Happily Ever After

Happily Ever After
welcome.


__ADS_3

.........


"Kalo mules boleh ngeden lagi yah!"Jelas Dokter Desi kepada Irma.


Irma menganguk, kemudian kembali terbaring lemas setelah rasa mulas nya hilang.


"Semangat sayang."Zaydan tersenyum.


Pria yang saat ini sedang berdiri di samping nya terus menghujani kening Irma dengan kecupan penuh kasih sayang, menjadikan tangan nya untuk di jadikan Irma berpegangan.


Sampai setelah beberapa detik, rasa mules itu kembali datang.


"Eeuuuu,...!"Irma menarik tangan Zaydan sekuat tenaga, mendorong sesuatu di dalam perut nya agar segera keluar.


"Iya bagus,..tarik lagi nafas nya yo,...lalu buang pelahan yah."Titah Dokter itu kembali.


Irma menarik nafas nya dalam, lalu kembali menghebus kan nya kala ia mendorong kembali bayi yang akan masih berada dalam perut nya.


"Heuuuuuuu..."


"Kamu bisa sayang, kamu wanita kuat."Zaydan berbisik di gelinga Irma.


"Bagus bunda, di buka mata nya yah."Bidan yang menjadi asisten Dokter Desi pun berbicara, berusaha memberi semangat kepada Irma.


"Tarik lagi nafas nya,...ayo dorong,..kepala nya sudah kelihata."


".....


Oe..oe...oe..oe....


"Alhamdulillah."Ucap Zaydan ketika mendengar suara tangisan bayi nya.


Irma langsung terlunglai lemas, nafas nya menderu-deru dengan peluh keringat membasahi seluruh wajah.


"Bayi nya laki-laki ya pak."Dokter langsung meletakan bayi kecil itu di dada Irma.


Sesaat tangis Irma pun pecah, menyentuh dengan lembuh tubuh kecil yang masih terlihat sangat lemas.


"Assalamualaikum sayang."Zaydan menyapa putra pertama nya.


Dengan segera Zaydan mengumandang kan adzan di telinga putra nya, sampai tidak sadar bahwa air mata terjatuh membasahi pipi ketika rasa bahahia itu sudah tidak bisa di banding kan dengan apapun.


"Jangan nangis Za!"Irma menyusut air mata suaminya.

__ADS_1


–Cup..


"Terimakasih sayang."Ucap nya kemada Irma.


Wanita dengan selang oksigen di hidung nya itu tersenyum, menatap ke arah suaminya dengan raut wajah yang berbinar.


"Baba."Cicit Irma pelan.


Zaydan tersenyum, mengusap kepala Irma dan terus menghujani nya kecupan sebagai tanda terimakasih.


Setelah beberapa menit berada dalam dekapan Irma, akhir nya bayi laki-laki itu di bawa, untuk segera di bersihkan.


^


^


Zaydan keluar dari ruang bersalin dengan wajah ceria, bahkan bibir nya selalu tersenyum.


"Bagai mana Za?"Tanya Aisyah yang terlihat masih panik.


"Baik bunda."Zaydan memeluk tubuh ibu nya erat."Terimakasih sudah berjuang antara hidup dan mati untuk melahir kan Zaydan bun."Ucap nya.


"Iya Za,.. tapi gimana ke adaan bayi sama ibu nya."Tanya Aisyah yang masih terlihat sangat penasaran dengan ke adaan cucu dan menantu nya.


Zaydan merogoh saku celana nya, lalu mengeluarkan ponsel dan memperlihat kan foto anak nya yang baru saja lahir kadunia.



"Ya ampun gendut!"Aisyah terlihat gemas.


"Berat badan nya 3,5kg yah."Jelas Zaydan sambil terus mengulas senyum di bibir nya.


"Mirip Zaydan kecil loh bun."Cicit Hardian yang juga sama bahagia nya dengan Aisyah.


"Iya mirip Zaydan banget."Jelas nya kembali.


"Irma bagai mana? kenapa belum pindah ruangan?"Tanya Aisyah.


"Irma sedang di tangani Dokter, ada sedikit luka robek dan harus di jahit. Zaydan ke bagian administrasi dulu."Tukas nya kemudian segera beranjak untuk mengurus ruangan agar sang istri dan putra nya bisa beristirahat dengan nyaman.


^


^

__ADS_1


Sore hari nya Irma dan juga bayi nya sudah berada di ruang perawatan, di temani suami dan kedua mertua nya.


Raut wajah berbinar pun selalu di perlihat kan Zaydan, bahkan pria itu tidak melepas kan pandangan nya sedikit pun pada bayi yang terus tertidur nyenyak di dalam box.


"Nggak usah di lihatin terus, nggak bakalan ada yang bawa!"Aisyah tersenyum kepada Zaydan yang terus duduk di samping Irma dan box bayi.


Zaydan tersenyum.


Sementara itu Irma kini sedang terlelap, dengan wajah yang terlihat lelah dan sedikit pucat.


"Teteh sudah di kasih tahu?"Tanya Zaydan.


"Nanti malem kaya nya kesini, nungguin abang dulu lagi banyak kerjaan kata nya."Jawab Aisyah.


"Bunda kalo mau pulang juga nggak apa-apa, di rumah sakit cape, biar aku yang jagain Irma."Usul Zaydan.


"Nggak, ayah bantuin nungguin kamu di sini."Sergah Hardian cepat.


"Siapa nama nya Dek?"Hardian menatap Zaydan.


"Iya sudah ada nama kah?"Timpal Aisyah.


"Sudah,..aku dan Irma yang menyiapkan nya."Jelas nya.


"Siapa?"Ucap Hardian dan Aisyah bersamaan.


"Zayn Khairil Adnan."Kata Zaydan kepada kedua orang tua nya.


Aisyah tersenyum.


"Zayn."Aisyah langaung membungkukan tubuh nya, untuk memanggil bayi mungil itu.


"Zayn ayo bangun, Kake sama Nena mau gendong."Cicit Hardian nya dengan suara sedikit keras, sampai membuat baby Zayn menggeliat.


"Dia tahu mama nya lagi cape!"Aisyah menepuk lengan Hardian.


Welcom baby Zayn.


...Follow Ig anggika158 juga ya!...


...TBC🌺🌺🌺...


...Jangan lupa! like, vote setiap hari senin, komen dan hadiah lain nya untu author.....

__ADS_1


__ADS_2