Happily Ever After

Happily Ever After
Belanja bulanan.


__ADS_3

"Morning girl."Sapa Irma sesaat setelah memasuki toko kue milik nya.


Ke empat wanita yang sedang berkumpul pun menoleh, menatap Irma dengan raut wajah berseri.


"Akhirnya ibu masuk kerja juga! aku cariin ke apartemen nggak ada, mobil juga di tinggal di sini, habis dari mana sih?"Tanya Sri penasaran.


"Saya kan udah bilang Sri, mulai sekarang uang kamu pegang dulu, nanti setiap bulan baru saya periksa."Sahut Irma.


"Emang ibu abis di mana sih? anak nya nyariin itu, mau minta mimi cucu."Ujar Fina sambil tertawa penuh ledekan.


—Plak..


"Jangan solimi anda."Balas Sri setelah memukul lengan Fina cukup kencang.


"Eh..eh..udah jangan main gebug-gebukan.Itu di dapur lagi ngapai? ko nggak di tungguin."Tutur Irma.


"Masih di panggang ko bu."Jawab Siti.


Irma mengangguk.


"Kalo begitu saya kebelakang dulu simpen tas, udah itu kita beraksi."Kata Irma lalu berjalan menuju ruangan milik nya.


—Klek..


Irma menekan knop pintu ruangan nya, membuka perlahan lalu berjalan menuju meja dan meletakan tas kecil yang di bawa nya.


Bibir Irma tersenyum, mengingat malam indah nya bersama Zaydan.Apalagi Zaydan benar-benar memanjalan nya dalam segalahal, sangat terlihat jika Zaydan memang benar-benar mencintai nya.


Senyuman Irma sesaat sirna ketika mendengar dering ponsel yang berada di dalam tas nya.Dengan cepat Irma merogoh tas kecil itu lalu membawa ponsel milik nya.


...Za💜...


Panggilan suara masuk dari suaminya, lama Irma memandangi profil Zaydan yang memperlihat kan poto bersama dirinya.


...—Iya Za?...


...📞:Lagi apa?...


...—Loh..aku baru di anter ke toko kan barusan sama kamu....


...📞:Aku kangen sayang....


...—Nanti siang kan ketemu....


...📞:Yasudah, aku kerja lagi yah!...

__ADS_1


...—Iya sayang, aku juga mau bantuin anak-anak dulu....


...📞:Sampai ketemu nanti siang istriku....


...—Iya suamiku....


...Sambungan telepon pun terpurus, lalu Irma kembali meletakan ponsel nya di atas meja, dan segera pergi dari ruangan nya....


"Siti! siapin wippy crema dan semua toping nya."Titah Irma.


"Siap bu."


Irma tersenyum sambil mengangguk.


"Bu?"Panggil Sri.


"Hemmm?"Irma menoleh.


"Ibu sama pak Zaydan udah nikah?"Tanya Sri pelan, lalu di jawab senyuman oleh Irma.


Raut wajah Sri seketika berubah, bibir nya cemberut dengan mata yang sedikit melotot.


"Aku nggak di kasih tahu?"Sri terlihat sedih.


"Dadakan Sri!"Sahut nya.


"Maaf, nanti kapan-kapan kita makan-makan, kalau nggak kita tamasya ya sebagai ganti nya."Jelas Irma.


Raut wajah Sri kini berbinar kembali, Irma tidak pernah menempatkan posisi nya seperti apa di hadapan para pekerja, hingga semua nya selalu terlihat seperti layak nya temen, bukan bos dan bawahan.


^


^


Siang hari tepat nya pukul 12.45.Irma sudah sampai di salah satu supermarket, tempat kedua nya kembali bertemu setelah bertahun-tahun lama nya beberapa waktu lalu.


Sambil menunggu suami nya datang, terlebih dulu Irma membawa trolli dan segera masuk ke dalam.


Lorong pertama yang di tuju nya adalah tempat sabun dan body care lain nya, lalu kembali berjalan ke arah makanan ringan.


Ketika sedang asik dengan jajaran makanan yang sedang di pilih nya, tiba-tiba Irma di kejutkan dengan seseorang yang mencium pipi nya.


—Cup..


Irma tersentak, lalu menoleh dengan taut wajah yang terlihat begitu terkejut.

__ADS_1


"Hallo sayang!"Zaydan tersenyum ke arah nya.


"Zaydan!"Cicit Irma pelan sambil memegangi dada nya yang berdegup kencang.


Zaydan hanya tersenyum ketika melihat istri nya terkejut bukan main.


"Fokus banget abis nya, dari tadi di ikutin ko nggak sadar-sadar."Kata Zaydan.


Selesai dengan makanan ringan, kini Irma bersama Zaydan berjalan mendorong trolli nya ke tempat segala macam ikan segar dan perdagingan.


Cukup lama Irma memilah, akhirnya mereka selesai dengan trolli yang sudah terisi penuh, dan mendorong nya ke arah kasir.


^


^


"Sayang, kunci mobil kamu mana?"Zaydan mengulur kan tangan nya.


"Biar aku aja nggak apa-apa, kamu kalo mau kembali kerja sana aja, biar aku yang pulang duluan."Sergah Irma.


"Aku nggak bawa mobil, tadi sebelum kesini pulang ke rumah teteh dulu, abis itu kesini naik taxi online."Ucap nya.


"Oh...!


Segera Irma merogoh tas kecil nya, lalu memberikan kunci mobil kepada suaminya.


Zaydan kembali membawa beberapa kantong belanjaan, terus berjalan ke atah mobil Irma terparkir.


—Brugh...


Suara bagasi mobil Irma di tutup cukup kencang, setelah Zaydan memasukan semua barang belanjaan nya.


"Habis anter barang-barang ke apartemen kita lansung ke rumah teteh yah! bunda sama ayah mau pulang ke Bandung."Tutur nya sambil terus fokus kepada jalanan di depan nya.


"Ko pulang! bunda belum sempet ke apartemen kita kan Za? ya minimal aku masakin gitu buat bunda."


"Ayah mau panen, nanti juga kesini lagi."Jelas Zaydan.


"Yah tau gitu aku bawain kue dari toko buat oleh-oleh."Ucap nya dengan raut wajah masam.


"Tidak usah! kata bunda cukup bawa kamu aja, nanti kalo ada waktu senggang kita ke Bandung."


Irma menoleh, menatap Zaydan yang sedang fokus dengan mobil kecil nya, lalu tersenyum sambil mengusap lengan suaminya pelan.


"Yasudah iya."Jawab Irma.

__ADS_1


...Bersambung......


...Jangan lupa! like, vote, dan komen nya ya!...


__ADS_2