Hanya Wanita Pengganti

Hanya Wanita Pengganti
Bab 25


__ADS_3

"Brengsek! Sialan!" umpat Satria penuh kemarahan sembari menghamburkan semua benda yang ada di dekatnya. Wajah pria itu tampak membiru, akibat terkena pukulan dari para pengunjung yang diprovokasi oleh Haris.


"Aku hampir saja berhasil, tapi semuanya menjadi berantakan. Wanita sundal itu memang tidak bisa diandalkan!" Satria merutuki Nania yang sama sekali tidak ada lagi di depannya.


Satria benar-benar terlihat marah mengingat rencana yang dia atur sedemikian rupa, yang dia anggap akan berhasil seratus persen justru gagal seratus persen,plus bonus wajah yang membiru.


Flash back


"Nania, tadi aku melihat Arjuna suami Anyelir masuk ke sini. Sepertinya dia sedang ada masalah. Aku mau kamu melakukan sesuatu yang pastinya berguna untuk kita berdua," ucap Satria sesaat setelah duduk di samping Nania kembali.


"Emangnya apa rencanamu?" Nania menyipitkan matanya.


"Aku mau kamu memasukkan obat perangsang ke minuman Arjuna. Aku yakin bar ini menyediakan obat itu. Setelah itu, begitu obat itu sudah bekerja kamu goda dia.Aku yakin dengan keadaannya yang butuh pelampiasan,dia tidak akan menolakmu. Nanti begitu kamu melakukan dengannya kamu ambil photo kalian berdua. Kamu ingin melihat Anyelir hancur kan? nah ini adalah cara terbaiknya," tutur Satria dengan penuh keyakinan.


"Aku tidak mau! nanti aku akan diceraikan oleh Bayu. Aku akan jadi gembel di jalanan karena orang tuaku juga pasti tidak akan menerimaku lagi," tolak Nania yang sepenuhnya belum terlalu mabuk.


Satria berdecak kesal mendengar penolakan Nania. "Kamu kenapa bodoh sekali sih? Peduli apa kamu kalau diceraikan oleh Bayu? Kamu kan bisa menuntut Arjuna menikahimu dan mengancam akan menyebarkan photo-photo kalian berdua seandainya dia menolak nanti. Kamu dapat keuntungan yang berlipat ganda bukan? Kamu melihat Anyelir hancur sekaligus mendapatkan pria yang lebih kaya dan hebat dari Bayu. Bukannya itu hal yang menguntungkan?" Satria mulai mengotori pikiran Nania, mengingat kalau wanita itu sangat membenci Anyelir.


Sudut bibir Nania sontak terselip seulas senyuman licik. Wanita itu mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kamu benar! kamu memang benar-benar pintar,Satria," ucap Nania dengan raut wajah bengis.


"Kamu akan hancur, Anyelir! kamu tidak bisa lebih bahagia dariku. Lihatlah aku akan merebut Arjuna darimu. Bodo amat kalau kebusukanku pada Bayu, dibongkar sama sahabat sialanmu itu. Yang penting aku bisa mendapatkan Arjuna, " lanjut wanita itu dengan tertawa mengejek.


"Tapi dia akan bahagia denganku, wanita ular! dia akan tetap lebih bahagia dari kamu," maki Satria dalam hati.


"Sabar,Satria! kamu jangan marah ketika wanita ini ingin melihat kehancuran Anyelir. Jika nanti dia iri lagi melihat kebahagiaan Anyelir ketika hidup bersama denganmu,kamu bisa menyingkirkannya," batin Satria, tersenyum tipis bahkan sampai tidak terlihat.

__ADS_1


Setelah Nania menyetujui rencana Satria, mereka berdua pun langsung beraksi dengan meminta seorang waitress untuk memasukkan obat ke dalam gelas minum Arjuna.


Namun ternyata tidak semudah yang Satria pikiran. Pria yang dia kita akan mudah dia jebak, ternyata adalah pria yang mempunyai komitmen yang kuat, yang menjaga benar dirinya, dan tidak mau bermain dengan sembarang wanita.


Dia yang awalnya hanya bermain dari jauh terpaksa harus turun tangan begitu melihat Arjuna yang berjuang sekuat tenaga untuk meninggalkan bar dan meninggalkan Nania yang sudah mulai melancarkan aksinya.


Baru saja dia hampir berhasil hendak menghalangi Arjuna, sebuah kaki melayang, menendang tubuhnya hingga terpental jauh.


"Brengsek! siapa kamu ikut campur urusanku?" bentak Satria, bersiap hendak melakukan serangan balik pada pria yang sudah membuatnya kesakitan.


"Kamu yang brengsek, bajingan! apa yang kamu lakukan pada Kakakku? hah?!" pria yang adalah Haris itu, memberikan tinju di wajah Satria dengan keras. Kemudian pria itu mengalihkan tatapannya ke arah Nania yang sudah ketakutan.


"Berani-beraninya kamu mau menjebak Kakakku ya! lihat saja kamu akan hancur, sehancurnya nanti. Beruntung kamu seorang perempuan, jadi aku tidak akan memberikan pukulan padamu. Seandainya tadi kamu laki-laki, mukamu bisa aku pastikan akan sama seperti dia!$ sorot mata Haris menatap Nania dengan sangat tajam siap membunuh.


" Ja-jadi Arjuna kakakmu?" Nania terlihat kaget di sela-sela rasa takutnya. Wanita itu tidak menyangka, pria yang dia tahu bekerja sebagai SPB di sebuah mall itu ternyata adik dari Arjuna. Wanita itu terlihat semakin ketakutan sekarang.


"Aku tidak punya waktu sekarang untuk membalas kalian, tapi kalian berdua lihat saja apa yang akan Kak Juna lakukan pada kalian!" Haris meraih tubuh Arjuna yang bergetar dan memapah pria itu itu keluar dari bar itu.


Sebelum benar-benar keluar, Haris mengeluarkan sejumlah uang yang cukup banyak dan memberikan pada sekelompok pemuda yang menyaksikan kejadian itu.


"Aku kasih kalian uang, hajar dia, tapi jangan sampai mati!" titah Haris, meletakkan uang di telapak tangan seorang pria, lalu beranjak pergi.


Satria terlihat ketakutan, ketika melihat pria-pria itu mendekat ke arahnya sembari menyeringai sinis. Tanpa bisa dihindarkan lagi, pria-pria itupun mulai menghajar Satria.


Flash back end


Lagi-lagi Satria melemparkan barang-barang yang ada di dekatnya, begitu mengingat kegagalannya kembali.

__ADS_1


Pria itu duduk di atas ranjang dengan sorot mata penuh kebencian. Tiba-tiba di sudut bibirnya terselip sebuah senyuman licik, pertanda kalau ada sebuah rencana licik yang datang ke kepalanya.


"Aku memang gagal malam ini. Tapi, aku sepertinya masih punya cara yang pasti akan berhasil. Maaf Anyelir, sepertinya aku harus memberitahukan rahasiamu dan Arjuna pada Tante Mirna. Tante Mirna pasti akan sangat marah pada Arjuna dan memintamu untuk bercerai dengan pria itu. Setelah itu aku pastikan akan melakukan mengambil hati Tante Mirna sampai Tante Mirna meminta kamu untuk menikah denganku. Kamu pasti tidak akan bisa menolak permintaan mamamu, hahahahaha!" Satria tertawa licik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, Nania pulang ke rumah dengan ketakutan. Wanita itu mengendap-endap masuk menuju kamarnya di tengah cahaya lampu yang remang-remang.


"Sudah pulang kamu ternyata!" tiba-tiba ruangan itu terlihat terang benderang, dan memperlihatkan sosok Bayu yang berdiri di dekat saklar lampu.


"M-Mas Bayu! kenapa kamu belum tidur? kamu menungguku ya? kok tumben?"Nania mencoba untuk tersenyum dan menghampiri Bayu.


" Apa yang kamu lakukan di bar tadi?" bukannya menjawab pertanyaan Nania, Bayu justru balik bertanya dengan tatapan yang sangat dingin.


Raut wajah Nania sontak berubah pucat, seperti darahnya habis diserap oleh rasa takut.


"Emm, aku hanya minum saja untuk menenangkan pikiran. Dan kamu pasti tahu kenapa aku harus menenangkan pikiranku ke sana kan? Itu semua karena tidak ada yang memberikan aku dukungan di saat aku baru saja kehilangan anak kita. Kamu cuek, seakan tidak peduli," Nania mulai berpura-pura sedih, agar Bayu merasa bersalah.


Bayu berdecih dan di sudut bibirnya terselip senyuman sinis.


"Kamu masih mau berbohong? kamu kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di sana? ingat kamu sudah mengajak perang keluar Sadewa dan aku tidak mau karena tindakanmu itu, berimbas ke perusahaanku. Jadi, karena aku tidak mau mengambil resiko, aku akan menceraikanmu!" tegas Bayu, terlihat tanpa beban.


"Tidak,Bay! jangan ceraikan aku! aku tidak mau bercerai denganmu! apa kamu tidak kasihan padaku? aku baru saja keguguran anak kita, tapi kamu tidak punya hati langsung menceraikanku," Nania mulai histeris, memohon pada Bayu.


"Justru sebenarnya kemarin-kemarin aku tidak langsung menceraikanmu, itu karena aku masih merasa kasian padamu. Tapi, kali ini aku tidak mau mengambil resiko lagi dengan masih mempertahankanmu. Jadi aku akan menceraikanmu!"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2