Hanya Wanita Pengganti

Hanya Wanita Pengganti
Wedding day


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat, hari ini adalah hari pernikahan Anyelir dan Arjuna. Pernikahan mereka dilaksanakan dengan meriah dan mewah dan bahkan diliput oleh beberapa media.


Anyelir tampak sangat cantik dengan gaun yang dipilihkan oleh Dewi mamanya Arjuna untuknya.



"Kamu cantik sekali, Nak!" puji Mirna ibu Anyelir dengan tatapan yang berembun, menahan tangis. Bagaimana tidak, wanita setengah baya itu tidak menyangka kalau putri yang dia besarkan dengan penuh kasih sayang sudah dewasa bahkan sudah menikah.


"Anak siapa dulu dong. Kan aku anaknya Mama. Mama cantik, tentu saja aku cantik," ucap Anyelir dengan percaya diri. Seperti biasa, gadis itu selalu berhasil menyembunyikan kesedihannya, di balik keceriaan yang dia pertontonkan. Padahal sesungguhnya hatinya menjerit saat ini, dimana dia akan tinggal dengan keluarga Arjuna yang berarti akan meninggalkan mamanya hidup sendiri di rumah sederhana mereka.


"Cih, kamu memang cantik tapi jangan terlalu berlebihan percaya dirinya," protes Vika, yang juga berada di ruangan itu.


"Bilang aja iri!" Anyelir menjulurkan lidahnya ke arah Vika.


Kemudian Anyelir kembali menoleh ke arah mamanya. "Ma,apa Mama sama sekali tidak __"


"Jangan bicara soal itu lagi, Anye! Mama benar-benar tidak apa-apa tinggal sendiri. Mama akan lebih merasa nyaman, daripada harus tinggal bersama dengan kalian," Mirna langsung memotong ucapan Anyelir, karena dia tahu apa yang akan dikatakan oleh putrinya itu.


"Tapi, Ma bagaimana kalau mama sakit?"


"Anye, percaya sama mama. Kamu bahagia, mama pasti akan sehat,"Mirna berusaha meyakinkan putrinya itu.


"Anyelir, apa kamu sudah siap?" tiba-tiba Arjuna sudah berdiri di ambang pintu.


"Ma," tidak lupa Arjuna menyapa Mirna sembari menganggukkan kepalanya dan disambut dengan senyuman oleh Mirna.


"Dia sudah siap kok, Nak Juna!" sahut Mirna, menanggapi pertanyaan Arjuna tadi.


"Oh iya, Ma."


Mirna kemudian mengalihkan tatapannya pada Anyelir yang menatap Arjuna dengan tatapan takjub karena ketampanan pria itu, meningkat 100 persen di matanya.


__ADS_1


"Anye, sana kamu sudah dipanggil suamimu! jangan bengong seperti itu! acara sudah mau dimulai," tegur Mirna membuat Anyelir tersadar dari kekagumannya.


"Aku tidak mau! harusnya kan aku yang dihampiri bukan aku yang menghampiri. Itu sudah hukum mutlak!" tolak Anyelir, tetap berdiri di tempatnya.


Ucapan Anyelir tentu saja langsung mendapat acungan jempol dari Vika.


Sementara itu, Arjuna berusaha menahan rasa kesalnya, karena keberadaan Mirna mama mertuanya. Pria itu, mau tidak mau akhirnya melangkah dengan mantap menghampiri Anyelir, yang tidak bisa dipungkiri sangat cantik sekarang. Namun entah kenapa, di matanya justru yang terbayang adalah wajah Shakila.


"Ayo, Sayang! acaranya akan mulai! ucap Arjuna sembari mengulurkan tangannya dan tatapan tajam ke arah Anyelir.


Anyelir menyambut uluran tangan Arjuna tanpa takut melihat tatapan pria itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Dengan bergandengan tangan, Anyelir dan Arjuna berjalan memasuki tempat acara, dengan bibir yang dipaksakan untuk tersenyum.


Kehadiran mereka, disambut dengan tepuk tangan dan iringan lagu yang sangat romantis.


Di antara para tamu, tampak Haris yang akhirnya memutuskan untuk ikut hadir tapi sebagai teman Anyelir. Pria itu, memilih duduk di bangku belakang bersama Vika.


Sementara itu di sebuah rumah mewah tampak seorang wanita yang menatap penuh kebencian pada sosok Anyelir yang tampil tersenyum di layar kaca. Siapa lagi wanita itu kalau bukan Nania yang hatinya memang sudah dipenuhi rasa iri dan dengki dari dulu.


Lain Nania, lain pula Bayu. Pria yang duduk di samping Nania tunangannya itu, justru menatap Anyelir dengan tatapan takjub, melihat Anyelir yang menurutnya seperti seorang bidadari saat ini.


"Sial! kenapa sih dia selalu lebih beruntung dariku? pakai pelet apa dia sampai pewaris Sadewa group bisa tergoda dengannya?aku benar-benar tidak bisa terima, kalau dia menang dariku!" Nania menggerutu dengan mata yang berkilat-kilat penuh kebencian.


Maksudmu apa? apa kamu tidak merasa beruntung memilikiku?"celetuk Bayu, kesal. Karena dalam ucapan Nania tersirat makna kalau dirinya merasa kurang beruntung mendapatkan Bayu.


"Menurutmu? kamu memang sangat jauh berada di bawah Arjuna kan? dulu aku, berusaha mendapatkanmu, itu hanya karena ingin menunjukkan pada Anyelir dan teman-teman kalau aku bisa membuatmu lebih memilihku, daripada dia. Aku benar-benar ingin menunjukkan kalau aku bisa lebih unggul dari Anyelir. Tapi, sekarang lihatlah! dia bahkan mendapatkan yang lebih dari kamu, benar-benar menyebalkan!" ucap Nania kesal.


"Jadi kamu tidak benar-benar mencintaiku? tujuanmu hanya ingin membuat Anyelir patah hati, dan sedih?"

__ADS_1


"Bu-bukan seperti itu? aku sebenarnya mencintaimu. Aku tadi__"


"Ahhh, jangan menyangkal lagi! kamu sendiri tadi yang bilang kan? aku benar-benar menyesal telah percaya padamu dan meninggalkan Anyelir. Sekarang, lebih baik pertunangan kita batal, dan kamu pergi dari rumah ini!" usir Bayu dengan suara tinggi.


"Ti-tidak, Sayang! tadi aku hanya asal bicara. Aku benar-benar mencintaimu kok. Kita jangan batal menikah ya!" mohon Nania, panik.


"Sial! kenapa aku harus keceplosan sih bicara seperti itu? bagaimanapun aku masih butuh Bayu untuk bisa memberikan aku uang. Walaupun di tidak sekaya Arjuna, tapi setidaknya dia termasuk orang kaya juga," bisik Nania pada dirinya sendiri.


"Semuanya sudah jelas,Nania! kamu tadi sudah mengatakannya dan aku yakin kalau itu bukan asal bicara. Itu benar-benar murni dari apa yang kamu pikirkan. Sekarang, kamu pergi dari rumahku dan jangan kembali lagi. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!" Bayu kini benar-benar murka.


"Tidak, Sayang! aku tidak mau pergi! aku benar-benar mencintaimu! tolong percaya padaku!" Nania masih berusaha untuk memohon.


"PERGI! Aku benar-benar menyesal mengenal wanita yang dipenuhi iri dan dengki sepertimu. Kamu sudah membohongiku mentah-mentah!" suara Bayu semakin meninggi.


"Tidak, Sayang aku tidak mau pergi. Beri aku satu kesempatan lagi! aku benar-benar mencintaimu, Sayang!" Nania mulai menangis.


"Aku bilang pergi ya pergi! apa perlu aku menyeretmu keluar!" bentak Bayu.


"Tapi kamu tidak boleh memutuskan hubungan begitu saja, Bayu. Asal kamu tahu, aku sudah hamil anakmu! jadi kamu harus bertanggung jawab!" Nania balas berteriak.


"Kamu jangan berbohong!" pekik Bayu.


"Tidak sama sekali! aku benar-benar mengandung anakmu! jadi bagaimanapun kamu harus bertanggung jawab! kalau tidak, aku akan menyebarkan hal ini, agar semua orang tahu kalau kamu bukan pria bertanggung jawab," ancam Nania


"Arghh, kamu benar-benar membuatku gila, Nania!" Bayu mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


"Kamu hamil anak Bayu?" tiba-tiba mamanya Bayu muncul.


"Iya, Tan!"


"Bayu, kamu harus secepatnya menikahi Nania! mama tidak ingin perutnya makin membuncit nanti!"


Sebuah senyuman licik, terselip di sudut bibir Nania.

__ADS_1


"Aku tidak boleh kehilangan sumber uangku. Aku harus berpura-pura hamil. Kalau sudah selesai menikah, aku baru akan memikirkan cara, membuat cerita kalau aku keguguran," bisik Nania pada dirinya sendiri.


Tbc


__ADS_2