Hanya Wanita Pengganti

Hanya Wanita Pengganti
Mati kutu


__ADS_3

Keheningan tercipta di antara Anyelir dan Arjuna di sepanjang jalan mulai dari rumah mamanya Anyelir, menuju kediaman Arjuna.


Arjuna fokus menatap ke depan, dan Anyelir sibuk memperhatikan jalanan. Sesekali Arjuna melirik Anyelir melalui ekor matanya.


"Kenapa dari tadi kamu diam saja? apa kamu masih kesal padaku karena aku membuat pria tadi pergi?" Arjuna akhirnya buka suara, memecahkan keheningan yang tercipta.


Anyelir mengalihkan tatapannya dari jalanan, menatap ke arah Arjuna. "Hmm, tidak sama sekali. Hanya saja aku merasa tidak ada hal yang perlu dibicarakan. Kan biasanya juga, hanya aku yang berceloteh, kamu hanya diam, mungkin sesekali menanggapi. Jadi, sekarang aku lagi malas bicara. Kamu tahu kenapa?" tanya Anyelir.


"Kenapa?" Arjuna melirik sekilas dan kembali melihat ke depan.


"Karena kamu mengembalikan tas yang dibawa kak Satria. Padahal aku suka sekali dengan tas itu,"


Ckittt


Arjuna menghentikan mobil secara mendadak hingga jidat Anyelir hampir terbentur ke dashboard mobil.


"Juna! kamu mau membunuhku ya?" pekik Anyelir kesal sembari menatap tajam ke arah Arjuna . Namun tatapan tajam Anyelir seketika menyurut begitu melihat tatapan Arjuna yang tidak kalah tajam.


"Ke-kenapa kamu menatapku seperti itu?" Anyelir memundurkan tubuhnya kepalanya ke belakang hingga membentur kaca mobil.


"Kamu masih berani menyebut tentang tas itu? aku bisa membelikanmu tas yang banyak seperti itu," ucap Arjuna dengan ketus.


"Iya aku tahu. Tapi menolak pemberian orang lain itu pamali namanya. Itu berarti kita sudah menolak rejeki. Setidaknya hargai usaha dia, yang bersusah payah beli tas itu, dan membawanya ke Indonesia. Kalaupun kita tidak mau,ya tolak dengan halus," ucap Anyelir panjang lebar tanpa jeda.


Arjuna menggeram dan mencengkram kemudi dengan sangat kencang kemudian menjalankan mobil lagi.


Keheningan kembali tercipta di anak mereka berdua. Arjuna masih dengan kekesalannya dan Anyelir dengan sikap cueknya.


"Jun, aku mau turun di sini, boleh kan?" Tiba-tiba Anyelir buka suara lagi, begitu mereka melewati mall tempat dia bekerja dulu.

__ADS_1


"Buat apa kamu turun di sini?" Arjuna menghentikan mobilnya dan menoleh ke arah Anyelir dengan alis yang bertaut tajam.


"Aku mau menemui Vika. Aku sudah jarang bertemu dengannya. Jadi, tolong turunkan aku di sini!" pinta Anyelir.


"Bagaimana mungkin kita turun di sini? apa kamu ingin aku ikut mendengarkan cerita-cerita kalian berdua?" Arjuna tampak keberatan.


"Yang memintamu ikut turun siapa? aku sendiri saja yang turun di sini. Tenang saja aku bisa pulang sendiri nanti,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Vikaaa!" Anyelir berlari ke arah Vika dengan wajah yang berbinar seakan sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan sahabatnya itu.


"Anye, suara kamu bisa kamu kecilkan tidak? berisik tahu," protes Vika, pura-pura kesal. Padahal wanita itu sangat bahagia dengan kedatangan Anyelir.


"Tumben kamu ke sini! ada apa? kamu sudah dicampakkan?" seperti biasa mulut Vika selalu bicara tanpa disaring lebih dulu.


"Sembarangan kalau ngomong!" Anyelir mengerucutkan bibirnya, disambut dengan kekehan ringan dari Vika.


Vika berdecak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kamu kurang waras kayanya. Kalau kamu bekerja di sini,sama saja kamu membuat Arjuna malu. Pasti nanti Arjuna dianggap suami yang kejam," tutur Vika, kesal.


"Hmm,tapi aku benar-benar bosan,Vik. Aku bingung mau ngapain," Anyelir menyenderkan tubuhnya di sebuah rak berisi pakaian.


"Kalau kamu bosan,ya kami shopping lah. Arjuna pasti kasih uang banyak kan?" ucap Vika sembari kembali merapikan kebanyakan pakaian-pakaian yang tadi sempat dibongkar oleh pelanggan.


"Iya sih, tapi, entah kenapa aku enggan untuk menggunakan uang itu. Aku merasa kalau aku tidak pantas menggunakan uang itu mengingat statusku yang hanya wanita pengganti," wajah Anyelir berubah sendu.


"Siapa bilang tidak pantas? walaupun kamu dianggap hanya sebagai wanita pengganti,tapi bagaimanapun kamu itu istri sahnya,"


Anyelir diam seribu bahasa, tidak membantah ataupun mengiyakan ucapan Vika. "Vik, sampai kapan sih nasib pernikahanku seperti ini? di lain sisi aku sepertinya sudah jatuh cinta padanya dan berharap supaya wanita bernama Shakila itu tidak kembali lagi, agar aku dan Arjuna bisa membangun rumah tangga yang sebenarnya. Sehingga,aku tidak perlu khawatir lagi kalau mama tahu. Tapi setiap aku berpikir seperti itu, aku merasa kalau aku menjadi wanita yang jahat, Vik. Apalagi aku belum tahu alasan wanita itu pergi meninggalkan Arjun. Menurutmu, salah tidak jika aku berharap seperti itu?"

__ADS_1


Vika tidak langsung menjawab. Jujur, merasa sedih dengan pernikahan sahabatnya yang tidak jelas itu. Wanita itu menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya kembali ke luar.


"Tidak salah kamu berpikir seperti itu! tapi ada baiknya kamu tetap mempersiapkan mentalmu, jika suatu saat wanita itu kembali lagi. Yang penting sekarang kamu banyak berdoa yang terbaik buat pernikahanmu dan Arjuna," tutur Vika dengan bijak.


"Oh, jadi ternyata kamu itu hanya wanita pengganti? oh maaf, wanita pengganti sepertinya terlalu bagus, kata kasarnya, wanita cadangan," ternyata pembicaraan mereka diam-diam didengar oleh seseorang yang sangat membenci Anyelir. Siapa lagi orang itu kalau bukan Nania, perempuan yang selama ini tidak suka melihat kebahagiaan Anyelir.


Wajah Anyelir sontak berubah pucat, melihat keberadaan Nania.


"Tegang sekali wajahmu, Nye! nggak usah tegang gitu ah! aku nggak akan koar-koar di sini. Tapi, sepertinya kalau aku sebarkan di group teman sekolah, seru sepertinya!" Nania tersenyum licik.


"Berani kamu menyebarkannya, jangan salahkan aku, akan memberitahukan semua kebusukanmu pada Bayu," Vika buka suara, memberikan ancaman pada Nania.


"Kebusukan apa maksudmu?" Nania mulai terlihat gugup.


"Tenang Nania, kamu jangan terpancing dengan ancamannya. Dia itu tidak tahu apa-apa!" bisik Nania pada dirinya sendiri.


Vika tersenyum smirk dan misterius.


"Jangan kira, aku tidak tahu kalau kamu berpura-pura hamil agar bisa menikah dengan Bayu. Dan setelah kalian menikah kamu berpura-pura keguguran. Kamu membuat drama kalau penyebab kamu keguguran adalah karena Bayu, yang membuat kamu banyak pikiran. Benar tidak apa yang aku katakan?" Vika menyeringai sinis.


"Fitnah! ka-kamu jangan coba-coba memfitnahku! kalau tidak, aku akan melaporkanmu ke polisi, kasus pencemaran nama baik," Nania berusaha untuk menyangkal.


Lagi-lagi Vika tersenyum sinis. "Aku tidak asal bicara,Nania. Aku punya buktinya. Kamu bekerjasama dengan sepupumu yang dokter itu, untuk membuat surat pemeriksaan palsu untuk mengelabuhi Bayu. Mau aku tunjukkan video pembicaraanmu dengan sepupumu itu?" ucap Vika, santai.


Nania menelan ludahnya dengan kasar dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Bagaimana? apa kamu mau menyebarkan masalah Anyelir di group? kalau iya, aku juga tidak akan segan-segan menyebarkan video itu dan langsung mengirimkannya ke Bayu. Aku yakin, Bayu akan sangat marah, dan langsung menceraikanmu. Kamu tidak mau kehilangan sumber uangmu kan?"


"Brengsek!" umpat Nania sembari berlalu pergi, karena mati kutu.

__ADS_1


"Hei, ingat! sekali saja hal mengenai Anyelir menyebar, aku yakin kamulah orang yang bertanggung jawab atas itu. Jadi, siap-siap aja, videomu tersebar!" Vika kembali mengingatkan.


Tbc


__ADS_2