Happily Ever After

Happily Ever After
Kekuatan Doa.


__ADS_3

Di sebuah apartemen.


Setelah kepindahan nya beberapa minggu lalu,Irma terus di sibukan oleh barang-barang yang masih berserakan dan belum tertata rapih.


Seharian gadis itu membenahi barang-barang milik nya,kini ia sudah selesai membersih kan diri dan segera bersiap-siap untuk segera pergi mengunjungi toko kue milik nya.


Dengan tas selempang kecil berwarna hitam,kaos oversize berwarna abu-abu di padu kan dengan boy friend jeans berwarna hitam,membuat gadis itu terlihat sangat cantik.


Setelah selesai,Irma lansung mengambil kunci mobil nya dan mulai beranjak pergi.


–Ceklek...


Irma mengunci pintu apartemen nya,lalu berjalan menyusuri lorong untuk segera menuju pintu lift yang berada tidak jauh dari pintu apartemen nya.


Setelah beberapa detik berada di dalam lift,kini Irma sudah berada di tempat mobil nya terparkir.


TUIT....TUIT...


Irma menekan remote yang berada mengantung di kunci mobil nya,lalu segera masuk dan mulai menyalakan mesin mobil milik nya.


-Vrumm...


Mesin mobil pun menyala,dengan sangat hati-hati Irma mulai melajukan mobil nya perlahan,melaju keluar basemant.


Suasana siang menuju sore ini cukup ramai,sampai Irma terjebak beberapa kali kemacetan di jalanan Ibu kota Jakarta.


"Macet apa sih? ko nggak maju-maju perasaan!"Gumam Irma yang terus berusaha melihat ke arah depan.


Terlihat mobil yang berada di depan nya melaju perlahan.Sedikit melerai kemacetan yang sudah lama terjadi dan cukup panjang.


Laju mobil pun sudah mulai normal,namun pandangan Irma tertuju pada banyak nya kerumun orang dan ada garis polisi di sebuah lajur sebelah kiri.


"Kecelakaan toh."Ucap Irma yang melihat ada nya mobil derek.


Karena mobil melaju cukup pelan,akhir nya mata Irma melihat sebuat mobil Fortuner putih dengan bagian depan yang ringsek karena menabrak beton pembatas jalan.


Seolah sangat penasaran dengan kejadia,kepala Irma sampai terus menoleh ke arah mobil hingga mata nya menatap plat nomer dengan ujung ZAY.


–Deg...


"Itu nggak mungkin Zaydan kan?!"Gumam Irma ketika ia mengenali plat nomor mobil yang selalu di bawa Zaydan .


Hati Irma bergemuruh,mencoba menepis semua perasangka buruk,namun seolah nurani nya tahu dan berkata seolah Zaydan memang yang mengalami ke jadian tersebut.


Mobil Irma perlahan berhenti di bahu jalan,lalu dengan cepat ia keluar hanya ingin memastikan.


"Pak maaf saya mau bertanya,korban kecelakaan nya di bawa ke rumah sakit mana? ini mobil temen saya soal nya?!"Tanya Irma kepada seorang polisi sedikit cemas,walau sebenar nya belum pasti korban kecelakaan nya adalah Zaydan.

__ADS_1


"Sudah di bawa ke Rumah sakit yang berada di deket sini mbak,ke adaan korban cukup parah kaki nya terjepit sampai mengakibat kan tulang kaki nya patah."Jelas polisi yang berada di tempat.


Irma mengangguk,lalu mengundur kan diri kembali dan berjalan ke arah mobil milik nya.


‐Brugh..


Irma membating pintu mobil.


"Irma tenang, mungkin plat nomor nya hanya kebetulan sama!"Gumam Irma mencoba menenangkan diri nya .


Perlahan mobil Irma kembali melaju,namun yang menjadi nya bimbang adalah tujuan nya saat ini.


Irma harus ke rumah sakit atau lansung pergi ke toko kue nya saja.


Akhir nya Irma menuruti hati nurani nya,ia membelokan mobil masuk kedalam parkiran satu-satu nya rumah sakit yang berada di dekat kejadian tersebut.


–Srrrttt.....


Irma menarik rem tangan nya,namun ketika prempuan itu akan membuka pintu mobil nya,mobil Pajero hitam yang sangat ia kenali berhenti tepat di samping nya.


Orang yang duduk di kursi penumpang pun berhamburan keluar,termasuk Aisyah yang terlihat berlari ke arah IGD dengan berlinang air mata.


Irma mengurung kan niat nya untuk membuka pintu mobil nya,punggung nya kembali tersandar di kursi mobil dengan hati yang terus bergemuruh dan linangan air di sudut mata nya.


Tangisan nya pun pecah,ketika mengetahui korban kecelakaan tunggal benar-benar pria yang pikirkan nya yaitu Zaydan,pria yang sangat di cintai nya.


"Hiks...hiks..hiks.."Irma meremas kuat rambut nya.


Kini ke adaan nya menjadi serba salah,Irma sangat ingin sekali turun dan melihat ke adaan Zaydan saat ini,namun ia terlalu takut untuk bertemu Aisyah yang sama sekali tidak menyukai dirinya.


"Za,maafin aku nggak bisan turun,bertahanlah,dan cepat pulih agar kau bisa mengganggu ku kembali seperti bisa,maaf aku selalu menghindar karena terlalu pengecut untuk menghadapi bunda!"Lirih Irma.


Irma berusaha menghentikan tangisan nya,lalu mulai memundur kan mobil dan segera beranjak pergi.


–Hallo!


📞 :Iya bu!


–Sri,saya tidak jadi datang ya!


📞 :Oh iya bu,nggak apa-apa.Nanti biar Sri yang ke apartemen ibu aja sama yang lain.


–Yasudah,semangat bekerja gengs.


📞 :Iya bu semangat!!


Sambungan telepon pun gerputus,lalu Irma kembali fokus kepada jalanan agar ia sampai apartemen dengan selamat.

__ADS_1


......................


–Ceklek...ceklek...


Irma membuka kunci pintu,lalu mendorong nya nya agar terbuka dan segera masuk.


Irma lansung berjalan ke arah kamar,meletakan tas kecil nya menggantung di tempat gantungan setiap tas milik nya.


Langkah kaki Irma lansung beranjak ke arah kamar mandi,lalu mulai membasuh hampir seluruh bagian tubuh untuk mengambil air wudhu.


Setelah selesai Irma lansung kembaki ke kamar,lalu mulai mengenakan mukena dan membawa Al-quran lalu mulai membaca nya.


Setiap lantunan ayat suci Al-quran pun terdengar menggema di dalam kamar nya,tak kala terdengar rintihan ketika Irma menangisi ke adaan Zaydan saat ini.


"Ya allah! jagalah dia,aku sangat mencintai hambamu itu,namun ke adaan semakin sulit,makan jika dia jodohku permudah lah,tapi kalau dia bukan jodohku,hilangkan rasa ini perlahan agar tidak saling menyakiti satu-sama lain."Rintihan Irma pun begitu pilu,kini prempuan itu tengah mengadu kepada sang maha kuasa perihal masalah hati nya yang telah lama ia pendam sendiri.


Irma kembali menyimpan kitab suci milik nya,lalu mulai membuka mukena dan menyimpan kembali pada tempat nya.


Irma langsung membawa ponsel milik nya,lalu mulai membuka setiap media sosial dan membuka blokiran nya kepada akun Zaydan.


Suara notifikasi pun terdengar bersahutan ketika pesan dari Zaydan masuk.


...–Irma kamu dimana?!...


...–Sekarang kau susah ku temui!...


...–Kumohon,berjuanglah bersama ku!...


...–Kau menghindar?...


...–Di mana kamu sekarang?!...


...–Aku sudah putus aja Irma,aku mencari mu tapi tidak pernah menemukan mu sama sekali,ayo kita menikah dan hiduplah bersama ku selama nya!...


...Begitulah isi pesan singkat yang Zaydan kirim kan kepada dirinya....


...‐Irma! aku mohon,dimana kamu sekarang? ayo kita temui bunda dan meminta restu sama-sama! aku tidak mau terlambat,karena bunda sudah datang ke rumah orang tua Rani,dan ingin segera meresmikan tunangan antara aku bersama dia....


"Zaydan masih kirim pesan tadi pagi!"Irma cukup terkejut."Apa dia juga sempat mencariku sebelum dia kecelakaan?!"


Irma kembali menangis,menyesali sikap nya selama ini,namun semua sudah terjadi! hanya doa dan sebuah ke ajaiban yang akan menyatukan kedua nya kembali seperti dulu.


...–Zaydan,maafkan aku! sekarang aku sudah pasrah dengan semua tentang kita,bersama kembali atau tidak! biar allah yang menjadi pelantara di antara kita🙂....


...Cepat membaik dear💜....


Balas Irma,ia berharap suatu saat Zaydan akan membuka pesan dari nya setelah pulih.

__ADS_1


Bersambung...


...JANGAN LUPA FOLLOW,LIKE,VOTE DAN KOMEN DEAR😘 BANTU OTHOR UNTUK MENJADI SEORANG PENULIS HEBAT DARI SEORANG PENULIS RECEHAN INI😚😚....


__ADS_2