Happily Ever After

Happily Ever After
Pura-pura


__ADS_3

—Ceklek...


Handle pintu bergerak, lalu seseorang dari luar mendorong nya perlahan.


"Zaydan! ada Rani sayang."Ucap Aisyah sambil berjalan masuk lalu di susul oleh ayah dan kedua kaka nya lalu Rani.


"Oh."Sahut Zaydan.


Rani tersenyum dengan langkah kaki berjalan mengikis jarak di antara kedua nya, laku duduk di kursi tempat Irma tadi menduduki nya.


"Kamu ko bisa begini sih?!"Kata Rani sambil mengusap lengan Zaydan.


"Kecelakaan nggak ada yang tahu Ran!"Sahut Zaydan.


Irma ketemu bunda nggak yah?! Gumam Zaydan dalam hati.


Sama hal nya dengan Zaydan, Ataya pun terlihat sedikit gusar dan bertanya-tanya, kedatangan orang tua nya hanya terjeda beberapa detik saja setelah Irma berpamitan untuk pulang.


"Kamu udah makan sayang!"Rani terus berusaha mencari topik pembicaraan, maklum saat ini Zaydan sudah terlihat bosan dan mulai memejam kan mata nya.


"Udah, tadi teteh yang nyuapin aku!"Mata Zaydan kembali terbuka.


"Pasti mulai ke rasa sakit ya?"Tanya Rani kembali kepada pria di hadapan nya.


"Iya, bius nya sudah mulai menghilang dan rasa ngilu nya mulia terasa."Jelas Zaydan.


"Rani?"Panggil Zaydan.


"Iya!"Gadis itu lansung menatap wajah nya dengan wajah berbinar.


"Apa kamu masih mau menikah dengan ku dengan satu kaki yang cacat?!"Tiba-tiba saja Zaydan bertanya seperti itu.


Bukan hanya Rani yang terlihat kaget, begitu pun dengan Aisyah dan Hardian yang lansung menatap ke arah Zaydan yang saat ini sedang tidak berdaya.


"Kenapa bertanya seperti itu! kaki kamu cuma patah bukang buntung kan!"Cicit Rani yang lansung terlihat gugup.


"Aku hanya ingin meyakin kan saja, kamu kan calon model! apa tidak malu mempunyai suami dengan satu tongkat yang menopang tubuh nya?!"Cecar Zaydan.


Rani termenung, gadia itu terlihat berfikir tentang apa yang baru saja Zaydan tanya kan.


Ataya dan Ibra hanya diam memperhatikan, berbeda dengan Aisyah dan Hardian yang seolah menanti jawaban dari kekasih putra bungsu nya itu.


"Sayang kenapa terburu-buru? kita bisa menikah setelah kamu sembuh total bukan?"Rani tersenyum, setelah merasa terjebak dengan pertanyaan Zaydan.


"Tapi lamaran kita akan segera di laksanakan Rani!"Desak Zaydan.


"Ya kan bisa di undur Zay! sampai kamu sembuh, kalo bisa kita berobat ke luar negri biar kaki kamu cepet pulih."Jawaban yang sangat mengejut kan untuk semua yang berada di ruangan.


"Aku nggak tanya itu Rani! aku cuma butuh jawaban apa kamu mau menikah dengan ku? ya atau tidak!"Cecar Zaydan.


Rani terdiam dengan tatapan tajam ke arah Zaydan begitu pun sebalik nya.


Aisyah dan Hardian yang sadar ini sudah memanas kini mendekat dan berusaha melerai perdebatan di antara kedua nya.

__ADS_1


"Sudah-sudah, ini sudah malem nggak baik berdebat sekarang!"Sergah Hardian yang berusaha membuat anak nya mereda.


"Zaydan cuma butuh jawaban ya apa nggak yah,Zaydan cuma mau tahu, apa Rani bersedia ngurus Zaydan!"Tegas nya.


"Zaydan kamu tuh nyebelin banget sih! aku bilang kita pikir kan itu nanti!"Cicit Rani.


"Sudah-sudah, Rani kita pulang yah? bunda antar sampai lobby."Usul Aisyah lalu berbalik arah dan membawa tas milik nya.


"Hayu bunda anter!"Aisyah langsung menarik tangan Rani.


"Ck."Zaydan berdecak dengan senyuman getir.


"Yang sabar! munkin Rani masih syok."Ucap Hardian.


"Nggak yah, Rani emang nggak mau ko! lihat aja nanti, kalian belain karena nggak tau aja sifat asli nya kaya gimana."Cicit Zaydan.


"De udah ah, mau nggak nya gimana nanti, kita lihat sejauh mana Rani bisa nerima kamu."Ataya berjalan menghampiri dirinya.


"Inget! beresin satu-satu biar nanti nggak berbuntut panjang."Tutur Ibra.


"Kami pulang dulu ayah."Ucap Ibra lalu mencium tangan Hardian.


"Iya hati-hati !"Pesan Hadian dengan mengusap bahu Ataya yang saat ini juga sedang mencium tangan nya.


"Cepet pulih ya! kasian Zio sama Aluna nggak ada yang asuh."Goda Ataya sambil mengusap bahu adik nya.


Sementara itu Aisyah yang sedang mengantar Rani pulang, wanita paruh baya itu membantu menyetop taxi untuk mengantar calon menantu nya.


"Iya, jangan pikirin kata-kata Zaydan ya!"Pesan nya.


Rani pun mengangguk lalu masuk ke dalam taxi.


"Hah!!"


Aisyah menghela nafas nya, sambil terus menatap mobil yang sudah melaju cukup jauh.


"Apa Rani emang belum mau nikah yah? sepertinya dia tertekan ketika membahas pernikahan, apa mungkin dia mau karena di paksa sama orang tua nya saat itu?"Aisyah pun bermonolog, mengingat semua apa yang terjadi tadi.


......................


Malam semakin larut, ke empat gadis yang baru saja selesai menonton kini akan beranjak pulang setelah membenahi ruangan tengah yang tadi sangat berantakan.


"Kalian beneran mau pulang?"Tanya Irma kepada semua pegawai nya.


"Iya bu, sudah malam! takut nya di kunciin di luar sama ayah,ibu."Jelas Sri.


"Nggak nginep aja!"Irma terus berusaha menahan semua nya untuk pulang, apa lagi film yang baru saja di tonton nya adalah film horror.


"Enggak bu, kita pulang aja!"Kata Fina.


"Iya deh kalo gitu."Ucap Irma lalu mengantar sampai ambang pintu.


Siti,Nur,Fina dan Sri kini sudah menuju perjalanan pulang,Irma pun lansung menutup pintu apartemen lalu mengunci nya.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat Irma lansung masuk kedalam kamar dan lansung menjatuh kan tubuh nya di atas ranjang dan menutupi nya dengan selimut sampai kepala.


"Lain kali jangan nonton film horror lagi ah, udah tahu tinggal sendiri! kalo udah gini repot!"Gumam Irma yang terus merasa ketakutan.


Irma terus berusaha memejam kan mata nya, namun cukup sulit, bahkan suara jam ding-ding saja mampu membuat nya ketakutan.


—Dertttthhh...


Ponsel Irma bergetar, hingga membuat prempuan yang terus menggulung tubuh nya dengan selimut sangat terkejut.


"Jantung gw hampir copot!"Cicit Irma lalu merogoh ponsel di saku celana nya.


"Zaydan!"Irma lansung mengeser layar ponsel nya.


–Hai ❤


Begitulah pesan yang baru saja di terima wanita yang sedang sangat ketakutan itu.


^^^Udah aktif hp nya? ko nggak rusak!^^^


–Emang harus rusak?!


^^^Ya nggak, kan aku cuma nanya?^^^


–Lagi apa?


^^^Baru mau tidur^^^


–Kangen💛


^^^Tadi baru ketemu kan?!^^^


–Nggak cukup, harus nya kamu uang menenin aku di sini.


^^^Ada bunda kan!^^^


–Ko kamu jadi takut banget si sama bunda? dia baik, cuma lagi kehilangan jati dirinya.


^^^Iya aku tahu, bunda jadi begitu juga gara-gara aku kan🙃^^^


–I love you my future wife.


^^^Gombal.^^^


–I love you too.


"Dasar, bilang sendiri jawab sendiri!"Kata Irma sambil tertawa.


Kedua nya pun terus saling mengirim pesan,sampai Irma lupa rasa takut nya beberapa saat yang lalu.


Bersambung...


JANGAN LUPA FOLLOW, LIKE, VOTE, DAN KOMEN NYA YA GUSY😘

__ADS_1


__ADS_2