Happily Ever After

Happily Ever After
Harus move on.


__ADS_3

Beberapa menit Irma mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang . Akhir nya ia sampai di apartemen sederhana milik nya .


-Ceklek...


Irma membuka pintu , lalu beranjak masuk dan menutup pintu nya kembali .


Dengan langkah gontai , Irma memasuki kamar nya dan melemparkan tubuh nya begitu saja di atas ranjang .


Tubuh nya terlentang , pandangan nya menatap lurus ke atas dengan tatapan kosong .


" Hati , kenapa kamu belum sembuh juga ? aku sudah berusaha melupakan nya , tapi kenapa memori otak ku terus mengingat wajah tampan nya . Aku harus move on dan mulai membuka hati ku kembali , apa aku harus menganti nama panggilan ku ?! Dara ...ya panggil aku Dara sekarang , aku ingin bangkit dan melangkah ! tidak mungkin aku akan terus hidup sendiri seperti ini " Gumam Irma pada diri nya sendiri .


Irma pun lansung bangun , mendudukan tubuh nya di pinggir ranjang.Beberapa kali menarik nafas lalu menghembus kan nya pelahan dan tersenyum .


" Come on Dara , kita mulai hidup baru , hati yang baru dan tentu nya laki-laki baru ," Irma pun beranjank keluar kamar , berjalan menuju dapur nya .


Tangan nya mulai menata cucian piring dan gelas yang sudah bersih pada tempat nya masing-masing .


Setelah ibu Irma menyusul ayah nya yang sudah terlebih dulu meninggal , sekarang ia benar-benar tidak punya siapa-siapa . Kecuali para karyawan dan Heri yang masih terus menghubungi nya .


Dengan telaten Irma terus merapikan piring dan barang-barang lain nya , hingga tidak pernah membuat apartemen sederhana milik nya terlihat berantakan sedikit pun .


Setelah selesai , Irma berjalan ke arah lemari pendingin , melihat bahan apa saja yang sudah habis dan harus segera di beli .


" Emmmm...Telor sisa tiga , sayuran juga cuma sisa sawi aja , stok bawang merah sama putih juga udah menipis ! sore nanti harus belanja deh , kulkas udah kosong begini ," Jelas Irma , tangan nya mengambil satu kotak susu coklat dingin sebelum ia menutup kulkas nya kembali .


Gadis itu pun berjalan menuju ruang tengah ,lalu menyala kan televisi nya sambil duduk dengan susu kotak di tangan nya .


******


Sore hari pun tiba , Irma yang masih berada di dalam kamar mandi pun keluar ,dengan hanya menggunakan handuk yang di lilit kan di tubuh nya .


Tangan Irma mulai membuka pintu lemari , membawa baju dan celana untuk ia kenakan hari ini .


" Pake acara ketiduran segala , ke sorean kan jadi nya ," Gumam Irma pada dirinya sendiri .


Setelah selesai menggunakan pakaian nya , Irma lansung duduk di kursi meja rias , mulai menghidup kan hairdryer untuk mengering kan rambut nya yang masih sangat basah.


Tiga puluh menit berlalu , akhirnya Irma sudah selesai dengan segala persiapan nya .

__ADS_1


Kini tubuh nya sudah duduk dan bersandar di dalam mobil , tatangan nya terus menggenggam setir mobil yang melaju sedikit kencang, dan pandangan nya menatap lurus kedepan .


Alunan musik yang Irma putar pun menemani perjalanan nya sore hari ini .


Beberapa kali juga Irma ikut berteriak menyanyikan lagu


Let me love you dari penyanyi ke sukaan nya yaitu Justin Bieber .


Sekitar empat puluh lima menit Irma melajukan mobil nya di jalanan ibu kota yang padat .


Akhir nya ia sampai di salah satu tempar perbelanjaan yang ada di kota Jakarta .


Tangan Irma terus mendorong trolli besar untuk menyimpan barang yang akan ia beli saat ini .


Dengan langkah pelan , Irma terus menyusuri lorong-deminlorong , membawa setiap barang yang ia butuh kan ke dalam trolli nya .


" Tingal bawang merah , bawang putih sama beli beberapa macam buah" Ucap Irma sambil melihat tulisan di kertas kecil yang di bawa nya .


Irma kembali mendorong trolli nya ke tempat buah-buahan , tak lupa tangan nya membawa plastik bening untuk memasukan beberapa buah pear , dan juga apel .


Ketika sedang asik memilih buah pear , lalu memasukan nya satu persatu ke dalam platik.


" Mbak , boleh geser sedikit ?" Kata nya kepada Irma seraya tersenyum.


Irma pun mengangguk , tak kala membalas senyuman wanita tersebut sambil menggeser tubuh nya .


" Zaydan mau ambil berapa ?"


Mendengar kata Zaydan , awal nya Irma tidak ingin melihat atau menanggapi nya , karena banyak sekali nama Zaydan di muka bumi ini .


" Ambil saja seperlu nya ,"Sahut pria yang sedang berjalan mendekat kepada wanita yang berada di samping Irma .


-Degg..


Seketika tangan nya terhenti , wajah nya masih menunduk .


Irma berusaha tenang , dan memastikan ia sedang salaha mendengar suara yang amat di rindu kan nya setelah sepuluh tahun menghilang begitu saja.


" Irma !!" Cicit nya ketika pandangan kedua nya bertemu .

__ADS_1


Irma hanya mematung , darah nya seketika membeku , wanita itu terus menatap wajah Zaydan tampa bergeming sedikit pun .


" Kalian saling kenal ?" Tanya wanita yang berada di samping Irma , jari telunjuk nya terus bergerak ke arah Irma dan Zaydan , seolah ingin memastikan sesuatu .


" Ha-hay apa kabar ?" Irma terlihat sangat gugup , jemari tangan nya meremas plastik berisi buah pear dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca .


" Emmmmm...gw duluan ," Irma pun tersenyum getir , dan lansung beranjak pergi meninggal kan Zaydan yang masih menatap nya intens.


Irma mendorong trolli nya sangat cepat , tangan nya terus menyibak air mata yang mulai turun membasahi pipi.


" Ahhhhh pake nangis segala lagi gw !" Irma memekik kesal pada dirinya sendiri .


Banyak sekali bahan-bahan yang belum Irma ambil , namun wanita itu lansung bergegas untuk segera melakukan pembayaran.


Hati nya terus bergemuruh , ketika setelah sepuluh tahun tidak pernah menemukan keberadaan nya , kini di saat Irma ingin move on tuhan malah mempertemukan mereka kembali .


" Zaydan !!" Wanita itu menahan lengan Zaydan ketika melihat akan mengejar wanita yang bahkan belum ia ketahui latar belakang nya .


" Dia siapa ?" Tanya Rani kepada Zaydan , tangan nya terus menahan Zaydan dengan tatapan yang dalam dan penuh tanya .


" Dia bukan siapa-siapa ," Akhir nya Zaydan menjawab .


" Emmmm ... baiklah apa yang kita mau bawa buat ka Ataya sama suaminya ? apa kita juga belikan mainan buat Zio dan Aluna ?" Rani pun terus memperlihat kan senyum manis nya .


" Ambil saja apa yang mau di beli , urusan ku hanya membayar saja ," Jelas Zaydan .


Setelah selesai melakukan pembayaran , Irma pun lansung berjalan ke arah di mana mobil nya terparkir , dan sedikit tergesa-gesa .


-Tuit..tuit ..


Kunci mobil pun terbuka , dengan cepat Irma menyimpan semua belanjaan nya di bagasi mobil.


" Ya allah kenapa di pertemuka saat benar-benar mau move on?!"Lirih nya lalu membuka pintu mobil .


Suara mesin mobil Honda Jazz milik nya sudah terdengar , tangan nya terus memegangi setir mobil dengan kaki yang mulai menginjak pedal gas , perlahan mobil nya melaju dengan kecepatan sedang , berjalan ke luar dari mall yang sudah ia singgahi.


Bersambung ...


Jangan lupa like nya !!

__ADS_1


☺😊😚🥰


__ADS_2