
" Maafin bunda ," Obrolan pertama yang di buka Zaydan ketika di dalam mobil saat ia akan mengantar Irma pulang .
Sesaat hening , Irma hanya diam seribu bahasa tampa ekspresi apapun , mata nya terus tertuju ke depan dengan tatapan kosong .
" Irma ?!" Panggil Zaydan , lalu menoleh ke arah Irma .
Tidak ada sahutan sama sekali dari prempuan di sebelah nya , Irma hanya terus terdiam dengan tatapan lurus kedepan .
Raut wajah Zaydan menatap wanita di samping nya sendu , seolah hati nya berpautan dengan Irma , kini Zaydan pun merasa hati nya retak dengan ke jadian siang hari ini .
Satu tangan nya melepas kan setir mobil , lalu mulai mendekat ke arah tangan Irma untuk menggenggam nya , namun dengan cepat Irma menepis tangan Zaydan sedikit kasar.
" kenap ?!" Tanya Irma tampa ekspresi .
Zaydan lansung melihat ke arah Irma penuh tanya .
" Irma maafin gw ," Pinta Zaydan .
" Kenapa lo bohong ?!" Tegas Irma tampa memangling kan wajah nya sedikit pun .
Zaydan terdiam , pria itu menyesali apa yang baru saja terjadi.
Ia sama sekali tidak menyangka ibunda nya akan bersikap buruk terhadap Irma , padahal jelas-jelas dulu Aisyah terlihat sangat menyukai Irma , tentu nya sebelum berdebat dengan alm ibu dari Irma itu sendiri.
" Ini semua di luar kendali gw , bunda dulu seneng banget sama lo ," Jelas Zaydan.
" Lain kali nggak usah bohong Za !!" Tutur Irma lirih , mata nya kembali berkaca-kaca namun dengan cepat ia mengusap mata nya perlahan.
" Maafin gw , seharus nya dulu gw yang jadi penengah biar nggak jadi masalah berkepanjangan ," Zaydan berujar , menyesali apa yang sudah lama terjadi .
" CK . Lo aja ngebenci gw ,apalagi bunda!" Timpal Irma dengan senyum getir . " Lo block semua akses gw , gw udah usaha buat jelasin semua nya, tapi itu sumua sia-sia , " Jelas Irma kembali .
__ADS_1
" Saat itu gw belum dewasa Irma ! gw jalanin semua dengan ke egoisan gw . Maafin gw yang udah telat memperbaiki semua nya !" Cicit Zaydan penuh penyesalan .
Irma pun kembali terdiam , tidak ada lagi yang harus di sesali , kecupuk sudah menjadi seblak semua nya sudah tidak bisa di kembalikan seperti semula .
" Mau gw anter kemana ?" Tanya Zaydan pelan .
" Ke apartemen aja , gw pusing mau istirahat !" Ujar Irma lalu di angguki Zaydan .
Mobil pun terus melaju dengan kecepatan sedang , menerobos kemacetan jalanan ibu kota. Hingga setelah satu jam Zaydan mengemudi kan mobil nya , ia sampai di lobby apartemen milik Irma .
-Terk..
Kunci mobil pun terbuka .
" Thank you ya udah mau anterin gw ," Kata Irma sambil tersenyum ke arah Zaydan , lalu membawa tas slempang nya kembali mengait di bahu nya .
" Irma !!" Zaydan mencekal pergelangan Irma yang sudah akan beranjak membuka pintu mobil nya.
" Maaf , ini salah gw !!" Tutur Zaydan , mata kedua nya sudah saling bertemu . " Kita mulai dari awal dan berjuang sama-sama oke ?!" Ucap Zaydan kembali .
Irma memejam mata nya sesaat , membuka nya kembali lalu tersenyum ke arah Zaydan dengan helaan nafas kasar .
" Terlepas dari siapa yang salah , kita sudah sama-sama kehilangan dan hancur dengan perasaan masing-masing ," Sahut Irma .
"Pergilah dengan masa depan mu , jangan pernah menemui ku kembali ! kita sudah selesai , carilah gadis yang lebih muda dari ku dan tentu nya bunda harus menyukai nya ," Jelas Irma kembali yang tak henti tersenyum .
" Irma gw mohon , kita perjuangin cinta kita sama-sama !" Zaydan berkata lirih .
" Udah ya see you , makasih sekali lagi ," Irma pun melepas kan genggaman tangan Zaydan , lalu membuka pintu mobil dan dengan cepat pergi masuk untuk segera menuju apartemen milik nya .
Zaydan hanya terdiam , mata nya terus menatap punggung prempuan yang saat ini tengah berlari menjauh dari nya .
__ADS_1
Tidak terasa air mata Zaydan pun jatuh ke pipi nya lalu dengan cepat ia hapus .
" Kalo lo nggak mau luluhin hati bunda bareng gw , gw yang bakalan luluhin hati bunda sendiri demi lo," Bisik nya pada diri sendiri .
Mobil Fortuner putih milik Zaydan pun mulai melaju perlahan meninggal kan lobby apartemen yang Irma singgahi.
Sementara itu Irma yang sudah sampai di apartemen milik nya , prempuan itu lansung menuju ke kamar dan melempar kan tubuh nya ke atas ranjang .
-Brughh..
" Huhh ," Irma menghela nafas nya .
Tubuh nya terlentang , pandangan nya lurus ke atas menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong .
Irma hanya terdiam dengan seribu luka di hati dan banyak pikiran di kepala nya yang berkecamuk , seolah tidak ada lagi air mata untuk menangis , wanita itu benar-benar terdiam tampa ekspresi apapun walau hati nya teramat hancur dan remuk saat ini .
" Ini memang pantas di sebut dengan hukuman , ini yang Zaydan rasa kan dulu ! dan aku sudah membayar nya tunai, aku tidak akan pernah mengharap kan cinta dari siapa pun saat ini bahkan sampai seterus nya," Gumam Irma .
" Hah , rasa sedih selalu berujung menjadi rasa lapar !" Ucap Irma lalu bangkit dan menduduk kan diri nya di tepi ranjang .
Setelah duduk beberapa menit , akhir nya Irma beranjak pergi menuju dapur.
Langkah kaki nya gontai , seolah tidak mempunyai semangat lagi saat ini , hingga sampai nya ia di dapur ! tangan Irma membuka laci dan membawa satu bungkus mie instan kuah pedas .
Tangan Irma mulai membuka rak untuk mengambil panci , mengisi nya dengan air lalu meletakan nya di atas kompor .
Bersambung ....
HI READERS JANGAN LUPA DUKUNG KARYA AUTHOR DENGAN CARA LIKE DAN VOTE .
🙏😊
__ADS_1