Happily Ever After

Happily Ever After
Menyerah.


__ADS_3

" Maafin bunda ," Obrolan pertama yang di buka Zaydan ketika di dalam mobil saat ia akan mengantar Irma pulang .


Sesaat hening , Irma hanya diam seribu bahasa tampa ekspresi apapun , mata nya terus tertuju ke depan dengan tatapan kosong .


" Irma ?!" Panggil Zaydan , lalu menoleh ke arah Irma .


Tidak ada sahutan sama sekali dari prempuan di sebelah nya , Irma hanya terus terdiam dengan tatapan lurus kedepan .


Raut wajah Zaydan menatap wanita di samping nya sendu , seolah hati nya berpautan dengan Irma , kini Zaydan pun merasa hati nya retak dengan ke jadian siang hari ini .


Satu tangan nya melepas kan setir mobil , lalu mulai mendekat ke arah tangan Irma untuk menggenggam nya , namun dengan cepat Irma menepis tangan Zaydan sedikit kasar.


" kenap ?!" Tanya Irma tampa ekspresi .


Zaydan lansung melihat ke arah Irma penuh tanya .


" Irma maafin gw ," Pinta Zaydan .


" Kenapa lo bohong ?!" Tegas Irma tampa memangling kan wajah nya sedikit pun .


Zaydan terdiam , pria itu menyesali apa yang baru saja terjadi.


Ia sama sekali tidak menyangka ibunda nya akan bersikap buruk terhadap Irma , padahal jelas-jelas dulu Aisyah terlihat sangat menyukai Irma , tentu nya sebelum berdebat dengan alm ibu dari Irma itu sendiri.


" Ini semua di luar kendali gw , bunda dulu seneng banget sama lo ," Jelas Zaydan.


" Lain kali nggak usah bohong Za !!" Tutur Irma lirih , mata nya kembali berkaca-kaca namun dengan cepat ia mengusap mata nya perlahan.


" Maafin gw , seharus nya dulu gw yang jadi penengah biar nggak jadi masalah berkepanjangan ," Zaydan berujar , menyesali apa yang sudah lama terjadi .


" CK . Lo aja ngebenci gw ,apalagi bunda!" Timpal Irma dengan senyum getir . " Lo block semua akses gw , gw udah usaha buat jelasin semua nya, tapi itu sumua sia-sia , " Jelas Irma kembali .

__ADS_1


" Saat itu gw belum dewasa Irma ! gw jalanin semua dengan ke egoisan gw . Maafin gw yang udah telat memperbaiki semua nya !" Cicit Zaydan penuh penyesalan .


Irma pun kembali terdiam , tidak ada lagi yang harus di sesali , kecupuk sudah menjadi seblak semua nya sudah tidak bisa di kembalikan seperti semula .


" Mau gw anter kemana ?" Tanya Zaydan pelan .


" Ke apartemen aja , gw pusing mau istirahat !" Ujar Irma lalu di angguki Zaydan .


Mobil pun terus melaju dengan kecepatan sedang , menerobos kemacetan jalanan ibu kota. Hingga setelah satu jam Zaydan mengemudi kan mobil nya , ia sampai di lobby apartemen milik Irma .


-Terk..


Kunci mobil pun terbuka .


" Thank you ya udah mau anterin gw ," Kata Irma sambil tersenyum ke arah Zaydan , lalu membawa tas slempang nya kembali mengait di bahu nya .


" Irma !!" Zaydan mencekal pergelangan Irma yang sudah akan beranjak membuka pintu mobil nya.


" Maaf , ini salah gw !!" Tutur Zaydan , mata kedua nya sudah saling bertemu . " Kita mulai dari awal dan berjuang sama-sama oke ?!" Ucap Zaydan kembali .


Irma memejam mata nya sesaat , membuka nya kembali lalu tersenyum ke arah Zaydan dengan helaan nafas kasar .


" Terlepas dari siapa yang salah , kita sudah sama-sama kehilangan dan hancur dengan perasaan masing-masing ," Sahut Irma .


"Pergilah dengan masa depan mu , jangan pernah menemui ku kembali ! kita sudah selesai , carilah gadis yang lebih muda dari ku dan tentu nya bunda harus menyukai nya ," Jelas Irma kembali yang tak henti tersenyum .


" Irma gw mohon , kita perjuangin cinta kita sama-sama !" Zaydan berkata lirih .


" Udah ya see you , makasih sekali lagi ," Irma pun melepas kan genggaman tangan Zaydan , lalu membuka pintu mobil dan dengan cepat pergi masuk untuk segera menuju apartemen milik nya .


Zaydan hanya terdiam , mata nya terus menatap punggung prempuan yang saat ini tengah berlari menjauh dari nya .

__ADS_1


Tidak terasa air mata Zaydan pun jatuh ke pipi nya lalu dengan cepat ia hapus .


" Kalo lo nggak mau luluhin hati bunda bareng gw , gw yang bakalan luluhin hati bunda sendiri demi lo," Bisik nya pada diri sendiri .


Mobil Fortuner putih milik Zaydan pun mulai melaju perlahan meninggal kan lobby apartemen yang Irma singgahi.


Sementara itu Irma yang sudah sampai di apartemen milik nya , prempuan itu lansung menuju ke kamar dan melempar kan tubuh nya ke atas ranjang .


-Brughh..


" Huhh ," Irma menghela nafas nya .


Tubuh nya terlentang , pandangan nya lurus ke atas menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong .


Irma hanya terdiam dengan seribu luka di hati dan banyak pikiran di kepala nya yang berkecamuk , seolah tidak ada lagi air mata untuk menangis , wanita itu benar-benar terdiam tampa ekspresi apapun walau hati nya teramat hancur dan remuk saat ini .


" Ini memang pantas di sebut dengan hukuman , ini yang Zaydan rasa kan dulu ! dan aku sudah membayar nya tunai, aku tidak akan pernah mengharap kan cinta dari siapa pun saat ini bahkan sampai seterus nya," Gumam Irma .


" Hah , rasa sedih selalu berujung menjadi rasa lapar !" Ucap Irma lalu bangkit dan menduduk kan diri nya di tepi ranjang .


Setelah duduk beberapa menit , akhir nya Irma beranjak pergi menuju dapur.


Langkah kaki nya gontai , seolah tidak mempunyai semangat lagi saat ini , hingga sampai nya ia di dapur ! tangan Irma membuka laci dan membawa satu bungkus mie instan kuah pedas .


Tangan Irma mulai membuka rak untuk mengambil panci , mengisi nya dengan air lalu meletakan nya di atas kompor .


Bersambung ....


HI READERS JANGAN LUPA DUKUNG KARYA AUTHOR DENGAN CARA LIKE DAN VOTE .


🙏😊

__ADS_1


__ADS_2