
Brakk...
Zaydan membanting pintu mobil milik nya cukup keras , lalu beranjak mendekat ke arah Irma yang tengah asik mengobrol dengan langkah yang sedikit berlari .
" By the way , lo udah punya pacar atau nikah ?" Tanya Iqbaal .
" Gw jom..." Belum sempat Irma menjawab , Zaydan sudah datang terlebih dulu dan menyambar pembicaraan kedua nya .
" Hi sayang ! kamu lama yah nungguin aku ?!"Tutur Zaydan tiba-tiba , sampai membuat Irma dan Iqbaal menoleh ke arah Zaydan.
" Zaydan !!"Irma berujar pada pria yang baru saja datang .
" Hi bro , kenalin gw Zaydan tunangan nya Irma,"Tutur Zaydan kepada Iqbaal , lalu menjulur kan tangan nya tampa menghirau kan Irma yang terus menatap nya penuh tanya.
" Hallo gw Iqbaal , temen Irma waktu SMA ." Balas teman Irma sambil tersenyum ramah dan membalas uluran tangan Zaydan . " Kalau begitu gw pamit ya ," Ujar nya kepada Irma lalu beranjak pergi setelah menganggukan kepala kepada Zaydan .
Irma pun melambai kan tangan kepada teman masa SMA nya itu , di sertai senyuman yang tidak pernah pudar .
Setelah Iqbaal pergi menuju parkiran dan menghilang di balik tembok . Irma pun beranjak untuk pergi meninggal kan Zaydan .
Namun pria itu menahan pergelangan tangan nya secara kuat , hingga membuat Irma kembali berbalik dan mendekat ke arah nya .
" Apaan si lo ?! lepasin nggak !" Kata Irma lantang kepada Zaydan , sampai pria itu tersentak dengan perubahan sikap Irma pada dirinya .
" Nggak bakalan gw lepas Irma ! bunda ada di sini dan minta ketemu sama lo !"Zaydan berdusta dengan menggunakan nama ibu nya hanya untuk bisa kembali dekat dengan Irma .
" Nggak mau , bawa aja pacar lo ketemu bunda ! lagian gw malu sama bunda karena kejadian dulu,"Jelas Irma sambil terus menarik tangangan nya agar terlepas dari cengkraman tangan Zaydan .
" Irma please , gw mohon ." Zaydan menatap Irma dengan tatapan sendu penuh permohonan.
Melihat Zaydan yang terus menohon pada dirinya , Irma pun memejam kan mata dan menghela nafas nya pelahan .
" Oke , gw bawa tas sama dessert dulu buat bunda sama bu Ataya ," Jelas Irma .
Zaydan tersenyum , lalu melepas kan tangan Irma dari genggaman nya dan membiar kan wanita itu masuk terlebih dulu .
Sambil menunggu Irma bersiap-siap , Zaydan pun memutus kan untuk duduk di kursi yang tadi Irma dan Iqbaal tempati .
Beberapa menit Zaydan menunggu , akhirnya Irma datang dengan tas slempang dan beberapa kotak kue yang di bawa nya.
" Sudah ?" Tanya Zaydan sambil berdiri .
Irma pun hanya menganguk , lalu berjalan membuntuti Zaydan yang sedang berjalan ke arah parkiran mobil toko nya .
__ADS_1
-Dreuk..
Zaydan membuka kan pintu mobil untuk Irma .
" Terimakasih , tapi lain kali biar gw sendiri aja yang buka ." Jelas Irma , namun Zaydan langsung menutup pintu tampa memperduli kan Irma yang sedang berbicara pada dirinya.
Setelah Zaydan berada di kursi kemudi , pria itu mulai melajukan mobil nya perlahan menuju rumah Ataya untuk segera menemui ibu nya.
Selama di perjalanan Irma hanya diam , bahkan pandangan nya melihat ke arah luar tampa menoleh sedikit pun ke arah Zaydan yang kini sedang sibuk memacu kecepatan mobil nya.
Akhir nya setelah tiga puluh menit menyusuri jalanan Jakarta , mobil Fortuner putih milik Zaydan terparkir tepat di garasi mobil rumah Ataya dan Ibra.
Irma dan Zaydan pun turun bersamaan , berjalan menuju pintu utama rumah milik Ataya.
-Ceklek ...
" Assalamualaikum ," Ucap Zaydan ketika membuka pintu rumah nya perlahan .
" Assalamuala'ikum," Ucap Irma pelan , langkah kaki nya seolah berat untuk melangkah , wajah nya terus menunduk seolah sudah merasa malu walau belum ada satu orang pun yang di temui nya.
" Bunda , Zaydan bawa siapa coba !" Tutur Zaydan kepada Aisyah yang sedang duduk bersama Hardian di sofa depan televisi.
Secara bersamaan Hardian dan Aisyah pun melihat ke arah Irma dengan tatapan yang tidak bisa di artikan .
" Iya bun , Zaydan bawa Irma ," Kata nya kembali sembari tersenyum .
Irma terus berjalan pelan ke arah Aisyah dengan senyum manis dan malu-malu nya , namun berbeda dengan Aisyah , wanita itu terus menatap Irma datar , bahkan berkali-kali Aisyah membuang muka seolah enggan bertatap muka dengan gadis yang telah menolak anak nya dulu .
" Assalamuala'ikum bunda ," Senyum Irma terus merekah lalu mencium punggung tangan Aisyah.
" Wa'alaikumusalam," Jawab nya singkat .
Irma terus tersenyum , walau hati nya sudah merasa tidak nyaman dengan sikap Aisyah kepada dirinya .
" Assalamuala'ikum ayah ," Tutur Irma kembali , Hardian pun tersenyum sambil mengulur kan tangan kepada Irma .
" Wa'alaikumusalam , wah siapa ini ? udah lama nggak ketemu , gimana kabar kamu Irma?" Tanya Hardian ramah .
" Alhamdulillah baik ayah ," Sahut Irma .
" Syukurlah , ayok duduk ," Titah Hardian , lagi-lagi ayah dari zaydan itu tetap terenyum ramah .
Irma mengangguk , lalu meletakan kota berisi dessert di atas meja , lalu duduk di sebelah Aisyah .
__ADS_1
Seakan tidak ingin melihat lama-lama wajah Irma di dekat nya , Aisyah pun pergi begitu saja tampa berpamitan tersebih dulu . Kepala Irma pun menunduk sambil tersenyum getir .
" Zaydan berbohong !" Lirih nya dalam hati , ada rasa sesak yang terus terasa dalam hati nya , namun Irma berusaha tetap tersenyum walau pun sesungguh nya ini sulit .
Begitu pun Zaydan , pria itu terlihat terus menatap Irma dengan tatapan sendu , bagai mana tidak , wanita di hadapan nya terus menunduk ketika ibu nya pergi meninggal kan semua yang berada duduk di sana .
" Eh ada siapa ?!"Kata Ataya tiba-tiba kepada Irma sambil tersenyum ramah .
Ataya terus berjalan dari arah taman belakang mendekat ke arah sofa dan duduk bersama Irma .
Irma kembali menoleh , menyapa dan mencium tangan mantan bos nya dulu .
" Apa kabar ?" Tanya Ataya .
" Baik bu ," Sahut Irma .
" Ini ada dessert dari Irma , sekarang dia sudah sukses loh sampe bisa buka usaha sendiri !"Zaydan berujar , tangan nya perlahan mengeluarkan kota dari kantong dan mulai membuka satu-persatu .
" Wah hebat lo kamu ," Puji Ataya kepada Irma .
Irma hanya tersenyum , lalu semua orang yang duduk di sana mencoba hidangan yang di jual di toko Irma .
" Dara'scake ?!" Ujar Ataya sambil menoleh ke arah Irma .
" Iya bu , nama toko nya di ambil dari nama depan saya ," Sahut Irma .
" Wah enak lo ini ! sisain satu kotak buat abang sama anak-anak," Jelas Ataya sambil menutup satu kotak kue yang berada di hadapan nya .
" Eh mau minum apa ? sampe lupa nawarin minum loh saking enak nya ," Tutur Ataya .
Cukup lama Irma dan Ataya berbincang , begitu pun dengan Aisyah yang tidak terlihat muncul kemabali setelah ke hadiran Irma di rumah anak nya .
Irma hanya terlihat pasrah , tidak ada yang bisa di harapkan lagi hubungan dirinya dengan Zaydan .
Selain pria itu sudah memiliki pacar , Aisyah pun kini seolah enggan menerima Irma kembali.
" Wajar kalau bunda masih merasa tersinggung , ibu mana yang tidak sakit hati anak nya di remeh kan dari segi ekonomi saat anak bujang nya benar-benar serius meminang putri calon besan nya , aku harus berbesar hati menerima ini semua ," Ucap nya dalam hati .
Bersambung...
LUPA LIKE , DAN VOTE NYA YAH 🙏😊.
__ADS_1