Hanya Wanita Pengganti

Hanya Wanita Pengganti
Keraguan Radit


__ADS_3

"Kenapa kamu bisa jadi sekurus ini?" tanya Radit ketika hanya dia dan Shakila sekarang.


Shakila tersenyum tipis.


"Ya, mungkin beginilah dulu. Aku harus berjuang untuk menyembuhkan penyakit yang tidak aku tahu kapan sembuhnya," ucap Shakila berusaha untuk tetap tersenyum.


"Sekarang kamu jelaskan padaku, kamu sakit apa sebenarnya?" mata Radit menatap, menuntut penjelasan.


Shakila tidak langsung menjawab. Wanita itu hanya menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata pria yang merupakan sahabat dari pria yang dia cintai itu. Pria yang selama ini selalu ada setiap dirinya mendapat masalah,pria yang selalu mengutamakan kepentingannya dibandingkan dirinya sendiri.


"Kila, kenapa kamu tidak menjawab? sekarang kamu jelaskan, kamu sakit apa?" desak Radit kembali. Namun, Shakila tetap tidak buka suara.


"Shakila! apa kamu sama sekali tidak menganggap aku temanmu lagi makanya kamu enggan memberitahukanku apa penyakit yang kamu idap?" suara Radit terdengar lirih.


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi untuk memberitahukannya, tapi bagaimanapun aku harus memberitahukan Arjuna kalau aku sudah menemukanmu dan kamu sedang sakit," Radit merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya.


"Jangan, Dit! jangan kasih tahu dia!" dengan sigap Shakila mencegah Radit.


" Kanker hati. Aku mengidap kanker hati dan aku tidak tahu kapan penyakit ini akan sembuh," lanjut Shakila, akhirnya buka suara.


Radit bergeming, terkesiap kaget mendengar pengakuan Shakila. "Kanker hati?" gumam pria itu lirih dan Shakila mengangguk lemah mengiyakan.

__ADS_1


"Apa ini alasan kamu pergi dari Arjuna?" tukas Radit, dengan alis bertaut. Lagi-lagi Shakila menganggukkan kepalanya.


"Iya,Dit. Aku tidak mau dia susah karena penyakitku. Aku tidak mau begitu menikah denganku, dia justru harus merawatku, aku tidak mau itu terjadi!" cairan bening tanpa permisi, keluarga dari sudut mata Shakila.


Radit merasa ada sesuatu yang mencubit hatinya dan rasanya sangat sakit. "Ternyata cintamu pada Arjuna sangat besar, sampai-sampai kamu tidak mau melihat dia susah," bisik Radit dalam hatinya.


Radit memejamkan matanya sekilas dan menghela napasnya dengan sekali hentakan, mencoba untuk tidak menunjukkan rasa sakit di hatinya. Kemudian dia kembali menatap Shakila dan mengelus kepala Shakila.


"Tapi, apa kamu tidak merasa kalau apa yang kamu lakukan ini salah? kamu pergi begitu saja, meninggalkan tanda tanya besar untuk Arjuna. Apa kamu tahu, dia begitu bahagia ketika dia kembali dari luar negri, karena dia merasa kalau sebentar lagi dia akan menikah denganmu, tapi ternyata semuanya di luar ekspektasi, karena kamu tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Waktu itu, Arjuna seperti kehilangan arah. Dia berubah menjadi pemurung dan suka menyendiri," jelas Radit panjang lebar tanpa jeda.


"Aku tahu kalau itu pasti akan terjadi. Tapi, aku tahu juga kalau kesedihan Arjuna tidak akan sampai membuatnya depresi karena aku tahu kalau dia pribadi yang kuat. Aku merasa kalau apa yang aku lakukan ini adalah jalan terbaik, Dit,"


"Itu kan menurut kamu. Aku yakin kalau kamu dulu memberitahukan penyakit kamu, Arjuna tidak akan meninggalkanmu. Dia pasti tetap berada di sampingmu dan mungkin dia akan mengusahakan agar kamu cepat sembuh," Radit terlihat berapi-api, tidak habis pikir dengan tindakan tergesa-gesa yang dilakukan oleh Shakila.


Radit terdiam. Dia tidak menyangka kalau apa yang dilalui wanita yang diam-diam dia cintai itu sangat berat.


"Apalagi sekarang aku tahu kalau Arjuna sudah menikah. Aku seperti tidak punya semangat lagi untuk sembuh," lanjut Shakila lagi dengan nada lirih.


"Asal kamu tahu, sebenarnya Arjuna menikah karena dia berpikir kalau itu jalan satu-satunya, membuat kamu muncul,"


Shakila sontak menatap Radit dengan tatapan kaget. "Kenapa dia bisa melakukan hal seperti itu? bukannya itu salah? bagaimana kalau aku benar-benar muncul? apa dia akan meninggalkan wanita itu hari itu juga. Apa dia tidak memikirkan bagaimana nasib wanita itu yang pastinya akan memiliki usia pernikahan dengan waktu yang paling singkat? bukan hanya wanita itu yang terkena imbasnya bahkan keluarga wanita itu pasti akan menanggung malu, dan itu pasti akan menjadi aib buat wanita itu. Kenapa Arjuna bisa jadi egois seperti itu, berpikir dengan mudah tanpa memikirkan apa akibatnya, Dit. Kasihan wanita itu yang tanpa sadar hanya dianggap sebagai wanita pengganti," ucap Shakila dengan nada berapi-api.

__ADS_1


Radit tersenyum. Hal inilah yang membuat pria itu sangat mencintai Shakila. Wanita itu benar-benar berhati lembut dan selalu memikirkan orang lain.


"Sebenarnya, aku sudah mengatakan hal ini pada Arjuna. Tapi,dia benar-benar putus asa dan menganggap kalau ini adalah jalan satu-satunya, untuk memancing kamu muncul," ucap Radit.


"Apa wanita yang dinikahi Arjuna itu, wanita yang baik? atau dia hanya mau kekayaan Arjuna saja?" nada bicara Shakila sudah kembali seperti biasa


"Nama wanita itu Anyelir. Dia wanita yang baik,dan wanita periang. Dia hanya memiliki seorang ibu, dan dulunya bekerja sebagai SPG di mall milik Arjuna. Dia menikah dengan Arjuna bukan karena harta tapi karena terperangkap dengan akal licik Arjuna," jelas Radit.


"Akal licik? maksudnya?" Shakila mengrenyitkan keningnya.


Radit kemudian menceritakan awal mula dan yang menjadi penyebab Anyelir mau menikah dengan Arjuna, dengan jelas tanpa menambahi dan juga mengurangi.


"Jadi, wanita itu wanita yang baik. Syukurlah kalau begitu. Sekarang bagaimana pernikahan mereka? apa menurutmu sudah ada benih-benih cinta di antara mereka?" tanya Shakila dengan jantung yang berdetak cepat. Wanita itu mencoba untuk kuat seandainya Radit memberikan jawaban yang membuat hatinya sakit.


"Sepertinya pernikahan mereka hanya jalan di tempat. Tapi,aku tidak tahu bagaimana kalau berada di rumah. Yang jelas, aku lihat mereka hampir tidak pernah menghabiskan waktu berdua," jawab Radit, menjelaskan sesuai yang dia ketahui.


Ada perasaan bahagia yang tiba-tiba dirasakan oleh Shakila mendengar jawaban Radit. Entah kenapa dia merasa masih memiliki tempat yang istimewa di dalam hati Arjuna. Namun tiba-tiba dia menggeleng-gelengkan kepalanya, menepis rasa bahagia yang menurutnya tidak pantas lagi.


"Menurutmu, apa Arjuna belum bisa melupakanku,Dit? dan kenapa dia memilih menikah dengan wanita yang mirip denganku? apa dia menganggap kalau wanita itu adalah aku?"


Radit terdiam, bingung mau memberikan jawaban apa. Karena sebenarnya dia pun mulai merasa kalau sikap Arjuna belakangan ini sedikit berubah, di mana dia selalu melihat Arjuna selalu semangat ketika akan pulang dari kantor.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2