat reaksi Nania.


"Ti-tidak ada apa-apa! cuma aku bingung saja kenapa dia mau datang Melihatku. Bukannya dia membenciku?" suara Nania terdengar lirih.


"Siapa yang mengatakan kalau dia membencimu? dia tidak membencimu sama sekali. Justru dia sangat merindukanmu. Dia rindu dengan kamu yang dulu," sahut Anyelir, sembari menyelipkan senyuman manisnya.


"Aku datang!" tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang menyembulkan kepalanya, sembari tersenyum lebar.


"Vika!" gumam Nania


Ya, seperti yang dikatakan oleh Anyelir. Yang baru muncul itu adalah Vika sahabat mereka berdua.


"Hai, Nania!" sapa Vika, masuk ke dalam ruangan disusul oleh Haris.


Mata Nania yang tadinya sudah mengering, kini tampak berembun merasa terharu melihat dua sahabatnya yang kini kembali bersamanya. Karena dulu, jauh di dalam lubuk hatinya dia ingin sekali bisa seperti dulu, makanya dia sering berkunjung ke mall tempat keduanya bekerja. Dia dulu selalu merasa iri melihat kedua sahabatnya yang selalu bercanda tawa.


Tbc


Guys, kalau berkenan mampir ya di karya temanku. Judulnya tanpa perpisahan by Tietik. Kehadiran kalian benar-benar ditunggu di sana🙏🏻


__ADS_1


__ADS_2